Suamiku Pelindungku

Suamiku Pelindungku
25. Di Culik Mantan


\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Agra terduduk lemas di atas sofa dengan wajah


yang sudah sedingin salju. Rahangnya tampak


mengeras dengan tatapan yang terlihat begitu


terpukul saat mendapati kenyataan bahwa Kiran


telah di bawa pergi oleh orang tidak di kenal. Di


hadapannya duduk bersimpuh Rasmi dan Bani


dengan kepala yang tertunduk dalam.


"Maafkan kami Tuan..kami benar-benar tidak


berdaya melawan mereka.!"


Lirih Rasmi dengan segala penyesalan yang kini


menyesakkan dadanya. Dia bahkan tidak sempat


melihat wajah cantik Nona nya itu untuk terakhir


kalinya. Agra hanya bisa terdiam, mencoba tetap


tenang walau hatinya saat ini di liputi kecemasan


akan keadaan Kiran. Dia mengurut keningnya


sambil merebahkan kepala ke sandaran sofa.


Bara dan Zack saat ini sedang sibuk mengecek


alat pelacak yang bisa mendeteksi keberadaan pesawat serta seluruh detailnya. Sedangkan


Badar hanya bisa menarik napas berat menatap


kedua anggota keluarga nya.


"Bangunlah.. pergi istirahat.!"


Titah Agra pada Rasmi dan Bani yang langsung


membungkuk hormat kemudian bangkit berdiri


lalu undur diri pergi ke ruang belakang.


"Bagaimana hasilnya, kenapa lama sekali.?"


Agra tampak tidak sabar, saat ini pikirannya


berterbangan memikirkan hal-hal buruk yang


bisa saja menimpa Kiran seandainya orang


yang telah membawanya di luar perkiraan nya.


Bara tampak mengakhiri investigasi nya dengan


menekan tombol di layar monitor kecil pada alat


pelacaknya. Di situ tertera dengan jelas jenis


heli apa yang beberapa jam lalu lepas landas


di atas langit desa Girilaya lengkap dengan


detail nya dan siapa orang yang membawanya.


"Kami menemukan nya Tuan, dugaan kita benar.


Mantan kekasih Nona yang sudah membawa


nya pergi, sore hari mereka terbang kesini.!"


Bara melaporkan hasil investigasi nya sambil


menyodorkan gambar rahasia yang ada di alat


pelacaknya. Mata Agra tampak berkilat tajam.


Wajahnya terlihat semakin dingin, tangannya


terkepal dengan kuat.


"Hemm..Nathan..sepertinya dia masih sangat


penasaran pada istriku.! baiklah kita akan lihat


apa yang akan di lakukan nya untuk menarik


Kiran ke dalam kekuasaannya.!"


Desis Agra sambil melempar alat itu ke tangan


Bara dan kembali merebahkan tubuhnya.


"Zack.. kau perintahkan orang mu sekarang juga


untuk melacak dan mengikuti kemana orang itu membawa Kiran ku..!"


"Baik Tuan laksanakan.!"


"Kita akan kembali besok ke kota.!"


Akhirnya Agra memutuskan.Dia akan membiarkan


Kiran berada dalam genggaman mantan kekasih


nya itu, hanya untuk sementara waktu.!


Agra merebahkan tubuhnya di atas sofa, saat


ini dia butuh istirahat. Tidak lama kemudian


matanya sudah terpejam rapat.


****** ******


Suasana pagi yang tenang dan damai di sebuah


rumah besar dengan model klasik modern saat


ini di warnai kicau burung yang bernyanyi riang


saling bersahutan.


Matahari sudah mulai mengintip dari balik tirai


jendela sebuah kamar besar yang ada di rumah


ini. Dua orang pelayan wanita masuk ke dalam


kamar dengan hati-hati dan tak bersuara agar


tidak menggangu ketenangan penghuni kamar


yang terlihat masih terlelap dalam tidur lelahnya. keduanya tampak menatap ragu-ragu kearah


wanita cantik yang kini sedang terbaring di atas tempat tidur.


Semalam mereka berdua sebenarnya sudah


melihat dan menyaksikan sendiri bagaimana


cantik dan moleknya gadis itu, karena mereka


berdua lah yang kebagian tugas untuk melayani


serta mengganti pakaian gadis itu ketika Tuan


nya datang membawa nya ke dalam kamar ini.


Namun gadis itu yang tiada lain adalah Kiran sepertinya datang dalam keadaan terpengaruh


obat penenang.


Dua pelayan tadi bergerak pelan membuka tirai


yang menutupi jendela besar di kamar itu hingga suasana di dalam ruangan kini sudah terang


seluruhnya tersinari cahaya mentari pagi.


Kiran menggeliatkan tubuhnya terjaga dari tidur


panjangnya. Dia membuka matanya perlahan,


memicing sebentar untuk menyesuaikan cahaya


matahari yang masuk melalui retina matanya. Tangannya memijat kening yang terasa masih


sedikit pusing.


"Astagfirullah..jam berapa ini.?"


Kiran bergumam resah, mencoba bangkit dan


menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya.


Kedua pelayan tadi terlihat berdiri mematung


di sisi ruangan sambil menundukan kepala.


Kiran nampak terkejut, dia melihat ke sekitar


ruangan dalam kamar. Tempat yang terasa


asing baginya.! dimana ini.? Apakah dirinya


sedang berada di dalam mimpi?


Alisnya terlihat bertaut, matanya melebar


sesaat dengan perasaan semakin bingung.


Kiran kembali memejamkan mata mencoba


untuk meyakinkan penglihatannya, tidak lama


dia membuka mata nya perlahan berharap ini


hanya mimpi, dan..


"Aaa....dimana akuuu...!"


Kiran berteriak histeris membuat kedua pelayan


tadi terkejut seketika, mereka saling pandang


sesaat kemudian segera maju menghampiri


Kiran dan berdiri menunduk di hadapannya.


"Nona..apa anda baik-baik saja.?"


"Siapa kalian..? dimana saya..?"


Kiran menatap waspada kearah dua pelayan


tadi yang masih menunduk sedikit ketakutan.


"Eu.. Nona..Nona ada di rumah Tuan kami.."


"Tuan, siapa..? kenapa saya ada di tempat ini.?"


"Tuan yang membawa Nona ke rumah ini.."


"Siapa Tuan kalian..?"


Di ambang pintu muncul seorang pria tampan


yang semalam membawanya. Dia terlihat masih


mengenakkan setelan santai rumahan. Rambut


nya juga tampak sedikit berantakan.Tampaknya


pria itu baru saja terbangun dari tidurnya saat mendengar teriakan Kiran yang menggegerkan


seisi rumah tersebut.


"Hei..Kiran sayang..apa yang terjadi..?"


Pria itu segera menghampiri Kiran kemudian


merengkuh tubuh nya ke dalam dekapannya.


Mata Kiran membulat tidak percaya dengan


apa yang di lihatnya. Dia segera mendorong


tubuh pria itu kemudian mundur menjauh.


Keduanya kini saling pandang kuat. Pria tadi


mengibaskan tangan pada kedua pelayan yang


langsung membungkuk hormat kemudian


berlalu keluar dari kamar.


"Na-Nathan..kenapa..kamu ada di sini..?"


"Kiran sayang..kau ada di rumahku sekarang.


Rumah yang akan kita tinggali bersama.!"


"Apa..? kenapa aku tiba-tiba ada di sini.? apa


yang terjadi ?"


Kiran melihat ke sekeliling ruangan kamar asing


itu dengan pikiran yang tidak sinkron. Nathan


mendekat, dia meraup wajah cantik Kiran yang


masih dalam mode bingung luar biasa.


"Aku semalam membawamu pulang.. tempat


itu sangat berbahaya untukmu.. kenapa kamu


nekad datang ke tempat itu.?"


Ujar Nathan sambil kembali meraih tubuh Kiran


ke dalam rengkuhan nya, memeluknya erat seakan tidak ingin melepaskan nya lagi. Namun Kiran


segera menarik dirinya dari pelukan erat Nathan,


dia menatap tajam wajah tampan laki-laki itu


dengan sorot mata penuh emosi yang mulai


naik ke permukaan setelah dia menyadari apa


yang kini sedang terjadi.


"Apa yang kau lakukan padaku? kenapa kamu


seenaknya saja membawaku ke rumah ini.?"


Ketus Kiran sambil beringsut menjauhi Nathan


yang menatapnya dalam diam dengan senyum


manis yang tidak pudar dari bibir nya.


"Kiran..tempat itu bukanlah tempat yang cocok untukmu.! kau telah membahayakan dirimu


sendiri hanya karena ingin menjauh dariku.!


kenapa kamu harus menyiksa dirimu.?"


"Tidak ! Aku tidak menghindari mu..! aku hanya


butuh waktu untuk sendiri.!"


"Jangan bohong, aku tahu..kau masih sangat mencintaiku Kiran..Kau tidak akan bisa lepas


dariku, karena cinta ku yang besar akan selalu mengikatmu.!"


"Cukup Nathan..itu semua tidak benar..! saat


ini aku sudah tidak punya perasaan apapun lagi padamu.! kita sudah berakhir sekarang.!"


Kesal Kiran sambil kemudian bangkit, bergerak


turun dari tempat tidur namun Nathan menarik


tangannya dengan sekali hentakan membuat


tubuh Kiran terjatuh ke dalam rengkuhan kuat


pria itu yang langsung menarik paksa pinggang ramping Kiran hingga tubuh mereka kini merapat. Sontak saja Kiran berontak berusaha melepaskan


diri dari belitan tangan Nathan di pinggangnya.


"Nathan.. lepaskan aku.! jangan macam-macam


kamu, kita sudah berakhir di hari dimana kamu


sudah mengkhianati cinta kita..!"


"Aku tidak pernah mengkhianati cinta kita sayang..


Kilah Nathan dengan suara yang mulai berat


karena wajah cantik wanita yang selama 2


minggu ini telah merusak moodnya kini ada


di depan matanya, dalam kekuasaannya.


Saat ini semua gejolak perasaan yang ada di


dadanya seakan tidak terkendali. Ingin sekali


dia menindih dan menaklukkan wanita ini


sekarang juga agar dia bisa memiliki dirinya


seutuhnya.


Kiran semakin meronta mendorong dada


kokoh Nathan yang malah semakin mengunci pinggang nya dan mendekatkan wajahnya.


"Aku sangat merindukanmu Kiran..dua minggu


ini aku gila karena tidak bisa melihatmu.!"


Bisik Nathan sambil kemudian mendekatkan


bibirnya membuat tubuh Kiran menegang dan


bergetar hebat. Wajahnya memerah di penuhi


emosi juga ketakutan serta trauma atas kejadian kemarin. Dan tiba-tiba saja bayangan wajah


dingin Agra merusak fokus nya saat ini. Cairan


bening tanpa komando jatuh bercucuran tak


tertahan. Hatinya terasa perih saat mengingat bagaimana keadaan Agra saat ini, pria itu pasti


sedang kebingungan mencarinya.


Nathan memaksa ingin mencium bibir Kiran


karena terdorong perasaan rindu serta hasrat


yang kini sudah menguasai seluruh jiwanya.


"Nathan..! berhenti..!"


Pekik Kiran tidak tahan lagi dia mendorong


keras dada Nathan hingga tubuhnya terlepas.


Matanya menatap tajam wajah Nathan yang


terlihat kecewa sekaligus menahan gejolak


hasrat yang tadi sempat begitu melambung.


"Biarkan aku keluar dari rumah ini. Aku harus


pulang ke rumah ayah.!"


Tegas Kiran sambil kemudian turun dari atas


tempat tidur. Tapi tiba-tiba saja pintu kamar


tertutup otomatis membuat Kiran membeku


di tempat dengan wajah semakin emosi.


"Apa maumu sebenarnya.? buka pintunya


sekarang juga ! aku ingin pulang.!"


Seru Kiran sambil menatap geram wajah Nathan.


Pria itu turun dari tempat tidur dengan senyum


manis terukir di wajah nya. Dia menghampiri


Kiran yang mundur dengan menatap kesal


kearah Nathan. Sebenarnya apa maunya laki-laki


ini, kenapa dia terus saja mengganggu nya !


"Nathan.. biarkan aku pergi dari sini. Ayah pasti


akan mengkhawatirkan aku..!"


"Itu tidak akan terjadi Kiran sayang.. karena kau


sudah menjadi tanggungjawab ku sekarang..!"


"Apa maksudmu ?"


Kiran menatap bingung. Nathan kini berdiri di


hadapan Kiran, tangannya bergerak meraih dagu


indah gadis itu membuat mata mereka kembali bertemu.


"Hutang ayahmu pada keluargaku sudah tidak


mungkin terbayar oleh aset perusahaan milik


keluargamu sekalipun. Oleh karena itu jalan


satu-satunya untuk menyelamatkan ayahmu


dari kehancuran adalah..kau harus menikah


denganku.!"


"Apa yang kau katakan.?"


Kiran menggeleng kuat tidak percaya dengan apa


yang di dengarnya barusan. Dia menepis tangan Nathan dari wajahnya, kemudian mundur dengan


tubuh yang sedikit goyah.


"Itu yang terjadi sayang.. hanya kau yang bisa


mengeluarkan ayahmu dari situasi sulit ini.!


Semua ada di tanganmu sekarang.!"


"Tidak.! kau pasti bohong..! ayah tidak pernah


mengatakan bahwa keuangannya bermasalah."


Gumam Kiran sambil kemudian duduk lemas


di pinggir tempat tidur. Nathan hanya tersenyum


tipis. Dia mendekat kembali kearah Kiran, berdiri


di hadapannya dengan memasukan kedua tangan


di saku celana nya .


"Kalau kau tidak percaya tanyakan saja pada


ayahmu, dan satu lagi Kiran sayang..aku tidak


pernah menerima surat pengunduran dirimu.


Jadi saat ini kau masih asisten pribadi ku.!"


Tegas Nathan enteng. Kiran mendongakan


kepala menatap Nathan masih mencerna


semua hal yang dia dengar saat ini.


"Aku tidak percaya padamu sama sekali.!"


Kiran menggeleng kuat dengan tatapan penuh


penolakan atas semua yang di dengarnya.


"Kalau kamu ingin memperjelas semuanya..


sekarang bersiaplah, kita akan menemui ayah


mu di kantornya. Semua pakaian untukmu ada


di kamar ganti. Ingat Kiran..saat ini kau masih


asisten ku..!"


Ujar Nathan seraya mengelus lembut rambut


Kiran yang langsung memalingkan wajahnya.


Kiran menatap kepergian Nathan dengan


perasaan yang berkecamuk. Ya Tuhan..ada


apa ini sebenarnya.? dia harus segera mencari


jawaban dari semua kemelut yang ada dalam


pikirannya.


****** ******


Pagi ini Agra masih terlihat terbaring lelah di


sofa ruang tengah Villa nya. Di sebrang nya


Badar, Bara dan Zack nampak setia menunggui


nya. Mereka tertidur sambil duduk bersandar di


kursi tidak berani beranjak dari tempat duduknya.


Saat ini baru terlihat kalau Tuan nya itu kelelahan setelah 2 minggu terakhir ini hampir siang malam


dia mengurusi masalah perkebunan, hal yang


bahkan sangat bertolak belakang dengan kebiasaannya selama ini.


Selama ini dia bahkan jarang berada di kantornya


untuk urusan pekerjaan. Karena dirinya memiliki


team khusus serta bawahan yang memegang


semua bagian dan sangat ahli serta profesional


di bidang nya masing-masing. Dia hanya akan


datang jika ada meeting penting atau pertemuan


berskala besar yang melibatkan berbagai anak


perusahaan yang berada di bawah komandonya.


Namun hanya demi sebuah perkebunan Agra rela mencurahkan segala perhatian nya, seluruhnya


siang dan malam. Perkebunan yang bahkan kalau


di lihat dari laba dan penghasilan nya tidak lah


berarti apa-apa bagi seorang Agra Bintang..


Sang pemilik kerajaan bisnis Bintang Group


yang bergerak dalam berbagai bidang usaha


terutama retail, properti serta otomotif yang


berskala internasional.


Hanya demi seorang wanita...


Tuan 'Bimantara Agra Bintang' rela menyamar


menjadi seorang pengawal kelas rendahan dan


mengubah penampilannya yang berbanding


terbalik 180 derajat dengan aslinya. Dia bahkan


rela merendahkan diri di hadapan cecunguk


tidak berguna yang ada di daerah ini demi


menyempurnakan penyamaran nya.


Dan sekarang.. wanita itu, dia di bawa pergi


oleh pria lain. Dia bahkan belum tahu jati diri


suaminya yang sudah berkorban mati-matian


hanya untuk melindungi dirinya dari semua


kekacauan yang ada di tempat ini. Yang Kiran


tahu Agra hanyalah seorang pengawal yang


sedikit berbeda dan istimewa.


Hal itu bahkan sempat membuat Bara tidak habis


pikir, bagaimana bisa Tuan nya begitu mencintai gila-gilaan sosok Kiran..padahal calon tunangan pilihan keluarganya adalah wanita super cantik


yang memilki nama dan kehormatan lebih jika


di bandingkan dengan seorang Kiran.


Agra dan para bawahannya baru saja selesai


mengadakan meeting penting. Karena Agra


akan kembali ke kota maka semua urusan


perkebunan sepenuhnya di kembalikan pada


Badar. Dia yang bertanggung jawab untuk


menangani dan menyelesaikan penebangan.


"Setelah semua nya beres, pastikan bonus yang


sudah aku janjikan di realisasikan secepat nya.!"


Ujar Agra sambil duduk tumpang kaki. Badar


mengangguk dan menatap berat wajah tampan


Tuan nya yang selama 2 minggu ini selalu di


dampingi nya.


"Dan satu lagi pastikan tempat yang kita ambil


alih kemarin di fungsikan menjadi taman kota.


Kamu awasi pengerjaannya, Bara akan membantu


memantau dari jauh..!"


"Baik Tuan..semuanya akan saya kerjakan dengan


baik. Saya harap Tuan akan segera bertemu lagi


dengan Nona Kiran.."


Sahut Badar sambil menunduk dalam. Rasa


kagum dalam hatinya semakin besar terhadap


sosok Tuan nya ini. Bara memang pernah cerita


bahwa Agra adalah seorang pengusaha yang


sangat peduli terhadap sesuatu yang berguna


untuk kemaslahatan umat. Dia pengusaha muda


yang terkenal sangat dermawan terbukti dengan


banyaknya yayasan sosial yang berada di bawah


naungannya..


\*\*\*\*\*\*\*\*\*


TBC....


Readers ku zeyeeng.. Mohon maaf sebelumnya.


Untuk beberapa hari ke depan author tidak bisa


up dulu karena ada urusan pribadi di dunia nyata.


Tapi jangan lupa untuk tetap dukung & support.


Karena dukungan kalian adalah semangat


bagi author.. Thank you so much..love you all..🤗😘