
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Agra menatap tajam wajah Mikhayla yang kini
terlihat sedikit memucat. Dia melirik pada Zack
agar mengamankan area tempat itu dari orang
yang tidak berkepentingan. Zack mengangguk,
dia segera berpaling pada teman-teman Kiran
yang baru saja tersadar dari rasa terkejutnya.
Mereka kini saling pandang menatap berat
kearah Kiran yang hanya bisa terdiam dalam
dekapan kuat Agra sambil menggeleng pelan.
"Kiran.. kami pergi duluan, sampai jumpa..!"
Pamit mereka dengan berat hati kemudian
cepat-cepat keluar dari ruangan. Perasaan
mereka saat ini seakan masih mengawang,
belum percaya bisa melihat langsung sosok
Tuan Muda Hadiningrat, yang ternyata begitu
luar biasa tampan. Dan yang paling membuat
mereka terkejut adalah menyaksikan sendiri
bagaimana posesif nya sang pemilik Bintang
Group tersebut terhadap Kiran, istrinya.!
Kiran yang masih berada dalam dekapan satu
tangan Agra hanya bisa menatap berat kepergian
teman temannya itu tanpa bisa berbuat apa-apa.
"Lepaskan tanganku Agraa..!"
Mikhayla berusaha menarik lepas tangannya
yang kini masih di kunci oleh Agra. Dua orang
bodyguard nya pun tidak bisa berbuat banyak
karena kalah jumlah melihat para pengawal
Agra yang jauh lebih banyak.
"Dengan perbuatan mu yang seperti tadi, kau
telah menjatuhkan harga dirimu sendiri Nona
Alexandria..!"
Desis Agra seraya mendorong kuat tangan
Mikhayla hingga tubuh nya kembali terhuyung
ke belakang. Mikhayla mengusap pergelangan
tangan nya yang memerah seraya menatap
Agra dan Kiran dengan rasa sakit, benci dan
malu yang kini bercampur menjadi satu.
"Apa kalian pikir aku akan diam saja melihat
kalian telah mempermalukan kedua orang
tuaku. Aku tidak bisa terima semua itu.!"
Geram Mikhayla sambil memandangi Kiran
dan Agra bergantian. Kiran menarik dirinya
dari dekapan Agra, kemudian berdiri tegak
di hadapan Mikhayla.
"Nona Mikhayla..dunia tidak sebatas hanya
urusan kesepakatan saja ! Tidak semua hal
bisa berjalan sesuai rencana kita. Ketentuan
Tuhan lah yang mutlak terjadi, itu berlaku
untuk urusan hati dan jodoh.!"
"Enak sekali ya bicaramu..! Kamu hanyalah
wanita beruntung saja.! tidak lebih dari itu.!"
"Tentu saja, aku memang sangat beruntung.
Bisa mendapatkan suami sesempurna dia.
Aku tidak pernah memungkiri hal itu.!"
Kiran berucap dengan menatap tenang wajah
Mikhayla yang kini semakin memerah.
"Kalian telah menjatuhkan bara api padaku.
Aku mencintaimu dengan tulus Agra, tapi kau
lebih memilih wanita sederhana seperti dia.
Ingat aku tidak pernah menerima kekalahan.!"
Ancam Mikhayla dengan tatapan yang di penuhi
oleh api kemarahan dan kekecewaan. Agra yang
dari tadi diam dan hanya memperhatikan kini
maju seraya menggandeng tangan Kiran.
"Aku harap kamu berhenti sekarang juga Nona
Mikhayla.! Ryu akan datang sebagai pengganti
ku, jadi belajarlah untuk menerima takdir mu.!"
"Yang aku inginkan hanya lah dirimu. Tidak
ada yang lain Agra, tidak bisa tergantikan !"
"Ryu adalah pria yang cukup sepadan dengan
mu, jangan mematok harga diri yang terlalu
tinggi sedangkan dirimu yang sesungguhnya
tidaklah begitu bernilai..!"
Desis Agra membuat Mikhayla tampak sedikit terkesiap, dia benar-benar merasa terpojok dan
terhina dengan ucapan Agra barusan.
"Kau sudah begitu menghinaku Tuan Agra.?
Aku adalah wanita dengan segala kehormatan
dan harga diri yang layak di banggakan.!"
"Dari awal aku sudah menolakmu. Harusnya
kau junjung tinggi harga dirimu itu.!"
Mikhayla mengepalkan tangannya kuat. Mata
nya kini beradu panas dengan mata Agra.
"Aku tidak akan menyerah begitu saja Tuan
Bimantara ! kau pikir aku akan diam saja.?"
"Jangan di teruskan, karena semua rencana
mu sudah ada dalam memory otak ku..!"
Mikhayla mengetatkan rahangnya. Agra tampak
menyeringai tipis, mencondongkan tubuhnya.
"Aku ingatkan padamu Mikhayla.. sebelum
dirimu menyesal, sebaiknya kamu mundur
sekarang atau aku tidak akan melihat kau
adalah seorang wanita terhormat..!"
Tegas Agra membuat Mikhayla terhenyak, diam
untuk beberapa saat. Agra menarik Kiran untuk melangkah dari hadapan Mikhayla yang tampak
memejamkan mata seraya menarik napas berat.
"Kau sudah benar-benar membuat hatiku
hancur Agra..!"
Desis Mikhayla sambil kemudian melangkah
pergi kearah lain. Kiran menghentikan langkah,
menoleh kebelakang melihat kearah Mikhayla.
"Apa yang kau lihat.?"
Kiran menarik napas panjang, menatap wajah
Agra yang terlihat acuh dan dingin.
"Apa benar Ryu akan menggantikan dirimu
sebagai calon suami Mikhayla..?"
"Hemm.. sepertinya itu cukup sepadan.!"
"Tapi aku rasa semuanya tidak akan berjalan
sesuai rencana.!"
"Yang penting ayah menepati janji nya pada
kedua orang tua wanita itu. Sudahlah tidak
perlu membahas ini lagi..!"
Desis Agra sambil kemudian mengangkat
tubuh Kiran ke dalam pangkuannya dengan
wajah yang masih saja terlihat dingin.
"Hei Agra.. apa yang kau lakukan.? turunkan
aku.! Kita ada di tempat umum.!"
Seru Kiran sambil berontak ingin turun dari
pangkuan Agra yang malah semakin kuat
mendekap tubuhnya.
"Lantas kenapa , apa ada yang salah.?"
"Banyak orang yang melihat kita sekarang,
aku malu sayang.. sudah turunkan aku.!"
"Biarkan saja, tidak usah memperdulikan
mereka.! Kau hanya harus melihatku.!"
"Tapi aku tidak bisa begitu.!"
"Sudah.! jangan banyak protes.!"
Sahut Agra acuh sambil terus saja melangkah
menuju ke dalam ruangan yang biasa di gunakan olehnya setiap kali datang ke restauran ini. Zack,
manager restauran dan para pengawal tampak pura-pura tidak melihat saja.! Mana berani
mereka menginterupsi kesenangan sang Bos !
Sampai di dalam ruangan Agra mendudukkan
Kiran di atas sofa. Kiran langsung merapihkan
rambut dan pakaiannya dengan wajah menahan
malu saat melihat ada beberapa pelayan yang
berdiri di dekat meja, baru saja selesai menata
hidangan makan siang. Di atas meja kini sudah tersedia berbagai menu makan siang.
"Kalian boleh keluar sekarang..!"
Titah Agra yang masih berdiri membuat mereka sontak membungkuk dalam lalu pergi dengan
senyap. Agra menatap tajam wajah Kiran yang
langsung beringsut ke ujung sofa, menatap
bingung kearah Agra yang kelihatannya
sedang dalam mode memanas.
"Ada apa sayang..? ada yang salah dengan ku?"
"Kenapa kamu harus berpakaian seperti ini ?
Apa kau sengaja melakukan nya.? kau mau
mempertontonkan dirimu pada dunia luar.?"
Kiran semakin bingung, dia melihat tampilan
dirinya. Rasanya semua masih wajar, masih
tertutup walau sedikit pas di tubuh nya. Dia
menggeleng tidak mengerti.
"A-apa maksudmu..? aku rasa ini masih dalam
batas normal saja kok, tidak ada yang salah.!"
Agra mengurung tubuh Kiran, meletakkan
kedua tangannya di kedua sisi sandaran sofa.
Kiran memundurkan tubuhnya hingga kini
membentur ujung sofa.
"Dengan penampilan mu yang seperti ini kau
bisa saja mengundang syahwat laki-laki Kiran.
Dan aku tidak rela mata jahil mereka dengan
bebasnya menikmati keindahan fisikmu..!"
Bisik Agra yang kini semakin maju mendekat.
Kiran menatap lekat wajah tampan Agra yang
sudah mulai memerah dan Kiran tahu pasti
apa yang kini di inginkan oleh suaminya itu.
"Maaf..tapi aku tidak bermaksud apa-apa.
Aku hanya merasa nyaman saja memakainya."
"Aku yang tidak nyaman melihatnya Kiran.!"
Dengus Agra sambil menjatuhkan dirinya di
samping Kiran seraya meraih tubuh Kiran ke
dalam dekapan nya, memeluknya erat dan
menghujani wajah nya dengan ciuman yang
tiada henti. Kiran mencoba mengelak dengan mendorong dadanya yang kokoh.
"Sudah sayang.. bukankah kita kesini mau
makan siang.? "
"Nanti saja makan siang nya, kau harus aku
hukum dulu karena telah membuatku kesal."
"Aku kan sudah minta maaf sayang.."
Lirih Kiran sambil menatap Agra yang kini menyusupkan wajahnya di ceruk leher Kiran
menghirup aroma wangi jasmine lembut yang
sangat menenangkan namun juga membuat
hasrat Agra perlahan naik. Kiran berpaling dan memperhatikan menu makan siang yang ada
di meja. Kepalanya tiba-tiba saja terasa sedikit
pusing dengan perasaan tidak enak.
"Kenapa makanan nya harus sebanyak ini
sayang..aku pusing melihatnya.!"
keluh Kiran sambil menghindari serbuan bibir
liar Agra yang kini sudah mulai bermain nakal
di lehernya. Agra menghentikan aksinya sejenak, kemudian melihat sekilas keatas meja, Kiran
mencoba menjauh sedikit.
"Kalau begitu nanti saja makannya, biarkan aku
bermain dulu sebentar.!"
Kiran menatap jengah wajah Agra yang kini
kembali mendekat, merangsek maju.
"Apa yang mau kau lakukan..? hei.. sayang
mau apa kamu..Agra.. emhhh..!"
Agra sudah membungkam bibirnya dengan
menciumnya kuat, ********** rakus. Kiran
mencoba menolak namun Agra semakin liar
dia menekan dan memperdalam ciumannya.
panasnya. Tubuhnya jatuh terbaring di atas
sofa membuat Agra semakin memanas.
"Sayang..sudah.. hentikan ! kita sedang berada
di tempat umum, tidak pantas melakukan ini.!"
Kiran berucap sedikit bergetar saat bibir Agra
kini sudah turun menciumi leher jenjangnya.
Agra mendongak, menatap lembut wajah Kiran.
"Apa kau tahu kalau aku merindukanmu setiap
waktu sayang..Kau sudah membuatku tidak
bisa menahan diri, hari ini kau sudah memakai
pakaian yang salah..!"
"Apa yang salah..aku masih berpakaian sopan
sayang.. aakkhh Agra jangan.. hentikan..!"
"Kau selalu membuatku tidak tahan Kiran..!"
Desis Agra sambil membuka kancing atasan
Kiran yang membulatkan matanya saat Agra
menyusupkan wajah nya dan bermain buas
di dua bukit kembarnya dengan ******* dan
menggigit nya gemas. Suaminya ini memang
sangat menyukai bermain lama-lama di dua
benda sintal milik nya itu. Kiran memejamkan
mata, tapi masih mencoba untuk menguasai
diri dan sebisa mungkin mengontrol hasratnya mengingat ini bukanlah tempat yang tepat.
"Aakhh Agra.. hentikan.! kenapa sih kamu
selalu melakukan ini tanpa melihat tempat
dan situasi eemhh sayang sudah aakhh..!"
Kiran mendesah panjang sambil meremas
rambut Agra saat permainan Agra di dadanya
semakin lama semakin membuat dirinya tidak
bisa menahan diri hingga membuat tubuhnya
kini serasa terbakar. Agra bangkit menindih
tubuh Kiran ingin meningkatkan permainan
nya, namun suara panggilan di ponselnya
membuat dia menghentikan aksi liarnya.
"Owhh shit Bara ! mengganggu saja.!"
Umpat Agra saat melihat nomor yang tertera
di layar. Kiran menegakkan badannya dengan
mencoba mengatur napasnya yang memburu.
Wajahnya kini sudah memerah seluruhnya.
Agra kembali mendekat dengan tatapan
yang masih di selubungi kabut gairah.
"Sayang..aku mohon hentikan.! bukankah
kau ada pertemuan nanti.? aku juga belum
sembahyang dzuhur..!"
Cegah Kiran saat melihat Agra ingin kembali
melanjutkan aksinya. Agra menarik napas
berat, wajahnya terlihat kecewa. Tangan nya
bergerak merapihkan kembali pakaian Kiran
yang sudah tidak karuan.
"Baiklah.. kita akan melanjutkan nya nanti
di rumah. Sekarang kita makan dulu baru
nanti sembahyang..!"
Ujar nya sambil mengelus lembut wajah
Kiran, menatapnya lekat penuh cinta. Kiran merapihkan kembali rambutnya yang tadi
berantakan sedang Agra mendekat kearah
meja, kemudian mengambil beberapa menu
makanan di taruhnya di atas piring, Kiran
hanya melihat dan memperhatikan nya.
"Ayo..kita akan makan sepiring berdua agar
kamu tidak bingung memakan nya.!"
Ucap Agra sambil kemudian menyendok
makanan tersebut lalu di dekatkan ke mulut
Kiran yang menatapnya sambil menggeleng.
"Ayo makan.. atau kau mau aku mengulang
yang barusan..?"
Ancam Agra membuat Kiran melebarkan
mata seraya mengerucutkan bibirnya.
"Baiklah, tidak perlu mengancam segala.!
Tapi kau dulu yang makan ya.."
Kiran membalikan posisi sendok ke mulut
Agra yang mau tidak mau menuruti nya.
Akhirnya kini Kiran lah yang balik menyuapi
Agra, mereka menikmati makan siang nya
sepiring berdua. Tapi Kiran lebih banyak
menjeda makan nya karena selera makan
nya entah kenapa tiba-tiba saja hilang.
Tidak lama di pintu masuk muncul Bara dan
Tanisha yang baru saja tiba di restauran ini
karena Agra memang pergi duluan ke tempat
ini. Untuk sesaat Tanisha tampak terdiam
menatap kearah Kiran yang masih menyuapi
Agra dengan telaten. Wajah Tanisha langsung
saja memerah melihat pemandangan yang
cukup menyakitkan matanya itu.
"Shit ! ternyata wanita beruntung ini benar-
benar cantik bukan main.!"
Bathin Tanisha sambil mendekat kearah Agra
dan Kiran berada mengikuti langkah Bara di
depannya. Tanisha kembali meyakinkan diri
dengan mencoba memandang keseluruhan
diri Kiran. Dadanya semakin terasa sesak saat menyadari bahwa istri Bos nya itu memang
memiliki banyak keistimewaan, dan dirinya
bukan lah apa-apa di banding dirinya.!
"Selamat siang Nona Muda..!"
Sapa Bara seraya membungkuk di hadapan
Agra dan Kiran yang langsung melihat kearah
mereka berdua. Tanisha juga membungkuk
dengan sedikit mencuri pandang kearah Agra
yang terlihat sedang meneguk air putih.
"Selamat siang Bara..!"
Balas Kiran seraya menatap kearah Tanisha
yang sedang menunduk dalam.
"Perkenalkan Nona..dia adalah Tanisha..
kepala sekretaris baru di kantor.!"
Bara memperkenalkan Tanisha pada Kiran
yang tampak sedikit menautkan alisnya
melihat penampilan sekretaris baru itu.
"Selamat siang Nona Muda.. senang sekali
bisa berjumpa dengan anda. !"
Tanisha tersenyum manis seraya kembali
membungkuk dengan gaya yang sangat luwes.
"Ohh hai.. selamat siang Tanisha.!"
Sahut Kiran dengan tersenyum lembut. Agra
melirik, mengamati raut wajah istrinya itu
yang kelihatannya datar saja tanpa ekspresi
berlebihan. Bibirnya terangkat sedikit.
"Apa kalian sudah makan siang.?"
Kiran menatap Bara dan Tanisha bergantian.
Keduanya kembali membungkuk bersamaan.
"Sudah Nona Muda..!"
Sahut mereka kompak. Kiran melihat kedua
orang itu dengan sedikit berpikir, lalu mengulas
senyum tipis di bibir indahnya.
"Baiklah.. kalian kompak juga ya..!"
Lirih Kiran dengan mengulum senyum. Bara
dan Tanisha sontak saja saling melirik lalu
kembali menunduk.
Agra mengakhiri makan siangnya dengan
tersenyum tipis. Dia meraih serbet kemudian mengusap mulutnya. Lalu berpaling pada
Kiran yang juga mengakhiri makan nya yang
tidak begitu berselera. Raut wajah Kiran kini
berubah aneh, ada rasa tidak nyaman yang
di rasakannya, namun dia berusaha untuk
meredamnya. Agra menautkan alisnya saat
menyadari ada reaksi aneh di wajah istrinya.
"Apa yang terjadi sayang.? apa kau merasa
tidak enak badan.?"
Tanya Agra sambil memberikan air putih yang
langsung di teguk oleh Kiran. Tanisha menatap
tidak percaya pada interaksi intim bos nya itu.
"Hanya sedikit tidak nyaman saja sayang.!"
Jawab Kiran sambil kemudian berkemas, dia
harus segera pergi ke mushola karena waktu
sudah semakin merayap siang.
"Kau membawa apa yang aku minta.?"
Agra menatap kearah Tanisha yang sontak
mengangguk seraya maju kehadapan Agra.
"Sesuai dengan permintaan anda Presdir.."
Sahut Tanisha seraya mengulurkan sebuah
blazer panjang warna krem ke hadapan Agra
yang langsung mengambil nya. Tanpa sengaja
kulit mereka bersentuhan membuat Tanisha
sedikit terkejut dengan wajah memerah. Dan
hal itu tertangkap oleh pengamatan Kiran.Dia
melihat Tanisha langsung salah tingkah. Kiran
menatap wajah Tanisha dengan menautkan
alisnya, ada perasaan tidak nyaman yang kini
menggelayuti hatinya melihat bagaimana
gestur tubuh Tanisha terhadap Agra.
Dengan santai nya Agra memakaikan blazer
tersebut ke tubuh Kiran yang hanya bisa
terdiam menatap tenang wajah Agra.
"Kenapa aku harus memakainya..?"
Protes Kiran dengan mimik wajah tidak suka.
Agra tampak acuh saja, mengancingkan baju
itu dan mengikatkan tali pinggang nya.
"Apa kau tidak merasa gara-gara pakaian mu
ini kau bisa sakit ! Restauran ini cukup dingin,
kau bisa masuk angin karenanya.!"
Bisik Agra di telinga Kiran yang menatapnya
gerah dan menggelengkan kepala pelan.
"Kau ini selalu saja berlebihan.! Ayo kita harus
segera sembahyang..waktu nya keburu habis.!"
Ketus Kiran sambil kemudian bangkit berdiri
sambil melirik sekilas kearah Tanisha dengan
wajah yang benar-benar tidak nyaman saat
melihat sekretaris cantik itu sedang mencuri
pandang kearah suaminya. Tidak lama dia
melangkah pergi keluar dari ruangan itu.
Tanisha benar-benar di buat tidak percaya
dengan apa yang di lihatnya. Bos nya yang
terlihat sangat angkuh dan dingin di luar tapi
bisa bersikap lembut dan sangat memanjakan
istrinya. Wanita itu benar-benar beruntung.!
Tanisha bisa melihat dengan jelas kalau sang
Presdir begitu sayang dan perhatian sekali
pada istrinya.
"Kalian siapkan semuanya untuk pertemuan
nanti.! aku tidak akan lama.!"
Titah Agra pada Bara dan Tanisha yang masih
saja mematung dengan pikiran yang kosong.
"Baik Tuan..!"
Sahut Bara, Agra melangkah tenang menyusul
kepergian Kiran di iringi tatapan berat Tanisha.
Bagaimanapun caranya dia harus membuat
bos nya itu bertekuk lutut padanya.!
\*\*\*\*\*\*\*\*\*
TBC.....