Suamiku Pelindungku

Suamiku Pelindungku
73. Bidadari Sang Bintang


 


**********


 


Beberapa saat kemudian....


Para tamu sudah kembali pada kegiatan awal, berbincang, bercengkrama dan melakukan lobi-


lobi bisnis sebagai permulaan. Mereka semua


terlihat begitu menikmati suasana pesta .Tidak


ada perbedaan, para pengusaha pria dan wanita berbaur tanpa ragu. Mereka ada di level yang


sama, sebagai pebisnis dan orang-orang dari


kalangan atas. Hanya saja tidak terlihat sosok


Tuan Zein karena kebetulan saat ini dia sedang


berada di luar negeri.


Dari arah ruang belakang muncul Tanisha


bersama barisan para sekretaris dari bos-bos perusahaan yang tergabung dengan Bintang


Group. Untuk sesaat para wanita cantik dan


seksi itu tampak terkesima kearah keberadaan


Agra dan para tamu penting lainnya. Mereka


semua terlihat begitu menyilaukan, apalagi


dua tamu penting yang sedang berbincang


hangat dengan Agra. Sosok Aham yang begitu


mempesona di tambah sosok Dirga yang


sangat gagah dan berwibawa. Namun mata


para sekretaris itu hanya bisa terfokus pada


satu sosok yang paling menonjol diantara


mereka, sosok istimewa dengan rupa dan


fisik yang mumpuni. Dia sangat lah bersinar.


"Gila..! pria-pria super tampan kumpul disini


malam ini. Tuhan.. mimpi apa aku semalam.!"


Decak kagum seorang sekretaris dengan


tatapan meleleh kearah Agra yang membuat


jiwanya seketika meronta .


"Benar sekali..malam ini sungguh luar biasa.


Tuan Tampan..ohh ya Tuhan..Tuan Moolay


yang termasyhur..! mereka semua bersatu


di tempat ini..! benar-benar dahsyat..!"


Sahut yang lain dengan wajah yang terlihat


memerah menatapi ketiga pria gagah itu.


"Tuan Agra Bintang..begitu sempurna nya


Tuhan mencipta mu..Kau berada di antara


dua bintang lainnya. Tapi idolaku tetap lah


dirimu..!"


"Setuju, dia itu bintang yang paling bersinar


diantara bintang-bintang lainnya. Cahaya nya


tidak akan bisa di kalahkan oleh yang lain..!"


"Sikap cuek dan aura misterius nya yang bisa


membuat kita gila padanya.! dia itu memang


sungguh berbeda.!"


Mereka saling menyahut satu sama lain terus


menggosip tentang Agra dengan tatapan tiada


lepas dari sosok istimewa itu.Tanisha hanya


bisa mengepalkan tangannya mendengar


ocehan para sekretaris itu. Matanya dari tadi


terus mengunci sosok Agra yang terlihat begitu berbeda dari yang lain. Walaupun ada Tuan


Tampan yang bisa membuat para wanita lupa


diri, namun bagi Tanisha pesona Agra tidak


bisa terbantahkan.! tidak ada yang mampu


mengalahkan keistimewaan nya.!


Akan aku pastikan..Malam ini juga aku harus


memiliki mu Tuan...tidak ada lain kali .!!


Bathin Tanisha seraya mengatur napasnya.


Jantung nya selalu saja berdebar kencang


saat melihat sosok Agra. Dia melangkah


pergi dari kumpulan para sekretaris itu.


Acara kini mulai bergulir dengan sambutan


dari panitia acara. Sedang Agra masih terlihat berbincang hangat dengan para tamu spesial.


Dirga dan Aham merasa cukup terkesan dengan


sosok Agra, baru kali ini mereka membuktikan


sendiri desas desus orang bahwa Agra Bintang


adalah sosok jenius dalam segala hal. Mereka


juga tahu Agra adalah pakar ITE dan tekhnologi.


Dan hal itu benar-benar terbukti dengan gaya


bicara Agra yang begitu lugas tepat sasaran.


Semakin malam acara semakin meriah saja


dengan penampilan para pengisi acara.


Yakni para penyanyi papan atas yang biasa


mengisi acara-acara penting. Para pelayan berseragam khusus dengan alat komunikasi


canggih yang menempel di telinga tampak berseliweran di seluruh area pesta, bersiap menawarkan bermacam minuman dan


makanan kecil kepada para tamu.


Di pintu utama muncul tamu istimewa lain


nya yang membuat para tamu pria melirik


kedatangannya. Mikhayla.. kali ini dia datang


dengan busana yang terlihat sangat menonjol


dari orang lain. Sangat glamor dan memukau


dengan memperlihatkan setiap aset berharga


nya, baik itu bokong, dada maupun perut nya.


Untuk sesaat para tamu tampak terfokus


melihat kearah nya.


Dengan langkah mantap khas Miss beauty dia


berjalan dengan gaya yang sangat menggoda


membuat mata semua pria terfokus pada


aset berharga nya yang cukup terekspos.


Tanpa rasa canggung ataupun malu terhadap


Agra, Mikhayla langsung menuju area utama.


Agra, Aham dan Dirga serta dua tamu lainnya


tampak menatap kedatangan Mikhayla yang


langsung menjatuhkan tatapan lembut nya


pada sosok Agra. Sedangkan yang lainnya..


sepertinya mereka semua tidak ada dalam


pandangan mata Mikhayla karena dia hanya


menggilai seorang Agra saja.!


"Selamat malam semuanya..selamat malam


Tuan Bimantara yang terhormat..!"


Mikhayla menyapa dengan suara yang sangat


lembut , menundukkan kepala nya sedikit


dengan gestur tubuh yang sangat luwes.


Agra menatap datar tanpa ekspresi.


"Selamat malam Nona Alexandria..!"


Sahut Dirga dan Aham dengan raut wajah


sebisa mungkin memberikan sambutan


positif terhadap pengusaha wanita yang


cukup mendunia itu. Mikhayla tersenyum


lembut pada Aham dan Dirga, lalu menatap


tenang wajah Agra yang terlihat acuh tak


menyapanya.


"Tuan Bimantara..aku akan menunggu waktu


agar kita bisa berbicara secara personal.!"


"Nona Mikhayla.. silahkan anda nikmati


pesta ini dengan tenang.. kebetulan saat


ini saya masih banyak tamu. !"


Mikhayla berusaha bersikap setenang mungkin


mendengar perkataan Agra yang menyiratkan


pengusiran terhadap dirinya. Hatinya saat ini


begitu berkecamuk, ada banyak tekanan dan


kekecewaan sekaligus sakit hati yang kini di


rasakan nya namun dia berusaha menahannya


karena satu harapan dan keinginan pasti yang


harus dia wujudkan malam ini juga.


"Tuan Moolay..Tuan Mahendra.. saya harap


kita ada waktu untuk berbincang nanti..!"


Mikhayla berpaling pada dua pangeran


tampan lain yang terlihat sedang menyesap


minuman dengan tenang dan elegan.


"Baiklah Nona Alexandria..kita akan lihat


nanti apakah akan ada kesempatan.!"


Dirga menatap Mikhayla dengan santai.


"Baiklah..kalau begitu saya permisi Tuan-


Tuan.. Permisi Tuan Hadiningrat..!"


Mikhayla kembali berpaling pada Agra yang


masih tetap dengan posisi dan ekspresi yang


sama, datar dan cuek, dengan wajah memerah


dia berlalu dari hadapan Agra dan para tamu


penting nya.


"Apakah Miss Beauty itu masih mengejar anda


Tuan Agra..? kelihatannya dia belum menyerah.!"


Ujar Aham dengan seringai tipis di bibirnya.


Agra tersenyum miring sambil menatap lurus


kearah kepergian Mikhayla.


"Wanita penuh ambisi sepertinya tidak akan


mudah menyerah sebelum kita membuka


kartu As yang di miliki..!"


Aham dan Dirga melirik, menatap Agra yang


terlihat begitu tenang namun menghanyutkan.


"Anda benar Tuan.. sangat di sayangkan..dia


wanita yang cukup mendunia..! fisiknya juga sempurna, tapi bagi kita justru wanita model


begini tidak ada nilai nya sama sekali.!"


Dirga menyahut, Agra kembali tersenyum tipis.


Sedang Aham menatap tenang kumpulan para


wanita pengusaha yang terlihat berkumpul di


satu area pesta. Ingatannya kini melayang dua


bidadari cantik yang ada di rumah nya.


"Tuan Moolay benar..kita beruntung mendapat


berlian murni sebagai pendamping hidup..!"


Dua orang itu tersenyum penuh arti. Sedang


Agra kini memfokuskan pandangannya kearah


pintu masuk utama karena saat ini ada sedikit


kegaduhan di sana. Hatinya benar-benar tidak


sabar ingin segera melihat kemunculan Kiran.


Dan kini tatapan tajamnya mengarah pada


satu sosok bercahaya yang baru saja datang.


Kiran baru saja tiba di pintu utama. Penjaga


pintu langsung membungkuk rendah tatkala


melihat kehadiran Nyonya Bimantara tersebut.


"Selamat malam Nona Muda.. silahkan..!"


Erik dan 4 orang staf khusus Agra langsung


menyambut kedatangan Kiran yang masih


berdiri di tempatnya. Dia datang di dampingi


oleh Zack serta barisan pengawal terbaik.


Semua orang kini terpaku di tempat masing-


masing. Terkesima melihat kemunculan sang


Bidadari pujaan hati Presdir Bintang Group.


Saat ini Kiran mengenakkan gaun pesta dengan


model yang sangat cantik, simpel namun tetap


terlihat elegan dan berkelas plus warna yang


menyatu dengan kulitnya yang berkilau. Gaun


cantik itu membalut pas tubuh indahnya hingga


lekuk tubuhnya yang istimewa terlihat nyata.


Sedikit polesan di wajah dan rambut yang di


tata manis di sesuaikan dengan warna gaun


nya membuat dia begitu mempesona dan menyilaukan. Di tambah dengan kalung cantik


berantai unik yang melingkar indah di leher


jenjang nya mampu membuat semua mata


tertuju padanya, terpesona..tidak terkecuali.!


Malam ini Kiran bak bidadari yang turun dari khayangan..dan itu bukan omong kosong


belaka..! aura kecantikannya yang istimewa


benar-benar keluar seluruhnya. Bahkan dua


pangeran tampan yang ada di area utama


pesta pun turut terkesima saat melihat dirinya.


Ya..Aham dan Dirga pun tampak terdiam di


tempat, pandangan mereka terfokus pada


satu sosok cantik luar biasa yang kini mulai


berjalan. Namun mata sang bidadari hanya


tertuju pada sosok belahan jiwa yang terlihat


mulai melangkah kearahnya, menyambutnya.


Setelah beberapa saat terkesima, para tamu


kini kembali pada kesadarannya, mereka tahu


benar bahwa bidadari cantik ini miliknya Sang


Presdir.. Serempak mereka membungkuk saat


Kiran mulai melangkah anggun dan tenang di


iringi barisan para pria elegan di samping dan


di belakang nya, pemandangan yang sangat


memukau dan menakjubkan.!


Agra menatap terpesona pada sosok yang dari


tadi di tunggu nya. Hatinya bergetar hebat saat


melihat senyum lembut Kiran yang di tembakan


langsung padanya. Jiwanya meronta seketika,


dia menelan salivanya berat melihat tampilan


Kiran saat ini yang tentunya akan membuat


syahwat semua laki-laki terbang melayang.


Terdengar sapaan halus dari para tamu yang


terlewati oleh Kiran. Selugas mungkin Kiran


berupaya untuk membalas sapaan mereka


semua tanpa berlebihan.


Mikhayla dan para pengusaha wanita yang


ada di satu titik tidak jauh dari jalan yang di


lewati Kiran tampak terpaku di tempat saat


menyaksikan sendiri bagaimana eloknya


rupa istri Presdir mereka. Mereka berpikir


wanita ini memang yang paling pantas untuk bersanding dengan Presdir idola mereka.


Mikhayla hanya bisa mengetatkan rahang


nya menerima kenyataan bahwa pesona


Kiran jauh lebih bisa membius semua orang.


Agra kini sudah berhadapan dengan Kiran.


Mata mereka saling mengunci wajah dan


berakhir di bibir masing-masing. Tubuh


mereka mulai memanas, rasa rindu di dada


selalu mampu membakar jiwa keduanya.


"Selamat malam Presdir tampan pujaan ku.."


Bisik Kiran dengan senyum lembut yang


sedikit tertahan. Agra menatap tenang, ada


seringai kecil di bibirnya mendengar godaan


yang di lontarkan Kiran. Semua staf yang ada


di sekeliling mereka kini sedang merubah


diri menjadi patung.!


"Selamat malam bidadari ku..Kau terlihat


sangat cantik malam ini..!"


Agra menggengam erat tangan Kiran, lalu


keduanya melangkah tenang beriringan.


Kalau tidak melihat situasi Agra pasti sudah mengangkat tubuh Kiran agar dia bisa menyembunyikan segala keindahannya


dari pandangan orang-orang di sekitarnya.


"Ohh..jadi sebelum-sebelumnya aku tidak


pernah terlihat cantik..!"


"Tentu saja tidak ! tidak ada wanita yang lebih


cantik dari dirimu Nona Sachi..!"


Ternyata obrolan kecil itu masih berlanjut


di tengah-tengah langkah keduanya menuju


area utama pesta.


"Dasar gombal..! kau tidak cocok menjadi


seorang pujangga Tuan..!"


"Aku bisa berubah menjadi apapun saat ada


di dekatmu sayang..!"


"Ya..aku tahu kau memang penyamar yang


ulung.! aku saja tertipu olehmu..!"


Agra mengulum senyum setengah menahan


tawa. Entah kenapa setiap berada di dekat


istrinya ini dunia nya yang kaku akan mencair


seketika.


"Bagaimana kalau kita ke belakang dulu


sebentar..!"


Bisik Agra sambil memiringkan tubuhnya


kearah Kiran yang langsung melirik jengah.


"Kau sedang sangat sibuk Tuan Agraa..!"


Suara Kiran sedikit di tekan dengan semburat


merah yang kini mulai menyebar di wajahnya.


"Waktu ku akan selalu tersedia untuk mu


Nona Sashikirana..!"


" Tapi aku sedang tidak siap untuk melayani


perlakuan mesum mu Tuan..!"


"Kau tidak pernah bisa menolaknya bukan.?"


"Agra sudah hentikan ocehan mu.!"


Kiran tidak tahan lagi, dia menekan pegangan


tangan Agra yang menyeringai tipis.Genggaman


nya kini semakin kuat, dan akhirnya mereka tiba


di area utama. Dirga dan Aham serta dua tamu


lainnya tampak langsung menundukkan kepala


sedikit. Hati mereka saat ini masih di liputi oleh kekaguman pada aura kemilau yang keluar dari


sosok cantik yang ada di hadapan mereka.


Agra melingkari pinggang Kiran posesif.


Mereka berdua berdiri di hadapan para


tamu penting tersebut .


"Tuan-tuan..perkenalkan..ini adalah istriku.!


Nona Sashikirana Mahesa..!"


Agra memperkenalkan Kiran kepada para


tamu tersebut yang kini sudah mengangkat


kepala, menatap sedikit ragu kearah Kiran.


"Selamat malam Nona Hadiningrat..!"


Sambut Aham dengan tersenyum tenang.


"Selamat atas pernikahan kalian.. semoga


Tuhan selalu memberkati..!"


Dirga menyahut kemudian dengan tatapan


mengarah pada wajah Kiran yang tampak


begitu bercahaya, benar-benar cantik.!


Kiran tersenyum lembut kearah Dirga dan


Aham seraya menundukan kepalanya sedikit


dengan gestur tubuh yang sangat halus dan


anggun membuat dua pangeran tampan itu


sempat mengerjapkan mata mencoba


menepis keterpesonaan nya.


"Selamat malam Tuan Moolay..selamat malam


Tuan Mahendra. Senang sekali bisa bertemu


dengan orang-orang penting seperti anda


berdua..!"


Ujar Kiran dengan suara yang sangat lembut


namun tegas. Dirga dan Aham kembali tertegun


sesaat, mereka harus beristighfar sekarang.


Jangan sampai terperosok terlalu jauh pada


pesona istri rekan bisnisnya ini yang memang


harus di akui begitu istimewa dan memiliki


daya pikat luar biasa. Kiran berpaling pada dua


tamu lainnya yang dari tadi seolah kehilangan


kontrol diri. Mereka tampak begitu terpesona


pada kecantikan nya. Dia menyapa kedua tamu


luar negeri tersebut yang langsung memerah


karena merasa tidak enak pada Agra.


"Selamat malam Tuan-tuan..!"


"Selamat malam Nyonya Agra Bintang..!"


Sahut mereka sedikit tersipu. Sedang Lee dan


Leo yang berada di belakang para Bos hanya


bisa berdecak kagum menyaksikan keindahan


di depan matanya. Selama ini mereka merasa


bahwa istri-istri bos mereka adalah wanita


paling istimewa, tapi ternyata masih tersisa


satu, dan sekarang ada di hadapan mereka.!


Pembawa acara kembali ke atas panggung


karena acara pokok harus segera di mulai.


"Hadirin semuanya.. kita akan menginjak pada


acara pokok, yakni sambutan dari Tuan Rumah


sebagai pihak penyelenggara acara besar ini.


Kami persilahkan Presdir Bintang Group untuk


memberikan sambutannya..!"


Ucap sang pembawa acara. Semua tamu kini


berdiri tegak di posisi masing-masing dengan


tampang serius bersiap untuk mendengarkan


kata-kata sambutan yang akan di sampaikan


oleh Sang Presdir.


Agra menggenggam erat tangan Kiran yang


tampak terkejut, menatap bingung dengan


serbuan pertanyaan di benaknya.


"Naiklah bersamaku..!"


"Apa..? tapi untuk apa sayang.?"


"Ikut saja, kau datang kesini untuk ini.!"


"Tapi sayang aku rasa ini tidak perlu..!"


"Kau adalah istriku Kiran..pendamping ku.!"


Agra menatap tajam dengan sorot mata


penuh keyakinan serta pemaksaan. Kiran


menarik napas perlahan berusaha untuk


menguasai dirinya. Dia melirik kearah Dirga


dan Aham yang berada di sebelahnya dan


saat ini sedang menatapnya.


"Naiklah Nona.. sepertinya suami mu ingin


menegaskan sesuatu..!"


Ujar Dirga dengan tersenyum tenang


mencoba meyakinkan Kiran.


"Tuan Agra ingin dunia mengetahui bahwa


kau adalah miliknya Nona Kiran..!"


Sambung Aham seraya mengedipkan mata


membuat wajah Kiran sedikit memerah. Dia mengangguk kearah dua pria super tampan


itu. Agra tampak datar saja melihat keakraban


dua rekan bisnis dengan istrinya itu. Kiran


kembali menarik napas pelan kemudian dia


melingkarkan tangannya di lengan Agra


membuat laki-laki pujaannya itu tersenyum


puas dengan wajah berbinar senang.


Dan akhirnya Kiran mendampingi sang Presdir melangkah tenang naik keatas panggung untuk


memberikan sambutannya.


Semua mata kini terfokus ke atas panggung


dengan tatapan penuh rasa takjub melihat


pemandangan luar biasa yang kini tersuguh


di sana. Dua sosok yang begitu bercahaya


kini berdiri berdampingan, saling berpegangan


tangan dengan aura kemilau memancar dari


sosok nya yang sempurna. Mereka berdua


benar-benar Couple Goals..!


"Selamat malam semuanya.. selamat datang


di acara Meet Night ini.. Terimakasih telah


memenuhi undangan kami..!"


Agra menjeda sambutannya, menyapukan


pandangan ke seluruh area pesta. Kemudian


melirik kearah Kiran yang berdiri rapat di


samping nya, keduanya saling pandang


lekat sampai Kiran tersenyum lembut lalu mengangguk, genggaman tangan kiri Agra


kini semakin erat.


"Sebelum saya melanjutkan pada hal pokok


yang ingin di sampaikan, terlebih dahulu saya


ingin memperkenalkan seseorang yang ada


di sebelah saya ini. Mungkin ada di antara


para tamu yang belum mengetahui nya..!"


Agra kembali melirik kearah Kiran yang kini


semakin tegang, mau apalagi suaminya ini.?


"Dia adalah istri saya.. Evanindhia Sashikirana


Hadiningrat..Kami sudah menikah kurang lebih


2 bulan yang lalu.! Dan kami berencana untuk


mengadakan resepsi 4 hari ke depan.!"


Suasana berubah hiruk pikuk, para tamu kini


heboh saling berbisik dengan kawannya. Ini


cukup mengejutkan, mengetahui fakta bahwa


mereka berdua sudah menikah 2 bulan lalu.


Agra kembali melanjutkan sambutannya


membuat suasana hening seketika. Hanya


terdengar suara sang Presdir yang begitu


tegas, lugas penuh dengan wibawa.!


Sementara di satu sudut pesta....


Ada dua sosok wanita super cantik dan


super seksi yang kini saling berhadapan.


"Aku sudah membayar mu dengan tidak masuk


akal. Jadi kau harus pastikan bahwa malam ini


juga Agra harus menjadi milik ku..!"


Tegas sang wanita super cantik yang satunya


dengan menatap penuh ancaman.


"Kau memberiku mangsa yang salah.! aku


juga menginginkan nya.! aku tidak akan


mengambil upahku..! yang aku inginkan


adalah malam ini aku bisa memiliki nya.!


bisa merasakan keperkasaan nya..!"


"Brengsek..! dasar wanita murahan..! kau


aku bayar untuk menjebaknya.!"


Kedua wanita itu kini saling menegakkan


badan, dengan tatapan mata menyala tidak


ada yang mau mengalah. Mereka sama-sama


ingin menjadi pemilik Presdir Bintang Group


yang perkasa dan paripurna malam ini juga...


 


**********


 


TBC.....