
**********
Beberapa saat kemudian....
Para tamu sudah kembali pada kegiatan awal, berbincang, bercengkrama dan melakukan lobi-
lobi bisnis sebagai permulaan. Mereka semua
terlihat begitu menikmati suasana pesta .Tidak
ada perbedaan, para pengusaha pria dan wanita berbaur tanpa ragu. Mereka ada di level yang
sama, sebagai pebisnis dan orang-orang dari
kalangan atas. Hanya saja tidak terlihat sosok
Tuan Zein karena kebetulan saat ini dia sedang
berada di luar negeri.
Dari arah ruang belakang muncul Tanisha
bersama barisan para sekretaris dari bos-bos perusahaan yang tergabung dengan Bintang
Group. Untuk sesaat para wanita cantik dan
seksi itu tampak terkesima kearah keberadaan
Agra dan para tamu penting lainnya. Mereka
semua terlihat begitu menyilaukan, apalagi
dua tamu penting yang sedang berbincang
hangat dengan Agra. Sosok Aham yang begitu
mempesona di tambah sosok Dirga yang
sangat gagah dan berwibawa. Namun mata
para sekretaris itu hanya bisa terfokus pada
satu sosok yang paling menonjol diantara
mereka, sosok istimewa dengan rupa dan
fisik yang mumpuni. Dia sangat lah bersinar.
"Gila..! pria-pria super tampan kumpul disini
malam ini. Tuhan.. mimpi apa aku semalam.!"
Decak kagum seorang sekretaris dengan
tatapan meleleh kearah Agra yang membuat
jiwanya seketika meronta .
"Benar sekali..malam ini sungguh luar biasa.
Tuan Tampan..ohh ya Tuhan..Tuan Moolay
yang termasyhur..! mereka semua bersatu
di tempat ini..! benar-benar dahsyat..!"
Sahut yang lain dengan wajah yang terlihat
memerah menatapi ketiga pria gagah itu.
"Tuan Agra Bintang..begitu sempurna nya
Tuhan mencipta mu..Kau berada di antara
dua bintang lainnya. Tapi idolaku tetap lah
dirimu..!"
"Setuju, dia itu bintang yang paling bersinar
diantara bintang-bintang lainnya. Cahaya nya
tidak akan bisa di kalahkan oleh yang lain..!"
"Sikap cuek dan aura misterius nya yang bisa
membuat kita gila padanya.! dia itu memang
sungguh berbeda.!"
Mereka saling menyahut satu sama lain terus
menggosip tentang Agra dengan tatapan tiada
lepas dari sosok istimewa itu.Tanisha hanya
bisa mengepalkan tangannya mendengar
ocehan para sekretaris itu. Matanya dari tadi
terus mengunci sosok Agra yang terlihat begitu berbeda dari yang lain. Walaupun ada Tuan
Tampan yang bisa membuat para wanita lupa
diri, namun bagi Tanisha pesona Agra tidak
bisa terbantahkan.! tidak ada yang mampu
mengalahkan keistimewaan nya.!
Akan aku pastikan..Malam ini juga aku harus
memiliki mu Tuan...tidak ada lain kali .!!
Bathin Tanisha seraya mengatur napasnya.
Jantung nya selalu saja berdebar kencang
saat melihat sosok Agra. Dia melangkah
pergi dari kumpulan para sekretaris itu.
Acara kini mulai bergulir dengan sambutan
dari panitia acara. Sedang Agra masih terlihat berbincang hangat dengan para tamu spesial.
Dirga dan Aham merasa cukup terkesan dengan
sosok Agra, baru kali ini mereka membuktikan
sendiri desas desus orang bahwa Agra Bintang
adalah sosok jenius dalam segala hal. Mereka
juga tahu Agra adalah pakar ITE dan tekhnologi.
Dan hal itu benar-benar terbukti dengan gaya
bicara Agra yang begitu lugas tepat sasaran.
Semakin malam acara semakin meriah saja
dengan penampilan para pengisi acara.
Yakni para penyanyi papan atas yang biasa
mengisi acara-acara penting. Para pelayan berseragam khusus dengan alat komunikasi
canggih yang menempel di telinga tampak berseliweran di seluruh area pesta, bersiap menawarkan bermacam minuman dan
makanan kecil kepada para tamu.
Di pintu utama muncul tamu istimewa lain
nya yang membuat para tamu pria melirik
kedatangannya. Mikhayla.. kali ini dia datang
dengan busana yang terlihat sangat menonjol
dari orang lain. Sangat glamor dan memukau
dengan memperlihatkan setiap aset berharga
nya, baik itu bokong, dada maupun perut nya.
Untuk sesaat para tamu tampak terfokus
melihat kearah nya.
Dengan langkah mantap khas Miss beauty dia
berjalan dengan gaya yang sangat menggoda
membuat mata semua pria terfokus pada
aset berharga nya yang cukup terekspos.
Tanpa rasa canggung ataupun malu terhadap
Agra, Mikhayla langsung menuju area utama.
Agra, Aham dan Dirga serta dua tamu lainnya
tampak menatap kedatangan Mikhayla yang
langsung menjatuhkan tatapan lembut nya
pada sosok Agra. Sedangkan yang lainnya..
sepertinya mereka semua tidak ada dalam
pandangan mata Mikhayla karena dia hanya
menggilai seorang Agra saja.!
"Selamat malam semuanya..selamat malam
Tuan Bimantara yang terhormat..!"
Mikhayla menyapa dengan suara yang sangat
lembut , menundukkan kepala nya sedikit
dengan gestur tubuh yang sangat luwes.
Agra menatap datar tanpa ekspresi.
"Selamat malam Nona Alexandria..!"
Sahut Dirga dan Aham dengan raut wajah
sebisa mungkin memberikan sambutan
positif terhadap pengusaha wanita yang
cukup mendunia itu. Mikhayla tersenyum
lembut pada Aham dan Dirga, lalu menatap
tenang wajah Agra yang terlihat acuh tak
menyapanya.
"Tuan Bimantara..aku akan menunggu waktu
agar kita bisa berbicara secara personal.!"
"Nona Mikhayla.. silahkan anda nikmati
pesta ini dengan tenang.. kebetulan saat
ini saya masih banyak tamu. !"
Mikhayla berusaha bersikap setenang mungkin
mendengar perkataan Agra yang menyiratkan
pengusiran terhadap dirinya. Hatinya saat ini
begitu berkecamuk, ada banyak tekanan dan
kekecewaan sekaligus sakit hati yang kini di
rasakan nya namun dia berusaha menahannya
karena satu harapan dan keinginan pasti yang
harus dia wujudkan malam ini juga.
"Tuan Moolay..Tuan Mahendra.. saya harap
kita ada waktu untuk berbincang nanti..!"
Mikhayla berpaling pada dua pangeran
tampan lain yang terlihat sedang menyesap
minuman dengan tenang dan elegan.
"Baiklah Nona Alexandria..kita akan lihat
nanti apakah akan ada kesempatan.!"
Dirga menatap Mikhayla dengan santai.
"Baiklah..kalau begitu saya permisi Tuan-
Tuan.. Permisi Tuan Hadiningrat..!"
Mikhayla kembali berpaling pada Agra yang
masih tetap dengan posisi dan ekspresi yang
sama, datar dan cuek, dengan wajah memerah
dia berlalu dari hadapan Agra dan para tamu
penting nya.
"Apakah Miss Beauty itu masih mengejar anda
Tuan Agra..? kelihatannya dia belum menyerah.!"
Ujar Aham dengan seringai tipis di bibirnya.
Agra tersenyum miring sambil menatap lurus
kearah kepergian Mikhayla.
"Wanita penuh ambisi sepertinya tidak akan
mudah menyerah sebelum kita membuka
kartu As yang di miliki..!"
Aham dan Dirga melirik, menatap Agra yang
terlihat begitu tenang namun menghanyutkan.
"Anda benar Tuan.. sangat di sayangkan..dia
wanita yang cukup mendunia..! fisiknya juga sempurna, tapi bagi kita justru wanita model
begini tidak ada nilai nya sama sekali.!"
Dirga menyahut, Agra kembali tersenyum tipis.
Sedang Aham menatap tenang kumpulan para
wanita pengusaha yang terlihat berkumpul di
satu area pesta. Ingatannya kini melayang dua
bidadari cantik yang ada di rumah nya.
"Tuan Moolay benar..kita beruntung mendapat
berlian murni sebagai pendamping hidup..!"
Dua orang itu tersenyum penuh arti. Sedang
Agra kini memfokuskan pandangannya kearah
pintu masuk utama karena saat ini ada sedikit
kegaduhan di sana. Hatinya benar-benar tidak
sabar ingin segera melihat kemunculan Kiran.
Dan kini tatapan tajamnya mengarah pada
satu sosok bercahaya yang baru saja datang.
Kiran baru saja tiba di pintu utama. Penjaga
pintu langsung membungkuk rendah tatkala
melihat kehadiran Nyonya Bimantara tersebut.
"Selamat malam Nona Muda.. silahkan..!"
Erik dan 4 orang staf khusus Agra langsung
menyambut kedatangan Kiran yang masih
berdiri di tempatnya. Dia datang di dampingi
oleh Zack serta barisan pengawal terbaik.
Semua orang kini terpaku di tempat masing-
masing. Terkesima melihat kemunculan sang
Bidadari pujaan hati Presdir Bintang Group.
Saat ini Kiran mengenakkan gaun pesta dengan
model yang sangat cantik, simpel namun tetap
terlihat elegan dan berkelas plus warna yang
menyatu dengan kulitnya yang berkilau. Gaun
cantik itu membalut pas tubuh indahnya hingga
lekuk tubuhnya yang istimewa terlihat nyata.
Sedikit polesan di wajah dan rambut yang di
tata manis di sesuaikan dengan warna gaun
nya membuat dia begitu mempesona dan menyilaukan. Di tambah dengan kalung cantik
berantai unik yang melingkar indah di leher
jenjang nya mampu membuat semua mata
tertuju padanya, terpesona..tidak terkecuali.!
Malam ini Kiran bak bidadari yang turun dari khayangan..dan itu bukan omong kosong
belaka..! aura kecantikannya yang istimewa
benar-benar keluar seluruhnya. Bahkan dua
pangeran tampan yang ada di area utama
pesta pun turut terkesima saat melihat dirinya.
Ya..Aham dan Dirga pun tampak terdiam di
tempat, pandangan mereka terfokus pada
satu sosok cantik luar biasa yang kini mulai
berjalan. Namun mata sang bidadari hanya
tertuju pada sosok belahan jiwa yang terlihat
mulai melangkah kearahnya, menyambutnya.
Setelah beberapa saat terkesima, para tamu
kini kembali pada kesadarannya, mereka tahu
benar bahwa bidadari cantik ini miliknya Sang
Presdir.. Serempak mereka membungkuk saat
Kiran mulai melangkah anggun dan tenang di
iringi barisan para pria elegan di samping dan
di belakang nya, pemandangan yang sangat
memukau dan menakjubkan.!
Agra menatap terpesona pada sosok yang dari
tadi di tunggu nya. Hatinya bergetar hebat saat
melihat senyum lembut Kiran yang di tembakan
langsung padanya. Jiwanya meronta seketika,
dia menelan salivanya berat melihat tampilan
Kiran saat ini yang tentunya akan membuat
syahwat semua laki-laki terbang melayang.
Terdengar sapaan halus dari para tamu yang
terlewati oleh Kiran. Selugas mungkin Kiran
berupaya untuk membalas sapaan mereka
semua tanpa berlebihan.
Mikhayla dan para pengusaha wanita yang
ada di satu titik tidak jauh dari jalan yang di
lewati Kiran tampak terpaku di tempat saat
menyaksikan sendiri bagaimana eloknya
rupa istri Presdir mereka. Mereka berpikir
wanita ini memang yang paling pantas untuk bersanding dengan Presdir idola mereka.
Mikhayla hanya bisa mengetatkan rahang
nya menerima kenyataan bahwa pesona
Kiran jauh lebih bisa membius semua orang.
Agra kini sudah berhadapan dengan Kiran.
Mata mereka saling mengunci wajah dan
berakhir di bibir masing-masing. Tubuh
mereka mulai memanas, rasa rindu di dada
selalu mampu membakar jiwa keduanya.
"Selamat malam Presdir tampan pujaan ku.."
Bisik Kiran dengan senyum lembut yang
sedikit tertahan. Agra menatap tenang, ada
seringai kecil di bibirnya mendengar godaan
yang di lontarkan Kiran. Semua staf yang ada
di sekeliling mereka kini sedang merubah
diri menjadi patung.!
"Selamat malam bidadari ku..Kau terlihat
sangat cantik malam ini..!"
Agra menggengam erat tangan Kiran, lalu
keduanya melangkah tenang beriringan.
Kalau tidak melihat situasi Agra pasti sudah mengangkat tubuh Kiran agar dia bisa menyembunyikan segala keindahannya
dari pandangan orang-orang di sekitarnya.
"Ohh..jadi sebelum-sebelumnya aku tidak
pernah terlihat cantik..!"
"Tentu saja tidak ! tidak ada wanita yang lebih
cantik dari dirimu Nona Sachi..!"
Ternyata obrolan kecil itu masih berlanjut
di tengah-tengah langkah keduanya menuju
area utama pesta.
"Dasar gombal..! kau tidak cocok menjadi
seorang pujangga Tuan..!"
"Aku bisa berubah menjadi apapun saat ada
di dekatmu sayang..!"
"Ya..aku tahu kau memang penyamar yang
ulung.! aku saja tertipu olehmu..!"
Agra mengulum senyum setengah menahan
tawa. Entah kenapa setiap berada di dekat
istrinya ini dunia nya yang kaku akan mencair
seketika.
"Bagaimana kalau kita ke belakang dulu
sebentar..!"
Bisik Agra sambil memiringkan tubuhnya
kearah Kiran yang langsung melirik jengah.
"Kau sedang sangat sibuk Tuan Agraa..!"
Suara Kiran sedikit di tekan dengan semburat
merah yang kini mulai menyebar di wajahnya.
"Waktu ku akan selalu tersedia untuk mu
Nona Sashikirana..!"
" Tapi aku sedang tidak siap untuk melayani
perlakuan mesum mu Tuan..!"
"Kau tidak pernah bisa menolaknya bukan.?"
"Agra sudah hentikan ocehan mu.!"
Kiran tidak tahan lagi, dia menekan pegangan
tangan Agra yang menyeringai tipis.Genggaman
nya kini semakin kuat, dan akhirnya mereka tiba
di area utama. Dirga dan Aham serta dua tamu
lainnya tampak langsung menundukkan kepala
sedikit. Hati mereka saat ini masih di liputi oleh kekaguman pada aura kemilau yang keluar dari
sosok cantik yang ada di hadapan mereka.
Agra melingkari pinggang Kiran posesif.
Mereka berdua berdiri di hadapan para
tamu penting tersebut .
"Tuan-tuan..perkenalkan..ini adalah istriku.!
Nona Sashikirana Mahesa..!"
Agra memperkenalkan Kiran kepada para
tamu tersebut yang kini sudah mengangkat
kepala, menatap sedikit ragu kearah Kiran.
"Selamat malam Nona Hadiningrat..!"
Sambut Aham dengan tersenyum tenang.
"Selamat atas pernikahan kalian.. semoga
Tuhan selalu memberkati..!"
Dirga menyahut kemudian dengan tatapan
mengarah pada wajah Kiran yang tampak
begitu bercahaya, benar-benar cantik.!
Kiran tersenyum lembut kearah Dirga dan
Aham seraya menundukan kepalanya sedikit
dengan gestur tubuh yang sangat halus dan
anggun membuat dua pangeran tampan itu
sempat mengerjapkan mata mencoba
menepis keterpesonaan nya.
"Selamat malam Tuan Moolay..selamat malam
Tuan Mahendra. Senang sekali bisa bertemu
dengan orang-orang penting seperti anda
berdua..!"
Ujar Kiran dengan suara yang sangat lembut
namun tegas. Dirga dan Aham kembali tertegun
sesaat, mereka harus beristighfar sekarang.
Jangan sampai terperosok terlalu jauh pada
pesona istri rekan bisnisnya ini yang memang
harus di akui begitu istimewa dan memiliki
daya pikat luar biasa. Kiran berpaling pada dua
tamu lainnya yang dari tadi seolah kehilangan
kontrol diri. Mereka tampak begitu terpesona
pada kecantikan nya. Dia menyapa kedua tamu
luar negeri tersebut yang langsung memerah
karena merasa tidak enak pada Agra.
"Selamat malam Tuan-tuan..!"
"Selamat malam Nyonya Agra Bintang..!"
Sahut mereka sedikit tersipu. Sedang Lee dan
Leo yang berada di belakang para Bos hanya
bisa berdecak kagum menyaksikan keindahan
di depan matanya. Selama ini mereka merasa
bahwa istri-istri bos mereka adalah wanita
paling istimewa, tapi ternyata masih tersisa
satu, dan sekarang ada di hadapan mereka.!
Pembawa acara kembali ke atas panggung
karena acara pokok harus segera di mulai.
"Hadirin semuanya.. kita akan menginjak pada
acara pokok, yakni sambutan dari Tuan Rumah
sebagai pihak penyelenggara acara besar ini.
Kami persilahkan Presdir Bintang Group untuk
memberikan sambutannya..!"
Ucap sang pembawa acara. Semua tamu kini
berdiri tegak di posisi masing-masing dengan
tampang serius bersiap untuk mendengarkan
kata-kata sambutan yang akan di sampaikan
oleh Sang Presdir.
Agra menggenggam erat tangan Kiran yang
tampak terkejut, menatap bingung dengan
serbuan pertanyaan di benaknya.
"Naiklah bersamaku..!"
"Apa..? tapi untuk apa sayang.?"
"Ikut saja, kau datang kesini untuk ini.!"
"Tapi sayang aku rasa ini tidak perlu..!"
"Kau adalah istriku Kiran..pendamping ku.!"
Agra menatap tajam dengan sorot mata
penuh keyakinan serta pemaksaan. Kiran
menarik napas perlahan berusaha untuk
menguasai dirinya. Dia melirik kearah Dirga
dan Aham yang berada di sebelahnya dan
saat ini sedang menatapnya.
"Naiklah Nona.. sepertinya suami mu ingin
menegaskan sesuatu..!"
Ujar Dirga dengan tersenyum tenang
mencoba meyakinkan Kiran.
"Tuan Agra ingin dunia mengetahui bahwa
kau adalah miliknya Nona Kiran..!"
Sambung Aham seraya mengedipkan mata
membuat wajah Kiran sedikit memerah. Dia mengangguk kearah dua pria super tampan
itu. Agra tampak datar saja melihat keakraban
dua rekan bisnis dengan istrinya itu. Kiran
kembali menarik napas pelan kemudian dia
melingkarkan tangannya di lengan Agra
membuat laki-laki pujaannya itu tersenyum
puas dengan wajah berbinar senang.
Dan akhirnya Kiran mendampingi sang Presdir melangkah tenang naik keatas panggung untuk
memberikan sambutannya.
Semua mata kini terfokus ke atas panggung
dengan tatapan penuh rasa takjub melihat
pemandangan luar biasa yang kini tersuguh
di sana. Dua sosok yang begitu bercahaya
kini berdiri berdampingan, saling berpegangan
tangan dengan aura kemilau memancar dari
sosok nya yang sempurna. Mereka berdua
benar-benar Couple Goals..!
"Selamat malam semuanya.. selamat datang
di acara Meet Night ini.. Terimakasih telah
memenuhi undangan kami..!"
Agra menjeda sambutannya, menyapukan
pandangan ke seluruh area pesta. Kemudian
melirik kearah Kiran yang berdiri rapat di
samping nya, keduanya saling pandang
lekat sampai Kiran tersenyum lembut lalu mengangguk, genggaman tangan kiri Agra
kini semakin erat.
"Sebelum saya melanjutkan pada hal pokok
yang ingin di sampaikan, terlebih dahulu saya
ingin memperkenalkan seseorang yang ada
di sebelah saya ini. Mungkin ada di antara
para tamu yang belum mengetahui nya..!"
Agra kembali melirik kearah Kiran yang kini
semakin tegang, mau apalagi suaminya ini.?
"Dia adalah istri saya.. Evanindhia Sashikirana
Hadiningrat..Kami sudah menikah kurang lebih
2 bulan yang lalu.! Dan kami berencana untuk
mengadakan resepsi 4 hari ke depan.!"
Suasana berubah hiruk pikuk, para tamu kini
heboh saling berbisik dengan kawannya. Ini
cukup mengejutkan, mengetahui fakta bahwa
mereka berdua sudah menikah 2 bulan lalu.
Agra kembali melanjutkan sambutannya
membuat suasana hening seketika. Hanya
terdengar suara sang Presdir yang begitu
tegas, lugas penuh dengan wibawa.!
Sementara di satu sudut pesta....
Ada dua sosok wanita super cantik dan
super seksi yang kini saling berhadapan.
"Aku sudah membayar mu dengan tidak masuk
akal. Jadi kau harus pastikan bahwa malam ini
juga Agra harus menjadi milik ku..!"
Tegas sang wanita super cantik yang satunya
dengan menatap penuh ancaman.
"Kau memberiku mangsa yang salah.! aku
juga menginginkan nya.! aku tidak akan
mengambil upahku..! yang aku inginkan
adalah malam ini aku bisa memiliki nya.!
bisa merasakan keperkasaan nya..!"
"Brengsek..! dasar wanita murahan..! kau
aku bayar untuk menjebaknya.!"
Kedua wanita itu kini saling menegakkan
badan, dengan tatapan mata menyala tidak
ada yang mau mengalah. Mereka sama-sama
ingin menjadi pemilik Presdir Bintang Group
yang perkasa dan paripurna malam ini juga...
**********
TBC.....