Suamiku Pelindungku

Suamiku Pelindungku
54. Bukan Tandingan


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam lebih


akhirnya mobil yang membawa Kiran dan Nathan


tiba di sebuah villa yang ada di atas bukit. Nathan


kembali mengangkat tubuh Kiran dengan hati-hati


di bawa masuk ke dalam bangunan cukup megah


berlantai 2 tersebut. Villa ini letaknya cukup jauh


dari pemukiman penduduk lainnya.


Nathan membaringkan tubuh lemah Kiran di


atas tempat tidur besar di kamar lantai atas.


Perlahan dia membuka blazer yang di kenakkan


oleh Kiran agar wanita yang di cintainya itu bisa


bernapas lega dan lebih nyaman.Tubuh Nathan bergetar hebat, hasrat nya langsung naik ketika melihat seluruh lekuk tubuh indah Kiran kini


hanya berbalut dress cantik pas body di bawah


lutut. Leher jenjangnya yang putih berkilau terpampang nyata di depan mata karena model bajunya yang sedikit terbuka di bagian atasnya.


Nathan menegakkan badannya, menarik napas


berat, dia mencoba mengontrol dirinya. Mata


nya tidak lepas dari sosok Kiran yang tengah


terbaring dengan posisi terlentang.


Dua orang pengawal nya berdiri menunduk di


dekat pintu masuk.


"Tingkatkan sistem perlindungan agar tidak bisa


terlacak oleh orang itu. Jangan biarkan siapa


pun masuk ke area Villa..!"


Titah Nathan pada dua orang pengawal pribadi


nya tersebut.


"Baik Tuan..kami semua akan siaga di ruang


kontrol."


"Baiklah..kalian pindai pergerakan mencurigakan


sekecil apapun, aku yakin laki-laki itu tidak akan


tinggal diam.!"


"Kami sudah menyiapkan penyambutan yang


baik untuk nya Tuan kalau dia berhasil masuk.!"


"Hemm..dia memang harus tahu siapa saingan


nya..dia sudah berani mengambil Kiran ku..!"


Desis Nathan dengan seringai licik nya. Matanya


kembali terfokus pada sosok Kiran yang terlihat


mulai kembali pada kesadarannya. Dia bergerak


pelan dan mendesah lembut.


"Kalian boleh keluar sekarang..!"


"Baik, kami permisi tuan.."


Dua pengawal itu langsung membungkuk


setelah itu berlalu keluar dari ruangan.


Nathan menatap lekat wajah Kiran yang mulai


membuka matanya, tapi rasa kantuk dan lelah


seakan menyulitkan dirinya untuk terjaga. Bibir


Nathan melukis senyum bahagia karena wanita


yang sudah membuat pikiran nya kacau kini ada bersamanya. Kiran kembali menggerakan badan


nya gelisah dengan desahan lembut keluar dari mulutnya, gaun bagian bawahnya tersingkap


sedikit membuat betis nya yang indah terbuka.


Sontak saja hasrat Nathan kembali menanjak.


"Ahh.. Agraa.. dimana aku.."


Lirih Kiran bergumam pelan seraya memijat


kepalanya yang terasa sedikit pening. Walau


cuma berupa gumaman kecil namun hal itu


cukup terdengar jelas di telinga Nathan. Rahang Nathan langsung mengeras, emosinya kembali


naik. Matanya yang sudah semakin berkabut


tampak menatap panas tubuh Kiran yang begitu menggiurkan. Mata Kiran bersirobos tatap


dengan mata Nathan yang semakin panas.


"Ahh... Nathan..apa yang kau lakukan padaku ?


kemana kamu membawaku.?"


Kiran memekik kuat saat dia sadar sepenuhnya


dengan apa yang terjadi. Dia segera bangkit dan


menarik selimut yang ada di sana, namun Nathan bergerak cepat menghempas selimut tersebut.


"Kau sendiri yang datang padaku sayang..!"


"Tidak, itu tidak benar..aku datang hanya ingin


berbicara padamu..!"


"Bagiku itu sama saja kau datang menyerahkan


dirimu padaku, aku tahu kau masih menyimpan


harapan kepadaku..!"


"Itu tidak benar Nathan, aku sudah tidak punya


perasaan apapun padamu, justru dengan seperti


ini , aku jadi membencimu..!"


Tatapan Nathan tampak menyala di penuhi oleh


amarah tapi juga hasrat yang tak terbendung.


"Kau yang memaksaku melakukan semua ini


Kiran..Aku tidak akan melepaskan mu lagi..


kau adalah milikku..!"


Desis Nathan sambil naik merangkak ke atas


tempat tidur. Kiran mundur dengan wajah pucat


di penuhi ketegangan. Matanya menatap tajam


pergerakan Nathan yang kini semakin mendekat.


"Na-Nathan..mau apa kamu..? tolong jangan


ganggu aku.. biarkan aku pulang..!"


"Aku ingin memiliki dirimu sekarang juga. Aku


tidak peduli bagaimana pun keadaanmu saat


ini, dengan begini kamu tidak mungkin kembali


lagi pada laki-laki itu..!"


"Kamu sudah gila Nathan..! apa kau sadar, kau


terlalu terobsesi padaku..!"


"Itu benar Kiran..aku memang terobsesi padamu.


Dan kau harus kembali padaku..apapun caranya.!"


"Tidak.. berhenti Nathan.. lepaskan aku..aaa..!"


Kiran menjerit saat Nathan mengurung tubuh


nya dan menarik paksa gaunnya hingga bagian


atasnya kini robek parah. Karuan saja hal itu


membuat tubuh bagian atasnya terbuka hingga


hasrat Nathan semakin menggila.


"Kau yang sudah memaksaku melakukan ini


Kiran..kau sudah menyerahkan kesucian mu


pada laki-laki asing..! sedang aku yang selama


ini bertahan dan menjagamu..apa yang sudah


aku dapatkan.. hanya penghianatan..!"


Geram Nathan dengan tatapan semakin dalam


di penuhi gairah yang kini sudah menguasai


seluruh aliran darahnya. Kiran mencoba meronta, menekan tubuh Nathan yang semakin merapat.


"Nathan..aku mohon sadarlah..kau tidak bisa


melakukan semua ini padaku..!"


"Kenapa sayang, apa kamu ragu padaku.? tenang


saja aku adalah ahlinya memuaskan wanita di atas tempat tidur, kau akan tahu rasanya sekarang..!"


Plak !


Satu tamparan keras mendarat di wajah Nathan


membuat dia berpaling cukup kencang. Kiran


segera menendang perut Nathan kemudian


bergerak cepat turun dari atas tempat tidur.


"Mau kemana kamu..! kau sudah membuat


kesabaranku habis Kiran..!"


Desis Nathan sambil kemudian menarik tubuh


Kiran lalu memutar nya dan menjatuhkan nya


dengan posisi yang kini sudah tertindih. Kiran


membulatkan matanya saat tangan Nathan


bergerak ingin merenggut paksa pakaiannya.


"Aaaa.. jangan..! Nathan kumohon jangan..!


tolooong..."


Jerit Kiran dengan derai air mata. Sekuat tenaga


dia melawan Nathan dengan mencakar wajah


dan dadanya.


"Pasrahkan lah dirimu sayang.. jangan memaksa


ku berbuat kasar padamu..!"


Geram Nathan seraya mengunci kedua tangan


Kiran di atas kepalanya, mengikatnya memakai


sobekan gaun yang tadi di robeknya.


"Suamiku pasti akan datang..dia tidak akan


membiarkan mu lolos Nathan..!"


"Apa yang bisa dia lakukan..! aku sudah menutup


semua akses ke tempat ini, dia tidak akan bisa


melacak tempat ini..!"


"Kau belum tahu bagaimana kemampuannya.


Dia bisa melakukan apapun yang tidak akan


pernah kau bayangkan sebelumnya.."


"Ohh.. shit.! kau begitu memuja nya Kiran..!"


"Tentu saja..dia itu tidak bisa di bandingkan


dengan mu..! Dia terlalu berharga..aaa..!"


"Stop Kiran...dia hanyalah pecundang..!"


"Kau yang pengecut Nathan...!"


Pekik Kiran sambil tiada henti menendang dan


bergerak meronta. Namun justru gerakannya


itu malah membuat hasrat Nathan semakin


tidak terkendali. Dia segera membuka kemeja


nya membuat tubuh Kiran bergetar ketakutan.


Sementara itu keadaan di lantai bawah saat ini


tidak seperti perkiraan Nathan. Para pengawal


nya yang berjumlah sekitar 15 orang di buat tak berdaya ketika tiba-tiba datang beberapa mobil dengan plat nomor khusus. Dari dalam mobil-


mobil itu melesat bayangan hitam melakukan


gerakan tak terlihat melumpuhkan semua


pengawal tersebut hanya dalam hitungan


detik saja.


Semua pengawal tersebut kini duduk bersimpuh


di tengah ruangan di bawah ancaman senjata


para bayangan hitam yang di pimpin oleh Zack.


Dengan takut dan gemetar para pengawal tadi


tampak melirik kearah pintu dimana Agra baru


saja masuk ke dalam ruangan dengan tampang


yang sudah sangat dingin. Dia memakai setelan


preman nya dengan rambut yang berantakan.


Agra berdiri di hadapan para pengawal tersebut


yang langsung lemas gemetaran setelah yakin


siapa yang kini mereka hadapi.


"Punya teknologi apa kalian hingga memiliki


nyali untuk melawan seorang Hiroshi Hasimoto.!"


Desis Agra seraya menyentuh dagu kepala


pengawal dengan pelatuk senjata mungilnya.


Kepala pengawal tampak langsung bersujud.


"Ampun Tuan..saya tidak menduga sama sekali


kalau orang yang di maksud oleh Tuan Wiranata


adalah anda, ampuni kami Tuan Muda..!"


Ucap kepala pengawal sambil terus bersujud


mohon ampun. Agra menegakkan badannya,


memutar tubuh kemudian berdiri tepat di tengah


ruangan yang langsung terhubung ke lantai atas.


"Semuanya sudah sesuai dengan rencana Tuan


Muda.! Ayahnya sedang dalam perjalanan.!"


Lapor Zack sambil membungkuk di samping


Agra yang berdiri tenang di tengah ruangan


sambil menyunggingkan senyum sinis, namun wajahnya terlihat dingin. Matanya menatap


lurus menembus lantai atas tepatnya kearah


kamar tidur utama.


"Hemm..baguss.. malam ini juga urusanku


dengan orang ini harus tuntas. Tidak boleh


lagi ada nyamuk usil di sekitar Kiran..!"


Desis Agra sambil mengangkat senjata nya..


Kiran memejam rapat dengan luruhan air mata


ketika Nathan bergerak ingin menjamah dirinya


yang kini sudah kehilangan tenaga.


"Tuan Nathan Wiranata yang terhormat..


turunlah..aku menantang mu untuk berduel..!"


Ada teriakan menggema dari lantai bawah


bersamaan suara letusan senjata api yang


membuat Nathan menghentikan gerakannya.


Kiran membuka matanya cepat, wajahnya


tampak berbinar senang. Dengan cepat dia


mendorong tubuh Nathan hingga akhirnya


dirinya terbebas dari kungkungan nya.


"Aku sudah bilang padamu..dia akan datang.


Kalau kau seorang laki-laki sejati, sekarang aku


menantang mu.. hadapilah dia secara jantan.


Kalau kau bisa menang melawannya.. maka


aku akan ikut bersamamu..!"


Ujar Kiran dengan yakin. Nathan mendengus


geram, dia memakai kembali kemejanya. Lalu


membuka ikatan di tangan Kiran. Keduanya


kini saling menatap kuat.


"Aku pastikan malam ini kau akan kembali ke


pelukanku Kiran.. laki-laki itu bukanlah lawan


yang sepadan untuk ku..!"


"Kita lihat saja nanti..Tuan Nathan..!"


"Aku pegang kata-kata mu..! bersiaplah..besok


pagi kita akan mengurus surat perpisahan mu


dengan laki-laki itu..!"


memakainya kembali. Nathan menggengam


tangan Kiran, tapi Kiran menepis nya kasar.


Nathan kembali menarik tangan Kiran di seret


keluar kamar.


Mata Agra berkilat murka melihat Kiran keluar


dari kamar utama dengan keadaan yang sangat


kacau dan terseret paksa. Tapi ekspresi wajah


nya masih terlihat tenang tidak terprovokasi.


Wajah Nathan terlihat kelam saat melihat semua


pengawalnya kini bertekuk lutut di bawah


ancaman para manusia berpakaian hitam.


Apa yang terjadi sebenarnya? kenapa laki-laki


ini bisa menembus sistem pertahanan nya.


Padahal dia sangat yakin itu tidak akan bisa


di retas oleh apapun.!


"Agra..."


Teriak Kiran sambil melepaskan pegangan


tangan Nathan kemudian berlari menuruni


tangga membuat Agra terkejut melebarkan


matanya khawatir jika Kiran terjatuh, begitu


pun dengan Nathan. Agra segera menyerbu


kearah kedatangan Kiran yang langsung


melompat kedalam rengkuhannya ,memeluk


dirinya erat sambil menangis tersedu.


"Agra.. maafkan aku..aku pergi tanpa seijinmu..!


Aku tidak tahu akan terjadi hal seperti ini.."


Isak Kiran dalam pelukan erat Agra yang hanya


bisa menciumi puncak kepalanya.


"Kau tidak pernah belajar dari kesalahan yang


lalu Kiran..Dasar wanita ceroboh..!"


"Maaf..aku selalu saja menyusahkan mu..!"


"Itulah dirimu..! Kau selalu saja membuatku


kehilangan rasa kemanusiaan..!"


"Sekali lagi maaf..aku memang bodoh, tidak


memikirkan segala akibatnya..!"


"Kau selalu membuatku khawatir. Jangan


pernah mengulanginya lagi bertindak sendiri


seperti ini.!"


"Iya..aku tidak akan mengulanginya.."


Kiran semakin mempererat pelukannya seraya


menyembunyikan wajahnya di rengkuhan dada


bidang Agra yang mampu memberinya rasa


aman dan nyaman. Agra mencium kening Kiran


kemudian mengangkat tubuh nya di bawa ke


area yang lebih aman.


Nathan hanya bisa mematung di tempatnya


berdiri. Hatinya terasa berdenyut nyeri melihat bagaimana perlakuan Kiran terhadap suaminya


itu. Matanya terasa perih melihat pemandangan


di depan matanya itu.Tidak, ini tidak bisa di


biarkan.!


Beberapa menit kemudian.....


Kiran minggir ke sisi ruangan bersama dengan


Zack dan Bara. Semua pengawal Nathan juga


para pasukan Zack melingkar di sisi ruangan.


Di tengah ruangan kini telah berdiri dua sosok


tinggi gagah saling berhadapan. Keduanya kini


hanya mengenakkan kaos tipis saja hingga


tubuh tegap dan gagah mereka terekspos nyata.


"Apa kau yakin ingin melawanku Tuan Agra.?


Aku pastikan ini adalah pertaruhan..semuanya


hitam di atas putih, kalau kau kalah istrimu


akan menjadi milikku..!"


Desis Nathan dengan senyum sinis meremehkan.


Agra menggerakkan kepalanya dengan senyum


santai dan pandangan lurus kearah Nathan.


"Kita lihat saja nanti..aku ingatkan padamu


jangan sampai mulut besarmu itu menelan


dirimu sendiri.!"


Ujar Agra tenang. Nathan berdecak, dia melirik


kearah Kiran yang berdiri tegang.


"Baiklah kita mulai sekarang..agar aku bisa


segera membawa istrimu ke istanaku..!"


Geram Nathan sambil mulai memasang kuda-


kuda. Sedang Agra hanya tersenyum tipis tanpa


gerakan berlebihan. Nathan langsung meloncat menyerang Agra dengan gerakan yang sangat


cepat dan terlatih. Keduanya kini sudah terlibat


pertarungan seru, saling menyerang, mengelak


mundur dan membalas.


Semua orang kini seakan menahan napas


melihat sengitnya pertarungan mereka yang


menggunakan teknik beladiri tingkat tinggi.


Nathan mundur saat Agra berhasil memasukan


satu pukulan telak di dadanya dan kelihatan


nya Agra sangat santai dalam menghadapi


pertarungan ini.


Nathan menautkan alisnya. Bagaimana ini


bisa terjadi.? kenapa laki-laki berkuasa yang


setahu dia hanya jago di bidang teknologi


saja bisa memiliki kemampuan seperti ini.!


Shit.! Nathan sampai harus mengeluarkan


semua kemampuannya untuk mengimbangi


gerakan Agra.


"Kenapa Tuan Nathan..? apa masih ada yang


akan kau keluarkan lagi.? ayo mumpung aku


masih bersedia bermain-main dengan mu..!"


Ejek Agra dengan seringai senyum remehnya.


Wajah Nathan berubah kelam. Dia kembali


menegakkan tubuhnya, menatap tajam kearah


pergerakan Agra yang lagi-lagi hanya berdiri


santai meregangkan otot-otot lehernya. Nathan


memasang jurus pamungkas nya, Agra hanya


memandang miring dengan seulas senyum.


"Habislah kau sekarang..!"


Teriak Nathan seraya melesat menyerang Agra.


Kiran terkesiap melihat gerakan cepat Nathan


yang sulit terbaca itu. Namun Bara dan Zack


hanya menahan senyum berusaha untuk tetap


berekspresi datar. Dalam gerakan cepat nyaris


tak terlihat Agra memutar tubuh membalikan


serangan memasukkan pukulan dan tendangan


mautnya ke beberapa bagian vital di tubuh


Nathan hingga membuat pria itu terlempar


sadis lalu jatuh di hadapan para pengawalnya.


Darah segar mengucur deras dari hidung Nathan.


Dia berusaha bangkit sambil meludah dan menepis


darah dari hidungnya. Kiran nampak memucat.


Dia meringis melihat keadaan Nathan. Ada rasa


tidak tega dalam hatinya melihat keadaan Nathan


yang berdarah-darah seperti itu.


Agra maju ke hadapan Nathan yang mencoba


untuk menegakkan badannya dengan susah


payah. Tatapannya terlihat tidak percaya akan


semua yang dia hadapi saat ini.


"Bagaimana..Tuan Nathan..apa masih merasa


penasaran denganku.? kau masih ingin mencoba


mengambil dan menyentuh milikku.?"


Tanya Agra yang berdiri santai di hadapan Nathan.


Mata mereka beradu kuat.


"Siapa kau selain seorang Hiroshi Hasimoto..?


yang aku dengar ayahmu tidak pernah sekalipun


mengajarkan ilmu bela diri padamu..!"


Desis Nathan masih mencoba mengatur napas.


Agra mendengus sambil mendekat kearah Nathan.


"Kau pernah mendengar ksatria Sukaidoragon..?


Akulah orangnya..Tuan Nathan..!"


Bisik Agra dengan seringai kecil nya. Wajah


Nathan langsung berubah pucat pasi. Tubuh


nya kini goyah, mundur, kemudian jatuh terduduk.


"Kali ini aku masih mengampuni nyawamu..!


mengingat pertangungjawaban mu di butuhkan


untuk adik ipar ku..!"


Ujar Agra sambil menatap tajam wajah Nathan


yang semakin memucat. Dalam keadaan itu ke


dalam ruangan tiba-tiba muncul Tuan Wiranata


serta asisten pribadi Nathan.


Tuan Wiranata menghampiri Nathan, memeriksa


keadaannya yang cukup mengenaskan. Kemudian


dia mendekat kearah Agra membungkuk hormat


di hadapannya .


"Tuan Bimantara.. maafkan perbuatan putra saya.


Saya benar-benar mohon maaf..! dia sedikit tidak


bisa di kendalikan.!"


Ucapnya dengan suara yang bergetar tegang.


Agra menarik napas kasar. Kiran mendekat lalu


masuk ke dalam dekapan hangat Agra.


"Kali ini aku maafkan kalian. Tapi tanggung jawab


itu tetap harus di jalankan.! aku punya banyak


bukti yang bisa membawa mu pada kehancuran


Tuan Nathan.. Skandal mu sudah terlalu banyak..!"


Desis Agra sambil melempar dokumen rahasia


ke hadapan Nathan yang tertunduk mengambil


dokumen tersebut. Tubuh nya semakin lemas,


Tuan Wiranata pun sama pucatnya setelah dia


melihat berkas dari dokumen tersebut yang berisi


berbagai kecurangan bisnis yang telah mereka


lakukan bahkan ini berhubungan langsung


dengan pemerintah. Keduanya tertunduk lesu.


"Nikahi Aryella..kau sudah merusaknya sekian


lama. Aku sudah cukup lama mengikuti sepak


terjang mu..! Belajarlah menjadi pria sejati.!"


Tegas Agra sambil memakaikan mantel ke


tubuh Kiran yang kini hanya bisa menatap


Agra penuh rasa kagum.


"Dan ingat..! jangan pernah lagi berharap bisa


mendapatkan Kiran..! karena dari dulu sampai


sekarang dia adalah milikku..dia adalah milik


Bimantara Agra Bintang..!"


Ujar Agra seraya mengangkat ringan tubuh


Kiran ke dalam pangkuan nya.


"Bara kau pastikan mereka menjalankan


semua yang aku perintahkan dengan baik.!"


Titah Agra yang di sambut anggukan kepala


Bara. Agra berjalan keluar dari ruangan dengan


langkah tegap dan gagah.


Nathan menatap kepergian keduanya dengan


sorot mata kalah dan pasrah. Kini dia sadar sepenuhnya siapa saingannya itu.Terlalu tinggi,


dan tidak akan pernah terjangkau olehnya..


Kini mereka sudah dalam perjalanan pulang.


Agra tidak melepaskan Kiran dari pangkuannya.


Kiran menyandarkan kepalanya di dada Agra.


Dia mendongak, keduanya saling menatap.


"Terimakasih sayang..kau datang tepat waktu.


Kalau tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi


pada hubungan kita..!"


Lirih Kiran seraya mengelus lembut wajah


Agra yang masih terlihat dingin..


"Aku tidak akan pernah membiarkan hal buruk


apapun terjadi padamu..!"


Desis Agra sambil kemudian menyergap bibir


merah alami Kiran yang dari tadi sudah sangat


menggodanya. Keduanya terhanyut dalam


lembut dan manisnya ciuman yang semakin


lama semakin panas dan membara.


"Malamku kacau gara-gara semua ini..!"


Umpat Agra setelah ciuman mereka terlepas.


Wajah Kiran memerah, dia menyembunyikan


wajahnya di belahan dada bidang suaminya.


"Aku akan menggantinya nanti..!"


Bisiknya penuh rasa malu, Agra tersenyum tipis


dia semakin mempererat pelukannya.


"Aku kunci kata-kata mu barusan sayang.."


Bisiknya sambil mengecup lembut kening


Kiran yang kini sudah mulai masuk ke dalam


alam bawah sadarnya, dia tertidur lelap dan


tenang dalam pangkuan sang kekasih hati..


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


TBC.......