
Deg....
*bukan pertama kalinya memasuki rumah mewah kediaman keluarga wijaya namun kali ini perasaannya Alika cukup mendebarkan.
silahkan nona, salah satu asistennya membukakan pintu mempersilahkan mereka masuk.
seluruh keluarga wijaya menyambut kedatangan Alika tak ketinggalan pula semua asisten rumah tanggapun ikut serta.
" selamat datang dirumahmu nak, ucap bu Risma dengan senyumannya.
nyonya, ? Alika menundukkan badan.
Bu risma menghampiri Alika kemudian memeluknya. jangan panggil aku nyonya, aku ini ibumu, ucap bu Risma.
panggil aku ibu, pinta bu risma.
iya bu... panggil Alika kepada bu risma.
"
" sayang cepat bawa alika kekamar, istirahatlah dulu.pinta bu risma kepada Marfin.
kemudian Marfin menggapai tangan istrinya dengan lembut kemudian membawanya menuju lantai kedua dan di ikuti oleh dua asisten yang membawakan barang barang mereka .
" kalian boleh pergi, pinta Marfin kepada asistennya setelah mereka meletakkan barang bawaan milik nya.
setelah asistennya pergi marfin segera menghempaskan tangan Alika.
Alika sempat kaget hempasannya begitu kasar.
Arghh .... jerit Alika.
"kau tau Alika, ini rumahku, dan kau harus mematuhi kata kataku? Marfin meremas wajah Alika dengan kedua tangannya.
" apa yang kau lakukan, lepaskan .Alika merasa ketakutan
. Ada apa denganmu?Tanya Alika lagi.
Marfin tertawa melihat Alika yang nampak ketakutan karna sikapnya.
*kau tidak perlu takut , aku ini suamimu? ujar Marfin. Gadis bodoh ! ujar Marfin kemudian melepaskan wajah Alika dari tangannya.
"dan yaa ...ini kamarmu*, jika kau ingin tidur . maka tidurlah aku bisa tidur di sofa atau tidur di sebelahmu.tapi aku berjanji tidak akan menyentuhmu. ucap Marfin
lagi pula aku tidak tertarik padamu, ucap Marfin lagi.
" *apa maksud perkataanmu? Alika tak mengerti.
dari awal kau ingin menikahiku kemudian sekarang kau sudah menjadi suamiku? lalu apa maksud dari penyataanmu tadi.
" Gadis bodoh, kau ingin aku menyentuhmu? menyentuh wanita sombong sepertimu. Aku menikahimu karna aku ini ada*lah Marfin wijaya apa yang tidak bisa aku dapatkan didunia ini, kau ....marfin menunjuk Alika . begitu mudah aku dapatkan. Marfin melanjutkan kata katanya.
Alika terpaku dengan tatapan kosong, di fikirannya, suaminya begitu sangat menyayanginya.
mengapa begini demikian akhirnya?
bukan seperti ini pernikahan yang aku inginkan, yatuhan ...ini hari pertamaku dirumah ini? bagaimana dengan hari selanjutnya?Alika bertanya didalam hati.
"benarkah dia yang menyelamatkan ku? mengapa tak ada tanda tanda dia seperti orang yang menolongku? Gumam Alika . dia tak baik seperti waktu itu aku melihat kecemasan dimatanya.
dan yaa.... bersikaplah baik kepada mereka.
aku akan bersikap baik kepadamu jika di depan keluarga kita dan begitu kau sebaliknya, kau mengerti. Marfin menekankan.
Alika hanya terdiam tak menggubris apa yang Suaminya bicarakan ia langsung kekamar mandi dan setelahnya bersiap siap turun ke lantai bawah berencana menemui kedua mertuanya guna untuk mendekatkan dirinya kepada mereka sebagai menantu dirumah wijaya**.
setelah selesai membersihkan diri Alika bergegas turun dari kamarnya . namun Alika hanya menemui Ana yang sedang membantu Asistennya memasak didapur
" kak Alika... sapa Ana.
" Dimana ayah dan ibu? tanya Alika kepada Ana.
" mereka sedang pergi kak, ada urusan.
Alika menghampiri Ana.
boleh aku membantumu, Alika menawarkan.
tentu saja kak, kemari.ucap Ana.
tapi aku tidak pandai memasak? ucap Alika.
aku hanya pandai membuat kue. ucap Alika kembali.
emmm... tidak apa apa kak, kaka bisa belajar, lagipula ayah dan ibu lebih menghargai usaha seseorng dari pada hasilnya. Ana tersenyum sambil memotong sayuran.
" Ana .. apa kau tau sesuatu tentang kakakmu?
ah kak Alika ngomong apa? aku ini adiknya tentu tau? jawab Ana.
maksudku, ketika perayaan ulang tahun dan ketika aku menghilang apakah kakakmu ada di pesta itu? Tanya Alika.
kemudian Ana menghentikan pekerjaannya*.
*aku tidak ingat kapan kakak keluar dari pesta, tapi memang kak Marfinpun sempat menghilang yahh lumayan lama. kemudian dia kembali. dan langsung pergi karna urusan pekerjaan.
*Alika termenung menerka nerka dari yang Ana katakan.
lalu setelah itu? tanya Alika lagi.
setelah kau sembuh kak Marfin kebetulan kembali.
ada apa kak? mengapa wajahmu seperti memikirkan sesuatu?
Katakan . mana tau aku bisa membantu. ucap Ana.
" oh tidak apa apa , aku baik baik saja,?
oh iya aku membelikan buku untuk ibu, dan baju koko untuk Ayah, apakah aku benar?
" Wahh kau curang kak? siapa yang memberitahumu. goda Ana tersenyum.
sekretaris Leo. kata Alika.
mereka melanjutkan pekerjaannya**.