
Marfin mengambil kemeja istrinya dari kursi belakang yang ia lemparkan tadi, kemudian memakaikannya kepada istrinya.
Alika hanya diam terpaku tak dapat berkata apapun, entah apa yang ada di fikirannya?
apa yang ia rasakan?
" sayang maafkan aku ya? Marfin mengusap pangkal kepala Alika, Alika memiringkan kepalanya kemudian menghempaskan tangan yang menyentuhnya.
mobil yang di kendarai marfin melaju dengan cepat membawa Alika ke villa tempat tinggal mereka.
Marfin mengulurkan tangannya untuk membantu Alika keluar dari mobi,namun Alika menolak bantuannya.
" untuk apa mas membawaku kemari?ketus Alika.
" loh inikan rumah kita? kemana lagi aku harus membawamu selain kerumah kita? kata Marfin.
Alika memalingkan muka saat Marfin berusaha membujuknya untuk turun,
"ayolah sayang? pinta marfin.
"Maafin aku ya, marfin mengusap kembali pangkal kepala Alika, tangan Alika menyingkirkan tangan Marfin kembali dengan kasar.
Marfin sangat gemas melihat ekspresi istrinya ketika sedang marah,ia meraih tangan istrinya kemudian memangkunya dan membawanya kedalam rumah.
Alika meronta ronta sembari memukul mukul dada suaminya,
"turunkan aku, Mas ! turunkan aku, teriak Alika.
Marfin hanya tersenyum miring melihat kelakuan istrinya.
" Rastii !! teriak Marfin
dari dapur Rasti tampak tergopoh gopoh mendatangi majikannya,
"iy tuan ,ada yang bisa rasti bantu?
tanya Rasti.
sesaat Rasti terheran melihat Marfin tengah memangku istrinya.
" nona kembali, syukurlah.kata Rasti
" apa maksudmu ! tentu saja dia kembali ! ini rumahnya, kemana lagi dia kembali selain kerumahnya sendiri ! bentak Marfin.
"i...iya tuan, jawab Rasti gugup.
"cepat kau ambilkan tas milik nona di dalam mobil, cepat ! perintah Marfin.
" ba... baik tuan, jawab rasti.
Rasti dengan cepat berlari menuju mobil dan mengambil tas yang di maksud,
" cepat kau parkirkan mobilnya, kata Rasti kepada pak Herman.
"iya tenang saja ndok, jawab Pak Herman.
****
Marfin menaiki satu persatu anak tangga dengan memangku Alika, setelah sampai di pintu kamar dengan pelan ia membuka gagang pintu dan membawa Alika masuk kedalam.
Alika kini sudah lagi tak memberontak, ia hanya terdiam bahkan saat Marfin menawarinya makan malam.
"sayang makan dulu ya? pinta Marfin.
Alika dengan tatapan kosong hanya menatap langit langit kamar, tak mendengarkan apa yang dikatakan suaminya.
Marfin kemudian menarik selimut dan menutupkannya pada tubuh Alika.
"yasudah kalo begitu istirahat saja ya sayang, pinta Marfin kembali.
Alika kemudian kembali memalingkan tubuhnya dari Marfin,Marfin hanya menghela nafas panjang dan membuangnya kasar kemudian ia pergi meninggalkan Alika di kamar.
****
"ayah, coba telpon Marfin apa dia lagi sama Alika,pinta bu Risma panik.
" iya bu, Jawab Pak Anton.
pak anton kemudian berusaha menghubungi Alika ataupun Marfin namun tak ada jawaban.
keduanya tampak cemas karna Alika tak mengabarinya,
pulang kemana alika?
apa ketempat pamannya lagi?
" coba ayah hubungi pak Adi,mana tau Alika pulang kesana,pinta Bu risma.
"ayah tidak enak bu sama pak Adi, kata Pak Anton.
ya tentu saja, mereka berfikir Alika adalah tanggung jawab mereka bagaimana bisa Alika akan meninggalkan tempat tinggalnya lagi tanpa suatu penyebab.
di pintu kamar sana tampak Ana sedang memperhatikan kepanikan kedua orang tuanya,iapun menghampiri.
"kenapa ayah,ibu ? tanya Ana yang kemudian duduk di kasur.
" coba hubungi Leo nak, tanyakan padanya apa dia tahu keberadaan Alika? pinta bu Risma.
" ya ampun ka Alika? memangnya dia kemana? kok bisa, kenapa tidak tanya pada kak Marfin saja yah. usul Ana.
"sudah nak, tapi tidak diangkat ,jawab pak Anton.
Ana melenggang pergi dari kamar kedua orang tuanya dan berusaha menghubungi Leo.
dan panggilanpun terhubung.
"Halo?
" lagi sama kak Marfin atau tidak?
" tidak non, jawab Leo singkat.
"lalu kau tahu kemana dia?
" tentu saja kembali kerumahnya?
"bersama istrinya? tanya Ana.
" iya tentu saja bersama istrinya, kata Leo.
Ana kembali kepada orang tuanya dan memberitahukan informasi yang sudah ia dapatkan dari sekretaris Marfin.
bu Risma dan pak Anton pun menghela nafas lega,berharap semuanya akan kembali baik baik saja.
ke esokan harinya....
Malam berganti pagi, Alika membuka selimut yang menyelimuti tubuhnya ia menghirup udara yang tampak segar dari jendela sana, ia berdiri dan membuka tirai melihat kebawah sana
bunga nan indah bermekaran di taman sedang di siram oleh Rasti.
Alika bergegas meninggalkan kamarnya menuruni anak tangga dengan bercelanakan pendek dan baju kaos berwarna hitam.
" pagi non, sapa bi ina.
"pagii bi, jawab Alika.
" sepertinya nona lelah sampai kesiangan bangun ,gumam bi ina yang tengah membersihkan debu debu di sofa.
"tuan mana bi? tanya Alika menghampiri bi ina.
" anu.... tadi tuan sudah berangkat kerja di jemput sekretaris leo,jawab bi ina.
"owh ,jawab Alika singkat.
"palingan juga jenguk wanita itu, batin Alika.
Alika melangkah ke taman melihat bunga yang indah tengan di siram oleh Rasti,
"Ras, hati hati ya bunganya jangan sampe rusak, pokonya pak iman harus merawatnya dengan baik.
"siap non, pak iman yang ternyata ada di balik bunga tengah membersihkan rumput kecil itu berdiri sembari mengacungkan dua jempol tangannya mendengar suara majikannya itu.
" terimakasihh pakkk, ucap Alika tersenyum.
Alika kembali ke kamarnya kemudian ia ingat rasany sudah berapa waktu ia tak mengecek ponselnya.
ia mengambil ponselnya dan membukanya,terlihat di sana banyak pesan masuk yang di terimanya dari teman temannya serta pamannya.
dan panggilan tak terjawab dari mertuanya.
" ya ampunn..... gumam Alika.
satu persatu ia membalas pesan dari mereka kemudian mengabari keluarganya juga mertuanya bahwa ia sudah di rumahnya dalam keadaan baik baik saja.
satu pesan dari suaminyapun telah di terima.
" sayang, Mas berangkat kerja dulu ya? maaf kamu bangun mas tidak ada,mau membangunkan tidak enak, ucapnya.
Alika hanya mengernyitkan keningnya setelah membaca pesan suaminya tersebut kemudian ia melemparkan ponselnya ketempat tidur.
selang beberapa jam Alika sudah bersiap siap dengan baju casualnya ,ia sedikit memoles wajahnya dan menambahkan lipstik pink di bibirnya.
"bi ina, Alik pergi dulu yaa, ucap Alika sembari memasuki mobil.
"mau kemana non? tanya bi ina.
Alika sudah berada di dalam mobil kemudian ia membuka sedikit jendelanya untuk menjawab pertanyaan bi ina.
" mau ketemu temen bi, sama ke tempat ibu terus paman, jawabnya.
"hati hati ya non, nanti balik lagi kesini ya non, kata bi ina mengingatkan.
" insyaallah bi, Alik menutup kembali pintu mobilnya kemudian memakai sabuk pengaman.
Tinn...Tinn....
bunyi klakson terdengar, Alika mulai memacu mobilnya meninggalkan kediamannya.
*****
Di sebuah ruangan tengah seorang ceo muda gagah juga tampan duduk dengan tubuh karismatiknya memimpin pertemuan dengan orang orang penting perusahaan ternama di indonesia.
tepuk tangan meriah pun didapatnya , semuanya seakan bangga padanya, mengapresiasi seluruh kerja kerasnya membawa nama perusahaan menjadi lebih baik dan maju.
pak Anton tersenyum melihat keberhasilan sukses yang di raih puteranya, setelah selesai meeting dan semuanya sudah diantar keluar dengan hormat, pak Anton menepuk pundak puteranya sembari melayangkan senyum kepadanya.
" ayah bangga dengan keberhasilanmu nak, ucap pak Anton.
" yang berhasil itu ayah, Marfin hanya meneruskan saja, tanpa ayah Marfin tidak bisa apa apa,tutur Marfin.
******
Alika telah sampai di rumahnya, ia kemudian turun dari mobilnya dilihatnya marcedes berwarna merah telah parkir di halamannya.
" siapa yang datang,gumam Alika.
Alika mendekati pintu kemudian membunyikan bell pintu.
seorang wanita parubaya yang tak lain adalah bu tety membukakan pintu.
" assalamualaikum, ucap Alika.
"wa'alaikumsalam, ya allah nak kami sangat mengkhawatirkanmu, kata bu tety.
"Alika baik baik saja bi, oya bi itu siapa? tanya Alika sembari melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.
terlihat seorang pemuda tengah bercanda gurau dengan pamannya.
" hey nak, sini duduk pinta pak Adi.
laki laki itu memutar kepalanya kearah Alika,
" Alika? kata pemuda itu senyumnya semakin lebar ketika melihat Alika berdiri di hadapannya.
Alika berjalan mendekati pamannya dan duduk di sebelahnya.
" Alfino?
" Ada keperluan apa kemari? tanya Alika datar tanpa memperlihatkan kebahagiann seperti yang terlihat pada pemuda itu ketika melihatnya.
Alfino yang akrab di panggil Al itupun menjawab sembari tersenyum.
tadi di mall tidak sengaja bertemu dengan bibi kemudian bibi mengajak silturahmi kerumah, ucap Al.
" iya loh nak, bibi kaget ngeliat nak Al, sudah lama sekali tidak bertemu rupanya nak Al ini sedang mengurus perusahaannya di luar negeri,dan sekarang dia sedang di tugaskan menghandle perusahaan papanya di indonesia, kata bu tety.
Alika hanya mengangguk pelan mendengar perkataan bibinya.