Pernikahan Yang Tak Diinginkan

Pernikahan Yang Tak Diinginkan
membeli hadiah untuk mertua


"sudah beres semuanya.tanya Marfin.


sudah tuan, jawab Alika.


heyy....kau boleh memanggilku tuan hanya ketika kita sedang berdua. tapi di depan keluargamu ataupun keluargaku, jangan sekali kali memanggilku tuan. nanti mereka bisa mikir macam macam. ucap Marfin menekankan.


"sudah siap nak? tanya bibinya menghampiri.


Alika kemudian memeluk bibinya .


tenang bi, nanti Alika akan sering berkunjung kemari. ucap Alika.


pak Adi mengusap pundak istrinya untuk menenangkannya.


"Baiklah paman, bibi kami berangkat, oya paman jaga bibi baik2 mulai sekarang paman tidak perlu menjadi driver untukku lagi.ucap Marfin.


maksudnya saya di pecat? tanya pak Adi.


Marfin tersenyum.


*bagaimana jika paman dan bibi membuka toko kue?


tapi nak,? pak Adi menjawab.


begini paman Alika akan pergi bersamaku, biasanya dia yang menjaga bibi kemudian dia tidak ada siapa yang akan menjaga bibi selain paman. ucap Marfin tersenyum.


pak Adi mengerti dan menyetujui tawaran Marfin.


sekertaris Leo datang menghampiri*.


"sudah siap tuan? ia bertanya.


sudah tolong kau bantu aku membawa barang barang ini. Pinta Marfin.


lambaian tangan melepas kepergian Alika. seolah sesuatu yang berat. meski sebenarnya mereka bisa berkunjung kapan saja kekediaman pak Anton .


" *kita mampir dulu ke pusat perbelanjaan . Pinta Marfin.


baiklah tuan, jawab sekertaris Leo.


sesampainya di sebuah pusat perbelanjaan


" kau mau beli apa? tanya Marfin kepada Alika.


Leo, kau temani dia belanja ya ? pinta Marfin.


kau mau kemana ? tanya Alika.


Marfin pergi meninggalkan mereka berdua.


silahkan nona. sekertaris Leo meminta Alika berjalan di depannya.


" aku tidak ingin apa apa, lalu untuk apa kita kemari? tanya Alika kesal.


bagaimana jika nona membelikan nyonya dan tuan besar hadiah sebagai menantu. sekertaris Leo mencoba meredakan kekesalan Alika.


" ini.... tuan besar pasti suka ini. menunjuk baju.


apa, baju koko. tapi tuan pasti sudah memiliki banyak pakaian.


Sekretaris Leo tersenyum.


Nona, akan berbeda dengan pemberian menantu pertamanya ini bukan masalah dia sudah memiliki banyak tapi nilai suatu barang dari seseorang nona. Leo menjelaskan.


baiklah tolong kau ambilkan. dan ibu kemudian Ana ?, tanya Alika lagi.


Alika mengangguk menyetujuinya.


" Alikaa..


seorang pemuda memanggil Alika.


kemudian Alika menengok kemudian tersenyum.


yudaa.... jawab Alika.


hey apa kabar ,tanya Alika.


baik baik... bagaimana denganmu?


yahh aku juga baik.


oh iya, ini kenalin Leo sekretaris suamiku. ucap Alika.


apa...?? yuda kaget.


oh ya ampunn.... aku belum sempat mengabarimu bahwa aku sudah menikah. maafkan aku. ucap Alika.


kau mungkin melupakanku, tapi sudahlah tak apa, jawab yuda.


lalu di mana suamimu, tanya yuda lagi.


nahh itu.... Alika menunjukk kearah suaminya yang di ikuti wanita cantik di belakangnya. alika seketika terdiam melihat suaminya bersama dengan seorang wanita.


Marfin kemudian menghampiri Alika.


sudah selesai? tanya Alika.


Alika memalingkan muka ketika Marfin bertanya. Marfin tak menyadari bahwa Tiara mengikutinya sehingga membuat Alika kesal.


maaf kan aku, aku tak sengaja bertemu dengan Marfin kemudian kami berbincang sebentar. ucap Tiara.


sekertaris Leopun nampak kesal melihat Tiara.


" entah bagaimana bisa wanita ini muncul lagi kekehidupan tuan muda. gumam sekertaris leo di dalam hati.


" hallo, yuda menyapa Marfin . namun marfin hanya terdiam melihat wajah istri dan sekertaris leo nampak terlihat kesal.


saya yuda teman Alika. baru kali pertama lagi kami bertemu , itupun tak sengaja. yuda mengulurkan tangannya.


Marfin tak menyambut tangan yuda ia malah memalingkan muka.


kemudian dia menarik tangan istrinya .


Leo kau bawa barang barangnya cepat, ucap Marfin.


sampai di parkiran


lepaskan aku. Alika menghempaskan tangan Marfin kemudian masuk kedalam mobil.


sepanjang perjalanan Alika masih menampakkan muka kesalnya.


" tadi siapa namanya yuda? benarkah yuda?


dia temanmu apa mantan kekasihmu? Marfin mulai bicara.


" dia temanku. jawab Alika datar*.