
malam hari telah tiba....
Paman dan bibi Alika sudah terlebih dahulu mendatangi kediaman keluarga Anton wijaya. sementara Alika harus menunggu sekertaris Leo yang menjemputnya.
" mengapa aku berdandan harus secantik ini, bukankah ini berlebihan, Gumam Alika.
ia terus memperhatikan dirinya di depan cermin dan tak lama kemudian terdengar suara mobil terparkir di halaman rumahnya.
" *HUfzz......( Alika menghela nafas) kemudian keluar dan membukakan pintu.
sebelum pintu di ketuk, Alika terlebih dahulu membuka pintu.
" *Nona sudah siap?tanya sekertaris Leo.
" emmm*... yaa... sudah. jawab Alika*.
"Nona sangat cantik malam ini, sempurna..
puji sekertaris Leo .
terimakasih,ucap Alika melempar senyumnya.
Tiba di pesta ...
Deggg...... !
Alika menghentikan langkahnya. dia tampak enggan melangkahkan kakinya kembali.
sekertaris Leo melihat langkah Alika terhenti, kemudian menarik tangan Alika dan menuntunnya masuk kedalam dan membawanya kepada keluarga pak Anton wijaya .
, cantik sekali nak, puji pak Anton dan Bu risma kepada Alika.
Ana yang melihat Marfin menatap Alika tanpa berkedippun tak tahan menggoda kakanya itu.
" Cieee.... ada yang terpesonaa nihhh?? Ana berbisik pelan.
" Diam gadis kecil ! Marfin menekankan suaranya.
" wanita yang lebih cantik darinya begitu sering aku temui, wanita ini hanya wanita biasa yang mudah aku dapatkan" Bisik suara Marfin kepada Ana.
" wanita ini berbeda kak, dia cantiknya terpancar dari dalam dirinya, dia sedikit cuek , namun itulah yang menjadikannya lebih istimewa, jika kau bisa menikahinya, aku adikmu sangat bangga memiliki kakak ipar sepertinya. timpal Ana kembali berbisik dan kemudian tersenyum sambil mengedipkan mata kepada kakanya tersebut.
"mari kita mulai acaranya, marfin kemudian mengajak semuanya untuk segera memulai acara.
kue ulang tahun yang tersaji begitu besar dan indahnya bertuliskan ucapan selamat ulang tahun dan ruangan yang tertata begitu rapi dengan di hias begitu indahnya bernuansa merah muda, sepadu dengan pakaian setiap orang yang menghadiri pesta tersebut.
" Happy brithday to you, happy brithday to you,
happy brithday , happy brithday to you.
Ana menyanyikan lagu selamat ulang tahun dan di iringi semua orang yang hadir. dan di lanjutkan memotong kue.
" Happy brithday Mom, Ana mencium kening ibunya dan kemudian memeluk.
thank you my dear, ibunya membalas dengan pelukan.
setelah semua mengucapkan selamat , mengungkapkan rasa sayang, serta memberikan hadiah kepada nyonya besar tersebut. tiba lah saatnya bu Risma meminta semuanya menikmati malam ini dengan berdansa,
"Mari kita berdansa, ajak Bu risma kepada suaminya.
Ana mengedipkan mata kearah Marfin lalu menggerakkan kepalanyanya kearah kanan tepat kearah Alika. mengisyaratkan agar kakanya tersebut mengajak Alika berdansa.
Marfin kemudian menghampiri Alika, dan Anapun kemudian bergegas meninggalkan mereka berdua dan berdansa dengan sekertaris Leo.
" Nona Alika , maukah kau berdansa denganku, Marfin memberanikan diri meminta sambil mengulurkan tangannya.
tanpa menjawab Alika kemudian membalas uluran tangan Marfin dan akhirnya mereka berdansa.
lagu romantis mengiringi Dansa mereka malam ini,
" terimakasih sudah datang, ucap Marfin memulai pembicaraan ditengah tengah dansa.
" Aku datang karna ini adalah ulang tahun nyonya besar, dan pamanku memintaku datang kemudian sekertarismu menjemputku, jawab Alika dengan wajah datar .
" coba saja kau seperti gadis gadis lain yang tidak mungkin menolakku, kau tidak akan mendapat kesempatan berdansa denganku , sok jual mahalll, Gumam Marfin.
kemudian Marfin memutarkan tangan Alika, memposisikan diri agar ia dapat kesempatan lebih erat memeluk gadis itu.
tepat sekali tubuh Alika berada tepat di depan marfin dan Marfin memeluknya erat.Alikapun tak menolak karna ini hanya tarian dansa sekalipun Marfin memeluknya dari belakang dengan sangat erat.
"kau harus menikah denganku, ucap Marfin.
" Apa maksudmu, jawab Alika.
yaa... kau harus menikah denganku, kalo tidak...Marfin menghentikan pembicaraannya.
" kalo tidak apa tuan? Alika bertanya.
Aku akan memaksamu, kau tahu aku, semua yang aku inginkan harus ku dapatkan. jawab marfin kemudian melepaskan pelukannya dan menarik Alika yang kemudian tepat di depan matanya.
kini mereka saling bertatapan.
" kau punya uang tuan,wanita cantik manapun kau bisa dapatkan , tapi tidak semudah kau mendapatkan cintaku. jawab Alika.
"Aku tidak membutuhkan cintamu wanita bodoh, Gumam marfin didalam hati.
" kau akan mencintaiku, jawab Marfin menatap tajam wajah Alika.
"mengapa? jawab Alika.
" karna kalo kau menolakku, pamanmu akan membusuk didalam penjara, aku akan mengurungnya atas kasus penipuan, jawab Marfin tersenyum dengan mata tajam kearah Alika.
Alika kemudian terdiam, dan kemudian melepaskan Marfin dan menghentikan dansa mereka.
dengan wajah memucat mendengar ucapan Marfin, Alika kemudian pergi meninggalkan Marfin dan pergi ke toilet.
"beraninya dia mengancamku, Alika marah dan kata kata di depan cermin .
"tidak... pasti ada cara lain selain aku harus menikah dengan pria Gila itu. Alika bicara sendiri dengan nada jengkel.
kemudian Alika bergegas pergi meninggalkan pesta tanpa pamit kepada siapapun.
Alika dengan kemarahannya ia terus berjalan menyelusuri jalanan sepi, tanpa sadar bahwa malampun telah larut dan ia berjalan sudah sangat jauh dari kediaman Marfin wijaya.
"oh tidakkk......Alika membalikkan badannya dan berjalan lebih cepat .
namun tiga pemuda yang tengah mabuk yang ia temui itu mengejar Alika.
Alika terus berlari dengan nafas yang tersengat sengat dan tampak melihat ternyata 3 pemuda itu sudah ada dekat di belakangnya, dan ketika menoleh Alika kaget dan kemudian terjatuh...
"Arghh.... Alika tersungkur dan tangan Alika menggapai lantai.
kemudian 3 tubuh pemuda itu mendapati tubuh Alika dengan ganasnya.
"Arghhh lepaskan aku..... tolongg... tolonggg.....teriak Alika.
namun tak ada yang mendengar teriakan Alika.
ketiga pemuda itu kemudian menertawakan Alika.
"Nona ini sudah malam, di area ini sudah tidak ada lagi orang yang melintas, mengapa nona sampai datang kemari. apakah nona akan mengantarkan tubuh nona yang cantik ini.ucap salah satu pemuda.
Alika menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya.
"Tidak..... mau apa kalian? tolong jangan ganggu aku? Alika berteriak matanya mulai berlinangan air mata.
" *Ahhh sudahhlah jangan dengarkan kata kata wanita ini, bawa dia kesana, salah satu pria menunjuk kearah rumah kosong.
" tidakkk...Alika* menggelengkan kepala dan memelas kepada 3 pemuda itu.
Tubuh Alika di letakkan di bahu salah satu pemuda kemudian 2 pria yang lainnya mengikutinya dari belakang.
" jangan aku mohon jangan.... Alika terus berteriak .
" *Diamm..... bentak 3 pria itu.
Brukkkk....
tubuh Alika* Di hempaskan di sebuah kamar kosong. dengan ganasnya 3 pria itu menghampiri tubuh Alika secara bersamaan.
Alika ketakutan, tubuhnya bergetar , dunianya seakan runtuh tertimpa alat terbesar . perasaannya seakan hancur, air mata terus mengalir di pipinya saat tangan salah satu pemuda menggapai tubuhnya dan memeluknya dengan kuatnya kemudian ia melepaskannya tubuh Alikapun tersungkur di atas kasur. ia tidak kuasa menahan tenaga dari pemuda tersebut. kemudian pemuda itu tersenyum melihat ketakutan yang begitu besar terlihat di wajah Alika.
" Lepaskan bajumu nona, pinta pemuda itu.
," tidak.... Alika menggelengkan kepala dengan bercucuran air mata.
",nona....kami memintamu dengan baik baik, kami ingin kamu sendiri yang melucuti pakaianmu satu persatu, kita nikmati malam ini bersama sama, lalu kami akan membiarkanmu pergi setelah itu, kami tidak akan menyakitimu . ucap salah satu pemuda tersebut sambil tertawa.
"tolong kasihani aku tuan.... jangan lakukan ini pada hidupku tuan, Alika memohon.
"tidak nona... kami tidak akan bermain kasar denganmu, jika kau menyerahkan dirimu baik baik kepada kami , kami akan bermain secara bergiliran, tapi jika kau melawan. terpaksa kami menikmati tubuhmu secara bersama sama, seperti menimati hidangan yang lezat tentunya**. ucap salah satu pemuda sambil tertawa menyaksikan ketakutan yang dialami Alika.
Alika perlahan lahan mundur dari ranjang, ke tiga pemuda itu tampak santai ia memberikan kebebasan kepada Alika.
"Nona ayolahh.... sebelum kesabaran kami habis terhadapmu, serahkan tubuhmu baik baik kepada kami, bermanja manjalah dengan kami malam ini.
Alika terus mundur hingga tangannya terhenti di atas meja, ia meraba meja tersebut akhirnya di dapatinya sebuah botol beling lalu ia memecahkan botol beling tersebut.
"Lebih baik aku mati dari pada harus menyerahkan kesucianku kepada iblis sperti kalian. teriak Alika.
"pergiiii........ atau seumur hidup kalian akan di hantui rasa bersalah karna telah membunuh wanita yang tidak berdaya ini. teriak Alika lagi.
"nona jangan.... pinta 3 pemuda itu.
" kita hanya akan bersenang senang, ucap salah satu pemuda .
tanpa berfikir panjang Alika menghujamkankan botol tersebut sekuat tenaga tepat di perutnya.
arghhh.... Alika merintih kesakitan, kemudian tubuhnya ter jatuhh .
ketiga pemuda yang menyaksikan kejadian tersebut sontak terkejut. Meraka panik dan akhirnya meninggalkan tubuh Alika sendiri terkulai lemah bercucuran darah di lantai
Alika tersenyum menahan sakit, tak lama setelah pemuda itu pergi alika masih tersadar.
" ibu, ayahh ..
akhirnya tanpa terduga kita akan bertemu secepat ini. ucap Alika.
namun alika seolah ada suara yang membisikkan kepadanya bahwa ia harus kuat, ia harus berusaha bertahan hidup.
dengan bisikan yang ia duga adalah bisikan ibunya, kemudian alika menyeret tubuhnyanya menggapai pintu dan berusaha berdiri sekuat tenaga yang masih tersisa.
dengan langkah yang terkoyah koyah Alika melangkah perlahan lahan sesekali tubuhnya terjatuh namun ia bangkit lagi dan terus bangkit.
tiba tiba terdengar suara olehnya suara itu jelas memanggil namanya.
Alikaaaaa.....Alikaaaa....
dimana kamu? Alikaaa....
dengan tertatih tatih Alika berusaha mendekati suara itu kemudian dari kejauhan ia melihat sosok bayangan seorang pemuda .
pemuda itu kemudian menoleh kebelakang dan melihat kearah Alika dan dilihatnya tubuh Alika yang lemah bercucuran darah.
Alikaaaa.... pemuda itu lari kencang menuju Alika berusaha secepatnya menggapai tubuh Alika.
Brukkk....tubuh Alika jatuh di pangkuan pemuda itu.
dalam setengah sadar tampak melihat jelas ia melihat sosok Marfin wijaya tepat di matanya.
Aa..Aa..... mulut Alika kemudian terhenti. tubuhnya semakin lemah dan kemudian ia pingsan.
" jangan mati Alika bertahanlah, dengan deraian air mata pemuda itu kemudian menggendong tubuh Alika.