
kekesalan Marfin masih berlanjut ia meninggalkan Alika di villa seorang diri, sementara ia pergi ke bar untuk menghibur dirinya.Alika tampak kesal dibuatnya.
" bagaimana dia bisa meninggalkan ku seorang diri disini, apa yang harus aku lakukan? tidak bisakah dia mengajakku bersamanya tadi? Batin Alika.
Di bar...
Marfin tampak duduk ditemani supirnya selama di bali.
banyak wanita yang mendekatinya namun ia menolak.
ia hanya menari dan menari. kemudian seseorang menawarkan minuman keras kepadanya , awalnya ia menolak namun akhirnya demi menenangkan fikirannya ia akhirnya mencoba minum .dan meminum banyak botol minuman kemudian.
tubuh Marfin semakin lemah, jalannya sempoyongan. ia tampak terlihat tak berdaya.
supirnya memapahnya kedalam mobil dan membawanya pulang.
Alika nampak sangat khawatir menunggu kepulangan suaminya.
terdengar gerbang halaman di buka, alika langsung membukakan pintu.
" *ya ampunn apa yang terjadi. Alika langsung menggapai tubuh Marfin yang tampak sedang mabuk.
terimakasih pak. ucap Alika. biar saya saja yang membawanya kekamar. ucap Alika lagi.
apa nona tidak akan kewalahan membawa tuan? tanya Supirnya.
tidak saya bisa. Alika langsung membopongnya kekamar.
brugg Alika membaringkan Marfin.
. tubuh marfin terlulai lemas diatas ranjang.
" gadis bodohh....Marfin bangun menatap tajam Alika kemudian ia menarik tangan Alika yang tadinya tepat di sampingnya setelah melepas jaket yang ia kenakan.
kini tubuh Alika berada diatas tubuh Marfin.
" aku mencintaimu" ucap Marfin.
Alika tersenyum hangat mendengar pernyataan suaminya itu, tampak di bibirnya senyum bahagia.
kemudian Marfin membalikkan tubuh Alika, kini ia yang berada diatas Alika.
dengan lembut Marfin mencium bibir basah istrinya, membelai rambutnya, turun ke leher, kemudian ia merebahkan kepalanya didada Alika , kemudian menciumnya dengan lembut dan kemudian dengan ganasnya Marfin membuka satu persatu kancing baju Alika.
malam itu menjadi malam bahagia untuk Alika, karna mereka berdua telah memadu kasih layaknya suami istri.
betapa malam yang indah.
namun Marfin tiba tiba menghentikan dan mendorong Alika. Marfin kaget melihat darah di kaki Alika. " darah apa itu, apakah aku sudah melakukannya? Batin Marfin.
" cepat kenakan kembali pakaian mu, ucap Marfin.
" Alika tercengang matanya berkaca kaca.mendengar ucapan suaminya.
" Mengapa kau begitu takut menyentuhku, bukankah aku ini istrimu, aku ini halal bagimu? Alika tak kuasa menahan airmatanya.
kemudian ia pergi kekamar mandi, ia membasahi tubuhnya seolah membasuh diri yang sudah kotor oleh suaminya sendiri.
" aaa.... jerit Alika.
" apakah aku terlalu buruk untuk disentuh , sehingga suamiku sendiri begitu terlihat menyesal telah menyentuhku. Batin Alika . air matanya terus mengalir tak kuasa ia menahan.
" Alika, dengarkan aku, Marfin mengetuk pintu kamar mandi.
" Alika keluar, apa yang kau lakukan? Marfin berteriak.
kemudian karna panik, Marfin langsung membuka pintu kamar mandi. terlihat tubuh Alika lemas tak berdaya, bibirnya bergetar kedinginan, wajahnya pucat pasi. ia mengangkat tangannya kedadanya seolah melindungi diri.
Marfin langsung membopongnya namun Alika memberontak , lepaskan aku. teriak Alika.
" kau bisa sakit jika sperti ini. ucap Marfin kemudian ia memeluk erat istrinya itu.
" apa perdulimu, bukankah tubuhku ini menjijikkan bagimu, terlalu hinakah aku, Alika menghempaskan pelukan Marfin ia berkata dengan air mata deras di pipinya.
" sudahh cukup, ucap marfin menghentikan ucapan istrinya.
" kau terlalu naif tuan, bukankah kau sudah pernah menyentuh tubuh seorang gadis yang tidak halal bagimu, lalu mengapa aku yang halal kau hinakan. suara Alika bergetar ia memberanikan diri melampiaskan Amarahnya.
Marfin hanya terdiam seolah menerima semua Amarah Alika.
Marfin menarik tangan Alika,
" cepatlah ganti pakaianmu, nanti kau sakit
. pinta Marfin memberi pakaian kepada Alika*.