
******
Dea, tolong kamu antarkan ini ke meja sebelah sana ucap mila(pelayan) sambil menunjukkan arah.
Dea mengangguk mengerti.
" *kamu baik baik saja kan? wajahmu terlihat pucat. ucap Mila.
" engga kok mba. Dea baik baik saja.Dea menjelaskan*.
Deapun bergegas membawakan makanan dan minuman tersebut.
" ya ampun,apa apa'an ini! kata pria itu dengan nada marah marah ketika makanan yg dea bawa tumpah mengenai bajunya.
" Maaf pak maaf saya tidak sengaja. ucap Dea sembari berusaha membersihkan baju pria itu.
namun dengan kasar pria itu menghempaskan tangan Dea hingga dea terjatuh.
"siall !! kalo tidak bisa kerja ya jangan kerja.
ini bajuku sangat mahal, gajimu tidak akan cukup untuk mengganti bajuku ini. maki pria itu.
" Mana manager kalian, ucap suara pria itu dengan keras.
beberapa menit kemudian manager restaurant pun datang karna mila di minta memanggilnya.
" Ada apa pak? tanya kim.
" ada apa kau bilang,memangnya tidak lihat bajuku kotor karna pelayan yang tidak berguna ini. bentak pria itu kepada kim.
" Maafkan atas kesalahan kami pak. kami akan berhati hati lagi. ucap lembut sang manager.
pria itu tampak tersenyum miring mendengar ucapan manager itu. ia masih saja kesal karna bajunya yang kotor.
" saya tidak mau tahu, pelayan ini harus ganti rugi atas baju saya ini. bentak pria itu.
" Baik pak, saya akan ganti rugi. ucap Dea yang sudah berdiri dari jatuhnya.
" berapa saya harus bayar ruginya pak? tanya Dea.
" lima juta. ucap pria itu sambil mengangkat 5 jari tangannya.
" apa !
saya tidak salah? kata Dea kaget.
" iya pak, lima juta apa tidak terlalu mahal? baju yg bapak kenakan biasa biasa saja. ketus manager kim.
" apa kau bilang? pria itu dengan emosi menarik kerah baju kim.
" cukup pak ! lepaskan dia, kata Dea dengan nada tinggi dan menghampiri pria itu yang tengah menarik kerah baju kim.
" heh, pria itu tersenyum dan melepaskan kim dengan kasar.
kim tampak santai dan tidak tersulut emosi kepada pria itu.
" nona, apa kau sanggup membayarnya? ucap pria itu tersenyum sambil menelisir tubuh dea dari ujung kaki hingga ujung rambut.
tampak sifat buaya darat terlihat dari wajah pria itu.
" saya akan bayar. ucap Dea.
" baiklah, cepat mana uangnya. kata pria itu sambil menyodorkan tangannya.
plakkk....
Dea menampar keras pipi pria itu sampai semua mata yang menyaksikan kejadian itu membulat sempurna.
pria itu tampak memegang pipi kanannya sambil tersenyum memandang wajah Dea.
grepp....
tangan laki laki itu menarik kuat tangan Dea dan membuat Dea terjatuh kedua kalinya.
pria itu meremas wajah Dea dengan segala makiannya.
cihhh..... beraninya kau menamparku. bentak pria itu.
tangan pria itu melayang ke udara bermaksud mendarat di pipi Dea namun sayangnya tangan yang kuat dan berwajah tampan tiba tiba menahan tangan itu.
" siapa kau? beraninya menyakiti wanita ini? Sorot matanya tajam.
" tuan? ucap Dea sembari memegangi pipinya.
" sekali lagi aku tanya !*apa yang kau lakukan kepada wanita ini. suara lantang dan menyeramkan membuat orang di sekitarnya ikut merasakan takut.
" siapa kau ikut campur? tanya pria itu.
" istri? kau sebut aku istrimu tuan?
Batin Dea.
" tuan apa yang kau katakan. tanya Leo merasa terkejut dengan pengakuan Marfin.
" ohh dia istrimu? lalu kenapa dia disini? kulihat dari kendaraan yang kau naiki, dari penampilanmu kau terlihat orang kaya? kenapa istrimu hanya seorang pelayan. ledek pria itu.
" cepat enyahh kau dari sini, atau akan ku buat kau membusuk di penjara.
kau tidak tau siapa aku? lihat wajahku baik baik. Tegas Marfin.
tentu saja siapa yang tidak mengenal keluarga wijaya, banyak Media yang kerap meliput kehidupan keluarganya yang di penuhi kekayaan.
"*tuan Marfin. ucap pria itu.
iya, jawab Marfin dengan tatapan tajam.
cèpat enyahh dari sini, Marfin menggibaskan tangannya mengisyaratkan kepada pria itu.
" Maafkan aku tuan, Maaf. pria itu bermaksud menyalami Marfin namun Marfin menghempas kasar tangan pria itu.
hingga beberapa menit pria itu hilang dari pandangan*.
" sedang apa kau disini? tanya Marfin datar dengan suara terdengar menyeramkan di telinga Dea.
" aku sedang bekerja tuan?kata Dea kemudian menundukkan kepalanya.
" apa uang yang ku kasih kurang , hah? bentak Marfin.
" apa kau fikir aku tidak bisa menghidupimu juga anak yang ada di perutmu itu hah? bentak Marfin lagi,kini semakin membuat Dea ketakutan.
" tidak sama sekali tuan, tidak kurang. jawab Dea ketakutan.
" lalu apa? Marfin memegang kasar tangan Dea sampai Dea merasa kesakitan.
" tuan lepaskan aku, sakit tuan. pinta Dea dengan rintihnya.
Marfin seketika melepaskan genggaman tangannya.
" Mana manager kalian, tanya Marfin tegas.
" *saya tuan, kata Kim yang kemudian berdiri di hadapan Marfin.
" kenapa kau membiarkan kejadian seperti tadi ada di restaurantmu ini? tegas Marfin.
" maaf tuan, saya tidak bisa apa apa. ucap Kim.
brukkk....
Marfin menendang kursi dengan luapan emosinya.
bagaimana kau tidak bisa berbuat apa apa melihat seorang wanita di perlakukan kasar seperti itu? kalo terjadi sesuatu dengan dia? apa yang bisa kau lakukan. aku akan menghancurkanmu dan juga keluargamu, restaurant ini, sangat mudah kuhancurkan. Gertak Marfin membuat suasana hening.
" Maafkan aku tuan, Maafkan. Kim memohon.
" leo... teriak Marfin.
" iya tuan . leo menghampiri Marfin.
" lakukan sesuatu kepada restaurant ini. jelas Marfin.
" baik tuan.kata Leo.
usai beberapa menit Marfin kemudian menarik kasar tangan Dea dan memasukkan tubuh dea kedalam mobil.
*****
brukkk....
Marfin melempar tubuh Dea ke sofa.
" besok kita akan menikah. ucap Marfin.
" hah? sontak Leo kaget mendengar kata Marfin.
bu leni tampak bingung mendengar ucapan bosnya, karna yang selama ini bu leni tau, Marfin adalah suami siri dari Dea.
" tuan? apa maksudmu, apa tuan gila? tanya Leo.
" bagaimana dengan nona Alika tuan. kata Leo kembali seolah badan Leo bergetar hebat saat mendengar ucapan Marfin.
" aku akan mempertemukanmu dengan Alika, juga keluargaku kata Marfin kepada Dea*.