Pernikahan Yang Tak Diinginkan

Pernikahan Yang Tak Diinginkan
aku merindukanmu


****


tok tokk....


seorang laki laki parubaya membukakan pintu ( pak Adi)


tuan.... ia kaget melihat Marfin sedang berdiri didepannya sudah lama sekali mereka tidak bertemu.


ayo masuk... ajak Pak Adi. Marfin mencium tangan pak Adi, pak Adi membungkukan badan karna segan.


lalu pak adi memboyongnya keruang tamu.


mempersilahkannya duduk,


"*buu....liat siapa yang datang.


bu teti segera memenuhi panggilan suaminya dan melihat bahwa Marfin tengah duduk dikursi tersenyum kepadanya.


" ehh... ada pangeran tampan disini. Bu teti tersenyum bahagia.


Marfin menyalami bu teti.


Dimana dia bu ? tanya Marfin.


oh, Alika di kamarnya, coba lihat mungkin dia ketiduran. sehabis mandi tadi mungkin dia mengantuk ucap bibinya.


Marfin kemudian pamit melihat istrinya.


didepan pintu kamar Alika ia tampak gugup seperti pada orang lain saja padahal ia akan menemui istrinya.


pintu tak di kunci, Marfin kemudian membukanya pelan pelan.


ia melihat tubuh istrinya sedang tertidur pulas, memakai celana pendek dan tank top berwarna putih , rambutnya masih basah terurai.


"mengapa dia tak mengunci pintu dalam keadaan seperti itu, gerutu Marfin.


kemudian ia mengunci pintu.


ia pelan pelan mendekati istrinya, ia berdiri terpaku melihat kemolekan tubuh istrinya , rindu rasanya tidak melihatnya beberpa hari.


namun meski sebelumnya bertemu Alika memang tak pernah memakai baju tidur yang seksi karna saat malam mereka tak pernah bercinta. Marfin selalu saja membelakanginya saat akan tidur entah mengapa sikapnya memang selalu dingin saat malam. hanya ketika mabuk saja ia pernah memperkosa istrinya itu. setelah kejadian itu ia hanya berpura pura romantis di depan orang orang saja tanpa melakukan hubungan suami istri pada umumnya .


" argghhh....ia seperti menelan ludah melihat Alika berpakaian seperti itu.


belahan dadanya terlihat, betis mulusnya, kemudian tank top yang naik keatas memperlihatkan pusarnya.


"*Marfin mondar mandir, melihat istrinya tersebut ingin rasanya ia mendekap tubuh itu, menciuminya, ah rindu rasanya.


ia kemudian memberanikan diri duduk di samping istrinya yang tidur terlentang.


ia membelai wajah itu, menyingkirkan helaian rambut yang menghalangi wajah Alika.


Marfin mendekatkan wajahnya kebibir basah Alika.


kejantanannya mulai berdiri. namun ia berusaha menahan sekuat hatinya untuk tidak melakukannya. ia kemudian berdiri lagi. memandang wajah itu lagi, Ahh Marfin seperti tidak punya nyali ingin mencium bibir istrinya ia urungkan.


kemudian ia berniat membangunkan Alika, membuang jauh jauh fikiran mesumnya.


Alika membuka mata , ia melihat suaminya berada di sampingnya yang tidur terlentang.


" selamat siang. ucap Alika tersenyum manis kepada Marfin kemudian dengan malu malu ia melindungi dadanya dengan kedua tangannya dan menyenderkan tubuhnya ke sandararan ranjang.


Marfin menelan ludah lagi, melihat pemandangan indah didepan matanya. ia tak berani menatap Alika saat Alika sudah terbangun.


" mengapa dia, apakah dia tidak ingin memelukku, tidak kah dia rindu. ah di ponsel saja dia tidak mengatakan bahwa dia rindu. ucap Alika didalam hati sembari masih melindungi dadanya dengan kedua tangannya.


" apakah harus aku duluan yang memeluknya?


aku ingin seperti pasangan lainnya, bermesraan dan melakukan hal yang lain lain. Alika menatap suaminya ia menggigit bibir bawahnya.


suasana menjadi hening, Alika menatap Marfin namun Marfin tidak mampu melihatnya.


" ah tapi jika seorang istri menawarkan diri kepada suami bukankah itu sah sah saja dalam agama, malah bagus, tiidak juga memalukan bukan , aku inikan istrinya. Alika terus saja berkata kata di dalam hatinya tanpa henti.


Grepp...


Alika memberanikan diri memeluk suaminya yang duduk membelakangi dirinya.


"hey, ada apa? tanya Marfin dengan suara gemetar.


tubuh Marfin semakin tidak kuasa menahannya ketika Alika berusaha memeluknya.


" lihat aku. kemudian Marfin membalikan tubuhnya dan menatap Alika.


kini mereka sedang berhadapan.


" kau tidak rindu istrimu ini? tanya Alika tersenyum.


sebenarnya Alika sangat sangat memberanikan diri untuk bersikap seperti itu karna ia begitu tidak tahan , entah karna merasa rindu, atau ia merasa punya hak atas tubuh suaminya, karna selama ini ia merasa di hinakan oleh suaminya.


Alika melingkarkan kedua tangannya ke leher Marfin.


aku sangat merindukanmu, ucap Marfin.


lalu? tanya Alika.


lalu apa? jawab Marfin. ayo kita pulang, ibu sudah menunggu kita. Marfin malah berpura pura tidak mengerti maksud istrinya.


tanpa berfikir panjang lagi Alika memberanikan diri menutup mulut suaminya dengan bibirnya, ia menjadi seperti kekurangan belaian.


Marfin hampir kehabisan nafas karna ciuman Alika.


namun lama lama ia membalas ciuman itu dengan brutal, ia mulai memposisikan tubuhnya.


kini meraka sedang menikmati bercinta tanpa ada lagi rasa malu malu.


****


tok ...tokk....


seseorang mengetuk pintu kamar Alika.


ah, mengganggu saja*.