
***
mereka membawa Dea kerumah sakit tempat di mana Dea sering melakukan check up, sementara Alika berada didalam taxi tepat di belakang mobil yang membawa Dea.
supir membantu Dea keluar dari mobil, dengan hati hati bu leni dan supirnya memapah Dea.
sementara Alika buru buru mendahului langkah mereka.
" Dok, cepat lakukan sesuatu ! dia kesakitan,pinta Alika.
dengan gesit Dokter Dim melihat keadaan Dea.
sepertinya kita harus melakukan tindakan,dia sedikit pendarahan dan air ketubannya juga agak rembes, jelas Dokter Dim.
akhirnya Dea di bawa keruang operasi, sementara Alika mengisi formulir dan juga mengurus Administrasi.
"coba chek bu, apakah di tas Dea ada dompet dan ktp,aku memerlukan datanya untuk mengurus administrasi.
kemudian setelah bu leni memeriksa tas Dea dan menemukan Ktp milik dea, ia memberikannya kepada Alika.
"Dea amanda, umurnya masih baru menginjak 21 tahun, masih sangat muda,gumam Alika.
"ow jadi Dia asli dari semarang, gumam Alika kembali saat melihat identitas diri Dea.
setelah selesai mengurus administrasi Alika kembali keruang tunggu di sana ada bu leni dan supir pribadi Dea.
Beberapa menit kemudian datang seorang pria tampan menghampiri Alika.
"sayang? bagaimana dengan Dea? tanya Marfin sembari duduk di bangku sebelah alika.
" dia sedang di ruang operasi, kau jangan khawatir,kata Alika.
setelah menunggu beberapa lama akhirnya Dokter keluar dari ruangannya,dan merekapun berdiri.
"tuan?
Dokter Dim seperti merasa tidak enak dengan Alika,
"bagaimana keadaannya Dok, apakah operasinya berjalan dengan lancar? tanya alika.
" iya non, operasinya berjalan dengan lancar dan nona Dea juga akan segera di bawa keruang perawatan,jadi bisa menunggunya disana ,kata dokter Dim.
" Owh begitu ya, baiklah,jawab Alika.
" tapi...
"tapi apa Dok? Alika menatap dokter Dim yng kebingungan,
" saya.... siapa yang mengazani anaknya, tanya Dokter Dim memberanikan diri.
sejenak Alika menghela nafas kemudian tersenyum.
"kamu saja Mas, ayo. pinta Alika.
" ah tidak, biar dokter saja,tolak Marfin.
mereka menjauh dari dokter Dim kemudian sedikit terjadi perdebatan dan akhirnya Marfin setuju mengazani anak yang dilahirkan Dea.
*****
" nona jika saya pulang terlebih dahulu tidak apa apa,saya akan menyiapkan baju ganti untuk nona dan juga bayinya, kata bu leni.
" baiklah bu, kata Dea.
Dea termenung sejenak sebulum suster datang membawa bayinya untuk disusui.
" nyonya, ini puterinya sangat cantik sekali. kata suster memberikan bayinya kepada Dea.
" uluhhh... sayang mama, sini sini,tutur manja Dea menerima bayi mungilnya itu.
ketika Dea tengah menyusui Alika tepat diberdiri di pintu memandangi Dea yang sedang menyusui puterinya, Dea tampak sangat bahagia dengan kelahiran puterinya meskipun tanpa seorang suami.
"nona alika, mengapa disana? tanya Dea.
Alikapun tersenyum dan menghampiri Dea,
lalu akan kau beri nama siapa gadis cantik ini,tanya alika sembari membelai lembut pipi bayi itu.
"Rachel Amanda, bagaimana? tanya Dea.
"nama yang bagus, kata Alika.
"syukurannya bagaimana? kapan akan diadakan? tanya Alika.
" mungkin lusa kali ya non?
beberapa menit kemudian Marfin datang membawa banyak makanan kemudian ia menaruhnya di atas meja.
" wah wahh..... cantikk sekali,puji Marfin ia meminta Dea menyerahkan bayinya ke tangannya.
" sini aku mau gendong dong, kata Marfin mengulurkan kedua tangannya.
Deapun memberikan puterinya dan membiarkan Marfin menggendongnya.
Melihat pemandangan itu wajah Alika nampak memerah ia lekas berdiri kemudian bergegas pergi dari ruangan meski sempat dicegah Marfin.
****
" ini , Marfin memberikan Bayinya kepada Dea, sementara itu Marfin bergegas mengejar Alika.
****
"sayang , tunggu... Marfin menarik keras tangan Alika.
" lepasin aku mas,
" dengar dulu, kita bisa bicara baik baik. kata Marfin.
Alika melewati Marfin ia pergi keparkiran dan mengeluarkan kunci mobil,
Marfin kemudian masuk kedalam mobil Alika dengan memaksa.
" geser... perintah Marfin.
"turun mas, biar aku sendiri,tolak Alika.
" cepat geser, Tegas Marfin.
Akhirnya Alika menuruti kata suaminya itu, ia membiarkan Marfin yang menyetir.
di perjalanan tanpak hening, mereka duduk bersebelahan namun pndangan mereka sama sama lurus dan tak ada sepatah katapun yang terucap.
Rem kemudian di injak oleh Marfin hingga berhenti mendadak,
" mas gila ya, nanti kenapa kenapa gimana?
tanya Alika dengan nada tinggi.
" kenapa?
harusnya yang tanya kenapa?
kenapa kamu tidak ingin pulang denganku, kau masih istriku,bentak Marfin.
" aku ingin cerai mas, aku gak kuat sama kamu, Alika mulai berkaca kaca.
" cerai....?
Marfin mendekati Alika dengan sorot mata tajam,Alika melihat suaminya seperti hewan buas yang siap menerkam, Alika nampak ketakutan ia terus mundur hingga akan keluar namun pintunya terkunci.
" Mas? kamu mau apa? tanya Alika dengan wajah ketakutan.
wajah Marfin semakin mendekat terus mendekat hingga kini keduanya sudah tidak ada jarak.
Alika mendorong keras Marfin hingga Memicu amarah Marfin,
dengan kasar ia menarik leher istrinya dengan lengan yang ia taruh di belakang leher istrinya, ia mencium bibir basah istrinya itu dengan buas hingga membuat Alika kesulitan bernafas.
lagi lagi Alika mendorong suaminya dan berusaha keluar dari mobil namun tenaga Marfin tidak bisa di kalahkan tubuhnya kini sudah terkunci dan di bawah kendali Marfin.
" Mas apa yang kau lakukan? ini tidak benar, lepaskan aku.
" tidak benar katamu, aku ini suamimu, apa kau tidak merindukanku hahh? Marfin menarik kembali tubuh istrinya, membuka kancing baju yang dikenakan Alika satu persatu.
tangan Marfin sudah menyelundup masuk kedalam kemeja itu sembari membukanya,ia masih menciumi bibir istrinya dengan ganasnya.
kancing sudah terlepas semua, ia membukakan kemeja itu dari tubuh Alika dan melemparnya ke kursi belakang.
" Mas tolong jangan disini, lepaskan aku, alika meringis.
" Diamlah sayang, bisik Marfin sembari memposisikan diri.
di dalam mobil mewah itu Marfin menyetubuhi istrinya dengan paksa hingga Alika terkulai lemas di buatnya.
hampir satu jam mobil terparkir di tepi jalanan sepi, Marfin nampak puas terlihat dari senyuman di bibirnya.
" terimakasih sayang, Marfin mengecup kening istrinya kemudian menyingkirkan rambut yang menutupi wajah istrinya yang penuh dengan keringat.