
setelah berbicara dengan Alika, Marfin kemudian menghampiri keluarganya dan mengatakan bahwa ia menyetujui honey moon yang di sarankan orang tuanya.
" *besok kau urus tiket keberangkatan ku bersama dengan nona Alika ke bali. pinta Marfin.
segera tuan, jawab sekretaris leo.
sementara Ana mengajak Alika berjalan jalan dan menunjukkan semua fasilitas yang ada di rumahnya.
" oh iya apa kau mengenal wanita yang datang ke pesta pernikahnku waktu itu, dia begitu akrab dengan mu? tanya Alika.
oh itu....
dia Tiara, Mantan kekasih kak Marfin, kak Marfin belum cerita? tanya Ana.
tidak, lagipula itu masalalunya. ucap Alika.
lalu mengapa kak Alika bertanya kepadaku? Ana menatap Mata Alika.
kaka cemburu ya .. goda Alika.
tidak. dia sangat cantik . ucap Alika
kemudian setelah keduanya selesai berbincang bincang Alika pergi kekamarnya.
krek .... Alika membuka pintu.
ia melihat suaminya sedang tidak mengenakan pakaian , wajahnya memerah kemudian ia memalingkan mukanya .
" *heyy.... kemari. pinta Marfin dengan sorot mata tajam.
Alika pelan pelan menghampiri suaminya tersebut.
lusa kita akan honey moon, seperti permintaan orang tuaku?
kau taukan apa itu honey moon, ucap Marfin kemudian ia melingkarkan lengannya di pinggang Alika.
Alika seketika wajahnya semakin memerah.
" mengapa sayang? tanya Marfin.
lepaskan aku , pinta Alika.
Marfin kemudian menuruti Alika.
cepatlah bersiap siap aku akan mengajakmu keluar beberpa jam lagi. pinta Marfin.
Alika menatap suaminya dengen wajah terheran heran.
kemana kau akan mengajakku pergi?tanya Alika.
" sudah jangan banyak tanya cepat bersiap siap, aku akan mengajakmu kepesta jadi berdandanlah sepantasnya . pinta Marfin .kemudian ia meninggalkan kamar.
setelah beberapa menit ia selesai membersihkan diri dan kemudian ia terlihat begitu sibuk memilih berbagai style pakaian.
" ahh ..aku sangat bingung harus memakai baju apa? batin Alika.
terdengar suara langkah kaki yang menghampiri kamarnya.
" tok tok .. pintu di ketuk.
terlihat Ana berdiri di depan pintu, seraya tersenyum kepada Alika.
" kak Marfin mengatakan akan mengajak kaka kepesta, jadi aku kesini untuk membantu kaka memilih pakaian mungkin atau riasan sementara kak Marfin dia kekantor sebentar untuk urusan pekerjaan, jadi yang akan mengantar kaka kepesta nanti sekretaris Leo, kak Marfin akan menyusul. ucap Ana tersenyum menjelaskan.
" Maafkan kak Marfin, dia terburu buru sekali, tadi ketika turun kebawah tiba tiba menerima telpon untuk pekerjaan jadi dia tidak sempat memberi tahu kaka, dan meminta aku untuk menyampaikannya kepada kaka,jelas Ana kembali.
" tidak apa apa ,lalu bagaimana menurutmu dengan baju ini? Alika menunjukkan.
" tepat sekali.... Ana menepukkan kedua tangannya.
" Ayo coba .pinta Ana
Ana terpaku sejenak.
" wahh kaka sangat cantik, pasti kak Marfin akan terpana dengan kecantikan kaka malam ini, Ana tersenyum kemudian memutarkan tubuh Alika.
"dan yaa... kalung.
Ana kemudian mengambilkan dan memasangkan kalung milik Alika yang terletak di atas meja rias untuk menambah kesempurnaan kecantikan Alika.
beberapa menit kemudian datang seorang Asisten mengatakan bahwa sekretaris Leo sudah tiba .
Ana mengantarkan Alika kedepan pintu .
" tolong jaga kakakku dengan baik, ucap Ana kepada sekreraris leo.
" tentu saja nona, akan ku pastikan keselamatannya selalu. jawab sekretaris leo tersenyum.
Di pesta.
silahkan nona, Sekretaris leo membukakan pintu untuk Alika.
kemudian mereka memasuki ruangan pesta.
Alika mematung didepan pintu melihat lihat kesekeliling arah melihat lihat tak ada satupun yang ia kenal di pesta selain sekretaris Leo.
" kapan tuan muda itu datang , Batin Alika.
" nyonya.. ayo. ajak sekretaris Leo kepada Alika.
namun tiba tiba ia melihat seorang wanita cantik bak model menghampirinya.
" bukankah ini wanita yang waktu itu hadir di pernikahanku. batin Alika.
wanita itu mendekati Alika dan menawarkan minuman yang ia bawa.
" nona.. ini minuman spesial untuk nona, istri tuan Marfin. ucapnya dengan senyumannya dan lirikkan matanya yang tajam.
"terimakasih , Alika mengambil minum yang di sodorkannya.
" apa kau pernah melihatku sebelumnya, ucap wanita itu.
" temannya Ana , benar? Alika bertanya sambil sedikit menundukkan kepalanya.
" saya Tiara , Mantan kekasih dari Marfin wijaya. Tiara tersenyum licik.
" aaa..... Mantan. Alika mengangguk.
" kau beruntung sekali mendapatkan suami yang tampan, kaya raya. setiap wanita mendambakan pria sepertinya. ucap Tiara lagi.
" oh tentu saja, dia suami yang terbaik.
ucap Alika teesenyum seolah menyetujui pernyataan tiara bahwa ia beruntung di peristri oleh seorang Marfin wijaya.
" bagaimana bisa di katakan beruntung memiliki suami yang sedingin itu, aku seperti kehilangan harga diri. Batin Alika.
" Apa kau yakin dia mencintaimu? tanya tiara.
" tentu saja , dia menikahiku itu bukti cintanya. jawab Alika.
" apa dia begitu mesra denganmu, aku pernah tidur dengannya. ucap Tiara memanaskan hati Alika.
" tentu saja Mesra, kau pernah tidur dengannya, tapi aku selalu tidur bersamanya. jawab Alika tersenyum.
lalu bagaimana jika aku merebutnya kembali, ucap tiara lagi.
"kau begitu mengenal Marfin wijaya, apakah mungkin ia pernah memberi kesempatan kedua? hanya orang bodoh yang meninggalkan masadepannya hanya untuk masalalunya, Marfin wijaya bukan termasuk orang bodoh itu. ucap Alika.
Tiara begitu marah dengan setiap jawaban Alika , matanya tajam memerah, kemudian ia mengepalkan tangannya dan kemudian meninggalkan Alika.
" aaa... dasar wanita tidak tau diri. tiara mengangkat kepalan tangannya dengan jengkelnya.
" lelaki yang aku nikahi karna ku fikir dia yang telah menolongku berjiwa pahlawan ternyata seorang pengecut yang meniduri wanita kemudian meninggalkannya , aku jijik mendengarnya. Batin Alika*.