
" Dimana dia? gumam Marfin ketika membuka mata namun tak menemukan istrinya di sampingnya.
Marfin berjalan kekamar mandi dan meraup air dan membasuh wajahnya yang masih berbau bantal.
*****
Alika duduk termenung di taman belakang rumah kediaman Wijaya, entah bagaimana saat ini perasaannya?
"sayang, ngapain disini. Risma menghampiri Alika dan memecah lamunannya.
" bu, tidak Alika hanya menikmati wangian dari bunga bunga ini. ucap Alika memaksa bibirnya tersenyum.
" sarapan yuk, ajak Risma.
"Marfin nyariin tuh,sambungnya kembali.
" oh iya bu, kalo begitu Alika duluan ya bu.
Alika melenggang pergi meninggalkan mertuanya begitu saja.
"ada apa dengannya, Batin Risma.
****
"Mas sudah bangun? tanya Alika duduk disebelah Marfin yang tengah duduk di ruang keluarga.
"darimana,pagi pagi begini? tanya Marfin.
"dari taman mas,jawab Alika datar.
"ayo siap siaplah kita akan pulang ke apartemen,ucap Marfin.
Alika mengangguk dan pergi bersiap siap membereskan barang barangnya.
yahh... hanya make up berukuran kecil ditas selempang kecil yang ia bawa.
ia tidak membawa baju ganti ataupun yang lainnya,karna di kediaman wijaya terdapat satu ruangan yang berisi banyak baju baru bak toko sehingga tak perlu repot repot membawa pakaian apabila ingin menginap.
"loh sayang kok buru buru amat sih,tanya Risma yang menghampiri keduanya.
" tau tuh,ngapain sih buru buru pulang timpal jee yang mendengar pembicaraan mereka.
" dari mana kau?tanya Marfin dengan suara tinggi.
"olah raga dong, lari pagi,kata jee santai.
"mana Ana?tanya Marfin.
"itu di belakang, sahut Jee sembari mengelap keningnya yang berkeringat dengan handuk kecil yang terselempang di lehernya.
" Mas Marfin. good morning,teriak Ana dari kejauhan.
Dengan langkah cepat Ana menghampiri Marfin dan memeluk kakanya itu.
"kapan datang?tanya Ana.
"tadi malam,jawab Marfin.
" iih, kok datangnya malam sih,protes Ana.
" iya banyak kerjaan, jawab Marfin.
Alika menatap lirih Marfin, dengan pelan ia menghela nafas dan membuangnya perlahan.
"benarkah karna banyaknya kerjaan Mas? Batin Alika.
" nanti ke apartemen ya,pinta Marfin kepada Ana sambil mengacak ngacak rambut adiknya itu.
"iih kaka ! rusak rambutku. bibir Ana mengerucut.
" bu, kita pamit dulu ya, ujar Marfin.
"loh, mau kemana kak? tanya Ana.
" mau pulanglah,mau kangen kangenan. jawab Marfin nyeplos kemudian diakhiri dengan gelak tawa.
dengan gemasnya Ana mencubit keras perut Kakanya itu.
"bagaimana kabar leo? tanya Ana.
" tanyakan sendiri, jawab Marfin ketus.
"ii...nyebelin loh kaka ini, Ana memajukan bibirnya sampai sampai bisa di kuncir.
Setelah lama mereka berbicang bincang di ruang keluarga, Akhirnya Marfin dan Alikapun tak lagi mengurungkan kepulangannya kembali ke apartemen, dengan sopannya Alika mencium tangan ibu mertuanya, mencium pipi adik iparnya, dan melipatkan kedua tangan dari jauh kepada jee sebagai ucapan salam.
****
" apa kau ingin sesuatu, kita belanja ya? ajak Marfin sembari fokus menyetir.
"tidak Mas,kita pulang saja, tolak Alika.
" sayang? kamu kenapa? tanya Marfin sambil mengelus wajah istrinya dengan sebelah tangan.
"tidak apa apa mas, Aku hanya ingin istirahat saja,jawab Alika.
"oh iya, Mas mau ada meeting di luar kota ya hari ini. kata Marfin.
"meeting di luar kota? jam berapa?tanya Alika.
"nanti ,mas berangkat abis dzuhur. yah palingan pulang pagi, kata Marfin.
Alika menghela nafas dan berusaha mengembangkan senyumnya.
"iya mas,ucapnya.
"Mas aku tidak perlu asisten rumah tangga, aku bisa kok membereskan semuanya sendiri,dan lagipula jika ada asisten rumahtangga,nanti aku ngapain dong?protes Alika.
" Sayang? aku tidak ingin kamu kecapean,tegas Marfin.
"aku tidak capek mas,nanti kalo aku merasa capek baru aku minta, ya mas? bujuk Alika meyakinkan.
"hemm... Marfin hanya memaksa bibirnya sedikit tersenyum.
*****
brukkkk....
Marfin merebahkan tubuhnya di atas kasur, Alika membukakan sepatu yang ia kenakan.
" Mas?
"hem...
" aku siapin barang barangnya sekarang ya. kata Alika
" iya sayang,jawab Marfin.
Alika kemudian menarik koper dan memasukkan segala keperluan Marfin.
"Mas bajunya dua style aja ya cukup. kata Alika.
"iya cukup, trus ini,alat alat mandi, kaos kaki,dan lain lainnya,Alika menjelaskan.
Marfin kemudian bergegas kekamar mandi dan membersihkan diri.
lama Marfin belum keluar dari kamar mandi,Alika begitu penasaran dengan ponsel yang tegeletak di atas meja.
perlahan Alika menghampiri dan menggenggam ponsel itu kemudian berniat membukanya,namun Marfin tiba tiba membuka keluar dari kamar mandi.
"sayang? sedang apa?tanya Marfin yang memergoki Alika tengah menggenggam ponselnya.
" ah ini, aku hanya melihat saja. ponselmu bagus. elak Alika sembari meletakkan kembali ponsel Marfin diatas meja.
"kau mau? aku bisa membelikan ponsel yang lebih bagus dari milikku,kata Marfin.
"ah tidak Mas,cepatlah bersiap siap, kata Alika.
setelah selesai bersiap siap, Marfin tampak menggunakan kemeja putih yang sedikit ia gulung dengan celana berwarna hitam dan sepatu warna hitam.
ah, aura ketampanannya itu jelas terlihat bahkan saat memakai baju santai sekalipun.
"sayang, aku berangkat ya. ucap Marfin sembari mencium mesra kening istrinya.
Alika membalasnya dengan senyuman termanisnya.
setelah bebarapa menit Marfin meninggalkan apartemen Alika langsung melihat ponselnya dan sibuk menghubungi seseorang.
"leo? bisakah kita bertemu. pinta Alika
"nona Alika, ada apa? tanya leo disana.
" di cafe Mawar beberapa jam dari sekarang.tegas Alika.
kemudian Alika menutup ponselnya dan segera bergegas dengan konci mobil yang ia bawa.
" Maafkan aku mas aku sudah lancang mencurigaimu, tapi aku tidak ingin berkepanjangan memendam prasangka yang buruk terhadapmu mas, sekali lagi maafkan aku.
semoga kecurigaanku tidak benar adanya.
tidakk.... suamiku tidak seperti itu,
Batin Alika.
Dengan cepat Alika memacu mobilnya, berusaha mengikuti mobil yang di bawa suaminya itu dengan harapan besar bahwa suaminya tidak pernah berbohong kepadanya.
" mengapa dia membawa mobil sendiri? tidak adakah supir yang akan menemaninya dengan perjalanan yang sangat jauh,Batin Alika.
hampir satu jam perjalanan Alika masih membuntuti mobil suaminya.
hingga ia melihat mobil berhenti di salah satu rumah kemudian penjaga membukakan pintu gerbang dan mobil itupun masuk kedalamnya.
"Rumah siapa itu?Batin Alika yang berjarak beberapa meter dari mobil suaminya.
ia tak bisa melihat jelas dari kejauhan, ia tak berani mendekat sebab ia takut jika suaminya tahu bahwa ia telah membuntutinya sejauh ini.
matanya terus menatap suaminya,sampai suaminya memasuki rumah itu dan tak terlihat lagi oleh Alika.
sebelum penjaga menutup kembali gerbang perlahan Alika memajukan mobilnya dan berusaha mencari informasi dari penjaga rumah tersebut.
" Maaf pak? bolehkah saya bertanya?
ini rumah kediaman siapa ya pak? tanya Alika sembari membuka kaca mobilnya dan berbicara dari dalam mobil.
" nona siapa ya, tanya penjaga.
" oh tidak pak, saya hanya sedang mencari alamat,elak Alika.
"coba tunjukkan alamatnya, mana tau saya bisa bantu menemukan, kata penjaga.
"alamatnya benar ini kok pak, tapi saya takut pemiliknya sudah lain orang aja,kata Alika.
"atas nama siapa ya pak? tanya Alika kembali.
" oh rumah ini setau saya atas nama tuan Marfin, namun di tinggali oleh nona Dea,ujar penjaga itu.
jlebbbb.........
uhh hancur lebur dong perasaan Alika...hikss