
***
Pak wijaya dan Bu Risma kembali dari pusat perbelanjaan mereka begitu membawa banyak beragam makanan, sayur serta buah .
"*wah wah... ibu ada apa ini mengapa banyak sekali belanjaan ini? bukankah persediaan makanan kita juga masih cukup ? tanya Alika kemudian menghampiri ibunya.
Bu Risma tersenyum.
Asisitennya membawakan belanjaan yang di beli nyonya besar ke dapur
mau bagaimana lagi nak, menantu ibu datang kerumah ini jadi ibu harus turun tangan sendiri memasak untuknya, bu Risma tersenyum melihat Kearah Alika.
" iya nakk... ibumu ini antusias menyambut menantu dirumah ini. ucap pak Anton pula.
ibu, Ayah... mengapa begitu? bukankah seharusnya aku yang memasak untuk keluarga? ucap Alika.
"Tentu saja, kau juga boleh membantu ibu memasak..jawab bu Risma .
kemudian mereka mengikuti Asistennya kedapur.
Mana suamimu ? tanya bu risma ke pada Alika.
Mengapa dia tidak kemari? tanyanya lagi.
mungkin sebentar lagi bu . jawab Alika tersenyum.
kalian berdua kelelahan dua hari ,pertama pesta , kedua datang kerumah ini dan aku menyuruhmu membantu masak masak. ucap bu Risma .tapi sabarlah... Esok atau lusa kalian boleh pergi honey moon.ucapnya lagi.
Apa..? honey moon? tanya Alika kaget.
Mengapa kaget seperti itu? bukankah sepasang pengantin baru harus berbulan madu? goda bu Risma.
" Hah,, jangankan bulan madu, mungkin melihatku saja dia tidak tertarik.bagaimana mungkin bisa seperti pasangan yang baru menikah pada umumnya. Batin Alika.
" Benar nak, ibumu dulu memaksa ayah untuk melakukan perjalanan bulan madu padahal saat itu ayah masih sangat sibuk, tapi demi ibumu, Ayah menunda pekerjaan Ayah dan bersenang senang dengan ibumu. yahh ...Ayah sangat terpaksa. gurau pak Anton. kemudian bu Risma tertawa dan memukul lengan pak Anton.
Ana tertawa kecil. Alika tersenyum.
" kalian memasaklah, aku akan istirahat sebentar. ucap pak Anton.
suasana didapur penuh dengan canda tawa, mereka terlihat sangat bahagia. hingga masakan mereka siap di hidangkan dan semua berkumpul di meja makan dan tak lupa juga sekretaris Leo yang di undang datang.
" Bagaimana sayang, masakan istrimu? tanya bu risma tersenyum menggoda Marfin,?
" eemmm *enak bu? tentunya apapun yang ia masak akan terasa enak di lidahku ini ?jawab Marfin Sambil melahap makanannya.
Marfin seketika tersedak dan kemudian Alika langsung meyodorkan air untuk suaminya tersebut.
jangan buru buru sayang sembari tersenyum.
" begini bu, Marfin masih banyak pekerjaan jadi tidak bisa honey moon secepatnya .ucap Marfin.
" tidak nak..kau harus berangkat besok. ujar Ayahnya menjawab.
tapi yah, bagaimana dengan?
biar sekretaris Leo yang handle semua pekerjaanmu. ucap Ayahnya menegaskan.
bukan begitu?
oh iya pak. jawab sekretaris Leo.
" sudahlah tuan, bersenang senanglah dahulu untuk beberapa hari sementara itu masalah pekerjaan ada tuan besar dan nona Ana yang akan membantu. ucap sekretaris Leo.
"tentu saja, aku ingin kaka berbulan madu kemudian pulang membawakanku calon keponakan ,goda Ana kepada Marfin dan Alika.
" Keponakan..... mana mungkin aku bisa hamil tanpa di sentuh. Batin Alika.
tiba tiba telpon Marfin berdering.
sebentar ya sayang? klaen... ucap Marfin kepada Alika.
Marfin menjauh ketika menerima telpon dari seseorang.
" sudah ku bilang jangan menghubungiku , aku tengah bersama dengan keluargaku?ucap Marfin.
seseorang menaggapi: kapan kau akan menemuiku?
Marfin menanggapi : besok aku akan pergi bersama istriku untuk berbulan madu, aku akan mengabarimu kembali jika aku ada waktu. ucap Marfin.
Seseorang Menanggapi : baiklah , aku menunggumu.
Marfin kaget melihat Alika di belakangnya. kemudian ia mengakhiri pembicaraannya.
" siapa yang telpon?
sudah ku bilang , klaen . ucap Marfin.
" mengapa hatiku mengatakan bahwa ada banyak rahasia yang di simpan suamiku. Batin Alika*