
Marfin dengan tawa menyetujui panggilan Mas untuknya.
" Mas Marfin"
ah entahlah terdengar lucu atau tidak.
Mereka tak melanjutkan percintaan mereka.
keduanya bergegas keruang tamu untuk berbincang bincang dengan pak Adi dan bu Tety.
****
flashback...
waktu itu Dea tengah pulang dari pemakaman pamannya.
namun sampai disana ia menemukan semua barang barangnya telah di luar.
ia kemudian masuk kedalam rumah yang tidak terkunci dan di lihatnya ada tiga laki laki yang bertubuh menyeramkan.
" ada apa ini? mengapa barang barangku ada di luar tanya Dea dengan nada Marah kepada laki laki yang berwajah menyeramkan itu bersama dua anak buahnya.
" selama hidup, pamanmu punya banyak hutang. sekarang pamanmu sudah tidak ada. tidak mungkin dia bisa melunasi hutang hutangnya, hanya rumah ini peninggalan pamanmu , makannya rumah ini aku sita , sebagai pengganti hutang hutang pamanmu. gertak laki laki itu.
"tolong beri saya kesempatan pak, saya tidak tahu harus tidur dimana? ini sudah petang pak, bisakah besok pagi saya pergi.
Dea memohon memelas pada laki laki itu.
laki laki itu memang tidak mempunyai belas kasihan ia tidak memperdulikan permohonan Dea.
seret wanita ini. telunjuknya mengarah memerintah kepada anak buahnya.
" pak tolong... pakk... tolong aku, jangan usir aku,, Dea terus memohon ketika kedua orang itu menyeretnya nya keluar.
aa....
tubuh dea dengan keras di hempaskan di luar rumah.
ia menangis tersedu sedu, memunguti bajunya yang berserakan karna ulah para laki laki jahat itu.
tak ada tetangga yang ia temui saat itu.
ia menangis terus menerus di sepanjang jalan yang ia lewati.
hari hampir gelap , ia kebingungan mau singgah dimana, ia tidak punya teman, sanak saudara, yang ia miliki hanya paman dan bibinya yang sudah tiada.
sehari hari ia hanya membantu bibinya berjualan kue keliling.
" aku mau kemana . Dea kedinginan ia melindungi tubuhnya dengan kedua tangannya.
" paman , aku harus kemana mengapa kau meninggalkan aku. Dea terus menangis dan kakinya seperti sudah tidak mampu lagi berjalan.
tiba tiba ada mobil yang melewatinya.
kemudian mobil itu putar balik.
seorang pemuda membekap mulutnya dari belakang lalu memasukkannya kedalam mobil.
Dea langsung tak sadarkan diri, ia bahkan tidak tahu siapa yang membekapnya.
Di dalam mobil ada beberpa pria yang satu sopir.
mereka menutup mata Dea dengan kain tebal, mengikat tangan Dea, dan menutup mulutnya dengan perban.
mereka menepikan mobil ke tempat sepi kemudian meneruskan aksinya yaitu memperkosa gadis itu.
beramai ramai mereka menarik tubuh Dea kesemak semak yang jauh dari keramian .
dan lalu dengan ganasnya mereka merobek robek pakaian
dalam setengah jam Dea tersadar.
namun matanya tidak melihat apa apa karna di tutupi kain tebal. kakinya memang tidak di ikat , sengaja karna mereka ingin melihat sedikit pemberontakan dari wanita yang sedang mereka perkosa.
Dea merasakan sakit di kemaluannya. mungkin orang yang pertama sudah merobek selaput daranya ketika ia tak sadarkan diri.
seketika ia menjerit dan menangis tanpa suara ketika merasakan ada batang yang masuk kedalam kewanitaannya.
aaa.....Batin Dea menjerit kesakitan. matanya mengeluarkan air mata yang di tampung oleh kain yang menutupinya.
Dea terus menendang sampai tenaga 3 pria itu hampir kalah. kemudian salah satu pria marah kepada dea hingga akhirnya melukai tubuh dea , menampar keras berkali kali di wajah dea hingga mulut Dea mengeluarkan darah.
lagi dan lagi Dea merasakan kebuasan pria pria itu, tubuhnya lemas tak berdaya menahan sakit itu sampai ia pingsan.
setelah Dea pingsan laki laki terakhir terus memperkosa wanita tak berdaya itu. ia tampak leluasa dalam keadaan pingsan.
kemudian setelah puas bermain dengan tubuh gadis itu dengan kejam mereka dan tersenyum puas mereka meninggalkan Dea seorang diri dalam keadaan tak berdaya.
***
keesokan paginya.
hari masih gelap. sekitar pukul 4.00
Dea terbangun dalam keadaan mata tertutup, tangannya sudah tidak terikat, mungkin para pria mesum yang memperkosanya yang sudah melepaskan ikatannya .
badannya terasa lemah, kemaluannya sangat perih terasa. ia mencoba mengangkat tubuhnya untuk duduk.
argg..... akhirnya dea membuka kain tebal yang menutup matanya ,kemudian membuka perban mulutnya.
" Dea kamu harus bisa, kamu harus kuat.
Batin Dea meraung kesakitan.
dea dengan segala tenaga yang masih tersisa akhirnya berhasil menyeret tubuhnya ke jalan .
namun jalanan sangat sepi saat itu memang jarang ada yang melintas.
Dengan deraian air mata dea terus berjalan di tengah jalan.
dari jauh ia melihat sebuah mobil melaju dengan cepat kemudian dengan cepat ia menghampiri mobil itu berusaha untuk menabrakkan dirinya.
Brakkk........
Dea terjatuh lemah sebelum mobil itu menabrak.
seorang laki laki muda keluar dari mobilnya.
" hey,kau sudah gila ya , kau ingin mati.
baru membuka pintu laki laki itu sudah menyerocos.
namun ia kaget melihat wanita yang berpakaian sobek sobek, darah di kakinya.memar di bibirnya. wanita itu seperti abis di pukuli.
" heyy, kau kenapa? Laki laki itu panik mendekati dan meraih kepala gadis itu.
" mengapa kau tidak menabrakku? gadis itu bicara pelan kemudian tak sadarkan diri.
pemuda itu membopong Dea dan membawanya kerumah sakit.
****
Leo mendengarkan cerita panjang lebar dari Dea.
ia merasakan kesedihan yang mendalam ketika wanita itu menangis sesegukan tepat di depan matanya.
" kemudian beberpa minggu setelah kejadian itu. Dokter mengatakan aku hamil, Dea kembali menangis melanjutkan ceritanya.
" lalu Tuan muda berjanji akan menikahimu, karna saat itu kau mencoba bunuh diri lagi,benar begitu. tanya Leo dengan menahan air mata untuk tidak jatuh di pipinya.
Dea menganggukkan kepalanya seakan tak mampu lagi bicara.
" aku begitu salah menilai wanita ini,
selama ini aku merasa tidak suka akan dirinya padahal belum tau seluk beluk masalahnya. ucap leo didalam hati sambil menggigit bibir bawahnya menahan air mata untuk tetap tinggal di sana, tak sampai jatuh ke pipinya.
" lalu apa kau tega membuat nona Alika menderita pula? tanya leo.
" tidak...
Dea kemudian berdiri.
" Meski tuan akan menepati janjinya untuk menikahiku, aku tidak akan membiarkan nona Alika kehilangan sosok suaminya.
dia harus menjadi prioritas utama dimata tuan.
jawab Dea tegas sembari menghela nafas.