
*****
keesokan harinya, Alika menelpon seseorang untuk pergi langsung kesemarang guna mencari tahu tentang kehidupan Dea, wanita yang kini menjadi malapetaka bagi rumah tangganya bersama Marfin.
setelah hampir 12 jam Alika kemudian menerima telpon kembali dan mendapatkan semua informasi tentang Dea.
mendengar informasi yang dikatakan ,Alika tersenyum puas.
"bawa mereka kemari, bagaimanapun caranya? titah Alika.
****
pagi pagi sekali sebelum kekantor Marfin kerumah sakit menjenguk Dea,
Hari ini Dea sedang bersiap siap untuk kembali kerumah di bantu oleh bu ina.
" sayang, jadi anak baik ya? ucap Dea sembari memangku anaknya.
" jadi besok kita akan adakan syukuran ya non, tanya bi ina.
"iya bi, nanti bantu belanja ya.kata Dea.
"baiklah non, kata bi ina sembari merapikan barang barang Dea kedalam koper.
kemudian Marfin datang dari balik pintu dengan membawakan bubur di tangannya kemudian meletakkannya diatas meja tepat di samping Dea.
"sudah sarapan? tanyanya sembari duduk di samping dea yang tengah berbaring sambil memangku anaknya.
"belum, jawab Dea.
" sini Rachel biar aku yang gendong, Marfin menawarkan sembari menjulurkan tangannya.
Dea pun memberikan putrinya kepada Marfin sementara Dea di bantu bi ina menyendoki suap demi suap bubur yang di bawakan oleh Marfin.
setelah selesai membantu Dea bi ina kemudian bergegas meninggalkan ruangan.
cekrek ... suara pintu di buka oleh bi ina.
" astagfirowloh, kaget saya ucapnya sembari mengelus dada melihat seorang wanita yang tengah berdiri di hadapannya dengan melipat kedua tangannya.
" nona yang kemarin bantu nona Dea kan ya? tanya bi ina mengingat ngingat.
" iya benar, saya Alika bi, istri tuan Marfin. ucapnya sembari tersenyum.
"suami saya ada di dalam? tanya Alika kembali.
sejenak bi ina terdiam tak berkata.
" ada non, silahkan. ucap bi ina sembari menyingkir dari depan pintu.
Alika menarik pelan gagang pintu di hadapannya,
tepat di hadapannya ia melihat Marfin sedang memangku seorang putri di lengannya.
Alika berjalan pelan menghampiri keduanya sembari sedikit tersenyum,
"Mas kesini? bukannya kekantor? tanya Alika.
"iya sayang mas mau kekantor kok, ucapnya kemudian memberikan putri kecil kepada Dea.
Dengan tersenyum berat yang tersungging di bibirnya ,Marfin melangkah mendekati pintu kemudian menengok kembali kebelakang melihat Kearah Alika yang kemudian melayangkan senyum kepadanya.
"aku pergi dulu ya sayang, ucapnya kemudian menarik gagang pintu dan keluar dari ruangan.
sejenak di balik pintu Marfin menyenderkan kepalanya seolah hatinya merasakan kegelisahan yang teramat.
****
"Kau asli semarang? tanya Alika kepada Dea.
"dari mana nona tau? tanya Dea.
" kau tidak kehilangan identitas diri bukan? tanya Alika.
"bagaimana dengan keluargamu? tanya Alika kembali.
"aku tidak memiliki keluarga lagi, ucap Dea sembari mulai menyusui anaknya.
" jika keluargamu tau,bagaimana sikap aslimu, apa yang akan mereka perbuat terhadapmu? mendukungmu?tanya Alika menyindir.
" nona, lebih baik pergi jika kesini sekedar menghinaku, titah Dea.
" lalu? suamiku yang datang, mengapa tidak kau usir dia tadi? tanya Alika sembari tersenyum miring.
Alika menghela nafas kemudian mendekati lebih dekat Dea yang tengah menyusui anaknya.
" sayang? anak baik, jangan seperti ibu mu yaa....ucap Alika sembari mengelus lembut bayi mungil itu.
Sementara Dea hanya Diam menahan Marah yang ia pendam mendengar sindiran Alika sedari tadi.
" aku kasihan kepadamu, mengapa tidak kembali saja ke semarang tinggallah bersama nenek dan kakek mu? saran Alika.
" bagaimana kau tahu tentang keluargaku? ucap dea dengan terheran.
Alika hanya tersenyum melihat ekspresi Dea,
" kau mau mereka selamat? ucap Alika seolah mengancam.
" apa maksudmu? apa kau orang jahat? dimana mereka,hah? ucap Dea kemudian meletakkan putrinya di buaian.
" mereka aman bersamaku, Alika tersenyum kemudian melangkah menjauh dari dea.
" hey, tunggu. kata dea.
Alika berhenti sejenak kemudian tersenyum tanpa melirik kebelakang ,ia terus melaju menuju pintu untuk keluar ruangan.
setelah kepergian Alika Dea tampak begitu khawatir, di fikirannya Alika adalah wanita yang jahat, apa yang alika lakukan terhadap kakek dan neneknya?
"bagaimana wanita itu bisa menemukan kakek dan nenek? batin Dea.
****
Alika melajukan mobilnya dan berhenti di sebuah rumah kecil namun tampak nyaman dengan bangunan bergaya modern dan bercat abu abu.
" assalamu'alaikum,ucap Alika mengetuk pintu.
" eh ndok, dari mana saja? tanyanya.
"ini nek, Alika punya makanan buat nenek sama kakek, kata Alika kemudian masuk dan menaruh makanannya diatas meja sementara ia kedapur mengambil piring untuk menyajikan makanan.
" silahkan nek, kek..ucap Alika tersenyum menawarkan.
nenek sumiati dan kakek Ramlan adalah orang tua dari ayah dan ibu Dea Amanda.
mereka berdua tinggal di tempat yang kumuh ,tempat yang tak layak bagi kedua lansia diusia senjanya.
oleh karena itulah mendengar cerita dari pesuruhnya tentang keluarga Dea yang tinggal di tempat yang kumuh, alika meminta pesuruhnya untuk membawa nenek dan kakek dea ke jakarta dengan alasan akan di pertemukan dengan cucunya yang sudah lama menghilang tanpa kabar, hingga sampai di jakarta Alika memperlakukan keduanya dengan sangat baik ,memberi mereka pakaian juga tempat tinggal yang layak.
" jadi kapan Dea akan menengok kami ndok? tanya Nenek sumiati dengan tatapan sedihnya.
"apakah kalian masih mengingat wajah cucu kalian? tanya Alika.
" sedikit mengingat ndok, karna sudah lama tidak ketemu dan kami ini sudah tua jadi suka lupa sama orang ,kata nenek.
alika tersenyum mendengar perkataan nenek.
"jika begitu , anggap aku cucu kalian? Alika merentangkan tangan seolah ingin mendapat pelukan.
nenek sumiatipun menyambutnya hangat dan kemudian memeluknya.
"iya ndok, terimakasih ...ndok ini orang baik, kata nenek.
Malam berganti Alika tidak pulang ketempat bibinya, mertuanya ataupun kerumahnya sendiri, ia menemani kakek Ramlan dan nenek sumiati.
panggilan dan pesan dari suaminya pun tak di hiraukannya,
"sayang kamu dimana? tidur dimana? tanya Marfin lewat pesan whatsapp.
Alika hanya membaca pesan tersebut tanpa membalasnya, hingga Marfin mengirimnya pesan lagi terus menerus.
" aku membencimu mas, batin Alika.
Sepertiga Malam Alika bangun, ia menumpahkan keluh kesahnya mengadu kepada sang maha pencipta kehidupan.
hingga keputusan terakhir harus di ambilnya, setelah selesai solat dan termenung sejenak ia menghubungi pengacara untuk membantunya mengurus proses perceraian.
****
malam berganti pagi,Alika bangun dari tidurnya ,ia merasakan ada rasa mual yang melandanya, kemudian ia bergegas kekamar mandi dan membereskannya disana.
" ada apa dengan ku? batin Alika sembari memegangi perutnya.
" tapi aku sudah telat datang bulan, apa jangan jangan.... Alika mulai menerka nerka.
dengan cepat ia bersiap siap dan pergi kerumah sakit, namun tak lupa sebelum pergi ia berpamitan kepada kakek ramlan dan nenek sumiati.
***
"selamat nona, anda hamil.ucap Dokter.
Alika menghela nafas kemudian menjatuhkan kepalanya di meja spertinya ia merasakan penyesalam yang mendalam.
"ya allah , mengapa semua bisa terjadi,gumam Alika.
"Mengapa nona, tuan Pasti senang mendengar ini, ini kabar gembira bukan?kata dokter.
" Diam, aku ingin dokter merahasiakannya dari suamiku tentang kehamilanku,ancam Alika.
Dokterpun kemudian mengangguk menyetujui.
****
hari selanjutnya, di kediaman Marfin wijaya ia tengah duduk santai membaca koran, Rasti menghampirinya dan memberikan amplop berwarna cokelat kepada Marfin.
Marfin membaca surat itu perlahan,
surat dari pengadilan.
perihal:gugatan cerai.
setelah membaca ia langsung merobek surat tersebut dan melemparkan robekan kertasnya.
" baiklah jika itu maumu, cerai saja. kau fikir dirimu siapa ! bisa hidup tanpa aku, akan segera ku urus perceraiannya,teriak prustasi Marfin.
Dengan emosi Marfin keluar dari rumahnya dan melajukan cepat kendaraannya, di mobil ia berulang kali menghubungi Alika namun tak ada jawaban.
" ah siall, dimana dia ! beraninya dia ingin bercerai dariku, gerutu Marfin.
Marfin mencari Alika kerumah paman dan bibinya Alika namun tak di temukan, kemudian mencari kerumah orang tuanya,pun tak ada, kemanakah Alika? Marfin terus mencari dengan perasaan Amarah yang memuncak dalam dirinya.
*****
Di kediaman Dea,
" tuan, dimana Alika? tanya Dea.
"aku sudah mencarinya kesana kemari,tapi tak juga ketemu. kata Marfin.
" kemana dia membawa nenek dan kakekku? gumam Dea.
" apa maksudmu? tanya Marfin.
"benar tuan, dia telah menculik kakek dan nenekku, kata Dea.
"bagaimana bisa dia tau keberadaan keluargamu? mengapa kau tak pernah cerita padaku? tanya Marfin menyelidik.
"Maaf tuan, jawab Dea menunduk.
****
hari terus berganti Alika memutuskan untuk menyewa rumah sederhana di surabaya, dengan berjualan kue sederhana untuk mencukupi kebutuhannya sehari hari juga ia bekerja di salah satu perusahaan milik keluarga Alfino,
yahh.... meski semula Alika terus menghindari Alfino, namun karna kegigihan Alfino setelah tau Bahwa Marfin memiliki wanita lain,ia terus membantu Alika agar terlepas dari Marfin.
Bu irma akhirnya tau kejadian sebenarnya, apa yang terjadi dengan hubungan antara anak dan menantunya, hingga suatu hari ia marah besar kepada Marfin, Marfin yang saat itu merasa bersalah memohon ampun kepada orang tuanya terlebih kepada paman dan bibinya Alika, namun dua keluarga itu sudah kecewa dengan perbuatan Marfin hingga akhirnya mereka bersekongkol untuk tidak memberi tahu keberadaan Alika.
Alika yang kini mengandung anak Marfin ,ia menjaga kandungan itu dengan baik di bantu oleh nenek sumiati dan kakek Ramlan.