
sesampainya di rumah, pak Adi menceritakan undangan dari Marfin untuk Alika.
," bagaimana nak? tanya pak Adi kepada Alika.
," tidak paman, untuk apa aku menemuinya, berani sekali dia meminta seperti itu kepada paman. jawab Alika merasa jengkel.
," bukankahkah Alika dan tuan muda pernah satu sekolah dahulu,? tanya pak Adi tersenyum,
," Alika tertawa.
benar paman, tapi aku tidak ingin lagi berhubungan dengannya dalam hal apapun, jelas Alika.
mengapa? tanya pamannya penasaran.
"jadi begini paman , tuan mudamu itu sangat sombong , sok tampan, aku tidak suka, yahh tidak suka. ah sudahlah paman aku tidak suka mendengar namanya. jawab Alika ketus.
kemudian pamannya tersenyum.
bukankah benar bahwa tuan muda itu memang tampan? nada bicaranya menggoda
,"ahh... paman.... wajah seperti itu dibilang tampan. Alika menjawab kemudian bergegas pergi kekamarnya.
ke esokan harinya ....
pak Adi membukakan pintu mobil untuk seorang tuan muda yang gagah nan perkasa ," silahkan tuan, ucap pak Adi.
ditengah perjalanan keheningan menyelimuti.
" *bagaimana dengan Alika, dimana ia bisa menemuiku, di kantor atau di rumah, *Marfin mulai bicara.
" *maaf tuan muda, sepertinya Alika masih sibuk membantu bibinya dirumah.dia tidak bisa jawab pak Adi dengan gugup.
" sialan ....dia sok jual mahal lagi***.
gumam Marfin didalam hati.
bagaimana jika Alika bekerja diperusahaanku saja pak? marfin mencoba menawarkan.
" saya sangat senang tuan mendengar niat baik tuan muda, akan saya coba tawarkan karna saya tahu betul Alika dia keras kepala, apa yang menurutnya baik terkadang ia tak mendengarkan kata orang lain. ucap pak Adi mencoba menjelaskan.
tiba di kantor ...
pak Adi membukakan pintu, dan kemudian sekertaris Leo menyambut tuan muda tersebut.
" Bagaimana jadwal hari ini,sudah kau siapkan?
" sudah tuan, jam 9.00 ada pertemuan dengan klaen dari Singapura,kemudian pukul 13.00 di lanjutkan makan bersama , tempat dan restaurantnya pun sudah saya siapkan, jawab sekertaris Leo dengan tegas.
*Lalu apa lagi? tanya Marfin kembali.
" Tidak ada lagi tuan,hari ini tuan sedikit banyak waktu luang. dan berkas berkas yang kita perlukan untuk meeting sudah saya siapkan tuan. ucap sekertaris leo.
Marfin berjalan di ikuti oleh sekertaris Leo,
" selamat pagiii..... ucap Leo menyapa semua orang yang ia temui di ruang kantor.
berbeda dengan Marfin yang banyak di kejar wanita karna ketampanan dan kekayaannya. sekertaris Leo di idolakan karna kelucuan tingkahnya, juga keramah tamahannya kepada semua orang.
sesuai waktu yang sudah di tentukan, setelah selesai meeting dan makan bersama marfin buru sekali pulang dari kantor tidak seperti biasanya.
" tuan, apakah butuh bantuan saya?
sekertaris Leo menawarkan.
"*yaahhh tentu saja aku membutuhkanmu, beaok adalah ulang tahun ibuku. kau harus mempersiapkan semuanya semaksimal mungkin. *Aku memberi tanggung jawab ini kepadamu, dirumahku acaranya harus meriah. dan oh ya undangan harus sudah kau cetak hari ini. ucap Marfin.
" Baik tuan, akan ku buat acaranya begitu sangat spesial sehingga di mana semua orang akan turut bahagia di hari itu. jawab sekertaris Leo dengan tersenyum.
" Baiklah**....kalo begitu aku tunggu dirumah sore ini.
" Tepat waktu tuan , jawab sekertaris Leo tegas.
sore harinya...
undangan yang sudah di siapkan oleh sekertaris Leo di tunjukan kepada Pak Anton wijaya dan Bu Risma,Marfin serta Anandita adiknya yang baru saja tiba dari jerman.
" Haloo ... ya ampun kak Leo apa kabar? tanya Ana ke pada sekertaris Leo.
" baik nona, seperti yang nona Lihat mungkin saya saat ini bertambah tampan...gurau sekertaris leo.
Ana pun tertawa dengan gurauannya.
" Lalu bagaimana dengan nona Ana? tanya sekertaris leo.
" seperti yang terlihat juga, makin hari akupun bertambah cantikk......Ana tersenyum,sikunya sengaja menyenggol sekertaris leo.
melihat keduanya saling melempar canda. Marfinpun tersenyum dan menarik leo yang masih berdiri dan membawanya sedikit menjauh dari keluarganya.
" ini undangan, marfin menjulurkan undangan kepada Leo.*Aku ingin kau yang mengantar undangan ini kepada pak Adi.pinta Marfin.
yaaa benar*, jawab Marfin.
bukankah dia masih ada disini, tanya Leo.
Akhirnya Marfin memberitahukan bahwa sanya undangan itu untuk keponakan pak Adi yang bernama Alika teman sekolahnya dulu.
" *Baiklah tuan, akan kupastikan nona Alika langsung yang menerima undangan ini.jawab Leo.
" ya seharusnya begitu*...jawab marfin kembali.
sekertaris Leo akhirnya terlebih dahulu pergi kerumah Pak Adi untuk menemui Alika sementara pak Adi masih sibuk membantu persiapan ulang tahun besok.
" Tok..Tokk...Tokk...( suara pintu di ketuk)
kebetulan Alika yang membuka pintu.
"siapa tanya Alika?
sejenak sekertaris Leo memandangi wanita yang berdiri di hadapannya.
"apakah ini yang namanya Alika? Gumamnya dalam hati.
Maaf Nona, bisakah saya bertemu dengan nona Alika. tanya sekertaris leo memastikan.
"iya saya sendiri , tuan ini siapa ? tanya Alika.
" perkenalkan saya Leo, sekertaris tuan Marfin wijaya. jawab sekertaris Leo.
" ya ampunn.... ada apalagi laki laki itu, mengapa sampai mengirim sekertarisnya kemari.Gumam Alika dalam hati.
" Owhh... ada keperluan apa? dimana pamanku, mengapa tidak sekalian dengannya kemari.tanya Alika Lagi.
" Nona Alika....Leo tersenyum.
" tak berniatkah nona menawarkan saya masuk . Leo tersenyum dan mencoba sedikit bercanda.
Alika hanya tersenyum kemudian mempersilahkan Leo masuk.
akhirnya beberapa menit mereka berbincang bincang dan sekertaris Leopun menyampaikan maksud kedatangannya.
" sampai ketemu besok ya nona, saya akan menjemput nona besok malam jam 7 ...ucap sekertaris leo tersenyum.
nonaa...... saya akan tepat waktu.
ucap sekertaris leo tersenyum lagi sebelum mobil yang di kendarainya melaju.
Alika hanya tersenyum kecil lagi.
" Ada apa dengan laki laki itu mengapa sepertinya dia ingin sekali bertemu denganku " gumam Alika sebelum menutup pintu.
Tak lama kemudian terdengar pintu di ketuk kembali..
" ah sialll.... siapa lagi, jangan jangan laki laki itu, si sok tampan( Alika berjalan dengan sangat pelan menuju arah pintu ia membuka gorden jendela dan memastikan siapa yang datang)
" pamannnn...... Alika membuka pintu.
" mana bibimu ? tanya pamannya.
Bibi sedang tidur paman, jawab Alika.
" Alika.... ucap pamannya memandang Alika.
sepertinya tuan muda menyukaimu? ucapnya lagi.
Alika mengerutkan kening.
" *menyukaiku, tidak mungkin paman. dia laki laki sok sempurna, bagaimana mungkin dia menyukai wanita sepertiku, ah akupun tidak menginginkan ia menyukaiku. jawab Alika.
" paman serius nak. dia menawarkanmu untuk bekerja di perusahaannya jika kau berkenan paman akan bicarakan hal ini dengan bibimu, bibimu mungkin akan setuju*.ucap pak Adi.
" paman, aku lebih suka membantu bibi membuat kue kue pesanan , atau menulis sebagai hobiku, kalaupun aku bekerja aku tidak ingin mempunyai bos seperti dia, ahh tidakk.... jawab Alika kemudian mengangkat kedua tangan.
pak Adi tersenyum melihat ucapan alika yang selalu menunjukkan rasa ketidaksukaannya kepada tuan mudanya itu.
" oh iya... ini baju untuk mu besok , pak Adi menyodorkan bungkusan kepada Alika.
" paman membelikannya untukku? Alika heran.
pak Adi menganggukan kepala seolah meng iyakan karna ia tahu jika ia memberi tahu bahwa baju yang ia terima adalah pemberian dari Marfin , Alika pasti menolak untuk memakainya.
"*Tapi untuk apa paman?
baju Alika banyak,
" Datanglah besok dengan baju ini, pinta pak Adi*