
yeyy....
Batin Alika.
senang rasanya bisa berbulan madu seperti kebanyakan pasangan baru umumnya.
"*sayang ,maaf sepulang mu nanti kita tidak bisa bertemu karna Ayah harus kembali ke jerman bersama Ana. ucap pak Anton .
mengapa mendadak ayah . jawab Alika.
" tidak nak, Ana pun sudah lama disini, jadi kami harus kembali, nantipun kami kembali lagi, ucap pa Anton.
" iya kak Hati hati ya, semoga kalian secepat nya mendapat momongan. Harap Ana.
" ayah dan Ana juga hati hati ya, ucap Alika.
, iya sayang, pak Anton mengusap rambut menantunya dengan penuh kasih.
" Marfin, jaga istrimu baik baik. pinta pak Anton.
sekretaris leo kemudian membukakan pintu mobil untuk nona Alika mempersilahkannya masuk.
lambaian tangan keluarga Marfin wijaya mengiringi keberangkatan Alika dan Marfin.
tiba di stasiun,
" Leo kau harus menjaganya, kau harus mengunjunginya. aku sudah menstransfer semua kebutuhannya. bisik Marfin kepada sekretaris Leo.
dan ya.... selama aku pergi kau harus banyak mengabariku baik itu masalah pekerjaan ataupun yang menyangkut keadaannya. bisik Marfin kembali.
sekretaris leo mengangguk mengerti.
" apa yang mereka bicarakan, mengapa seperti rahasia sekali? Batin Alika.
Marfin merangkul istrinya dan menuntunnya menuju ke ruang tunggu.
" apa yang akan kita lakukan di sana? tanya Alika.
Marfin tersenyum mendengar pertanyaan istrinya.
kau dengar kata adikku, semoga cepat dapat momongan? paham maksudnya. Marfin tersenyum melirik Alika.
jadi kita?,Alika meyakinkan.
tiba saatnya mereka menaiki pesawat.
beberpa jam akhirnya pesawat mendarat.
" Ayo... Marfin menggandeng Alika ke tempat pengambilan barang.
kemudian taksi menjemput mereka.
" silahkan tuan.
" kau sudah memesan tempat . tanya Alika.
" sudah di persiapkan dengan baik. jawab Marfin tersenyum mengusap lengan istrinya.
mereka tiba di sebuah villa yang tidak jauh dari pantai.
" villanya bagus tuan, Alika melihat kearah villa yang akan di tempatinya untuk beberpa hari kedepan. ia berjalan terlebih dahulu di ikuti marfin.
" waahh..... tempatnya sangat bagus.
Alika melihat lihat semua fasilitas yang ada di villa tersebut.
kolam renang, tempat olahraga, dapur, kemudian marfin menunjukkan kamar tidur mereka yang memiliki dua kamar mandi.
" arghh....aku lelah sekali.
" Alika merebahkan tubuhnya .
, eh tuan , cepat kemari. pinta Alika.
, Marfin menganggukkan kepala.
aku akan keluar sebentar.
*aku sudah memesan makanan , nanti kita akan makan romantis berdua ? jawab Marfin.
" Makan malam romantis, andai waktu tak bergerak, aku ingin selalu mendengar kata kata lembut itu ditelingaku, rasanya aku begitu ingin memelukmu, walau hanya mengucapkan terimakasih . Batin Alika.
cepatlah bersiap siap?
Alika bangkit dari tempat tidurnya.
kemudian Alika bergegas kekamar mandi.
,tuannn airnya tidak mau hidup , teriak Alika dari kamar mandi.
bagaimana mungkin, sudah kau hidupkan krannya , teriak Marfin.
baiklah, aku akan kesana.
Marfin membuka pintu kamar mandi, aahh, tanganmu terlalu lembut memutarnya,ucap Marfin.
Air shower jatuh sangat romantis kebawah dua pengantin baru. keduanya menikmati jatuhan air saling bertatapan kemudian tertawa bersama sama.
seketika Alika terdiam tersipu malu saat Marfin mendekatinya mendekati bibirnya seakan akan menciumnya, namun Marfin menghentikannya.
" Mandilah, ucap marfin mengusap rambut basah Alika.
aku juga akan mandi di kamar mandiku, ucap Marfin.
" Apa yang dia lakukan,mengapa dia ragu mencium istrinya sendiri. Batin Alika jengkel.
beberpa menit Alika selesai mandi. kemudian ia memakai gaun malam yang indah .
" kau sudah siap tanya Marfin yang baru keluar dari kamar mandi.
" oh iya aku sudah siapkan baju untukmu, pakailah. pinta Alika.
Marfin tersenyum mengangguk.
mereka melewati malam romantis, di bawah bintang bintang, dengan di hiasi lilin di sekeliling mereka .
alika terlihat begitu bahagia ia tak luput dari senyuman manisnya.
mereka kembali ke kamar dengan tawa bersama, Marfin melingkarkan lengannya di pinggang istrinya.
" terimakasih tuan, kau menjadikanku seperti seorang istri sesungguhnya. ucap Alika setelah mereka di dalam kamar dan keduanya terbaring.
Marfin tak menjawab ia lalu memalingkan tubuhnya dari hadapan Alika.
Matahari pagi tampak menembus kamar mereka, Alika masih tertidur disamping marfin yang sudah terbangun.
Marfin akan bangkit dari tempat tidur.
kemudian mata Alika terbuka dan menggapai tangan Marfin .
mau* kemana? tanya Alika.
kepantai?.
Alika kemudian bangkit dari tidurnya.
Ayo , aku ikut. Alika melingkarkan lengannya pada marfin. Marfin menatapnya dengan tajam kemudian Alika melepaskannya.
Alika berlarian kesana kemari dipinggiran pantai, sesekali berteriak, menghepaskan nafas pelan pelan.
, *ayo tuan, ajak Alika mengulurkan tangannya.
kemudian Marfin menyambutnya.
bak pasangan serasi mereka berlari lari, bermain pasir, air.
" aku ingin melukis namamu di atas pasir, namun takut ombak menghapusnya.
begitulah kata hati Alika ketika saat itu ia menatap mata suaminya*.