Pernikahan Yang Tak Diinginkan

Pernikahan Yang Tak Diinginkan
Aku Yang Akan Datang Padamu


Happy reading ❤️


"Aku katakan padanya jika itu terjadi maka aku yang akan merebutmu darinya, aku akan merebutmu dari lelaki mana pun karena kamu hanya boleh jadi milikku seorang. Aku tergila-gila padamu, Sabina Mulia."


Hening untuk sesaat hingga Sabina tak bisa menahan senyumnya. Gibran yang melihat itu langsung berjalan mendekati dan duduk di ranjang istrinya dengan saling berhadapan.


"Aku sedang tidak bercanda, Bina. Apa yang aku ucapkan ini benar adanya." Tutur Gibran sungguh-sungguh.


Sabina menatap mata Gibran dengan dalam sebelum ia membuka suara. Ia letakkan bayinya yang telah tertidur tepat di sebelahnya.


"Gibran, aku...," ucap Sabina mulai berbicara.


"Please jangan bilang terimakasih atas perasaanku, aku mau kamu pun merasakan hal yang sama." potong Gibran cepat.


"Dengarkan dulu, Pak dokter." kata Sabina dengan gemas.


Gibran pun diam, tapi masih dengan wajahnya yang ditekuk karena rasa cemburu yang belum juga hilang.


"Seandainya itu terjadi, kamu tak usah rebut aku dari Andre atau lelaki manapun." lanjut Sabina dan Gibran pun mendengarkan dengan seksama.


"Karena aku hanya akan menanti kedatanganmu dan jika perlu aku sendiri yang akan datang padamu karena kamu satu-satunya lelaki yang aku cinta. Percayalah..."


Wajah Gibran yang dingin kini berangsur mencair ketika ia mendengar apa yang istrinya ucapkan. Senyuman terbit di bibirnya yang sedari tadi terkatup rapat.


"Apa kamu ingat ketika aku cemburu padamu beberapa waktu lalu ? aku sangat mencintaimu dan sangat takut kehilanganmu sehingga perasaanku mengalahkan logika ku. Aku sangat egois menginginkan kamu hanya peduli padaku seorang saja padahal waktu itu Amanda adalah pasien kamu dan sebagai dokter kamu berkewajiban untuk menolongnya. Tapi aku yang terlalu mencintaimu tak mau mengerti soal itu semua." lanjut Sabina seraya terus menatap mata suaminya dengan dalam.


Pikiran Gibran membayangkan kejadian beberapa waktu lalu itu dan ia pun membenarkannya.


"Jadi kamu sendiri yang akan datang padaku ?" Tanya Gibran antusias.


"Hu'um, tentu saja aku akan mencarimu."


"Dan mengabaikan semua lelaki yang mencintaimu?" tanya Gibran lagi dan Sabina pun menganggukkan kepalanya dengan mantap.


"Ya aku akan datang padamu karena hanya kamu yang aku cinta." Sabina menambahkan.


"Apa kamu akan datang padaku dengan membawa semua gaun keramatmu ?" Tanya Gibran dengan senyumannya yang kini terkembang sempurna.


"Hu'um, aku akan membawanya dalam satu koper penuh." jawab Sabina sembari tertawa.


"Dan kamu hanya boleh memakainya di hadapanku saja." kata Gibran penuh rasa posesif.


"Tentu saja Pak dokter, itu pakaian dinas aku waktu sama kamu saja." timpal Sabina seraya menaik turunkan alisnya menggoda sang suami.


"Aku satu-satunya Papa kelinci mu ?" tanya Gibran lagi sambil tertawa.


"Tentu saja, kamu satu-satunya !! Tak ada Papa kelinci yang lain" Jawab Sabina penuh keyakinan.


"Maka aku yang akan datang padamu, yang perlu kamu lakukan hanya duduk manis menungguku." Ucap Gibran dan Sabina pun tersenyum mendengarnya.


"Aku jatuh cinta padamu lebih dari yang bisa kamu bayangkan." ucap Sabina mengungkapkan perasaannya.


"Jadi percayalah hatiku takkan berpaling." lanjutnya lagi seraya membawa tangan Gibran pada genggamannya.


"Aku pun Bina, aku sangat mencintaimu. Hanya kamu satu-satunya bagiku, takkan pernah ada yang lainnya." ucap Gibran dan ia pun menatap dalam mata istrinya sebelum akhirnya ia melabuhkan bibirnya di atas dahi Sabina dan menciumnya penuh perasaan.


Keduanya diam dalam hening dengan mata yang terkunci saling menatap. Ada cinta yang besar dalam pandangan mata keduanya. Baik Gibran maupun Sabina merasakan cinta yang sama besarnya.


"Sudah jam 9 malam, ayo istirahat mumpung baby Atha tidur Karena kita harus bersiap untuk begadang lagi." ucap Gibran mengingatkan


"Baiklah,"


"Kamu harus bersabar ya sayang, bayi baru lahir belum mempunyai pola tidur yang benar sehingga mereka terjaga di malam hari tapi tenanglah aku pasti akan menemani." ucap Gibran.


"Iya tentu saja harus menemani, karena kita membuatnya juga berdua." kata Sabina penuh goda.


"Jangan lakukan itu , Bina. Jangan menggodaku dulu. Aku gak mau kamu hamil lagi dalam waktu yang dekat." ucap Gibran mengingatkan dan Sabina pun menutup mulutnya dengan kedua tangan karena terkejut dengan apa yang baru saja Gibran ucapkan.


***


Tak sulit baginya untuk melakukan itu semua karena ia seorang dokter. Gibran meletakkan bayi yang tertidur menelungkup itu di atas dadanya. Ia benar-benar menikmati waktunya sebagi orang tua baru. Meskipun lelah karena energinya terkuras namun ia merasa bahagia.


Begitu juga Sabina, ia merasakan hal yang sama. kelahiran baby Athalla menyempurnakan hidupnya. Ia tersenyum melihat 2 lelaki yang sangat ia sayangi, bermandikan cahaya matahari. Samar-samar terdengar senandung lagu dari mulut Gibran ketika ia bersama bayinya.


"Bina, apa Athalla sudah bangun ? ayo ibu mandikan." tanya Ibu mertuanya dari balik pintu kamar.


"Itu," tunjuk Sabina pada sang ibu sembari tersenyum. Ia menunjukkan Gibran yang sedang berjemur dengan anak mereka.


"Oh ya sudah... kalau libur begini bagian bapaknya." ucap ibu mertuanya seraya tersenyum melihat anaknya yang begitu bahagia.


***


Di lain tempat, Andre sedang menikmati sarapan pagi bersama kedua orangtuanya. Sampai detik ini tak ada yang tahu masalah besar yang ia alami kecuali ibunya. Sebisa mungkin ia menutupi kenyataan pahit yang ia alami itu, ia menelan sendiri semua rasa sakit yang ia alami karena ibunya pun tak mau peduli. Bagi sang ibu kematian anak Andre adalah akhir dari cerita anaknya bersama Amanda


Namun tidak begitu bagi Andre, kematian anaknya meninggalkan ruang hampa dalam hatinya. Meski tak ingin, tapi semua itu selalu terpikir dalam benaknya.


Ingin Andre meluapkan segala keluh kesah yang ada dalam hatinya tapi ia tak sanggup. Ada satu keinginan Andre yang paling besar yaitu ia ingin anaknya mendapatkan pengakuan meksipun ia telah tiada.


"Andre, akhir-akhir ini kamu lebih diam. Kamu tidak berbuat onar lagi bukan ?" tanya ayahnya dengan nada suara sinis.


Andre yang sedang melamun menjatuhkan sendok yang ia pegang hingga membentur piring dan menimbulkan suara yang nyaring.


"A... aku tidak melakukan apapun." jawab Andre dengan tersenyum masam.


"Bagus ! Sekali lagi kamu berbuat sesuatu yang mencoreng nama baik keluarga Tama, maka angkatlah kakimu dari sini." ucap ayahnya tanpa terbantahkan.


Andre hendak berbicara lagi namun ibunya yang duduk di seberang meja melayangkan pandangan penuh ancaman sehingga Andre mengurungkan niatnya untuk berbicara.


"Andre baik kok, Pa. Sekarang hidupnya lurus tanpa masalah. Tak ada hal buruk lainnya yang mama dengar." Timpal ibunya dan itu semakin Andre merasa terpukul.


Bagaimana mungkin ibunya mengatakan jika ia baik-baik saja padahal ia baru saja kehilangan anaknya dan sakit yang ia derita belum juga sembuh.


Tak ada satupun yang tahu perihal sakitnya kecuali Alya, tak terbayangkan jika sang ibu tahu tentulah Andre akan semakin tertekan.


Sebenarnya dokter yang menangani Andre mengatakan jika penyakitnya bisa diobati jika ia disipilin untuk melakukan pengobatan namun banyaknya kejadian yang mencengangkan membuat Andre lalai terhadap pengobatannya sendiri.


"Bagus kalau kamu sekarang hidupnya tanpa masalah. Sebagai salah satu penerus keluarga Tama harus mempunyai kualitas yang diri yang baik karena mungkin suatu hari nanti perusahaan akan kembali kamu pimpin." ucap ayahnya, namun dalam hati Andre terlintas jika ia tak layak untuk itu.


"Bulan depan adik kamu pulang ke Indonesia, dia juga akan mulai bergabung dalam perusahaan. Kamu harus jadi contoh yang baik buatnya. Kita adakan makan malam untuk menyambut kedatangannya." ucap ayahnya lagi.


Salah satu adik laki-lakinya memang sedang menimba ilmu di negara tetangga dengan mengambil jurusan bisnis. Usianya terpaut 2 tahun saja di bawahnya.


"Adik kamu berhasil mendapatkan nilai terbaik di kampus, Keluarga Tama memang memiliki kualitas terbaik," ucap ibunya penuh kebanggaan. Banyak lagi yang ibunya banggakan tentang menjadi seorang 'Tama' dan ayahnya pun setuju membenarkan, namun tidak dengan Andre, Ia merasa apa yang orangtuanya katakan berbanding terbalik dengan keadaannya saat ini.


to be continued ❤️


makasih udah baca.


yang suka ceritanya vote ya ❤️❤️❤️❤️


Selamat hari Senin, semoga dimudahkan segala urusannya. aamiin...


terimakasih 😍


Note : Ada yang bertanya bercin*a seperti kelinci itu apa maksudnya ? aku mau jelasin dikit.


Kelinci itu adalah salah satu binatang yang memiliki naf*su segs yang besar. Dalam keadaan yang fit kelinci diperkirakan dapat melakukan hubungan Int*m sepanjang waktu, dan kelinci betina pun sangat mudah turn on bahkan sang betina bisa dikawini lagi tak lama setelah ia melahirkan. Ini membuat kelinci mudah berkembang biak.


Sekian dan terimakasih.


Informasi cem apa ini wkkwkwkwkwkkw


Maapkan aku yang gaje ini 🤣