Pernikahan Yang Tak Diinginkan

Pernikahan Yang Tak Diinginkan
wanita itu bernama Dea


Drt......Drettt..


ponsel Marfin berbunyi.


ia segera menjauh dari jee yang masih di meja makan kemudian merogoh saku celananya.


" Tuan bisakah kau kerumah sakit X. aku menemukan nona Dea dalam keadaan pingsan. ucap sekretaris leo disana.


*Apa yang terjadi?apakah dia membuat mencoba membunuh dirinya lagi. tanya Marfin dengan raut wajah kesal.


saya berfikir demikian tuan?


jika bisa, tolong tuan bisa menyusul. saya sedang menuju kerumah sakit .


Baiklah aku akan segera kesana. Marfin kemudian mengakhiri telponnya.


di tempat lain.


sekretaris leo melihat Dea lewat spion yang ada didepannya, Dea sedang terbaring lemah di bangku belakang.


Kasian sekali wanita ini. Batin sekretaris Leo.


kau harus kuat Dea, demi bayi yang ada dalam kandunganmu. demi Tuan.


..


kau tahu, tuan pasti sangat menyesal jika sesuatu terjadi padamu. ucap Leo kepada Dea yang tak sadarkan diri.


sementara itu,


Marfin tergesa gesa dengan berlari ia menaiki anak tangga untuk menemui istrinya.


La...lalaaa...laa... Alika bernyanyi nyanyi kecil


ia sedang mengeringkan rambutnya yang basah.


ceklak..Marfin membuka pintu.


kau sudah mandi tanya Marfin.


sudah jawab Alika.


lalu kita akan pergi kemana tanya Marfin.


Marfin kemudian masuk dan segera mengambil jas dan meminta izin untuk pergi.


Maafkan aku, aku sedikit terlambat beberpa menit lagi aku ada meeting. ia memakai jasnya kemudian melihat jam di tangannya.


wajahnya terlihat nampak cemas.


kita akan pergi nanti malam saja ya. ucap Marfin.


inikan hari minggu?


kenapa kau kerja ? tanya Alika.


mau bagaimana lagi.jawab Marfin datar.


kemudian dengan langkah cepat ia meninggalkan kamarnya menuruni kembali anak tangga.


Heyy..


kau mau kemana ? tanya jee.


Aku ada urusan, Marfin menepuk lengan jee.


Dari jendela kamar, Alika melihat Marfin memasuki mobil mewah seperti kehilangan kendali ia memacu mobilnya dengan kecepatan maksimal.


Tin ...tinnnn.... tinnn....


klaksonnya di bunyikan beberapa kali hanya karna security sedikit lama membukakan pintu.


" Apa yang terjadi, mengapa dia seperti khawatir.? Batin Alika.


ia hanya berfikir mungkin suaminya sedang mengejar waktu untuk menemui klaennya .


" *Entah apa yang harus aku lakukan?


wanita itu terus saja ingin mati. Batin Marfin.


Marfin kehilangan kendali , kemudian mobilnya menabrak mobil pengendara lain.


Marfin kemudian berhenti dan merebahkan tubuhnya di sandaran kursi sejenak menghela nafas.


seorang wanita mengahampiri mobilnya.


" hey... keluar.


kau harus tanggung jawab mobilku lecet.


cepat keluar atau aku akan melaporkanmu ke polisi. ucap wanita itu mengetuk kaca mobil marfin*.


*Ahhh siall.....hampir saja aku juga mati gara gara wanita itu. gerutu Marfin kesal.


kemudian dia membuka kacanya.


" kau.....


Mata tiara terbelalak saat melihat ternyata Marfin yang ada dalam mobil tersebut.


" Mengapa kau tidak hati hati dalam mengendara? kau tahu itu akan membahayakanmu? ucap Tiara .


ada apa denganmu. tanyanya lagi.


Tanpa menjawab pertanyaan Tiara ataupun meminta maaf kepadanya , Marfin hanya menatap lirih kemudian dia langsung memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.


" tuann..


suara tiara memanggil.


Marfin kini sudah fokus menyetir ia tak memperdulikan tiara yang memanggilnya dengan suara keras sekalipun


Tiara kemudian cepat cepat masuk mobil dan membuntuti Marfin.


" mau kemana dia, mengapa seperti terjadi sesuatu. ucap tiara sambil memacu mobilnya*.


di tempat lain.


Sekretaris leo dengan sigap membopong Dea dan membawanya kerumah sakit.


*Tiba di rumah sakit.


sekretaris leo kemudian turun dan membuka pintu untuk dea dan membopongnya.


" Ada apa? tanya suster yang berlari menghampiri sekretaris leo.


tolong panggilkan dokter. pinta sekretaris leo dengan volume tinggi.


kemudian dokterpun datang dan memberikan pertolongan kepada dea*.