
seharian mereka berdua melayani para tamu. hingga tiba malam hari pestapun telah usai.
brukk....Marfin merobohkan tubuhnya diatas kasur.
"tuan apa sebaiknya mandi dulu ganti pakaianmu, ucap Alika.
" aku lelah. jawab Marfin.
Alika kemudian bergegas membersihkan diri .
setelah keluar dari kamar mandi ia melihat Marfin tertidur masih mengenakan baju pesta dan sepatu masih melekat di kakinya.
kemudian Alika memposisikan posisi tidur Marfin , melepas kaos kaki dan juga sepatunya.
Arghh... Alika naik kekasur dan berusaha melepaskan jas yang masih dikenakan oleh Marfin " ya ampunn susah sekali. ucap Alika.
" ah sudahlah merepotkan saja. Alika menyerah. dan ia kemudian membaringkan tubuhnya, di pandanginya wajah suaminya.
" Ahh apa yang ku fikirkan. ucap Alika yang kemudian memalingkan badannya, namun tiba tiba tubuh Marfin miring kearahnya lalu memeluk tubuh Alika.
Alika berusaha melepaskan, namun tangan Marfin sangat kuat walaupun dalam keadaan tertidur.
ke esokan paginya....
jam alarm berbunyi pukul 4.00
saat mata Alika terbuka kemudian melihat tangan yang memeluknya erat ia menjerit sekencang kencangnya.
Aaaa..... aaaaa.......
sontak Marfin terbangun dan turun dari atas ranjang karna di kagetkannya suara Alika.
heyy kau sudah gila ,bentak Marfin.
apa yang kau lakukan di kamarku, Alika berteriak melipatkan kedua tangan ke badannya.
hey , perempuan bodoh. bukankah aku sudah menjadi suamimu. ucap Marfin.
kau tidak ingat? Marfin kembali bertanya sambil tertawa.
Alika kemudian mengerutkan kening melihat kesegala arah di kamarnya tampak kamarnya masih terhias sebagai kamar pengantin. Alika tersipu malu.
Marfin masih menertawai Alika.
*Dasar gadis bodoh," ucap marfin kembali tertawa kemudian kembali kekasur dan melanjutkan tidurnya.
Tok tokk tokk*. suara pintu di ketuk.
Marfin tersenyum mengarah kepada Alika" buka cepat, mereka mendengar teriakanmu tadi nona, Marfin tersenyum lagi sambil menyelimuti tubuhnya.
Alika tersipu Malu.
hehe... ada apa paman, bi? tanya Alika.
kami mendengar suara teriakanmu begitu keras,jika tetangga mendengarmu nanti dikira kau tengah di siksa. Ucap bibinya**.
pamannya tersenyum.
Alika semakin tersipu .
hufzt...
Alika menghela nafas setelah paman dan bibinya pergi.
iya kembali menatap kearah Marfin yang sudah tertidur kembali.
"aku sudah menikah? aku tidak percaya ini, ya ampun. gumam Alika tersenyum dan kemudian ia bergegas kekamar mandi dan membersihkan diri.
beberapa menit kemudian ia keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk berukuran pendek.
Mata Alika terbelala melihat Marfin sudah membuka mata di atas kasur. Alika ketakutan.
"kami ingin kau melucuti pakaian mu satu persatu, lalu kita nikmati malam ini bersama"
kejadian itu tiba tiba muncul di fikiran Alika. Marfin tersenyum melihat tingkah Alika. "Dasar gadis bodoh, sudah cepat ganti pakaian?
"jangan melihat ke arahku, palingkan badanmu cepat. pinta Alika.
Marfinpun mengikuti kata Alika ia kemudian membalikkan badannya sambil tersenyum lebar.
beberapa menit kemudian,
"aku sudah selesai memakai pakaian, Alika menengok Marfin yang masih berbaring di lihatnya marfin kembali tertidur.
oh ya ampun ayolah bangun, ucap Alika menarik tangan Marfin.
ini sudah subuh, ayo kita solat pinta Alika.
marfin kemudian membuka matanya"baiklah karna ini hari pertamamu aku akan menurutimu, nanti siang aku akan mengajakmu kerumah ku bersiap siaplah" ucap Marfin.
Marfin dan Alika melaksanakan solat shubuh berjama'ah pertama kalinya. setelahnya Alika menyiapkan sarapan untuk keluarganya terutama untuk sang suami.
Marfin turun dari kamarnya.
Mari sarapan tuan, pinta pak Adi.
Marfin melihat lihat sarapan yang sudah tersaji di atas meja.
" ayo duduklah,bu risma meminta.
Alika mengambilkan nasi goreng yang telah ia buat untuk menu sarapan .
" nasi goreng? yatuhann.....apa apa'an ini, Marfin mengerutkan kening.
tidak suka ya tuan? ucap pak adi.
ah, suka kok paman. Marfin kemudian memakan nasi goreng yang sudah Alika siapkan.
bisakah memanggilku seperti kalian memanggil Alika? pinta marfin.
pak Adi menatap Alika dan istrinya.
oh tentu saja, mari di makan nak. pak adi tersenyum.