
selesai makan malam mereka berdua kembali kekamar.
" Mas mandi dulu gih. titah Alika.
selesai mandi, Marfin dan Alika berbaring di balik selimut tebal, Alika berbalut gaun malam sexy sementara Marfin hanya menggunakan kaos dalam dan celana pendek.
keduanya saling berhadapan dan berbagi cerita.
" tadi siang ngapain aja? tanya Marfin.
" engga ngapa ngapain, cuma nulis, trus nonton,tiduran. jawab Alika.
" terus kenapa pesanku tidak di balas? tanya Marfin.
" hehe... maaf mas aku enggak cek ponsel. kata Alika
"emm..
"oh ya mas, makasih sekali lagi bunganya.sambung Alika.
" kucel gitu ya bunganya.Marfin tertawa kecil.
" engga apa apa, pasti di jalan bawanya kesusahan makanya bisa kucel gitu. kata Alika tersenyum.
" Mas, besok aku ketempat ibu ya? kata Alika.
" yasudah, minta Ana jemput, atau je. jawab Marfin di balas anggukan oleh Alika.
" sayang gak kangen? tanya Marfin sambil membelai rambut istrinya.
" kangen Mas, Alika mendekati suaminya.
"Mas capek ya?, tanya Alika.
" kenapa memangnya?
" tidak apa apa. Alika tersenyum dan merebahkan kepalanya di dada suaminya.
" Mas?
" heemm.
" apa mas mencintaiku? tanya Alika.
" tentu saja. Marfin mencium pangkal kepala istrinya.
" sungguh? kenapa tidak dari dulu kita sperti ini, coba saja dari dulu kita sedekat ini.
" dulukan masih malu malu, elak Marfin.
" sayang? panggil Marfin.
" hem. kenapa?
Marfin membuka selimut yang menyelimuti mereka berdua.
" kenapa Mas, Alika merapatkan kakinya.
namun Marfin membuka lebar kaki Alika, ia menciumi dari ujung kaki sampai paha.
" Mas geli. kata Alika
Marfin kemudian memposisikan diri diatas tubuh istrinya.
tangannya Masuk kedalam gaun Alika, membuka tali Bra yang terpasang disana, kemudian menarik celana dalam istrinya dan melemparkannya ke lantai.
tangannya mulai bergerilya kesana kemari, gunung indah istrinya tengah di daki, desahan Alika semakin membuat gairahnya menggebu tak tertahankan.
Marfin kemudian melepas kaos dalam dan celana pendeknya.ia menindih kembali tubuh istrinya.
ia kembali membukakan gaun istrinya dan melepaskan BRa yang sudah lepas tak terkait, kemudian kembali melemparnya kelantai.
kini Alika polos tanpa sehelai benangpun,sementara Marfin masih dengan celana dalamnya.
Seperti kelaparan Marfin menikmati tubuh istrinya dengan ganas, tanda merah ia tinggalkan banyak di tubuh istrinya.
setelah puas bermain dengan bibir istrinya kemudian turun kebukit kembar, menciumi seluruh bagian tubuh istrinya hingga saatnya ia melepaskan celana dalamnya.
" sayang? Dedek kangen. ucap Marfin sembari memperlihatkan kejantanannya.
erangan dan desahan kenikmatan setelah masuknya dedek milik Marfin ke tubuh Alika terdengar di sudut ruangan.
arghhhh....... Alika meringis.
"lagi ya sayang, pinta Marfin setelah permainan pertama usai. ia seperti tidak puas jika hanya dengan satu ronde saja.
Dengan lelahnya Alika menuruti permintaan suaminya kembali, sekali lagi benda besar itu masuk kedalam tubuhnya.
ia menggigit bibirnya, Mengimbangi kembali permainan suaminya.
hingga beberapa menit permainan selesai dengan masuknya cairan hangat kedalam tubuh Alika.
" subuh nanti lanjut lagi ya sayang. kata Marfin kembali ******* bibir istrinya.
Alika mengangguk menyetujui.
kemudian setelah itu mereka kembali memakai baju dan memposisikan tubuh mereka dengan benar agar secepatnya mata bisa terpejam.
" bagaimana mungkin aku bisa berfikir tentang bisa menikmati tubuh Dea. batin marfin kemudian ia membelakangi istrinya.
" Dasar Marfin, kenapa bisa berfikir kotor seperti itu,gerutu Marfin didalam hati.
fikiran Marfin melayang layang membayangkan tentang Dea, matanya bahkan sulit terpejam. sesekali ia duduk kemudian berbaring kembali.
" Mas belum tidur? tanya Alika.
" belum, tidurlah.jawab Marfin.
*******
waktu menunjukkan pukul 3.00 pagi.
" sayang bangun. Marfin berbisik ketelinga istrinya.
" loh mas kok masih belum subuh.
Alika kembali merebahkan tubuhnya matanya masih terasa kantuk.
" bangun sayang, kan udah janji bakal ngasih lagi. bisik Marfin.
Mata Alika terbuka lebar saat mendengar penuturan suaminya.
"tapi mas? semalam kan udah. kata Alika.
" ayolah, rengek Marfin.
" yasudah aku kekamar mandi dulu ya, kata Alika.
belum 5menit Marfin menunggu Alika di dalam kamar mandi akhirnya dengan tidak sabar ia menarik gagang pintu kamar mandi dan di dapatinya Alika sedang buang air kecil.
dengan kaget Alika menghentikan Aktifitasnya.
" Mas kenapa kesini? tanya Alika sembari membersihkan sisa air kecilnya.
" tidak apa apa sayang, aku menunggumu lama sekali. kata Marfin seolah ia sudah menunggu 5 jam padahal 5 menitpun belum berlalu.
" Mas? kata Alika.
" Marfin kemudian mendekati Alika sampai tubuh Alika berada di tembok dan ia mengunci tubuh itu dengan kedua tangannya.
tatapan Marfin sangat liar, kamar mandi yang luas dengan lampu lampu yang tidak terlalu terang menjadi tempat Marfin melampiaskan kembali nafsunya.
" Mas jangan disini, di kasur aja. pinta Alika.
Marfin tak menggubris permintaan istrinya, ia kemudian menyediakan air hangat kemudian setelah siap ia mengendong tubuh istrinya ke bathtub yang cukup luas untuk mereka berdua leluasa bergulat disana.
" kita mandi bareng ya sayang. kata Marfin sambil melakukan aksi nakalnya.
percintaan di bathtub semakin tak tertahankan. Alika yang semula menolak bercinta di dalam air, mau tidak mau ia harus menikmati serangan demi serangan dari suaminya.
" argghh...Mas,? Alika meringis.
" kenapa sayang? tangan Marfin terus bergerilya sambil menghentak hentakkan kejantanannya di tubuh Alika.
" enakkan sayang, bisik Marfin sambil terus menyerang Alika.
Alika tak berkutik, ia hanya berusaha mengikuti dan menyeimbangi permainan suaminya.
30 menit sudah permainan belum selesai.
" Mas sudah, Alika mendorong Marfin.
Akhirnya Marfin menyetujuinya dan melepaskan tubuh istrinya,
kemudian mereka membersihkan diri masing masing.
waktu masih menunjukkan jam 4.00
Alika kemudian kembali merebahkan tubuhnya.
" aku tidur lagi ya mas. pinta Alika.
" iya tidurlah, jawab Marfin.
*******
Malam sudah berganti pagi, jam pun sudah menunjukan pukul 5.30.
Alika kembali kekamar mandi setelah bangun dari tidurnya, Marfin menunggu Alika sedari tadi tidak keluar dari kamar mandi.
" sayang... kau masih lama? teriak Marfin.
" sebentar" timpal Alika dari dalam kamar mandi.
tak lama Alika keluar dari kamar mandi dengan wajah yang merajuk. Marfin sejenak memperhatikan wajah istrinya,tetapi ia tak dapat memahami apa yang terjadi pada Alika.
" kenapa wajahnya ditekuk? tanya Marfin.
" Masih tanya kenapa? Lihat ini ! seru Alika sembari menunjukkan leher jenjangnya yang penuh dengan tanda merah.
Marfin sekilas melihat tanda merah itu, dan kini ia mengatupkan bibirnya menahan tawa.
" kenapa bisa seperti ini? rengek Alika sembari berjalan menghampiri cermin.
" bagaimana menutupinya,gumam Alika.
Marfin berjalan menghampiri istrinya kemudian memeluknya dari belakang.
" nanti juga hilang sendiri," ucap Marfin.
" tapi gimana kalo orang lain liat, apalagi kalo keluargamu liat, kan aku malu mas. sahut Alika.
" kau punya fondation? tanya Marfin.
" ada? kenapa? mas mau pake? tanya Alika asal.
"yang benar saja ! kau bisa mengoleskannya pada tanda ini, mungkin sedikit menyamarkan. Marfin menyarankan.
"oh iya ya,kenapa aku tidak kefikiran kesana ya, aku coba deh. Alika menghampiri meja riasnya mengambil apa yang dibutuhkan.
setelah mendapatkannya Alika mengaplikasikannya pada tanda merah di lehernya.
" emm... tidak terlalu menutup sih, tapi lumayanlah sedikit pudar. Alika memperhatikan wajahnya di pantulan cermin.
" bagaimana? tanya Alika kepada Marfin sambil menunjukkan kembali lehernya.
" lumayanlah, kata Marfin.
" ternyata permainanku cukup ganas ya, sampai tubuhmu merah semua seperti ini. Marfin kembali menahan tawanya.
" kalo di bagian yang lain mending, ini di lehermah keliatan banget. rengek Alika.
" yasudah, Mas siap siap dulu ya. kata Marfin kemudian bergegas kekamar mandi.