Pernikahan Yang Tak Diinginkan

Pernikahan Yang Tak Diinginkan
apakah aku mencintainya?


bu Risma dan pak Anton nampak gelisah menunggu anak dan menantunya yang belum juga pulang.


terdengar pintu pagar di buka


bu risma langsung berlari membukakan pintu.ia kaget melihat menantunya ada di pangkuan putranya


" Sayang, Alika kenapa? tanya bu risma panik.


" dia tudak meminum alkohol kan? tanya bu Risma lagi.


" tidak bu, ibu taukan Marfin tidak suka Alkohol mana mungkin aku membiarkan istriku meminumnya . ucap Marfin.


" ahh bu, ayah... Marfin langsung kekamar ya, dia sangat berat sekali. ucap Marfin tersenyum.


" dasar nakal.. bu risma tersenyum dan menepuk lengan putranya.


Marfin kemudian menaiki tangga dan membawa Alika di pangkuannya.


" kau berat sekali, ucap Marfin kemudian pelan pelan membaringkan istrinya .


Marfin tersenyum memandangi wajah polos istrinya yang tampak kelelahan.


kemudian ia menyelimuti tubuh istrinya .


dering ponselnya terdengar.


kemudian ia menjauh dari istrinya yang tengah tertidur.


" *halo, ada apa?


kau sudah minum obat? tanya Marfin.


kapan kau kemari, tanya seseorang.


sudah ku bilang aku besok malam akan berangkat honey moon ke bali. mungkin aku akan mengutus sekretaris Leo mengunjungimu.sudah ya, jangan lupa minum obat , Marfin kemudian menutup pembicaraannya.


ia kembali menatap wajah istrinya


" saat itu aku fikir, bahwa aku akan kehilanganmu untuk selamalamanya,sekarang setiap hari aku bahkan bisa bersamamu. batin Marfin tersenyum*.


kemudian ia merebahkan tubuhnya di samping istrinya. matanya tak henti menatap wajah istrinya sambil tersenyum senyum. ia mendekati kening istrinya, namun Alika memaling kan tubuhnya.


suara dengkuran Alika.


Marfin tertawa kecil mendengar dengkuran istrinya,kemudian ia mengambil ponsel dan mengambil gambar Alika yang tengah tertidur.


" *dia sangat lucu, Marfin menahan tawa dan menutup mulutnya dengan kepalan tangannya.


kemudian ia kembali berbaring di samping istrinya.


pagi menjelang.


Alika terbangun kemudian duduk dan mengangkat kedua tangannya dan mengoyangkan pinggulnya kekanan , kekiri .


ia melihat Marfin masih tidur pulas tepat dekat dengannya.


" semalam bagaimana aku bisa sampai ke kamar ini, apa ia yang membawaku. trus dia tidur dekat denganku begini. Batin Alika.


Alika mengarah kepada Marfin.


ibu... Alika tersenyum.


maaf Alika kesiangan, Alika tersenyum malu.


bagaimana keadaanmu nak? tanya bu Risma.


semalam ibu khawatir melihatmu seperti tidur kelelahan. ucap bu risma kembali.


" Alika tertidur? tanya Alika kemudian melihat kearah Marfin yang tengah tidur.


iya, Suamimu yang membopongmu kekamar. ucap bu risma tersenyum .


" Suamimu masih tidur? tanya bu Risma sambil melihat kearah Marfin karna pintu kamarnya terbuka.


iya bu, mungkun dia kelelahan.jawab Alika.


" oh iya sayang... ibu sudah menyiapkan semua barang barangmu untuk nanti malam kalian berangkat kebali?


sudah menyiapkan bagaimana maksud ibu,? Alika heran.


" baju , semua perlengkapan kalian. jawab bu risma


" kapan ibu menyiapkannya, tapi itu baju Alika dan Marfin semua masih ada di lemari. ucap Alika.


" iya ibu membelikan perlengkapan kalian semua serba baru. ucap bu risma.


"hah??? Alika kaget.


tapi kenapa bu?


" sayang, ibu tau kalian sangat sibuk beberapa hari ini, kalian lelah tidak akan sempat untuk beres beres, tapi ibu jga tidak mungkin masuk kekamar kalian jadi ibu membelikan semua perlengkapan baru untuk kalian. jawab bu risma.


yasudahh istirahat lah kembali, pinta bu Risma. nanti jangan lupa sarapan ya, pinta bu risma.


" terimakasih bu. ucap Alika.


Alika kembali menutup pintu kamarnya, matanya kembali mengarah kepada suaminya.


" maksudnya dia membopongku?"


Alika tersenyum senyum.


Marfin terbangun melihat istrinya tersenyum.


" hey gadis bodoh,ada apa denganmu .tanya suara Marfin yang masih terdengar lemas.


" Apakah aku mencintainya? mengapa aku bahagian hari ini, aku semakin tidak sabar untuk pergi honey moon . Batin Alika.


" kau sudah terbangun? mau sarapan apa? tanya Alika.


, ah sudahlah, kau tidak perlu membuatkanku sarapan.sudah ada yang memasak di rumah ini jadi siapkan saja semua perlengkapan kita untuk besok, jangan ada satupun perlengkapanku yang tertinggal .ucap Marfin.


Alika mengangguk mengerti.


" betapa beruntungnya aku mempunya mertua yang begitu baik seperti bu Risma dan pak Anton" batin Alika*