
Di tanggal 1 Januari ini, semua keluarga Giandra datang menonton konser Rhea yang pertama kali. Selama empat hari terakhir ini, Rhea berlatih lagu milik David Foster dengan bantuan Dara. Ketiga kakak lelakinya selalu memberikan semangat kepada adik cantiknya jika ada kesalahan, begitu juga Abi yang sangat-sangat mendukung putrinya.
Rhea memilih gaun berbahan beludru untuk acaranya hari ini. Duncan bahkan sudah menyiapkan sebuah buket bunga untuk gadis kecilnya yang membuat Ghani super jengah melihat kemodusan Abang bulenya.
Dara sendiri sudah duduk dengan suami dan anak-anaknya setelah memberi dukungan kepada Rhea di belakang panggung.
Kini giliran Rhea tampil. Dengan percaya diri, gadis cilik itu berjalan ke panggung, memberi hormat lalu duduk di kursi yang dia setel ulang agar sesuai dengan tingginya.
Bismillahirrahmanirrahim.
Suara piano pun mengalun dengan lagu up beat milik David Foster. Rhea tampak menikmati permainannya dan membuat para penonton pun kagum atas kelincahan jari-jari mungilnya. Lagu winter's game itu pun mengalun dengan indah di hall. Usai menyelesaikan lagunya, semua penonton disana melakukan standing ovation. Abi sendiri sampai menitikkan air mata melihat putrinya benar-benar memukau.
Duncan, Ghani dan Gozali tidak berhenti bersorak bahkan Duncan membuat suitan dengan dua jarinya yang membuat Dara mendelik.
Astaga Duncan!
Bocah bule itu lalu maju ke panggung dengan membawa buket bunga mawar merah yang diserahkan kepada Rhea yang sumringah melihat banyaknya mawar disana. Duncan membantu Rhea untuk turun dari panggung.
"Astaga D!" ucap Abi sambil menepuk jidatnya.
"Sweet banget" kekeh Dara.
Ghani hanya memutar matanya malas, sedangkan Gozali hanya memandang dengan wajah datar.
***
Sejak penampilan di acara tahun baru itu, nama Rhea Greesa Giandra menjadi topik pembicaraan, apalagi nama Abi sebagai seorang pengusaha terkenal pun menjadi ikut terbawa.
Rhea sendiri tidak ambil pusing namanya menjadi terkenal yang penting dia tetap tekun berlatih menjadi seorang pianis.
***
Waktu pun berjalan cepat dan kini Ghani sudah lulus SMA dan sesuai dengan cita-citanya, dia masuk ujian Harvard Law School dan diterima. Tentu saja Abi ketar ketir karena putranya baru berusia 15 tahun harus tinggal di Amerika Serikat yang terkenal dengan kebebasannya.
Namun Edward mengatakan agar Abi tenang saja, karena Duncan pun kuliah di Harvard Business School. Ghani bisa tinggal bersama Duncan yang selalu mendapatkan pengawalan dari Edward karena dia pun tetap mengawasi putranya.
Akhirnya Abi dan Dara mengijinkan Ghani kuliah di Harvard dengan pengawalan dan pengawasan dari Edward.
Gozali sendiri diterima di Oxford University di Inggris melalui jalur bea siswa. Kecintaannya di dunia IT membuatnya mengajukan scholarship dengan memamerkan hasil pembuatan aplikasi yang sudah dipatenkan di Indonesia. Pihak Oxford pun menyukai rancangan itu dan menerima remaja berusia 16 tahun itu disana. Dara menitipkan pada Yuna untuk sering-sering menjenguk anak angkatnya yang juga diberikan pengawal bayangan oleh Abi.
Rhea sendiri sekarang berusia 12 tahun, semakin terkenal sebagai seorang pianis remaja. Gadis itu bahkan sudah memutuskan untuk mengikuti ujian di The Julliard School sebuah sekolah musik paling prestisius di dunia.
Abi dan Dara pun mendukung penuh semua keinginan putra dan putrinya karena memang itu yang mereka inginkan.
***
"Rhea jadi anak tunggal deh!" celetuknya ketika rumah sepi setelah kedua kakaknya berangkat menuju negara masing-masing tempat mereka menuntut ilmu.
"Senang dong jadi anak tunggal" goda Dara.
"Iyalah mom, gadha yang ngabisin es krim Rhea tanpa ada yang mengaku" gelaknya.
"Memang yang suka abisin es krim mu itu mas sama abangmu?" tanya Dara.
"Siapa lagi?" sahut Rhea sambil membantu mommynya membuat laksa untuk makan siang di hari Minggu ini.
"Kalau Daddy gimana?" tanya Dara dengan muka jahil.
Dara tergelak. "Ya ampun Rhea, itu es krim banyak di kulkas kok ya ribut!"
"Kesukaan Rhea kan cuma itu dan selalu hilang sebanyak apapun Rhea beli!"
Semenjak Rhea berusia 11 tahun, dia sudah menghilangkan panggilan 'dik' setiap dia menyebutkan dirinya.
Mirna masih bekerja dengan keluarga Giandra namun pak Harry sudah pensiun digantikan putranya Hasan. Pelayan yang menua pun digantikan dengan pelayan baru yang lebih muda dan mereka rata-rata adalah masih sanak keluarga pelayan lama. Para pelayan baru itu sangat menyukai kerja bersama keluarga Giandra karena mereka tipe majikan yang sangat memperhatikan mereka ditambah dengan gaji yang besar membuat mereka betah.
"Rhea, panggil Daddy deh. Ini laksanya sudah siap" pinta Dara kepada putrinya.
"Baik mom." Sama halnya dengan Dara, Rhea pun sangat suka masuk dapur dan ikut belajar masak.
"Dad!" panggil Rhea sambil membuka pintu ruang kerja Daddynya.
"Apa princess?"
"Ayo makan siang. Mommy dan aku sudah masak enak" bujuknya sambil menarik tangan ayahnya yang sedang sibuk membalas email dari kliennya.
"Oke." Abi pun mensave pekerjaannya lalu berjalan dengan putrinya yang memiliki tubuh bongsor. Usianya memang baru 12 tahun tapi tingginya sudah mencapai 165 cm.
"Kamu masak apa?" tanya Abi sembari menuruni tangga.
"Laksa Singapore."
"Hhhmmm enak!"
"Enak lah! Siapa dulu yang masak! Rhea!" gelak gadis itu.
"Paling kamu cuma bagian icip-icip" kekeh Abi.
"Nggak ya Dad. Rhea ikutan meracik bumbu yaaa" cebik Rhea sambil cemberut.
Abi mengusap kepala putrinya sayang.
***
Cambridge, Massachusetts
Duncan bersiap untuk berangkat ke kampus ketika sebuah notifikasi muncul di ponselnya.
Kirim kado ke Rey. Jangan lupa!
Duncan menepok jidatnya. Urusan skripsinya benar-benar membuatnya lupa harus mengirimkan hadiah ke gadisnya.
"Bis ketemu dosen langsung ke Tiffany and Co!" serunya.
***
Yuhuuu up maksi dulu Yaaaa
Tar lanjut lagi.
Thank you for reading
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️