Menikahi Suami Sahabatku

Menikahi Suami Sahabatku
Mental Health Disorder


Dara menikmati tidur nyenyak di kasurnya bersama Abi. Semalam keduanya langsung tidur karena memang mereka capek fisik maupun psikis. Edward, Bryan dan Bram memutuskan pulang ke rumah bossnya. Marcell dengan cueknya main tidur di ruang tamu Abi, Diana dan Stephen pun pulang ke rumah mereka sedangkan Damien memutuskan pulang ke apartemennya. Para pengawal yang ikut sudah dipesankan hotel oleh Abi.


Suara adzan subuh dari mesjid kampung sebelah sayup-sayup terdengar membuat Dara membuka matanya. Dilihatnya suaminya masih memeluk dirinya dengan posesif. Perutnya yang membuncit membuat Dara sedikit kebingungan mencari posisi tidur yang enak. Akhirnya setelah tidur terlentang menjadi posisi paling enak, baru tadi malam dia bisa tertidur jam sebelas.


Dara melepaskan tangan Abi dari pelukan di perutnya dan pelan-pelan dia bangun. Sedikit berjinjit, Dara masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Abi yang merasa tangannya kosong dan mendengar suara gemericik air pun terbangun. Tak lama Dara keluar dari kamar mandi dalam keadaan sudah berwudhu.


"Bangun mas. Wudhu dulu. Kita siap-siap sholat subuh berjamaah yuk" ajak istrinya yang menuju ke lemari kecil tempat menyimpan peralatan dan perlengkapan sholat.


Abi pun mengangguk lalu menuju kamar mandi. Subuh itu pun keduanya melakukan ibadah subuh berjamaah, mengucap syukur bahwa mereka selamat dari musibah yang terjadi kemarin.


***


Pagi ini di meja makan bertambah satu orang lagi yang ramai. Marcell dengan santainya tadi meminta baju Abi lengkap hingga dalaman yang membuat Abi harus bertengkar pagi-pagi dengan pria anime itu.


Dara langsung menengahi dan memberikan apa yang Marcell pinta karena Abi sendiri sebenarnya memiliki banyak stok pakaian dalam baru. Apalagi ukuran badan Marcell dan Abi hampir sama.


"Kamu kasih boxerku yang Calvin Klein?" protes Abi.


"Kan kamu masih ada yang Balenciaga" sahut Dara kalem.


"Aku tukar boleh?" tanya Marcell tanpa malu.


"NGGAK! Sudah! Pakai yang dikasihkan Dara!" Abi mendelik ke arah Marcell.


"Dara, kalau kamu sudah nggak betah sama pria ini, aku bersedia menerimamu dengan tangan terbuka" goda Marcell sambil menuruni tangga menuju kamarnya hendak mandi.


"Marceeeelllll !!!"


Dan kini makhluk anime itu semakin menjadi di meja makan untuk menggoda Dara di hadapan Abi.


"Kamu tahu Ra, dulu jaman dia masih sama Yanti. Beeeuuu kulkas tiga pintu kalah!" ucap Marcell sambil mengunyah perkedel. "Iya kan Ta?" toleh pria itu ke Antasena yang duduk di sebelahnya.


"Hu um" sahut Antasena sambil mengangguk.


"Kamu tuh pakai jampi-jampi apa sih bikin si kulkas ini jadi meleleh?" Marcell menopang wajahnya dengan kedua tangannya diatas meja makan.


"Marceeeelllll" geram Abi.


"Apa sih Bi? Dara ajah nggak keberatan aku ajak ngobrol kok kamu yang seperti kebakaran jenggot eh tapi nggak berjenggot Ding" kekehnya.


Antasena dan Dara hanya tertawa mendengar kehebohan pagi ini.


"Sudah, sudah. Ayo makan dulu, berantemnya nanti saja" kata Dara menengahi kedua orang itu.


***


Abi masih tidak berangkat ke kantor karena dokter Paulus meminta agar calon Daddy itu beristirahat selama dua minggu demi luka di kepalanya.


"Jangan dipakai untuk memikirkan pekerjaan dulu pak Abi, karena nanti bisa membuat pusing. Relaks kan saja di rumah selama dua minggu agar pulih dulu" pesan dokter Paulus waktu itu.


Sekarang Abi menitipkan perusahaan kepada Antasena dan Jun selama dirinya memulihkan kondisi dirinya yang disanggupi oleh keduanya. Para karyawan yang mengetahui kondisi bossnya pun mengirimkan pesan ucapan segera sembuh buat pria itu.


Siang ini pun keduanya hanya menikmati hari dengan detektif Conan yang asyik ditonton bumil di ruang tengah sedangkan Abi tiduran di paha Dara.


Abi sangat menyukai bunyi perut Dara dan tiba-tiba perut istrinya terdengar suara 'duk' yang membuat Abi terkejut.


"Sayang, si boy nendang" serunya yang membuat dirinya terduduk.


Dara hanya tersenyum.


"Sakit nggak ditendang boy?" tanyanya cemas.


"Nggak sih cuma agak kaget."


"Apa dia akan bergerak terus?"


"Nanti pada saat enam bulan akan mulai sering sih mas."


Dara masih mengelus-elus rambut Abi yang tebal sembari tetap menatap layar tv.


"Sayang, kenapa aku mempunyai feeling anak kita bakalan menjadi detektif seperti Conan" ucap Abi tiba-tiba.


"Hah? Bagus lah jadi anak yang kritis dan cerdas. Ohya, nanti malam tolong aku didongengi Sherlock Holmes ya" pinta Dara ke wajah suaminya.


"Haaaahhhh? Fix! Anakku bakalan jadi detektif besok kalau sudah besar" keluh Abi sebal.


Dara hanya tertawa lembut.


"Ngidammu benar-benar aneh deh!"


***


Malam ini rumah Abi yang biasanya sepi menjadi ramai ketika semua sahabat pada datang ke rumah membawakan banyak makanan.


Diana malah membawa kimbab dan juice sirsak sesuai request bumil.


Damien tidak ikut dalam acara kumpul bareng malam ini karena dia harus kembali ke Moskow menyelesaikan urusannya kembali. Ayah Maya itu hanya mengirimkan makanan grilled salmon yang disukai Dara waktu pembukaan VR restoran.


Kini halaman belakang rumah Abi yang luas menjadi ramai.



Dan Bryan serta Bram pun membuktikan janjinya untuk menjelaskan kenapa Dara bisa dijadikan target oleh Firman.


"Firman adalah sociopath sedangkan Anisa tipe orang yang kalau sudah sekali jatuh cinta maka dia akan obsesif" jelas Dara.


"Aku lupa kalau kau sarjana psikologi, sayang" ucap Abi.


"Kau benar Dara. Firman memiliki antisosial disorder serta ditambah obsesinya padamu. Aku berhasil menghack data dokternya di Hongkong. Dia rutin melakukan treatment tapi seperti kita tahu, sociopath agak sulit diobati." Bryan menjelaskan.


"Firman bertemu dengan dokter Anisa dua tahun lalu di Hongkong ketika dokter itu mengikuti seminar disana. Anisa langsung jatuh cinta dengan Firman bahkan mereka seperti saling ketergantungan satu sama lain" lanjut Bram.


"Selama ini pasangan itu tidak ada masalah namun semuanya berantakan ketika setahun lalu Firman bertemu lagi denganmu. Semenjak dia pindah ke Hongkong, dia tidak bisa menguntitmu karena kakek tua menjaganya erat" timpal Bryan.


"Kakek tua itu siapa?" tanya Abi.


"Paul Li Chih-ming, pemimpin Triad Heilong. Rupanya Firman adalah cucu haramnya, anak kakek tua itu menghamili seorang gadis Indonesia dan menyembunyikan di Solo dan Paul Li mengetahuinya. Begitu Firman lulus SMA, dia langsung menarik cucu haramnya itu kesana karena dia tidak memiliki cucu laki-laki dari istri sah para putranya" papar Bram.


"Dia mencari penerus klannya namun mengetahui cucunya memiliki disorder, dia berusaha mengobati sebelum Firman menghancurkan triadnya." Bryan menatap semua orang yang datang. "Kau tahu, Firman membunuh beberapa pengawalnya hanya karena dia tidak bisa berduaan dengan Anisa di Hongkong" timpal Bryan.


"Dia lebih mengerikan daripada boss besar dan tuan Edward" kekeh Bram yang mendapat pelototan si pemilik nama.


"Dua orang yang memiliki gangguan kesehatan mental dengan disorder yang saling melengkapi membuatnya. menjadi berbahaya. Apalagi Anisa tahu bahwa pasien yang dirawat di rumah sakitnya adalah sumber obsesi pasangannya membuatnya semakin ingin menghabisi dirimu agar hubungannya dengan Firman kembali seperti semula." Bryan menutup laptopnya.


"Apa yang akan pak tua lakukan kepada mereka di Hongkong?" tanya Abi penasaran.


"Sebaiknya kita tidak perlu tahu, Bi" sahut Stephen. "Karena hukum Triad ada kode etiknya sendiri dan kita hanya bersyukur bisa selamat semua."


"Iya itu yang penting" ucap Dara sambil memeluk suaminya.


***


Yuhuuu


Up menjelang sore Yaaaa


Eniwaiii kemungkinan besar cerita Dara akan segera ending


Don't worry author sudah menyiapkan cerita lain cuma masih harus mengumpulkan bahan karena menyangkut forensik. ( ide dari serial tv CSI sih )


apapun deh don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️