
Hari Sabtu pagi menjelang siang ini berujung tangisan keras Duncan dan Nadya yang tidak mau berpisah dari Dara. Apalagi Abi ikut memperkeruh suasana, menggoda bayi tampan itu sampai membuat Edward pun ribut dengan Abi.
Para pengunjung cafe disana seperti mendapatkan tontonan gratis. Kapan lagi keluarga Sultan bikin keributan absurd? Sontak dunia maya pun rame dengan foto dan video tiga keluarga itu.
Akhirnya Dara pun membujuk batita bule tampan dan balita cantik itu akan ketemu lagi kalau ada libur walaupun belum bisa memastikan kapan namun dua bocah itu langsung minta Sabtu depan main ke rumah Tante Dara yang disetujui oleh Dara namun diberi cemberut oleh Abi.
Ketiga keluarga itu pun pulang ke rumah masing-masing setelah meminta maaf pada pemilik cafe karena membuat keributan. Pemilik cafe pun tidak masalah karena yang ribut orang-orang keren dan sultan pula semua bermula dari batita tampan yang membuat pengunjung cafe gemas.
Abi dan Dara sudah berada di Ferrari 458 spider merah milik Abi. Di dalam, Dara hanya menghela nafas panjang berkali-kali menahan marah kepada suaminya.
"Kamu kenapa Adara?" tanya Abi sok polos.
"Mas tuh ya! Ya ampun! Duncan tuh masih bayi! Baru tiga tahun! Bisa-bisanya mas itu ngajak gelut bayi?" omel Dara kesal. "Kasihan kan mbak Yuna sampai susah membujuk Duncan. Mas juga bikin mas Edward emosi lihat anaknya kamu jahilin!"
Dara nggak habis pikir, kenapa suaminya satu ini sampai punya jealous tingkat akut yang terkadang nggak masuk akal.
"Duncan tuh keturunan Edward yang mantan Casanova jadi tahu lah cewek cantik kayak apa. Bayi gitu udah bakat jadi playboy lho jadi aku harus menjagamu" ngeles Abi.
"Ya Allah mas, Duncan itu tiga tahun bukan tiga puluh tahun!" Dara benar-benar kesal dengan suaminya. Rasa malu dan nggak enak kepada keluarga Blair dan pengunjung cafe membuatnya melampiaskan ke Abi.
"Paling kalau ramai di sosmed, dibersihkan sama Edward" kekeh Abi santai.
"Astagaaaaa mas!" Dara pun meletakkan kepalanya di sandaran kursi. Lelah rasanya hari ini menghadapi suami bucinnya.
***
Seminggu usai insiden di cafe yang sempat viral namun hanya sehari bisa dihapus oleh tim cyber milik keluarga McGregor, Pratomo dan Blair karena menyangkut ketiga bocah kecil, kini Dara menyiapkan banyak kudapan untuk anak-anak.
Pasalnya sejak Jumat malam, melalui video call, para balita dan batita heboh menelpon Dara dan bilang mau main kesana besok Sabtu seharian. Neil malah sudah berencana untuk berenang. Dara yang dasarnya suka anak-anak pun dengan senang hati menyambut rombongan sirkus ( mengutip istilah Abi ) meskipun sang pemilik rumah cemberut.
Dara menyiapkan banyak camilan khas anak-anak dibantu oleh pak Harry, bik Tarsih dan Mirna. Pelayan lain yang berada di mansion Abi senang ketika mendengar keluarga Sultan mau datang apalagi mereka sempat melihat bagaimana lucunya Duncan ribut dengan tuannya sebelum semua video dan gambar itu dihapus.
Dua buah mobil Range Rover pun masuk ke dalam halaman rumah Abi. Setelah memarkirkan mobilnya, kedua keluarga itu pun turun.
"Aunty Daraaaaa!" Nadya langsung memeluk Dara sedangkan Duncan yang masih tertatih menarik mommynya agar cepat ke tantenya.
"Halo sayang, ayo masuk." Neil langsung mencium tangan Dara dan memeluknya lalu ber tos ria dengan Abi. Stephen dan Diana saling berpelukan dengan tuan rumah.
"Aunty punya D!" jerit Duncan ketika papanya memeluk Dara dan mencium pipinya seperti kebiasaan keluarga Blair jika bertemu keluarga dan sahabat dekat.
"Oh my God! Daddynya sendiri dicemburuin?" keluh Edward kesal.
"Now you know how I feel Ed?" kekeh Abi.
"Uluh uluh sini sini ganteng kayak sekotengnya aunty" Dara pun menggendong Duncan yang langsung sumringah merasa menang dari uncle dan daddynya.
"Ambil Sono, ambiiiilll" omel Abi sambil cemberut.
Semuanya tertawa melihat tuan rumah harus mengalah dengan batita bule bermata biru.
"Antasena kemana? Kok ga kelihatan?" tanya Diana setelah mereka di halaman belakang menemani si kembar yang heboh minta berenang dengan Daddy dan dua unclenya.
"Ngapel mbak" jawab Dara sambil menyuap Duncan sosis goreng.
"Oh siapa sekarang pacarnya?" tanya Diana lagi.
"Naina, adik sepupuku" senyum Dara. "Dik Sena ngapel ke solo sekarang kalau weekend."
"Wah baguslah!" ucap Diana.
"Siapa Antasena?" tanya Yuna sambil menyiapkan susu buat Duncan.
"Adik sepupu Abi." Yuna hanya ber Oh saja.
"Mommy! Foto dulu sebelum berenang!" pinta Nadya pada Diana yang dituruti oleh mommynya.
"Ya ampun gemesnya anak mommy!" ucap Diana ketika melihat hasil fotonya yang dipamerkan ke Yuna dan Dara.
"Yuk katanya berenang?" ajak Stephen.
Abi sendiri sudah berganti memakai celana renangnya dan melakukan pemanasan sebentar lalu masuk ke dalam kolam renang. Dara sendiri harus menahan nafas melihat tubuh suaminya yang perfect.
"Nggak usah ngiler Ra, punyamu itu" kekeh Yuna.
"Tahu lah rasanya punya laki yang bodi bagus jadi ngeces" kekeh Diana.
Ketika dua pria lain keluar, otomatis ketiga perempuan disana langsung menahan nafas.
"Rasanya seperti melihat film Mighty Mike ya" bisik Yuna sambil melihat Edward yang sedang pemanasan.
"Iya mbak" kikik Diana yang matanya tak lepas dari tubuh Stephen, suaminya.
"Film Mighty Mike tuh soal apa ya mbak?" tanya Dara yang tidak lepas menatap Abi yang sedang berenang.
"Film cowok-cowok body keren kayak suami kita" jawab Yuna.
"Wah harus nonton diam-diam tuh!" celetuk Dara.
"Kenapa?"
"Mas Abi bisa cemburu berat. Aku nonton Christian Bale ajah dia ngambek hanya Gegara aku bilang Christian keren" kekeh Dara.
"Kayaknya nggak usah nonton deh Ra" sahut Yuna.
"Kenapa mbak?" tanya Dara bingung. Tadi suruh nonton sekarang nggak usah.
"Live show disini lebih menarik daripada filmnya" kekeh Yuna yang mendapat kedipan mata dari Edward.
Dara dan Diana tertawa terbahak-bahak melihat Yuna salah tingkah digoda oleh suaminya dengan wajah mesum.
"Adara, mau berenang nggak?" tanya Abi.
"No! Aunty Dara only with Duncan!" celetuk batita yang masih setia dipangku Dara sambil ngedot.
"Haaaiissshhhh" umpat Abi kesal.
"Kalah kamu sama anakku" ledek Edward yang sudah masuk ke kolam renang sambil membantu Neil.
"Untung cuma sehari kalian disini. Bisa berabe kalau lama" omel Abi.
"Tergantung si bayi lah" sahut Edward cuek.
"Damn you Ed!" umpat Abi.
"Woi, language dijaga ya!" seru Stephen yang sedang menggendong Nadya masuk ke dalam kolam.
"Damn itu artinya apa Dad?" tanya Nadya polos.
Stephen dan Edward nyengir ke Abi. "Uncle Abimanyu Giandra, tolong jelaskan."
"Haaaiissshhhh!"
***
Yuhuuu
Up dulu
Thank you readers ku
Ranking turun euy dari 5 ke 8 😭😭😭
But it's okay
Banyak yang suka Alhamdulillah
Masih uwu-uwu yaaa
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️