
Damien Xavier tampil di podium mengenakan suit warna biru muda didampingi oleh putrinya Maya yang mengenakan dress warna hitam dengan lengan hingga ke siku.
Pria berusia 40 tahun itu tampil berkarisma ketika mempromosikan VR restoran yang merupakan miliknya dan Maya.
"Restauran ini merupakan kolaborasi dengan putri saya, Maya. Kami berdua memutuskan nama VR yang merupakan singkatan dari nama kami Vier. Ini merupakan proyek kami berdua dan semoga restauran ini menjadi salah satu tempat favorit pelanggan lama maupun baru kami serta meraih penghargaan Michelin sebagaimana restauran kami yang lain."
Damien mengedarkan pandangannya ke arah para undangan hingga dia melihat Dara dengan penampilan yang berbeda bersama Abimanyu Giandra.
Apa hubungan Abi dengan gurunya Maya?
Setelah memberikan pidato singkat, Damien dan Maya pun turun untuk menyambut para tamu undangan serta menikmati hidangan yang disajikan.
Maya pun menyapa ramah kolega papanya dan tanpa sengaja melihat Dara yang sedang berbicara dengan seorang pria tampan. Gadis tinggi semampai itu kemudian berbisik kepada Damien untuk menemui gurunya.
"Pa, Maya mau bertemu dengan Bu Dara dulu" bisiknya.
"Gurumu ada disini?" tanya Damien berlagak tidak lihat.
Maya menunjukkan tempat duduk Dara yang satu meja dengan keluarga Blair.
Bahkan Stephen dan Diana pun satu meja dengan Abi. Tidak heran karena Abi dan Diana bersahabat dari SMA.
"Oke sayang."
"Thanks Pa." Maya pun berjalan menuju meja gurunya.
Maya Xavier
***
"Kamu kenapa mas?" tanya Dara sambil mengusap-usap tangannya yang sakit terkena cengkraman Abi tadi.
"Aku benci orang itu!" desis Abi menahan marah.
"Bi, maaf ya, aku tidak tahu kalau restauran ini milik dia." Diana mengatupkan kedua tangannya meminta maaf.
"Gak papa Di. Sepertinya aku dan Dara pulang duluan saja." Abi sudah bersiap berdiri mengajak Dara pulang namun Maya datang menghampiri.
"Bu Dara? Ya ampun beneran ini Bu Dara?" seru Maya yang membuat orang-orang di meja bertanya-tanya.
"Iya Maya. Wah ibu nggak nyangka ini restauran kamu" puji Dara.
"Bukan punya aku seorang kok Bu, saham papa lebih besar daripada punyaku" senyum Maya.
"Ohya kenalkan ini suami ibu, pak Abimanyu..."
"Abimanyu Giandra" suara bariton terdengar di belakang Dara dan Abi. Stephen dan Diana yang melihat kedatangan Damien langsung berdiri mendekati.
"Damien Xavier" desis Abi sambil berbalik.
"Apa kabar Bi?" sapa Damien ramah sembari mengulurkan tangannya. Abi mengacuhkan tapi tatapan tajam Dara membuatnya menyambut tangan Damien.
"Fine" jawab Abi singkat. "Perkenalkan ini istriku, Dara." Abi menekankan kata 'istriku' pada Damien sembari memeluk pinggang ramping Dara dengan posesif.
"Bu Dara, ternyata kita bertemu lagi" senyum Damien sambil bersalaman dengan Dara.
"Iya pak Damien. Selamat atas pembukaan restaurannya" ucap Dara ramah. Abi menarik tangan Dara agar tidak lama-lama bersalaman dengan Damien yang hanya dibalas kekehan Damien.
"Damien!" seru Stephen.
"Halo Stephen, Diana. Maya, ingat nggak sama Tante Diana yang dulu mengobati mama?" Damien menghela Maya untuk bersalaman dengan pasangan Blair itu.
"Samar-samar sih pa. Halo Oom Stephen, Tante Diana" sapa Maya.
"Ternyata keluarga Blair pada berkumpul ya?" Damien melihat Edward dan Yuna yang masih bertemu dengan beberapa koleganya.
"Begitulah."
"Aku harus bertemu dengan beberapa kolega dulu. Maya, kamu ikut papa sebentar." Damien mengajak Maya karena dia tahu, wajah Abi tidak senang dia berada disitu. "Aku tinggal dulu, Abi, Bu Dara, Stephen, Diana."
"Silahkan."
"Bu Dara, kapan-kapan Maya konsultasi lagi ya" ucap Maya.
"Boleh Maya" jawab Dara. Maya pun mengekori ayahnya untuk berkeliling menemui para kolega bisnisnya.
Abi pun kembali duduk dengan wajah masih ditekuk sepuluh yang membuat Dara bertanya-tanya ada masalah apa diantara suaminya dan Damien.
Stephen menghampiri Abi dan berbisik "Hold your ego, bro. Don't be humiliated yourself!" Abi hanya mengangguk.
Dara menatap ke arah Diana yang memberi kode 'i will tell you later'.
Edward dan Yuna sudah kembali duduk setelah menemui beberapa kolega. Ketiga pasangan itu lalu menikmati hidangan. Dara sangat suka dengan main course yang disajikan berupa salmon grilled dengan asparagus.
"Yum, ini enak!" ucap Dara sambil memotong salmonnya. Abi pun melirik dan melihat ada sedikit saus di sudut bibir Dara yang langsung memberi kecupan disana. Jempolnya mengusap sudut bibir Dara yang masih terpaku akibat perbuatan Abi.
"Ada saus disana" ucap Abi.
"Kalau ada saus ya dihapus pakai jempol, Bi bukan dicium baru dibersihkan!" kekeh Stephen melihat tingkah Abi yang berbeda. Edward dan Yuna hanya tertawa kecil sedangkan Diana tersenyum simpul.
"Bi, kasihan Dara tuh jadi merona" ucap Diana sambil terkikik. Dara menundukkan kepalanya.
"Dara, ayo makan. It's okay kok, wajar suami istri" senyum Yuna. "Itu masih belum seberapa dibanding pria satu ini!" sembari menunjuk ke suaminya.
"Eh, memang aku kenapa darling?" tanya Edward polos.
"Sering nggak tahu tempat!" umpat Yuna.
"Seperti ini?" Edward pun langsung Melu**mat bibir Yuna di depan keempat orang di depannya.
"Oh my God! Kalian berdua itu!" omel Stephen jengah. Diana tertawa terbahak-bahak sedangkan Dara menutup mulutnya dan Abi hanya membuang mukanya yang memerah.
"Dijamin, habis ini kalian pasti ingin segera pulang dan masuk kamar" kekeh Edward setelah mencium Yuna dengan entengnya. "Soalnya kami pun" yang langsung mendapat pukulan istrinya di bahu.
"Brengsek kau, bro!" maki Stephen sebal.
***
Damien melihat interaksi keenam orang yang ramai dan heboh namun matanya tidak berpaling dari Dara yang tertawa melihat kelakuan Edward dan Stephen saling berdebat. Abi sendiri tampak begitu posesif dengan istrinya ini, terlihat bagaimana dia melingkarkan tangannya di bahu Dara dan sesekali mencium kepala gadis itu tanpa disadari oleh si pemilik kepala.
Ternyata kamu sudah bisa move on Abimanyu.
***
Usai acara makan malam, keenamnya bersiap-siap untuk pulang. Dara sudah bertukar nomor telepon dengan Diana dan Yuna, ketiganya berjanji untuk bisa girls talk Minggu ini yang tentu saja mendapatkan ijin dari suami masing-masing. Ketiga pasang suami istri itu lalu berpamitan dengan pemilik acara.
Ketika giliran Abi untuk berpamitan, Damien menatap wajah pria tampan itu.
"Congrats Dam" ucap Abi masih dengan kaku. "I'm not resentful and I don't want to make stupid headline".
( aku tidak dendam dan aku tidak mau membuat berita utama yang bodoh ).
"Really? Glad to hear that" sahut Damien tulus. "Be happy Bi."
"I will."
"Selamat sekali lagi pak Damien, Maya" ucap Dara lembut.
"Terimakasih Bu Dara" Maya pun memeluk Dara erat. "Terimakasih pak Abi." lanjutnya.
"Ayo pulang" ajak Abi sambil merengkuh pinggang Dara. Keduanya pun keluar dari restauran Damien.
"You know Pa, I wish Bu Dara become my mom" ucap Maya.
"Me too, princess. Me too..." bisik Damien.
***
Abi menyetir Range Rover nya dengan santai karena tadi dia sempat minum segelas red wine jadi dia tidak berani ngebut walaupun jalan di Jakarta mulai lengang.
Dara menyenderkan kepalanya di kursi mobil yang berbalut kulit halus itu, kepalanya agak pusing setelah tadi mencicipi sedikit wine. Jujur baru kali ini dia mencoba minuman seperti itu.
"Tidurlah Adara kalau ngantuk" ucap Abi lembut sembari mengusap pipi Dara.
"Aku...sedikit pusing." Abi terkekeh. Istrinya agak mabuk sepertinya.
"Untung besok libur nasional, jadi kamu bisa bangun siang sayang" ucap Abi lagi.
"Hhmmm... Haaaiissshhhh, pusing tapi kok aku...merasa gerah ya mas" ucap Dara agak meracau.
Abi pun mengencangkan mobilnya untuk sampai rumahnya karena dia sendiri pun merasa sesuatu harus segera dituntaskan.
"Damn it, Adara! Suaramu bikin aku pingin. Sial tuh si Edward! Malah live show tadi! Dasar mafia gila!" umpat Abi sepanjang jalan.
Mobil mahal Abi masuk ke dalam mansionnya yang gerbangnya terbuka otomatis. Penjaga rumahnya menyapa boss nya. Abi memarkirkan mobilnya depan garasi sembarangan dan langsung menggendong istrinya ala bridal style. Dara sendiri semakin meracau tidak jelas. Salah seorang penjaga membukakan pintu rumahnya karena melihat Abi menggendong Dara.
Abi terburu-buru naik ke kamarnya, membuka pintunya lalu menutupnya dengan kakinya. Dara diturunkan diatas kasur king sizenya. Abi segera melepaskan jas, dasi, sepatu dan kemejanya, hanya celana pantolannya yang masih menempel.
Wajah Dara yang memerah karena mabuk semakin membuatnya ber***su. Dilepaskannya sepatu Dara dan sekarang Abi menindih istrinya. Diciuminya semua wajah Dara tanpa ada yang terlewat dan ketika bibirnya Melu*** bibir Dara, lengan halus itu melingkar di lehernya dan Dara membalas ciuman Abi sama panasnya.
"Mas Abi..." bisik Dara dengan mata terpejam.
"Apa sayang?" tanya Abi sambil mencium leher Dara yang berbau Jasmine.
"Aku ingin..." Abi mendongak melihat wajah Dara.
"Ingin apa Adara?"
"Aku ingin kau" ketiga kata yang membuat Abi berdesir penuh gairah.
"Aku suka kalau kamu mabuk, Adara" bisiknya dengan senyum bahagia.
Malam itu menjadi malam yang lebih indah daripada malam pertama mereka.
***
Udah ah. Entar nggak lolos review.
Udah up yaaaa
don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️