Menikahi Suami Sahabatku

Menikahi Suami Sahabatku
Hello Rival!


Duncan dan Rhea sampai di bandara Soekarno Hatta pada hari Kamis pagi setelah melakukan perjalanan hampir 24 jam dari New York. Abi dan Dara datang menjemput keduanya lalu membawa mereka ke mansion Giandra.


Rhea yang masih terasa jetlag, langsung masuk ke kamarnya untuk tidur sedangkan Duncan dan Abi menikmati sarapan bersama Dara di ruang makan.


"Gimana bisnis di New York D?" tanya Abi sembari mereka menikmati sarapan soto Betawi buatan Dara dan chef Hasan.



"Bisnis bagus Oom. Alhamdulillah."


"Duncan, tadi aunty lihat, ada cincin cantik di jari manis Rhea. Itu dari kamu?" tanya Dara dengan tatapan penuh selidik.


Duncan terbatuk ditambah dengan tatapan horor dari Abi membuat pria bule itu semakin jiper melihat calon mertuanya.


"Maaf Oom, aunty. Duncan memang sudah mengikat Rey" ucapnya lugas.


"Haaaahhhh?" teriak Abi namun sebelum dia bertindak, istrinya sudah berdiri dan menjewer telinga putra sahabatnya.


"Adduuhhh duh duh, aunty! Sakit!" protes Duncan yang merasa pedas telinganya kena jewer. Ini kali pertama dia dijewer selain mommynya.


"Bagus ya! Ngelamar anak aunty ga bilang-bilang!" omel Dara.


"Kapan?" tanya Abi dingin.


"Waktu Rhea ulang tahun yang ke 18" jawab Duncan lirih. "Adduuhhh duh duh!"


Jeweran Dara semakin kencang mendengar sudah setahun putrinya bertunangan dengan Duncan.


"Berarti waktu kami kesana tahun lalu, kalian sudah tunangan?" Abi masih menatap Duncan dengan dingin.


"Iya Oom." jawab Duncan pelan.


"Kamu sudah apain saja anak saya?" tanya Abi.


"Kalau Oom berpikir akan hal itu, Oom jangan khawatir. Saya tidak akan merusak Rey, saya sayang dan cinta sama Rey dan tidak pernah terlintas di benak saya untuk membuat Rey terluka atau apapun. Karena saya memegang teguh janji saya sama Oom dan Aunty, pula kepercayaan itu mahal. Saya tidak mau melanggar kepercayaan Oom dan Aunty."


Abi dan Dara menatap wajah pria bule itu dan mencari kebohongan di matanya namun tidak menemukan, Duncan benar-benar memegang janjinya kepada kedua calon mertuanya.


"Edward sama Yuna tahu kamu sudah melamar Rhea?" tanya Abi.


"Belum" cengir Duncan.


Abi dan Dara sama-sama menepuk jidatnya.


"Astaga anaknya Edward, anaknya Edward" keluh Abi kesal.


Dara melepaskan jewerannya dari telinga Duncan.


"Kapan kamu akan resmi melamar Rhea?" tanya Dara.


"Pada saat Rey berusia 22 tahun aunty karena aku sudah dapat jadwal konser Rey setahun ke depan."


Rhea sudah bercerita mendapatkan kesempatan ikut konser bersama dengan orchestra milik salah seorang dosennya menjadi pianis utama. Mereka akan melakukan debut ke banyak SMA di Amerika Serikat untuk merekrut mahasiswa baru yang ingin berkuliah di Julliard School.


"Kok waktu kami kesana, Rhea nggak pakai cincinnya?" tanya Dara. Ibu cantik satu ini memang dikenal memiliki ingatan panjang sepanjang jalan gajah.


"Rey memang melepasnya Aunty. Takut akunya di jewer kayak tadi ini" ucap Duncan absurd.


"Harusnya kamu tuh nggak cuma dijewer tapi juga digantung di pohon cabe!" sahut Abi asal.


Dara tertawa. "Mau gantung gimana mas, pohon cabe sama D saja tinggi D."


"Bomat, yang penting digantung aja!"


Duncan hanya tersenyum mendengar kejulidan Abi dari bayi kepadanya.


"Assalamualaikum."


"Wa'alaikum salam" balas semua orang yang di ruang makan.


"Pagi pak, pagi Bu. Pagi bang" sapa Gozali yang segera mencium tangan Abi dan Dara serta memberikan anggukan kepada Duncan.


"Kapan datang bang?" tanya Gozali basa basi sambil mendudukkan pan**tatnya ke kursi sebelah sang ibu.


"Tadi pagi" jawab Duncan santai.


"Dik Rhea mana Bu?" tanya Gozali ke Dara.


"Rhea boboks. Katanya masih jetlag. Biarin aja anak itu istirahat" jawab Dara.


"Udah sarapan belum? Kasihan kalau belum keisi perutnya."


"Rey dah makan tadi di pesawat sebelum landing jadi perutnya dah keisi" sahut Duncan sedikit emosi.


Abi melirik antara Duncan dan Gozali seperti ada berkibar bendera perang tidak tampak.


"Rhea nanti kalau udah bangun kan pasti minta makan. Nggak usah khawatir, pak Hasan udah siapin bahan buat dimasak." Dara pun langsung menengahi suasana panas di meja makan.


"Goz, kamu datang kan acara kantor bapak besok Sabtu?" tanya Abi.


"Insyaallah datang pak" jawab Gozali sembari menyendokkan soto Betawi ke mulutnya.


"Ohya Oom, ada berita apa nih?" tanya Duncan mengalihkan pembicaraan.


"Oom Mangga eh Manggala akhirnya udah menikah dengan dokter Geya, teman mommymu. Baguslah jadi nggak karatan tuh juniornya... Aduh!" Abi mengusap bahunya yang dipukul oleh Dara.


"Pria tuh ya!" hardik Dara sambil melotot ke Abi sedangkan Duncan dan Gozali hanya tersenyum mendengar keributan keduanya.


"Maira anaknya Oom Antasena sudah semester 4 kuliah di UI ambil jurusan bisnis. Rupanya dia ikut kalian, masuk kelas akselerasi jadi usia 16 tahun masuk UI."


Keempatnya masih ngobrol banyak sampai Gozali pamit untuk ke kantornya, begitu juga Abi sedangkan Duncan berisitirahat di kamar tamu. Dara sendiri masuk ke kamar putrinya dan ikut tiduran disana. Kapan lagi bisa bersama Rhea.


***


Acara ulang tahun perusahaan otomotif milik Abi tampak meriah. Mengambil tempat di sebuah hotel mewah di Jakarta, Abi dan Dara sebagai tuan rumah menggunakan dress dan jas bewarna putih. Sepasang suami istri yang masih awet muda itu tampak bahagia menemui para kolega dan klien bisnisnya.



Ghani sendiri sudah bilang kepada orangtuanya kalau tidak bisa hadir karena masih masa percobaan di NYPD.


Kehadiran Rhea sebagai putri Abi pun menjadi sorotan banyak pihak termasuk para pihak pers yang tahu Rhea adalah seorang pianis yang beberapa kali mendapatkan undangan resital di Jakarta beberapa tahun terakhir ini. Apalagi gadis itu menggandeng Duncan yang diakui Abi sebagai kekasih putrinya yang merupakan putra Edward Blair dan pemilik MB Ent.



Abi juga memperkenalkan Gozali sebagai putranya yang sukses dengan perusahaan keamanannya, bahkan banyak kolega Abi yang tertarik menggunakan jasa keamanannya.



Gozali dengan ramah melayani kolega Abi yang ingin tahu perusahaannya, sedangkan Rhea dan Duncan menyapa beberapa teman sang ibu.


Kehadiran Stephen dan Diana membuat ramai suasana ditambah ikutnya Nadya bersama tunangannya Agra, sedangkan Neil datang sendiri.


Antasena pun hadir bersama Naina dan Maira yang sedari tadi asyik menatap Gozali tanpa berkedip. Rhea yang melihat adik sepupunya seperti itu lalu menariknya.


"Dik Maira, itu mulut jangan melongo gitu dong!" kekeh Rhea.


Wajah Maira memerah. "Bang Gozali keren soalnya mbak."


Rhea terbahak. "Ambil aja, masih available kok!"


Maira cemberut. "Mana mau sama bocil kayak aku."


"Kamu bocil tapi udah mahasiswi. Kalau memang suka kenapa nggak dideketin?" kompor Rhea.


"Masa cewek duluan mbak?"


"Sekarang jaman emansipasi. Kalau ceweknya nggak bertindak, cowoknya nggak paham."


"Kayak mbak Rhea sama bang Duncan?" tanya Maira.


"Kalau Mbak, itu udah kacau. Bang Duncan yang udah booking mbak dari bayi."


***


Yuhuuu Up pagi Yaaaa


Thank you for reading


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️