
Hari ini adalah hari pertama Ghani masuk TK dan tentu saja kedua orangtuanya pun ikut mengantarkan bahkan Abi rela memundurkan jadwal jam meetingnya demi G.
Abi dan Dara kompak memakai baju bewarna pink karena kembaran dengan Rhea yang berada di baby stoller yang dulu merupakan kado dari Damien. Dara memang meminta pada sahabat-sahabatnya kalau memberikan kado yang belum punya dibanding dobel-dobel waktu melahirkan Rhea. Bahkan Dara dengan santainya memberikan list barang yang sudah punya jadi tidak perlu dikasih lagi.
Rhea Greesa Giandra
Ghani sendiri tampak percaya diri masuk ke TK yang berada di dekat area perumahan tempat mansion Abi berada. Dara tidak mau mencari sekolah yang elite tapi jauh karena baginya, anak itu sekolah dekat rumah itu lebih baik agar bisa cepat sampai rumah dan bisa istirahat.
Semenjak Dara meminta Abi mendukungnya memasukkan Ghani ke taman pendidikan Al-Qur'an yang berada di kampung sebelah, jiwa sosial Ghani pun terpupuk sejak kecil. Dara tidak mau anak-anaknya tumbuh menjadi anak yang sombong karena semua ada.
Awalnya Abi protes keras ketika tahu TPQ yang dipilih Dara berada di balik komplek perumahan yang notabene masih kampung. Namun pelan-pelan Dara memberikan pengertian kepada suaminya.
"Biar Ghani bisa tahu kehidupan itu seperti apa mas. Aku nggak mau Ghani dan Rhea hanya tahu barang mewah, mahal tapi tidak bisa menghargai bahwa hidup itu tidak semudah itu. Masih banyak orang yang tidak mampu dan seberuntung mereka. Lagipula suami istri yang mengajar TPQ juga memperhatikan kebersihan para anak didiknya" papar Dara.
Abi pun bertemu dengan Ustadz Qarim dan ustadzah Niar yang merupakan suami istri lulusan Al Azhar Kairo. Keduanya belum dikaruniai anak jadi mereka melanjutkan TPQ milik ayah ustadz Qarim sembari berikhtiar untuk memiliki anak.
Setelah banyak ngobrol dan melihat Ghani nyaman berada di sekitar teman-teman sebayanya yang tidak sekaya dirinya, akhirnya Abi mengijinkan putranya mengaji disana. Dara sendiri setiap jadwal mengaji, selalu antar jemput putranya. Tak jarang Ghani pun mengajak teman-temannya bermain di rumahnya yang luas hingga Ghani memiliki sahabat karib bernama Gozali. Keduanya selalu menyebut duo G.
Kedua orang tua Gozali adalah buruh serabutan namun mereka tidak mau mendapatkan belas kasihan dan tetap mau bekerja apapun yang penting halal. Abi dan Dara menyukai pribadi Gozali yang santun dan suaranya kalau mengaji sangat bagus. Ghani banyak belajar mengaji dari Gozali yang sudah lebih dulu pintar. Berkat Gozali juga, celadnya Ghani mulai hilang sedikit demi sedikit.
Kini duo G masuk di TK yang sama karena Abi bersedia membantu biaya pendidikan Gozali dengan dalih bea siswa padahal Abi kasihan melihat anak sepintar Gozali tidak mampu bersekolah karena kondisi ekonomi orangtuanya.
Ghani pun sudah siap dengan seragamnya, begitu juga dengan Gozali. Kedua bocah itu pun masuk ke dalam kelas dengan gaya cool yang membuat Abi dan Dara geli melihatnya.
"Ghani memang benar-benar plek ketiplek foto copy mu mas" kekeh Dara kepada Abi yang sedang menggendong Rhea.
"Kenapa sih dia lebih cool dari Daddynya?" cebik Abi gemas.
"Karena Daddynya sudah laku sama mommynya" gelak Dara yang mendapat tatapan tajam dari Abi.
"Oh karena Daddynya udah laku jadi anaknya nih yang gantian sok cool. Bagus! Mommy Adara, apakah kamu sedang menyiapkan anakmu menjadi cowok cool?" Abi menatap Dara dengan tatapan menggoda.
"Lho namanya cool itu sudah bawaan dari orok, mas" bela Dara.
"Hhhmmm. Nanti malam kita lihat, apakah suamimu ini sudah berkurang coolnya" ucap Abi dengan senyum smirk di wajahnya.
"Oh my, suamiku" kekeh Dara.
Suara guru di ruangan kelas Ghani pun terdengar untuk meminta pada para orang tua untuk segera meninggalkan kelas karena acara perkenalan akan segera dimulai.
Ghani dan Gozali pun melambaikan tangannya ke arah Abi, Dara dan Rhea yang akan kembali ke rumah dan kantor.
"Jangan nakal ya son!" pesan Abi yang dijawab anggukan oleh kedua bocah itu.
***
Pukul sebelas siang, Dara pun datang menjemput duo G di sekolahan. Tadi sepulang dari TK Ghani, kakak Andra datang bersama istrinya Marissa karena ada seminar di Jakarta selama seminggu yang dimulai besok. Karena ada pakdhe dan budhenya, Rhea pun Dara titipkan sementara dia menjemput.
Betapa terkejutnya Dara ketika melihat putra tampannya menangis ketika menghampiri dirinya.
"Lho mas Ghani kenapa nangis?" tanya Dara sambil memeluk putranya sedangkan Gozali berdiri di belakang membawa dua tas, miliknya dan Ghani.
"Tadi G ketemu kasus mommy tapi nggak bisa mecahin" ucapnya sambil terisak.
"Tadi ada anak kehilangan botol minum, bu. Terus Ghani mencoba mencari ala detektif Conan tapi nggak ketemu. Jadinya nangis dia" jawab Gozali sambil tersenyum.
"Owalaahhh ya ampun anak mommy mau jadi Conan tho?" Dara hampir tergelak ketika tahu duduk permasalahannya. "Jadi botol minum temanmu belum ketemu?"
"Belum!" ucap Ghani sambil mengusap air matanya.
Dara kemudian membawa duo G duduk di sebuah kursi taman depan sekolah.
"G, dengar mommy. Apa yang Conan lakukan kalau mencari tahu? Pakai acara nangis nggak?" ucap Dara sabar dan Ghani pun menggeleng.
"Nah, jadi kalau kamu mau menjadi detektif jangan emosi, harus sabar. Kamu ingat-ingat tadi temanmu bilang hilang dimana. Kapan terakhir dia lihat botol minumnya. Kalau kamu nangis begini, nggak bisa berpikir jernih nanti." Dalam hati Dara juga bingung kenapa ini putranya mengangkat dirinya sebagai detektif dadakan.
"Goz, tadi anak yang kehilangan botol minum sudah lapor Bu guru belum?" tanya Dara ke Gozali yang masih setia menunggu Ghani selesai nangisnya.
"Sudah Bu tapi tadi dicari nggak ketemu makanya Ghani berusaha jadi Conan."
"Udah, berhenti nangisnya. Ini pengalaman pertama G, nggak papa kalau belum ketemu. Nanti G akan lebih bisa berpikir dengan tenang seperti Conan dan Sherlock Holmes" bujuk Dara sambil mengusap bahu Ghani yang memeluk dirinya.
Ghani mengangguk lalu tiba-tiba dia berdiri.
"Mommy, aku ingat kalau botol minum milik Beni ada di lemari!" serunya yang langsung berlari menuju kelasnya.
"Goz, tolong temani Ghani ya" pinta Dara yang langsung diiyakan Gozali.
Sembari menunggu putra dan sahabatnya kembali, Dara menelpon suaminya dan menceritakan kejadian barusan yang membuat kedua orang tua itu tertawa terbahak-bahak.
"Ya ampun sayang, drama apalagi ini?" kekeh Abi di seberang.
"Aku nggak tahu mas. Kayaknya beneran deh G pengen jadi detektif."
"Mommy!" suara Ghani membuat Dara menoleh.
"Gimana sayang?" tanya Dara yang masih menelpon Abi dan membuat hot Daddy itu mendengarkan semua.
"Sudah ketemu! Benar di lemari buat simpen tas. Ketutupan boneka!"
"Berarti tadi carinya kurang apa, sayang?"
"Kurang teliti! Besok lagi G mau lebih tenang kayak Conan!" serunya. "Kasus hilangnya botol minum terpecahkan!"
Abi dan Dara tertawa mendengarnya.
"Fix. sayang, anak kita bakalan jadi detektif!" ucap Abi.
***
Yuhuuu
Up sore yaaaaa
Insyaallah nanti malam up tapi kalau nggak ya besok Yaaaa
Thank you for reading
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️