
Dara dan Abi baru saja menjalani upacara tujuh bulan atau mitoni tingkeban. Keluarga Haryono menginginkan mengadakan acara itu karena sebagai orang Jawa, adat harus tetap dilakukan dan Abi sendiri sebagai calon ayah pun tidak masalah karena tujuannya baik mendoakan keselamatan ibu dan bayinya.
Semua sahabat kedua pasutri itu pun datang termasuk Firza yang sekarang sudah resmi bertunangan dengan Edo Khasafa hadir ke Jakarta. Edward datang bersama Yuna dan baby Duncan yang tetap posesif sama Tante Daranya bahkan menangis drama kalau jauh-jauh dari Tante cantiknya. Stephen dan Diana datang bersama Neil dan Nadya.
Para tamu undangan pun menjadi heboh ketika dua kakak beradik dari keluarga Pratomo hadir. Nabila Pratomo hadir bersama suaminya Mike Cahill, begitu juga Shanum Pratomo datang bersama Hiroshi Al Jordan tak lupa dua anak kembar mereka Mamoru dan Miki tanpa putra bungsu mereka Masayuki yang sedang diculik oleh mertua Shanum.
Kini para kaum wanita berkumpul usai acara selesai. Dara yang tidak bisa melepaskan diri dari Baby D, hanya bisa pasrah ketika perut besarnya dipeluk terus oleh batita bule itu. Bahkan sang ibu pun tidak mampu membujuk putranya sendiri.
"D, kasian dong Tante Dara engap itu kamu peluk gitu" bujuk Yuna kepada putranya.
"No mommy, Tante Dara is no engap" eyelnya.
Dara hanya mengelus kepala Duncan sayang. "D, tolong ya Tante sesak ini."
"Kalau sesak, si baby suruh out dong nanti kalau D dah pulang suruh masuk lagi!" protes Duncan.
"Astaga! Kamu kira Tantemu Lego apa bisa bongkar pasang!" seru Nabila sambil tepok jidat.
"Ya ampun anak lu Julid banget, Dik" kekeh Shanum.
"Ampun deh D ini!" keluh Yuna kesal.
***
Para hot daddies pada berkumpul semua di halaman belakang sambil menikmati hidangan yang disediakan oleh pelayan Abi. Kedua orang tua Dara memutuskan untuk berkunjung ke kerabat jauh mereka yang kebetulan datang tadi.
"Sekalian kumpul keluarga disana" ucap pak Haryono ketika hendak pergi.
"Apa kalian menginap?" tanya Dara.
"Kemungkinan iya" jawab Bu Haryono.
"Ya sudah nggak papa. Mumpung ayah dan ibu di Jakarta. Pak Sigit akan menjemput jika sudah selesai besok" sahut Abi karena kedua orang tua Dara ikut mobil keluarga jauhnya.
"Nanti diberikan share lokasinya saja Bu" timpal Dara.
Kini para pria tampan itu asyik ghibah istri masing-masing. Abi sendiri merasa surprise bisa mengenal keluarga konglomerat yang terkenal dingin tapi Gesrek jika bersama keluarga dan sahabat dekat.
"Kalian tahu, anakku benar-benar nggak mau jauh dari istrinya Abi kalau sudah ketemu. Makanya aku bilang, jodohkan saja dengan D kalau anaknya Abi perempuan" ucap Edward sembari minum juice jeruknya.
"Aku yang ga mau" protes Abi.
Keenam pria tampan itu memang sengaja memakai kemeja warna biru untuk menunjukkan bahwa bayi Abi adalah laki-laki sedangkan para istri mereka lebih memilih warna putih atau peach.
"Lho kan bagus Bi, bisnismu menjadi luas jaringannya" sahut Edo.
"Aku tahu kenapa Abi tidak mau berbesan dengan Edward" sahut Mike.
"Kenapa bro?" tanya Hiroshi sambil mengambil lumpia goreng.
"Dia tidak akan kuat kumpul keluarga kita, bro. Tahu sendiri keluarga istri-istri kita itu gimana" gelak Mike.
"Nah, Mike jauh mengerti perasaanku" senyum Abi.
"Astaga, kegesrekan keluarga istriku itu sudah mendarah daging" umpat Edward yang ditimpali tawa Mike dan Hiro.
"We know how you feel bahkan kita pun ikut ketularan" kekeh Hiro.
"Tapi aku masih dendam Porsche ku melayang di tanganmu, Mike!" Edward menatap masam ke sepupu iparnya.
"Hei udah lah bro, nanti Yuna dengar bisa habis kau" kekeh Hiro.
"Boleh tahu Porsche nya kayak apa?" tanya Abi penasaran dengan mobil yang dijadikan taruhan oleh kedua saudara ipar itu.
Mike mengambil ponselnya dan menunjukkan pada Abi.
"Wah ini sih bener-bener deh patut dipertaruhkan" kekeh Abi.
"Brengsek kau Bi, malah belain Mike!" omel Edward kesal.
Edo yang melihat foto mobil mewah itu bersiul.
"Wah taruhannya Porsche 911 sama apa?" tanyanya.
"Lamborghini Aventador limited edition" keluh Edward.
"Whoah! Pantas niat taruhannya!" kekeh Edo. "Sebenarnya kalian taruhan apa sih?"
Stephen menjelaskan pada Edo yang hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Pak Edward, harusnya bersyukur mendapatkan Bu Yuna. Priceless beliau" ucap Edo sambil tersenyum.
"Bener itu!" suara Yuna membuat keenam pria itu menoleh.
"Darling, please ini cuma membahas masa lalu kok" bujuk Edward yang langsung memucat.
"Hhhmmm." Yuna pun berbalik meninggalkan para pria itu dengan dagu terangkat.
"Mati aku!" Edward segera berlari mengejar istrinya. "Darling! Baby! Listen to me!"
Kelima pria di halaman belakang tertawa terbahak-bahak melihat Edward menjadi suami takut istri padahal dulu dia sama sekali tidak melirik Yuna.
"So Edo, kapan kamu meresmikan hubunganmu dengan Firza?" tanya Abi.
"Insyaallah bulan depan. Semoga kalian bisa datang ya, nanti aku kirim undangannya" senyum Edo yang seperti mendapatkan lotere bisa bertemu dengan orang-orang yang tajir melintir namun tetap low profile.
"Semoga pas kita pulang ke Solo" ucap Hiro.
"Aku sendiri belum bisa memastikan karena aku dan Nabila masih harus perijinan kerja di Sydney" ucap Mike sambil mencomot bakwan udang.
"Kalian masih keliling dunia menjadi dokter without Borders?" tanya Stephen.
"Hu um. Kami kan tidak punya anak jadi kami menikmati pekerjaan kami lah" sahut Mike enteng.
Abi dan Edo tidak bertanya lebih lanjut karena bukan sesuatu yang etis kenapa mereka tidak memiliki anak.
"Nabila waktu SMA harus diambil rahimnya karena ada tumor disana. Jika tidak diambil, akan membahayakan nyawanya" papar Mike.
"Are you okay Mike?" tanya Abi.
"Aku mencintai Nabila apa adanya jadi no child no problem for us" sahut Mike tegas.
"Syukurlah Nabila memiliki suami sepertimu" puji Abi tulus.
"Aku yang beruntung memilikinya."
Tiba-tiba terdengar suara tangisan Duncan yang melengking membuat heboh ruang tengah. Kelima pria tampan itu segera masuk melihat Duncan memarahi Edward dan Yuna, sedangkan para wanita disana hanya tertawa melihat bayi bule itu menangis.
"Kenapa Duncan?" tanya Abi sambil menghampiri istrinya yang tertawa terbahak-bahak.
Batita nangis kok para wanita santai saja?
"Duncan marah ketika diberitahu kalau baby yang di dalam perut Dara adalah boy" jawab Diana sambil dipeluk suaminya.
"Lho memang kenapa kalau baby boy?" tanya Hiro sambil mengelus Shanum.
"Duncan gak mau baby boy! Duncan maunya baby girl!" serunya sambil nangis kejer.
"Lho memang kenapa kalau baby nya Tante Dara boy?" tanya Nabila yang masih tertawa sambil dipeluk Mike.
"D nggak bisa sama Tante Dara besok! D mau anaknya Tante Dara!"
Edward menatap Abi jahil.
"Makanya bis si boy lahir, lu bikin baby girl! Anak gue maunya nikah sama anak lu" kekehnya.
"Haaaiissshhhh ! Dasar Duncan!" Abi mengacak-acak rambutnya kasar.
***
Yuhuuu
Up malam yaaaakkk
Thank you readers ku terchayank
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️