
Duncan duduk dengan perasaan tegang di sebelah mommynya. Tadi pagi ketika hendak masuk ke kelas, Duncan dipanggil oleh kepala sekolah yang merangkap sebagai kepala asrama. Merasa tidak melakukan kesalahan maupun berkelahi, membuat bocah bule itu bingung.
Setengah jam kemudian mommynya datang mengenakan gaun berwarna biru navy dengan anggunnya.
"Welcome Mrs. Blair" sapa Mr. Woods.
"Mr. Woods."
Mr. Woods mempersilahkan Yuna untuk duduk di sebelah Duncan yang menatap mommynya dengan tegang.
"Begini Mrs. Blair. Duncan sudah saya pantau sejak dia masuk ke asrama dan bersekolah disini. Dan saya lihat putra ibu mampu untuk mengikuti kelas akselerasi yang membuatnya langsung masuk Secondary School."
Yuna menatap Mr. Woods dan Duncan bergantian.
"Maksud anda, Duncan skip key stage 4 primary school nya dan langsung secondary? D baru 12 tahun Mr. Woods!"
"Tapi kemarin kami melakukan test untuk para siswa yang mau ikut kelas akselerasi dan Duncan ikut. Hasilnya Duncan mampu untuk berada di Secondary School bahkan nilai akademiknya diatas rata-rata bahkan dia bisa menyelesaikan ujian di key stage 3."
Yuna melongo. Tidak menyangka putra selengekannya ini memiliki IQ tinggi. Yuna tahu Duncan cerdas tapi ketika mengetahui dia mampu melewati primary school, membuatnya terkejut.
Sistem pendidikan di Inggris berbeda di Indonesia. Di Inggris ada pre school ( anak di bawah lima tahun ), pendidikan dasar ( primary school usia 4-11 tahun ) yang berlangsung tujuh tahun dan Ada dua Key Stage di tingkat ini yaitu Key Stage 1 (untuk tahun pertama dan kedua) serta Key Stage 2 (untuk tahun ketiga hingga kelima). Key Stage adalah pembagian tahapan pembelajaran sesuai dengan ketrampilan dan pengetahuan yang ingin dicapai pada akhir tiap tahapan. Pada Key Stage 1 dan 2, peserta didik belajar matematika, bahasa Inggris, sains, desain dan teknologi, sejarah, geografi, keterampilan dan desain, musik, olahraga, dan komputer. Selain itu, pada key stage 2 peserta didik juga belajar bahasa asing.
Pendidikan menengah ( secondary school ) berlangsung selama lima hingga tujuh tahun. Peserta didik pendidikan menengah tingkat pertama berusia 11–16 tahun. Ada dua Key Stage yaitu Key Stage 3 (untuk tahun ketujuh hingga kesembilan) dan Key Stage 4 (untuk tahun kesepuluh hingga kesebelas). Setelah menyelesaikan Key Stage 4 (usia 16 tahun), peserta didik akan mengambil ujian General Certificate of Secondary Education (GCSE). Setelah menyelesaikan GCSE, peserta didik dapat memilih untuk melanjutkan ke pendidikan menengah atas (jalur akademik), pendidikan vokasi (vokasional), program magang (vokasional), pendidikan berkelanjutan (further education), atau langsung bekerja. Pendidikan berkelanjutan adalah pem-belajaran pada satu institusi yang mana tingkatan pembelajaran tidak tergolong tingkatan pendidikan tinggi.
Peserta didik yang memilih untuk melanjutkan ke pendidikan menengah tingkat akhir berusia 16-18 tahun. Pada jalur ini peserta didik memiliki pilihan untuk mengambil berbagai tipe qualifikasi seperti A-Level, International Baccalaureate, Cambridge pre-University, atau Foundation.
Pendidikan tinggi ( higher education ) diikuti oleh mahasiswa berusia di atas 18 tahun. Ada tiga jenjang yang dapat ditempuh yaitu S1 (undergraduate) yang berdurasi tiga tahun, S2 (Master) yang biasanya berdurasi satu tahun, dan S3 (PhD.) yang berdurasi minimal tiga tahun. Di universitas tertentu ada beberapa program yang mengkombinasikan jenjang S1 dan S2 dalam satu program, sehingga di akhir empat tahun pembelajaran mahasiswa langsung menerima gelar S2 (Master).
Sumber : http://eksis.ditpsmk.net/artikel/ikhtisar-sistem-pendidikan-di-inggris.
Mendengar penjelasan kepala sekolahnya, Yuna menatap Duncan.
"D, kamu mau ke secondary di tahun ajaran baru?" tanya Yuna. Meskipun dia sangat mendukung Duncan memgambil kelas yang lebih tinggi namun semua itu kembali padanya karena Duncan yang menjalani.
"Aku akan ambil mom" jawab Duncan tegas.
"Are you sure D?" tanya Yuna menatap dalam mata putranya.
"Yes mom."
"Kenapa?"
"Karena Ghani dan Gozali juga mengambil kelas akselerasi. Kemarin weekend, Ghani pamer ke aku lewat video call dan aku tidak mau kalah sama anak itu dan rivalku!" tegas Duncan.
Astaga!
***
Dara pun akhirnya menemui Bu Tanti dan menyatakan bahwa Ghani dan Gozali bersedia mengikuti kelas akselerasi di tahun ajaran baru mendatang.
Urusan duo G selesai, Dara mendapatkan telepon dari guru Rhea yang memintanya untuk bertemu.
Kini Dara menghadap Bu Lusi, pemegang kelas Rhea selama di TK.
"Selamat pagi Bu Abi."
"Begini Bu Abi, kemarin Rhea saya ajak ngobrol mengenai apa saja baik soal akademik maupun pengetahuan umum. Apa ibu tahu kalau Rhea mampu berbahasa Inggris fasih dan bahasa Jepang?"
"Rhea memang selalu belajar bersama dengan saya dan kakak-kakaknya. Setiap malam sebelum tidur saya bacakan cerita anak-anak namun semakin kesini Rhea minta dibacakan ensiklopedia dan kalau soal bahasa Jepang, kakaknya memang les bahasa itu atas permintaannya jadi kalau guru les datang, Rhea sering ikut."
"Saya tahu kakak Rhea ditawarkan ikut kelas akselerasi jadi saya menawarkan kepada Bu Abi, pada ajaran tahun depan, Rhea langsung masuk kelas dua saja. Dia gadis yang sangat cerdas Bu."
Dara melongo. Kemarin Ghani dan Gozali, sekarang Rhea. Anak-anak itu terlalu cerdas atau memang tekun belajar?
"Kalau soal itu, saya harus bicarakan dengan suami dan Rhea bu. Seperti halnya dengan dua kakaknya, kami harus mengetahui mereka yakin ikut akselerasi atau mengambil jalur reguler. Tapi Rhea kan baru lima tahun, harus lebih ekstra memberikan pengertian kepadanya" jawab Dara.
"Betul Bu karena kemarin saya sempat tanya kalau satu sekolah dengan kakaknya gimana dan jawaban Rhea mau satu sekolah dengan mas Ghaninya karena kalau dia disini, tidak bertemu dengan kakaknya."
Dara hanya bisa memijit pangkal hidungnya. Ada rasa bangga karena anak-anaknya adalah anak yang cerdas namun sebagai seorang ibu, dia tidak mau anaknya terlalu cepat untuk menjadi lebih dewasa pola pikirnya karena masuk di sekolah yang masih jauh dari usianya.
"Saya bicarakan dulu ya Bu Lusi karena ini adalah topik yang harus menyiapkan mental Rhea juga."
"Baik Bu. Kami tunggu kabar bapak dan ibu Abimanyu."
Dara pun berpamitan dengan Bu Lusi dan sesampainya di mobil imutnya, dia segera menelpon Abi.
Setelah mendapatkan sambungan dari suaminya, Dara menceritakan apa yang terjadi pagi ini.
"Masyaallah sayang, anak-anak kita itu ternyata yaaa. Aku tidak menyangka kalau mereka seperti ini" jawab Abi dengan penuh syukur diberikan anak-anak yang cerdas hasil didikan istrinya.
"Nanti malam kita ngobrol dengan anak-anak ya mas" ucap Dara.
"Ohya, ternyata bukan anak kita saja yang main loncat kelas." Abi sengaja memberikan info kepada Dara.
"Siapa mas?"
"Tuh bocah bule yang ngebet jadi menantu kita juga loncat kelas. Kayaknya dia mau saingan dengan G" kekeh Abi.
"Haaaahhhh?"
***
Yuhuuu up pagi dulu
Eniwaiii ada novelnya Edward dan Yuna Yaaaa
Maap, akibat semalam mendapatkan wangsit dan kudu disalurkan, jadi pagi-pagi sudah author posting daripada otak author pusing kepenuhan.
Kalau ide udah penuh di otak minta dikeluarkan, jadinya gini deh!
Maap malah melenceng dari rencana karena namanya ide kita nggak tahu nongolnya kapan.
Ohya. Natal aku libur sehari ya. Habis itu aku langsung buat Ghani dan Duncan bersamaan karena -lagi-lagi- dapat wangsit pas nonton CSI NY dan CSI.
Thank you for reading
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️