Menikahi Suami Sahabatku

Menikahi Suami Sahabatku
Tiger Mom


Tahun ajaran baru adalah tahun yang membuat Abi dan Dara H2C alias harap-harap cemas. Duo G masuk kelas enam sedangkan Rhea masuk kelas dua SD tapi mereka bertiga bagaikan nggak ada beban. Rhea malah semangat berangkat bareng dengan kedua kakaknya dan memakai seragam yang sama.


Abi sengaja untuk cuti sehari demi mengantar ketiga anaknya memasuki ajaran baru. Karena bukan hal yang mudah melihat duo G yang langsung loncat kelas dua tingkat dan banyak anak yang pasti tidak suka.


Kini mereka berlima sudah berada di mobil Mercedes Benz GLC milik Abi menuju sekolah. Di dalam mobil, Rhea tidak henti-hentinya berceloteh.


"Asyik, seragamnya samaan sama mas Ghani dan Bang Gozali. Dik Rhea udah nggak iri karena nggak bisa sama seragamnya" ucap gadis cilik cantik yang rambut panjangnya diikat dua dan diberi hiasan pita berwarna pink.


Hari ini mereka mengenakan seragam baju putih dengan bawahan plus dasi berwarna merah. Abi bahkan membelikan tas sekolah dari Jepang yang bernama randoseru atau bisa disebut ransel namun berbeda dengan tas lainnya, tas randoseru meskipun terlihat berat namun ternyata enteng. Bagus untuk tulang punggung anak-anak.



Abi membeli yang biru untuk duo G sedangkan yang pink untuk Rhea pada saat mereka berlibur ke Jepang sebelum tahun ajaran baru di bulan Juni karena Ghani ingin melihat Aoyama Gosho Museum disana.



Dara sendiri menikmati liburan keluarga di Jepang sembari mempraktekkan kemampuan bahasa Jepangnya karena selama putranya les bahasa itu, Dara pun ikut belajar. Selain bahasa Jepang, Dara pun memanggil guru les bahasa Korea yang juga diikuti Rhea.


Abi kini mengetahui darimana anak-anaknya menjadi cerdas karena melihat ibunya sendiri juga suka belajar. Dara bukan tipe istri yang suka acara sosialita yang sering unfaedah jadi di rumah dia menyibukkan diri untuk belajar bahasa. Sejak Ghani berusia lima tahun, Dara sengaja memanggil guru les bahasa di rumah.


Kini kelimanya sudah berada di gerbang sekolah. Ghani dan Gozali lalu mencium punggung tangan Abi dan Dara sebelum masuk ke ruang kelas mereka. Rhea sendiri masih memegang tangan mommnya karena ada rasa takut masuk ke kelas baru.


"Rhea mau diantar mommy ke ruang kelasnya?" tanya Dara. Putrinya mengangguk.


"Aku akan menunggu di mobil, sayang." Abi merasa risih dilihat oleh para ibu-ibu yang mengantar anaknya.


Sebelahku masih ada Adara tapi tuh ibu-ibu kayak pengen ngemplok aku saja!


Dara bukannya tidak tahu suaminya dilihatin oleh kaum emak-emak namun dia tetap tenang. Ketika melewati para emak-emak yang masih mengghibah suaminya, Dara hanya mengatakan "Nggak pantas ah ibu-ibu ghibah suami orang pagi-pagi. Bikin dosa lho!"


Sontak ibu-ibu disana menatap Dara dengan perasaan tidak enak.


"Maaf Bu Abi soalnya suaminya ganteng banget!" celetuk seorang ibu.


"Rumput tetangga memang selalu nampak hijau daripada rumput sendiri. Janganlah seperti itu, berarti ibu kurang bersyukur dengan apa yang diberikan Allah."


Ibu itu pun terdiam. Dara berpamitan lalu mengantarkan Rhea masuk ke dalam ruang kelasnya. Wali kelas Rhea pun berdiskusi dengan Dara dan ibu cantik itu meminta agar Rhea dibimbing karena posisinya loncat kelas. Setelah berbasa basi sebentar, Dara pun kembali ke mobil dimana suaminya setia menunggu.


"Akhirnya kamu datang juga" ucap Abi.


"Kenapa mas?"


"Risih tahu tuh ibu-ibu lihat mas kayak apa saja" keluh Abi.


"Kayaknya tuh ibu-ibu pada ghibahin mas deh. Kok suaminya Adara mulai keliatan kerutannya" goda Dara dengan wajah serius melihat wajah suaminya yang semakin mendekati usia 40 tahun malah semakin tampan.


"Hah? Aku? Kerutan? Dimana?" tanya Abi panik sembari melihat spion mobil mengecek wajahnya.


"Lho kan wajar mas, usia segini keriput mulai nongol" ucap Dara santai.


"No way! Mas menolak tua!" sahut Abi masih melihat spion.


Dara tertawa terbahak-bahak. "Ya Allah mas, menua itu memang wayahe."


"Emoh ah sayang, mas mau gini ajah, nggak mau kelihatan menua!" cebik Abi sambil manyun.


"Kayaknya kalau soal ogah menua itu harusnya ibu-ibu yang rempong kenapa ini malah suami Adara yang heboh?" kekeh Dara.


Abi kemudian menjalankan mobilnya dengan wajah cemberut.


"Pulang lah!"


"Kirain mas mau jalan-jalan dulu sama aku."


"Nggak, mas mau pulang. Kamu sesampainya di rumah harus merawat muka mas pakai krim apapun itu yang ada di meja riasmu trus wajah mas dikasih masker wajah ya biar kerutannya hilang."


Dara ternganga. Segitu insecure nya mendengar ada kerutan?


"Mas, kerutannya mas tuh nggak banyak lho" kekeh Dara.


"Justru karena itu, sebelum menjadi banyak, mas mau pencegahan dini melawan kerutan!" sahut Abi kalem.


"Ya Allah Gusti! Kenapa suami aku jadi lebay begini ya? Eh apakah ini namanya puber kedua mas?"


"Hah?"


"Soalnya kelakuan mas aneh-aneh deh!"


"Berarti kalau mas puber kedua, boleh dong ngelirik yang lain?" goda Abi ke Dara.


"Boleh! Tapi habis itu mas akan aku tinggalin! Anak-anak aku bawa semua!" wajah Dara tampak serius dan ... dingin.


Abi langsung bergidik melihat perubahan wajah istrinya.


"Aku cuma bercanda sayangku."


"Aku tidak bercanda mas! Kalau mas Abi berani macam-macam, jangan harap ada kesempatan kedua dan saat itu juga aku akan meninggalkan mas Abi dengan membawa anak-anak!"


"Whoah Adara! Ternyata dirimu menyeramkan!" Abi tidak menyangka istrinya yang selalu lembut itu bisa galak seperti macan.


"Aku hanya mempertahankan apa yang menjadi milikku. Kalau yang aku pertahankan tidak mau dipertahankan buat apa capek-capek. Lepaskan saja toh yang rugi juga bukan aku, karena dia lebih memilih batu kali daripada sebongkah berlian!"


Abi terdiam. Bayangan pria-pria yang terang-terangan menyukai Dara seperti Damien atau Marcell terbayang di matanya.


Hohoho jangan harap mereka mendapatkan Adaraku!


Dara melirik ke Abi dengan perasaan geli. Sengaja dia melakukan hal itu agar suaminya berpikir ulang untuk berani macam-macam. Bukan hal yang mudah mempertahankan rumah tangga apalagi pria semakin tua semakin matang dan memiliki banyak uang, jadi target incaran para wanita jablay.


Meskipun Dara tidak pernah meragukan kesetiaan suaminya, namun Dara tetap harus menyatakan pendapat dan isi hatinya agar Abi tetap berada di koridor yang benar dalam berumahtangga. Karena Dara hanya ingin menikmati pernikahannya dengan Abi, menua bersama tanpa adanya prahara di rumah tangga mereka.


Keduanya pun terdiam hingga sampai depan mansion dengan pemikiran masing-masing. Abi yang takut para pria pengagum Dara akan hadir, sedangkan Dara yang menginginkan pernikahan yang diharapkan.



***


Yuhuuu


Up sore dulu Yaaaa


Thank you for reading


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️