
Abi dan Dara berencana menghabiskan liburan akhir tahun bersama ketiga anaknya hingga tahun baru. Ditambah Keluarga Stephen dan Diana datang menyusul bersama dengan Neil dan Nadya plus Oom favorit mereka Marcell.
Suasana ramai di mansion akibat kerusuhan antara anak-anak apalagi Ghani dan Duncan yang bisa dihitung pakai jam akurnya namun setelah itu berdebat lagi membuat ramai suasana.
Pada boxing day atau sehari sesudah natal, sepupu Yuna, Vivienne Lee Neville datang berkunjung bersama suaminya Jammie Arata dan kedua anaknya, Javier dan Valora yang seumuran dengan Ghani dan Rhea.
Dara hanya bisa tersenyum melihat kegesrekan Vivienne yang memang terkenal cerewet dan dramatis. Meskipun Yuna sudah mengingatkan, namun tetap saja Dara terbengong-bengong melihat istri pengusaha real estate di Inggris itu santai saja ngobrol hal-hal receh.
"Jadi Gozali kalian angkat anak sekarang?" tanya Vivienne ketika keempat wanita cantik itu berada di meja makan. Para pria sedang berada di ruang kerja Edward sedangkan anak-anak di ruang tengah bermain PS5 dan membaca buku.
"Iya Viv, karena kata mas Abi, nenek Gozali adalah seorang mucikari" bisik Dara tidak mau kedengaran anak-anak.
"Astaghfirullah! Untung kalian bisa segera mengadopsi agar Gozali hidup layak."
"Alhamdulillah."
"Eh apa kalian tahu, bang Gala, polisi yang membantu Stephen dan Abi itu belum menikah?" tanya Diana.
"Masa sih mbak? Bukannya Bang Gala fisik dan uang ada ya?" Dara bingung kenapa Gala belum menikah.
"Berapa sih usianya?" tanya Vivienne
"Seumuran mbak Nabila. Kan temannya sekelas dari kelas 1 SMA" jawab Yuna.
"Lha udah 45 tahun lebih dong!" seru Vivienne.
"Bujang lapuk" kekeh Yuna.
"Tar aku jodohin ma temen dokterku deh. Udah usia 38 tapi belum mau menikah gegara tunangannya meninggal seminggu sebelum menikah." Diana memikirkan teman sejawatnya, dokter Geya seorang dokter anak.
"Kayaknya bang Gala patah hati ditinggal mbak Nabila nikah sama bang Mike" gumam Vivienne.
"Itu juga yang diceritakan oleh mas Abi" jawab Dara. "Patah hati sama mbak Nabila sampai kalau ada kloningannya mbak Nabila baru mau nikah."
"Wong edan!" celetuk Vivienne.
"Whoa! Nona bule satu ini kok tahu istilah begitu?" seru Yuna.
"Tahu lah! Kan mama sering ngomel pakai bahasa Jawa kalau lagi kesal" kekeh Vivienne.
"Iya Di, kamu jodohkan saja sama teman sejawatmu. Kasian nanti juniornya nggak keasah" ucap Yuna tanpa filter.
Sontak ketiga wanita cantik itu melongo mendengar kalimat gadha akhlak itu. Tak lama suara tertawa terdengar di meja makan.
"Whoah! Nyonya Edward Blair! Apakah kau sudah ketularan gesreknya mafia gila itu?" ledek Vivienne sembari tertawa keras.
"Astaghfirullah mbak Yuna" kekeh Dara tidak menyangka Yuna yang biasanya anggun dan jarang berucap nggak sopan, bisa-bisanya berkata demikian.
"Iya nih! Brengsek si Edward! Bikin bibirku ternoda berucap rusuh!" rutuk Yuna dengan cemberut.
"Mbak, pada dasarnya dirimu memang sudah Gesrek cuma terlalu menahan diri. Mbok kayak aku ini lho, no beban kalau ngomong" ucap Vivienne sombong.
"Iya bener kamu nggak ada beban tapi Jammie sering curhat ke mas Alex pusing punya istri kayak kamu!" sahut Yuna.
"Salahnya ngajak nikah kok ngancem. Belum tahu apa kalau Vivienne Lee Neville Arata yang cantik paripurna ini rada-rada Gesrek?" Vivienne mendongakkan wajahnya dengan lagak sombong.
"Haddeehhh, punya adik kok gini amat ya!" komentar Yuna sembari memegang pelipisnya.
"Nikah diancam, Viv?" tanya Dara penasaran.
"Iya. Aku ceritain nih. Jadi sejak aku usia 15 tahun sudah dilempar..."
"Dilempar ah mbak. Soalnya papa dah jengah dengan kenakalan ku. Oke back to Topic. Jadi aku dilempar papaku yang ganteng itu ke Tokyo untuk kuliah disana. Gini-gini otakku encer juga dan keterima di Tokyo Institute of Technology jurusan Chemistry. Jadi kalau kalian butuh racun yang nggak terdeteksi, bisa tanya ke aku." Vivienne nyengir.
"Haaaddeeh!" Yuna mengusap wajahnya.
"Lanjut! Demi menjaga ketertiban umum dari sikap ke bar-baranku, Mas Alex, kakak sepupuku, diminta Papa untuk memberikan pengawal dan dikasihlah Jammie Arata, yang merupakan salah satu asistennya. Dan selama jadi pengawalku, entah sudah berapa kali Jammie minta berhenti tapi tetap saja nggak jadi. Kayaknya udah kena pelet kecantikanku deh!" Vivienne terbahak.
"Astaga! Mbak Yuna, Nemu dimana sih adik reseh seperti ini?" tanya Diana sambil cekikikan.
"Setahuku, Tante Adinda Nemu dia di depan mansion Neville sih. Dibuang sama neneknya."
"Serius?" seru Dara.
"Dua rius malah! Memang aku dulu dibuang Ra sama nenekku yang nggak sanggup merawat aku dan asal kalian tahu, aku dalam kondisi sakit parah akibat pengaruh kokain karena kedua orangtuaku pecandu. Mama dan papa habis dana banyak untuk menyelamatkan aku dan Alhamdulillah aku bisa seperti ini sekarang berkat kedua orangtuaku itu. Anyway, Jammie lama-lama jengah juga melihat kebar-baran ku jadi dia bilang padaku. 'Menikah denganku atau kamu kehilangan semua fasilitas?' Lha tentu saja aku protes ke papa dan ternyata papa setuju aku menikah dengan Jammie. Kupikir, nggak ada salahnya sih nikah sama orang yang sudah tahu kita seperti apa daripada orang yang baru sama sekali."
Vivienne minum jus alpukat nya "Dan ternyata Jammie sudah jatuh cinta denganku semenjak dia kena tendang karena menolongku yang hampir jatuh dari tangga tapi tanpa sengaja memegang dadaku. Reflek lah aku tendang."
Ketiga wanita disana hanya bisa menghela nafas panjang.
"Ternyata jatuh cinta setelah menikah itu nikmat banget! Jadinya tuh dua bocah!" lanjut Vivienne sambil mengedikkan dagunya ke arah anak-anak yang sedang berada di ruang tengah.
Ketiga wanita itu hanya melengos mendengar ucapan absurd Vivienne.
"Ra, kamu di London sampai kapan?" tanya Diana mengalihkan pembicaraan.
"Rencana sampai tahun baru sih. Rhea minta lihat pertunjukan kembang api soalnya."
"Kayaknya kita ikutan juga deh sampai tahun baru. Nanti kita pulang bareng saja naik pesawat the Blair" ajak Diana.
"Duh alamat mas Abi ngomel-ngomel lagi deh!"
"Memang kenapa Ra?" tanya Vivienne.
"Alamat ngerefund tiket pulang besok" kekeh Dara. "Mana kemarin hotel pun sudah dibatalkan sepihak oleh Mas Edward. Beruntung depositnya bisa kembali."
"Ra, jangan jadi orang susah dong! Suami kamu itu kaya bangets! Nggak usah refund tiket nggak papa!" celetuk Vivienne.
"Oh teteup! Duit refund tiket kan lumayan bisa buat belanja bulanan" kekeh Dara.
"Duh susah ya kalau bicara sama emak-emak" sahut Vivienne.
"Kan kamu emak juga Viv!" ucap Yuna.
"Masa sih? Nggak merasa tuh!" cengir Vivienne.
"Haduh nih anak! Yakin kamu udah nggak ada zat adiktif di darah kamu?" tanya Yuna.
"Lho emang kenapa mbak?"
"Soalnya otakmu makin lama makin Gesrek!"
"Ih mbak Yuna jahara!" cebik Vivienne.
***
Yuhuuu Up siang Yaaaa
Thank you for reading
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️