
I want you back nan nega eobseumyeon
Gaseumi teog maghyeoseo sumeul swil suga eobseo
I want you back nega eobneun nae moseub
Sangsanghaebon jeog eobgo wonhae bon jeogdo eobseo
( Aku ingin kamu kembali,
Tanpamu dadaku tersumbat dan aku tidak bisa bernafas.
Aku ingin kamu kembali, aku tidak pernah menginginkan atau membayangkan diriku tanpamu. )
*Kim Sungkyu - The Answer*
Abi memutar lagu itu berulang-ulang karena itu track lagu yang sedang didengar terakhir oleh Dara di aplikasi musiknya. Abi melamun ke arah luar jendela kamarnya membayangkan istrinya yang sekarang entah berada dimana.
"Bi" panggil Bryan. Abi pun menoleh. "Ada yang ingin bertemu dengan mu."
"Siapa?" tanya Abi.
Bryan hanya menatap pintu dan masuklah Damien Xavier dengan kaos abu-abu, jaket kulit dan jeans.
"Halo Abimanyu."
Abi pun langsung menerjang Damien dan memberikan pukulan di wajahnya. Bryan berusaha menarik tubuh Abi yang dikuasai amarah. Bram, Stephen, Edward dan Diana segera masuk ketika mendengar ribut-ribut. Bram pun membantu Bryan menahan tubuh Abi yang hendak memukul Damien lagi.
"Kembalikan Adara!!! KEMBALIKAN ISTRI DAN ANAKKU!!!" raungnya.
Damien mengusap-usap rahangnya yang terkena jotosan Abi, darah segar tampak keluar dari sudut bibirnya. Diana pun segera mengambilkan tissue untuk Damien.
"Abi ! Abi ! Tenang lah! Bukan Damien yang meculik Dara!" bujuk Stephen sambil menatap Abi yang wajahnya masih emosi.
Edward menahan kedua bahu Abi dengan sedikit tekanan agar Abi tenang.
"Bukan Damien, Bi. Aku sudah memeriksanya. Bahkan Damien bisa membantu kita mencari Dara." Edward menatap mata Abi dan pria yang sedang emosi mencari kebohongan di mata biru Edward.
"Are you sure, Ed?" tanya Abi terengah-engah.
"Positive! Sudah kamu sekarang tenang dulu, jaga emosi kamu, ingat gegar otakmu!" Edward memberi kode kepada Bryan dan Bram untuk melepaskan Abi.
Kedua pria Asia itu pun melepaskan Abi yang kemudian mendudukkan tubuhnya di sofa karena kepalanya pusing lagi.
"Kalau bukan Damien, lalu siapa?" bisiknya.
"Abimanyu, walaupun aku menyukai istrimu tapi aku tidak mau menjadi pebinor, cukup sudah kejadian yang lalu." Damien melap darah di bibirnya dengan kasar.
"Diana, apakah Dara memakai gelang Ruby ketika diculik?" tanya Damien kepada Diana.
"Iya. Kalau Marcell tidak berkomentar, aku tidak memperhatikan" jawab Diana.
"Bagus!" Damien tersenyum.
"Maksudmu apa Dam?" tanya Edward.
"Gelang Ruby itu adalah hadiah dari Maya, putriku ketika Dara pamit berhenti kerja. Aku memasang mikrochip di dalamnya yang bisa mendeteksi dimana Dara dan juga denyut jantungnya."
Abi emosi lagi. "Brengsek kau! Memasangkan GPS ke istriku!" Hampir saja dia memukul Damien lagi kalau tidak ditahan Stephen dan Bryan.
"Maafkan aku yang gegabah namun aku hanya menginginkan Dara aman" ucap Damien tanpa dosa.
"Rupanya klan Xavier masih bergerak di bawah tanah" kekeh Edward.
"Sorry Ed" cengir Damien. "Anyway, ini hari ketiga Dara hilang dan aku sudah tahu dia berada dimana. Tenang, dia masih hidup."
"Dimana?"
"Raja Ampat."
***
Bryan dan Bram berhasil mendapatkan manifest penumpang pesawat komersil dan pribadi yang menuju Papua.
Dan mereka menemukan sebuah pesawat pribadi yang terbang menuju Sorong Papua. Menurut manifest yang berhasil di hack oleh keduanya, ditemukan nama Firman Sahputra.
"Aku tidak mengenalnya" jawab Abi.
"Firman Sahputra, usia 27 tahun, pekerjaan fotografer. Dia satu SMA dengan Dara" sahut Bram. "Sebentar, ada yang nggak beres."
Damien sendiri sibuk berbicara dengan bahasa Rusia melalui ponselnya lalu dia berbisik dengan Edward lalu keduanya hendak pergi.
"Kalian berdua mau kemana?" tanya Abi curiga.
"Kami mau ke Sorong." Tidak ada gunanya menutupi dari Abi.
"Bawa aku!"
"Bi, gegar otakmu. Kau jangan naik pesawat dulu" bujuk Diana.
"BAWA AKU FOR GOD'S SAKE! YANG DICULIK ITU ISTRI DAN ANAKKU!" bentak Abi keras kepala.
Edward memberi kode agar Diana diam, sedangkan Stephen memeluk istrinya.
"Pergilah Bi, bawa pulang Dara dengan selamat. Jangan lupa obat sakit kepalamu dibawa." Stephen menyerahkan kantung obat ke Abi yang diambilnya dari meja kecil sebelah tempat tidur Abi.
Abi menerima obatnya lalu mengikuti Damien dan Edward keluar kamar.
"Aku pun akan seperti itu jika menyangkut dirimu dan si kembar, sayang" hibur Stephen kepada Diana.
"I know sayang. Aku hanya mengkhawatirkan Abi jika sakit kepalanya kambuh selama di perjalanan menuju Papua."
"Edward dan Damien sudah menyiapkan dokter di pesawat. Sudah, kamu tenang ya." Diana mengangguk.
"Steve, kamu tidak akan percaya akan hal ini!" seru Bryan sedangkan Bram tersambung dengan Edward melalui headset sambil melihat hasil kerja partnernya.
"Apa Bry?" Stephen dan Diana ikut melihat hasil penyelidikan Bryan.
"Ternyata Firman Sahputra adalah anak angkat Triad dari klan Heilong atau naga hitam. Dan dia sudah terobsesi dengan Dara sejak SMA." Bryan menunjukkan beberapa akun sosial media rahasia milik Firman yang semuanya berisikan foto Dara. "Lulus SMA, Firman terbang ke Hongkong dan tinggal disana sampai setahun lalu dia pulang ke Indonesia."
"Dan dia bertemu Dara kembali" gumam Stephen.
"Apa Dara memiliki akun sosial media?" tanya Diana.
"Dara hanya memiliki akun Instagram yang isinya hanya foto makanan dan masakan hasil karyanya. Terakhir Dara memposting seminggu lalu memperlihatkan nasi liwet buatan ibunya."
Stephen dan Diana melihat foto-foto akun Dara yang tidak ada fotonya maupun dengan Abi.
"Darimana Firman mendapatkan foto-foto Dara sebanyak ini?"
Foto-foto yang disimpan Firman berasal dari jaman Dara mengenakan seragam putih abu sampai kemarin ketika dia berada di Lembang bersama Abi.
Diana bergidik membayangkan penguntit yang sedemikian rupa mengikuti Dara seperti seorang predator yang hendak memangsa.
"Abi tidak pernah memakai pengawal karena merasa bisnisnya bukan seperti bisnis ku atau Edward. Begitu juga Dara yang tidak pernah melakukan perbuatan yang menyakiti orang lain. Kesalahannya hanyalah ada orang lain yang memiliki obsesi abnormal hingga melakukan perbuatan seperti ini" ucap Stephen.
"Bram, sudah kau kabari boss tentang motif si Firman?"
"Sudah dan boss membawa banyak pengawal yang langsung terbang ke Papua begitu juga para pengawal klan Xavier sudah ditempatkan begitu Damien tahu ada hal yang terjadi pada Dara."
"Kita kalah dua langkah dari Damien."
"Lebih baik kalah dua langkah daripada tidak mampu melangkah." Bram menepuk bahu Bryan.
"Aku rasa sejak saat ini, Abi akan memakai pengawal kemana pun demi keselamatan semua karena yang kita hadapi adalah anak angkat Triad." Diana menatap Stephen dengan cemas.
"Jangan khawatir. Edward akan membereskan kalau soal Triad itu. Kudengar Duncan McGregor pun akan turun gunung" kekeh Stephen.
"Jangan lupakan dua keluarga lainnya" timpal Bryan.
"Abi beruntung memiliki teman seperti kalian" ucap Bram.
***
Yuhuuu
Up siang dulu yaaa
Bukan bang Damien sodara-sodara. 🤭🤭🤭
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️