Menikahi Suami Sahabatku

Menikahi Suami Sahabatku
Melting


Kandungan Dara kini berusia lima bulan dan fase mual dan muntahnya pun sudah mulai berkurang. Abi bersyukur ngidamnya Dara masih masuk akal dan bisa ditolerir dibanding Stephen dulu ketika Diana hamil si kembar.


Siang ini Stephen mengajak Abi makan siang bersama setelah dirinya menyelesaikan pertemuan dengan kliennya. Karena cafe itu dekat dengan kantor Abi, tak lama pria tampan itu sampai di cafe menemui Stephen.


"Wah calon Daddy! Apa kabar!" sapa Stephen sambil memeluk Abi.


"Kabar baik. Alhamdulillah" jawab Abi.


"Gimana Dara? Ngidam aneh-aneh nggak?" tanya Stephen setelah mereka memesan makanan.


"Tiap malam maunya aku dongengi dia pakai novel picisannya sampai dia tidur. Padahal novelnya nggak banget deh ceritanya" kekeh Abi. "Kalau makanan, Alhamdulillah sih nggak macem-macem cuma setiap hari harus ada kimbab."


Stephen tertawa. "Masih bagus daripada Diana dulu."


"Memang Diana ngidamnya parah?" tanya Abi sambil menyesap es lemon tea nya.


"Parah! Tri semester pertama, aku hampir nggak boleh pakai parfum karena dia mual mencium parfumku. Jadi aku berangkat tanpa parfum, baru sampai kantor pakai. Sebelum aku pulang, aku mandi dulu supaya bau parfumnya hilang. Kau tahu koleksi jas ku sampai hampir habis karena aku ganti dua kali sehari" kekehnya.


"Adara malah nggak bisa masuk dapur. Nginjak lantai dapur langsung muntah-muntah" ucap Abi.


"Aneh-aneh deh istri ngidam tuh. Diana malah minta kita terbang ke Singapore hanya pengen laksa yang ada di universal studio!" keluh Stephen. "Untung pada saat itu pesawat pribadi Edward lagi nganggur di Jakarta jadi aku pakai dulu lah!"


Abi tertawa. "Untung Adara nggak terlalu aneh-aneh cuma ya sekarang dia seneng banget nonton anime detektif Conan."


"Hah? Kamu ingin anakmu jadi detektif?" kekeh Stephen.


"Entahlah. Selama ngidamnya masih seperti itu, dimaafkan lah."


"Sekarang Dara jalan lima bulan ya? Maaf kemarin waktu acara empat bulan, kita nggak bisa datang karena kita pas di London ada acara disana." Stephen harus mendampingi kliennya yang menjalani sidang disana, sedangkan Diana ada undangan dari University of Oxford.


"Iya jalan lima bulan."


"Sehat-sehat selalu ya buat Dara dan debay nya" ucap Stephen tulus.


"Terimakasih Steve."


***


Mengetahui Stephen makan siang dengan Abi, Diana mengajak sahabatnya untuk refreshing. Diana mengajak untuk karaoke walaupun pada awalnya Abi menolak karena pasti penuh dengan asap rokok yang tidak baik buat kesehatan ibu dan babynya namun Diana menjamin tempatnya dia minta disterilisasi terlebih dahulu agar aman bagi Dara.


Setelah tahu Diana begitu memperhatikan Dara, akhirnya Abi mengikuti kemauan sahabatnya. Malam ini mereka akan melakukan double date lagi.


***


Dara menyambut Abi yang pulang agak cepat di hari Jumat ini. Antasena seperti biasa sudah terbang ke solo dengan pesawat terakhir. Dara sempat menanyakan apakah Antasena tidak merasa boros setiap Minggu ke solo.


"Mbak, aku itu nabung buat nikah sudah dari jaman pembalap apalagi kerja sama mas Abi itu gaji lumayan dan aku bukan tipe suka foya-foya juga. Aku belajar dari mas Abi juga, uangnya memang digunakan hal yang penting dan ngapel ke solo itu penting" cengirnya.


Abi sendiri semakin terbuka dengan Dara tentang keadaan perusahaan yang semakin naik profitnya, kerjasama dengan banyak perusahaan di luar negeri bertambah yang mempercayakan distribusi mobil-mobil mahal melalui perusahaan Abi.


Meskipun tahu suaminya banyak uang, Dara sendiri tidak suka menghambur-hamburkan. Dara lebih suka melakukan kegiatan amal dan sosial bersama Diana yang rutin setiap bulan. Ketika Abi mengetahuinya, dia malah mendukung istrinya.


"Kamu siap-siap, dandan santai saja, kita mau pergi" ucap Abi sembari mencium kening dan perut Dara yang membuncit.


"Kemana mas?" tanya Dara sambil berjalan sejajar dengan suaminya menaiki tangga ke lantai dua.


"Diajak karaoke sama Diana dan Stephen."


Dara mengerenyitkan dahinya. "Kan bau asap rokok mas?"


"Diana sudah mensterilkan kok. Kamu tahu, kalau Diana sudah minta karaoke pasti dia super jenuh, butuh teriak-teriak" kekeh Abi.


"Baiklah kalau aman, aku mau. Sudah lama aku tidak teriak-teriak juga" gelak Dara.


***


Abi dan Dara turun dari Range Rover mereka dan menuju ke tempat karaoke yang terkenal sangat ekslusif. Sang pemilik karaoke, Marcell, mengenal Abi juga karena selalu menemani Diana saban suntuk.


"Abi! Apa kabar? Semenjak menikah nggak pernah main!" sapa pria cantik itu. Dara sampai tertegun melihat wajah Marcell yang seperti anime hidup.



"Hah! Kamu dari dulu selalu berantakan Cell" kekeh Abi melihat dandanan temannya.


"You know lah!" kedipnya genit.


"Brengsek! Ohya kenalkan ini istriku Adara Utari." Abi memperkenalkan Dara dengan Marcell.


"Wah istrimu cantik Bi. Kalau dia nggak bini lu n buncit perutnya, bisa kuajak ke KUA" gelak Marcell.


"No way José! Punya gue ini!" hardik Abi cemberut.


"Iya dah! Dara hati-hati dengan pria satu ini, posesif nya amit-amit!" ucap Marcell dengan gaya bergidik.


"Udah tahu kok!" senyum Dara.


"Wow! Beneran Bi, kalau Dara bukan punyamu udah otw sah gue!" goda Marcell.


"Untung lu temen gue yang gue tahu gimana. Orang lain udah gue kirim ke rumah sakit!" omel Abi yang membuat Dara tertawa. "Diana pesan ruang biasa?"


"Yoooiiii. Malah tadi sepcial request harus steril et Cetera, ternyata ini alasannya." Marcell mengedipkan sebelah matanya ke Dara.


"Marceeeellll !!!"


"Bener kan Dara?" bisik Marcell yang membuat Dara tertawa.


"Ayo Adara, tinggalkan makhluk gak punya akhlak itu" tarik Abi meninggalkan Marcell yang masih tersenyum.


"Dasar bucin lu Bi!" teriak Marcell.


"Emang!" sahut Abi cuek.


Abi dan Dara memasuki lift menuju lantai dua tempat ruang VVIP milik Marcell yang sudah dibooking Diana. Ketika masuk, mereka melihat Diana sedang asyik menyanyikan lagu dari Thirty Second to Mars yang berjudul Kings and Queens.


"Lagu opening khas Diana sebelum ngamuk teriak-teriak" ucap Abi di telinga Dara ketika mereka sudah duduk.


Stephen hanya menyaksikan dengan santai istrinya heboh sendiri.


"Pasiennya ada yang meninggal, jadi dia menyalurkan emosinya seperti ini" ucap Stephen ke Dara mengingatkan pada dirinya sewaktu di Solo memasang samsak untuk menyalurkan emosi.


Diana ngos-ngosan setelah mengambil nada tinggi ala Jared Leto.


"Hai Dara, sorry aku lagi emosi jadi harus meluapkan" sapa Diana.


"Nggak papa mbak, aku juga sama dulu waktu di Solo." Abi dan Stephen melirik kepo.


"Kamu ngapain?" tanya Abi penasaran.


Dara kemudian menceritakan bagaimana dia mendidik murid-muridnya agar melakukan anger management setiap mereka menghadapi masalah yang berat.


"Wah bagus tuh, patut dicoba" kerling Diana ke Stephen.


"No no no, nggak ada samsak di rumah ya!" tegas Stephen yang membuat Dara dan Abi terbahak.


"Ayo siapa yang mau nyanyi? Aku istirahat dulu capek niru si Jared" ucap Diana.


"Aku" jawab Stephen.


Lagu yang dipilih Stephen dari Blue - You make me wanna.


You make me wanna call you in the middle of the night


You make me wanna hold you 'til the morning light


You make me wanna love, you make me wanna fall


You make me wanna surrender my soul


I know this is a feeling that I just can't fight


You're the first and last thing on my mind


You make me wanna love, you make me wanna fall


You make me wanna surrender my soul


"Lagu jaman dia ngejar aku" kekeh Diana setelah Stephen selesai.


"Owh so sweet" ucap Dara dengan gaya sok melting.


"Dara, mau nyanyi nggak?" tanya Stephen.


"Aku dulu" ucap Abi yang membuat Stephen dan Diana shock.


"Abi? Nyanyi? Sebentar, matahari masih terbit dari timur kan?" goda Diana.


"Sial**an!" umpat Abi sambil cemberut.


"Memang mau nyanyi apa Bi?" tanya Stephen melihat Abi mencari-cari lagu di daftar dan langsung tersenyum lebar ketika menemukannya.


"Lagu ini buat istriku tercinta. Kamu tahu, aku selalu belajar menyanyikan lagu ini hanya untuk bisa menyanyikannya di depan mu." Abi pun memulainya.



(Forever you) You are so beautiful


Nae gaseumae milryeowa seumyeowa dagawa beonjin nae sangcheodo


(Forever you) You are so wonderful


Shirin nae sarangdo nae noonmeuldo nae apeun sangcheoreul jiwoojo


Neol saranghanda neol saranghanda


Dara menangis terharu melihat Abi belajar menyanyikan lagu favoritnya. Diana pun ikut melting sambil memeluk suaminya.


Usai menyanyikan lagu milik Xia Junsu, Abi mencium bibir Dara lembut tanpa memperdulikan pasangan yang terhanyut melihat kemesraan mereka.


"Kamu kalah romantis, sayang" komentar Diana kepada suaminya Stephen.


Abi duduk di sebelah Dara yang masih tidak percaya suaminya bersedia menyanyikan lagu itu.


"Bi" panggil Stephen.


"Apa Steve?"


"Sejak kapan kamu bisa bahasa Korea?"


***


Haaaiissshhhh


Up siang uwu-uwu


Kalau Eike khilaf, malam dilanjut


Thank you readers ku


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️