Menikahi Suami Sahabatku

Menikahi Suami Sahabatku
Klaim ala The Blair


*Pembacaan panggilan G di Ghani adalah 'Ji' sesuai dengan lafal bahasa Inggris bukan 'Gé' seperti Indonesia*


Tidak terasa kehidupan Abi dan Dara bersama putra mereka Ghani, menginjak tahun ketiga pernikahan. Sekarang Dara sedang hamil anak kedua yang ternyata berjenis kelamin perempuan. Tentu saja berita ini menjadi kabar baik bagi Edward yang masih penasaran untuk bisa berbesan dengan Abi.


Duncan yang kini menginjak usia hampir tujuh tahun langsung antusias bahwa baby girl is on the way.



"Pokoknya baby girl is mine Dad" ucap bocah tampan itu ketika mendengar ibunya ngobrol dengan Tante Daranya via zoom karena sekarang keluarga Blair menetap di London karena Duncan bersekolah di sebuah sekolah elit disana.


"Sebelum kamu klaim, Dad sudah klaim duluan buat kamu!" ucap Edward sambil nyengir. Tentu saja tidak mudah bagi Edward untuk membujuk Abi menyetujui permintaan besanan dengannya.


Tadi pagi di kantor Blair


"Nggak Ed! Aku tidak mau menjodohkan baby girl ku dengan Duncan!" tolak Abi ke sekian kalinya via panggilan telepon.


"Oh come on Bi! Aku bahkan sudah membooking sebelum kalian membuatnya!" gelak Edward. Pria berusia 43 tahun itu masih tetap dengan asas pengeyelannya.


"Aku bilang nggak ya nggak Ed! Karena apa, aku tidak mau membebani putriku bahwa dia harus menikah dengan D jika dia besar nanti."


Edward mengusap wajahnya dengan kasar. Satu sisi dia memahami maksud Abi, tapi sisi lain dia ingin putranya nanti berjodoh dengan baby girl yang masih di perut Dara. Entah apa yang dia pikirkan tapi feeling-nya mengatakan bahwa Duncan adalah jodoh putri Abi.


"Kita lihat saja Bi. Anakku jodoh anakmu atau tidak."


***


Abi naik ke kasur setelah meninabobokan G dengan mendongengkan Sherlock Holmes. Abi sedikit merinding membayangkan putra tampannya bakalan menjadi detektif seperti saat mommynya mengidam dulu.


"G sudah bobok, mas?" tanya Dara yang masih membaca novelnya. Hampir sama dengan kehamilan pertamanya, Dara pun suka membaca buku apapun namun tidak minta didongengi Abi.


"Sudah sayangku." Abi menghela nafas panjang.


"Mas Edward?" ucap Dara sembari meletakkan novelnya di nakas.


"Edward, Duncan dan Ghani."


"Ada apa dengan mereka hari ini?" senyum Dara sembari pelan-pelan memiringkan tubuhnya yang sudah membesar perutnya. Kehamilan kedua ini Dara jauh lebih banyak makan dan jika tidak diberikan program diet oleh dokter Haris, bisa terkena darah tinggi dan bayinya bisa obesitas nanti pada saat dilahirkan.


"Edward dan Duncan sudah mengklaim our princess."


Dara tertawa mendengarnya karena tadi Yuna pun berkata demikian.


"Dan kamu tahu tadi ketika aku ngobrol dengan G, dia bilang ingin seperti Sherlock Holmes yang bisa membongkar kejahatan."


Dara menatap wajah suaminya yang semakin tampan saja meskipun usianya makin bertambah.


"Aku tanya 'Oh Ghani mau jadi polisi?'. Dijawab 'No Dad, G mau jadi detektif kayak Shelok homes'."


"G, kalau mau jadi detektif, harus jadi masuk akademi kepolisian baru nanti kamu milih mau menjadi petugas kepolisian yang bisa menjadi detektif, polisi lalu lintas atau pasukan khusus seperti brimob."


"Lalu G bilang apa?"


"Kamu tahu kalau anak kita cerdas? G bilang 'aku mau jadi detektif tapi tidak di indonesia.' Aku tanya dong kamu mau dimana? 'G mau di Amerika masuk NYPD atau LAPD.' Bagaimana anak umur dua setengah tahun tahu perbedaan NYPD dan LAPD?"


Dara tertawa terbahak-bahak.


"Kamu yang mengajari ya Adara Utari?" selidik Abi kesal.


"Aku tidak mengajari sayang, tapi aku beberapa hari lalu memang nonton serial tv Law and Order dan S.W.A.T. Ghani pun bertanya. Aku menjelaskan kalau di Amerika Serikat, ada dua departemen kepolisian terkenal yaitu NYPD dan LAPD. Aku tidak tahu kalau Ghani ikut nonton di belakangku, mas. Kalau tahu sudah aku matikan tvnya." Dara menatap Abi dengan wajah memelas.


"Kukira Ghani masih lelap tidurnya jadi aku nonton di kamar dengan suara pelan ternyata G sudah di pintu penghubung nonton film aku" lanjut Dara.


Semenjak memiliki Ghani, kamar Dara yang lama disulap Abi menjadi kamar putranya. Sekarang untuk putrinya, Abi sudah membongkar kamar kerjanya menjadi kamar bayi perempuan dan tetap ada pintu penghubung. Kamar kerja Abi dipindahkan ke ruangan seberang kamar-kamar mereka.


"Besok lagi kamu harus hati-hati sayang. Anak sekecil itu gampang menyerap informasi."


"Iya mas. Ohya ada satu bagusnya Ghani kepo."


"Apa itu?"


"Dia jadi penasaran dengan peta karena ingin tahu berapa jauh Jakarta ke Nee York dan Los Angeles."


"Jangan bilang dia juga nonton Dora the Explorer!" keluh Abi.


Dara tertawa.


***



Daniswara Ghani Giandra


***


Yuhuuu up siang dulu ya


Tar up lagi


Thank you for reading


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️