Menikahi Suami Sahabatku

Menikahi Suami Sahabatku
My Two Angels


Dara sedang memasukkan baju-baju kedua anaknya ke dalam lemari. Meskipun ada pelayan yang bisa melakukan, namun dirinya tetap lebih suka memasukkan baju yang sudah disetrika baik punya Abi, dirinya atau anak-anak dengan tangannya sendiri.


Seperti hari ini, ibu dua anak itu sedang memilah-milah baju rumah dan baju pergi milik Ghani sembari duduk di karpet tebal. Ghani sendiri duduk manis di tempat tidur bersama baby Rhea yang asyik berceloteh sendiri. Bayi cantik berusia enam bulan itu ditemani kakaknya yang sudah membawa buku cerita.


Ghani memang anak yang cerdas dan Dara sejak usia G dua tahun sudah mengajarkan abjad dan angka dan sekarang sudah bisa membaca walaupun masih celad dan terbata-bata.


"Adek Lea, hali ini emas mau dongeng ya" ucap Ghani sambil menatap adik cantiknya.


"Mas Ghani mau bacain apa sih?" tanya Dara sambil menatap putranya tanpa menghentikan pekerjaannya.


"Ini lho mommy, Mickey Mouse sama anjingnya Peluto" jawab Ghani.


Dara mengerenyitkan dahinya. "Peluto?"


"Ini tulisannya p-l-u-t-o jadi bacanya Peluto kan?"


"Bukan mas, bacanya Pluto" jawab Dara dengan sabar.


"Peluto" eyel batita tampan itu.


Dara terkikik. "Sini mommy ajarin cara ngomongnya." Dara berjalan menuju tempat tidur dan putrinya langsung heboh berceloteh.


"Rhea mau bilang Peluto juga?" goda Dara kepada putrinya yang dijawab khas celoteh bayi.


"Mas Ghani, tiru mommy. Bilang 'plu'."


"Plu."


"To."


"To."


"Sekarang bilangnya dirangkai. Plu-to" ajar Dara.


"Plu-to." Ghani berteriak kesenangan bisa mengucapkan nama anjing milik Mickey Mouse tanpa salah.


"Pintar. Coba sekali lagi?" pinta Dara.


"Pluto, Pluto!" hebohnya yang diikuti oleh adiknya yang ikutan heboh walau bahasanya masih belum dimengerti mommy dan masnya.


"Pintar ih mas Ghani! Mommy bangga sama mas. Udah sekarang, mas Ghani dongengi dek Rhea ya, mommy mau melanjutkan beresin bajunya mas Ghani sama dek Rhea." Dara pun kembali ke karpet tebal tempat baju-baju yang masih belum selesai dia pilah.


Semenjak Duncan bilang mau ambil Rhea, Ghani semakin posesif dengan adiknya dan tidak mau tidur terpisah. Akhirnya Abi mensetting kamar Ghani ditambahkan box bayi milik Rhea. Ghani sendiri berkomitmen kalau adeknya menangis tidak akan ikut rewel.


"Dek Lea, dengelin ya mas G celita. Mickey dan Pluto - benal ya mommy ?" tanya batita itu.


"Bener. Pinter mas. Ayo cerita lagi mommy sama adek mau dengerin" senyum Dara menatap putranya.


"Mickey dan Pluto beljalan-jalan sole hali. Keduanya melihat ada pasal malam. Mommy pasal malam itu apa?" tanya Ghani.


"Pasar malam itu tempat jalan-jalan ada bianglala, ada permainan menembak kaleng terus nanti dapat hadiah, banyak orang berjualan makanan" jelas Dara.


"Emas belum pelnah" keluh Ghani.


"Karena memang belum ada. Pasar malam itu nggak setiap waktu ada, hanya waktu liburan saja."


"Kalau ada, mas G boleh kesana mommy?"


"Boleh. Ayo dilanjutkan bacanya."


"Sampai di pasal malam, Mickey melihat banyak pelmainan. Ada tembak bebek, ada ambil ikan dan banyak makanan disana."


Dara terus mendengarkan Ghani membaca buku Disney nya sembari sesekali mengoreksi cara baca dan lafal putranya. Rhea yang tadinya antusias mendengarkan kakaknya lama-lama tertidur. Untuk sekian lama, Dara tidak mendengar suara putranya. Ditengoknya kedua anaknya dan dirinya tersenyum bahagia melihat pemandangan di depannya.



Tampak Rhea dan Ghani tidur bersama dengan saling menempel. Dara pun tidak menyia-nyiakan pemandangan ini dengan mengabadikannya melalui kamera ponselnya. Usai itu dia kirimkan ke Abi dengan pesan 'What a beautiful pic, Mas.'


Abi yang sedang pusing menghadapi pekerjaan setiap akhir tahun mendengar suara notifikasi dari ponselnya. Wajahnya yang kusut langsung berubah menjadi cerah ketika melihat foto kedua anaknya tidur saling berpelukan.


"Masyaallah anak Daddy" ucapnya sambil tersenyum.



📩 Mas Abi ❤️ : Masyaallah sayang. Bikin pusingnya mas hilang lihat anak-anak seperti itu.


📩 Adara Cintaku ❤️ : Semangat Daddy. Nanti kalau pulang, ditanya ya mas Ghaninya tadi dongeng apa buat adek Rheanya.


📩 Mas Abi ❤️ : Siap mommy. Daddy kerja dulu ya.


📩 Adara Cintaku ❤️ : Iya Daddy jangan terlalu diforsir kalau sudah lelah.


***


Acara makan malam di rumah Abi pun ramai dengan celoteh Ghani dan Rhea bersamaan. Abi memenuhi janjinya pada Dara untuk menanyakan kegiatannya putra tampannya.


"Jadi tadi mas Ghani dongengi dik Rhea?" tanya Abi sembari mengelap bibir Ghani yang ada noda saus jamur.


"Iya Dad. Tadi G dongengi adek tapi nggak sampai selesai" jawab Ghani.


"Kok nggak sampai selesai?"


"G tadi lihat dek Lea bobok, jadi ikutan ngantuk." Abi tertawa mendengar penjelasan putranya.


"Besok dilanjutkan lagi ya dongeng nya ke dek Rhea."


"Iya Daddy."


"Tadi Rhea rewel nggak sayang?" tanya Abi ke Dara.


"Nggak kok tadi Rhea anteng kan ada masnya yang jagain" jawab Dara yang masih mengawasi Rhea yang memakan biskuit bayinya.


"Daddy, nanti G didongengi Shelok homes ya." Ghani menatap Abi dengan puppy eyesnya.


"Oke boy."


Dara sengaja membelikan satu set buku Sherlock Holmes for kids yang bahasanya lebih sederhana khusus buat Ghani. Putranya memang menyukai tokoh detektif asal Inggris itu selain Conan Edogawa.



"Ayo dagingnya dihabisin G, habis ini cuci kaki cuci tangan, sikat gigi, terus siap-siap bobok sambil didongengi Daddy ya" bujuk Dara melihat putranya makannya tinggal sedikit.


Semenjak ada Rhea, Ghani ngeyel nggak mau disuap Dara maupun Abi karena merasa sudah besar. Abi dan Dara membiarkan putranya berusaha sendiri walaupun baju Ghani kotor meskipun sudah diberikan napkin bayi. Bagi Dara, membiarkan Ghani untuk berusaha mandiri dengan makan sendiri bagus untuk saraf motoriknya.


Abi sendiri mengikuti cara istrinya mendidik anak-anaknya karena tahu Dara mampu melakukannya bahkan Abi melihat makin kesini kedua anaknya semakin pintar. Ghani sendiri sudah bisa bilingual language, Indonesia dan Inggris. Bahkan di usia batita, Ghani sudah bisa membaca dengan lancar meskipun masih celad.


Dara memang lebih suka mengajar kedua anaknya dengan cara lama seperti dulu ibunya dulu mengajarinya. Sebagai full time ibu rumah tangga, Dara sangat menikmati tumbuh kembang kedua anaknya. Dara tidak mau kehilangan momentum keajaiban pertumbuhan anak-anaknya karena masa-masa ini adalah masa emas mereka.


"Sayang, bulan depan aku memanggil guru ngaji buat Ghani ya?"


Dara menatap Abi. "Kenapa kita tidak masukan ke taman pendidikan Al-Qur'an saja? Aku nanti survei tempatnya yang bagus gurunya."


"Kenapa tidak panggil guru saja?"


"Aku ingin Ghani pun bersosialisasi dengan anak-anak sebayanya sebelum dia masuk TK agar dia merasakan memiliki teman selain mommy, adik dan para pelayan di rumah. Dia kan jarang bertemu teman sebayanya."


Abi pun mengangguk. "Kalau sudah dapat, kabari mas nanti kita lihat bersama."


Dara tersenyum.


***


Yuhuuu


Up pagi dulu Yaaaa.


Eniwaiii author rada drop jadi sabar yaaa


Thank you for reading


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️