Menikahi Suami Sahabatku

Menikahi Suami Sahabatku
Daniswara Ghani Giandra


Abi menyetir mobilnya seperti kesetanan agar segera sampai di rumah sakit ibu dan anak segera. Tak sampai lima belas menit, calon Daddy itu sampai di parkiran dan bertemu dengan pak Sigit.


"Pak Sigit, tolong parkirkan mobil saya!" serunya sambil berlari meninggalkan mobil Mercedes nya yang masih menyala membuat sopir pribadinya geleng-geleng kepala.


Abi berlari di menuju meja pendaftaran.


"Pasien atas nama nyonya Adara Utari?" tanyanya memburu.


"Lantai dua pak" jawab suster di meja itu yang paham bagaimana rasa calon ayah.


Abi langsung naik tangga daripada menunggu lift. Keringat mulai membasahi kemejanya yang berbalut jas. Ketika sampai di lantai dua, dia melihat Yuna yang sedang berbicara dengan dokter kandungan Dara.


"Yuna!" panggilnya.


Yuna dan dokter Haris menoleh ke arah Abi yang berlari menghampiri mereka.


"Alhamdulillah akhirnya datang juga kamu Bi" ucap Yuna.


"Pak Abimanyu, mari masuk. Bu Abimanyu sudah bukaan lima." Dokter Haris meminta Abi mengganti bajunya dengan baju rumah sakit.


Abi lalu membuka jas nya dan memakai baju hijau, mencuci tangannya lalu masuk ke ruang bersalin. Tampak Dara sudah berbaring sambil mengerenyitkan namun tersenyum melihat suaminya.


"Mas Abi" sapanya.


"Sayangku, kenapa baby boy kok julid sih ga mau nunggu Daddy nya malah Duncan datang dia mau nongol?" gerutu Abi.


Dara menganga. Kok malah bawa-bawa Duncan?.


Abi mengelus kepala Dara dan memegang tangan istrinya.


"Yuk kita tunggu baby boy keluar."


***


Yuna menelpon suaminya yang sedang meeting bersama Stephen, kemudian menelpon Diana memberitahukan kondisi Dara.


"Tapi Dara sudah sama Abi kan di dalam?" tanya Diana.


"Sudah. Abi sudah masuk ke ruang bersalin. Tadi Dara sudah bukaan lima."


"Syukurlah kalau Abi sudah di dalam jadi Dara tidak sendirian."


Suara tangis bayi terdengar dari kamar bersalin.


"Baby boy sudah lahir, Di." Yuna pun menangis mendengarnya. Duncan memegang tangan mommynya.


"Syukurlah. Semoga sehat semua Dara dan Boy."


"Mommy, baby boy is born?" tanya batita bule itu.


"Yes D, your brother is born."


***


Abi menangis melihat baby boy nya lahir dengan proses normal. Jangan ditanya baju mahalnya yang walau ditutupi baju rumah sakit tetap kusut akibat dicengkeram oleh istrinya.


Setelah dibersihkan, baby boy yang belum diberikan nama oleh kedua orangtuanya, langsung diberi adzan oleh Abi di telinga kanan dan iqamat sebelah kiri dengan suara bergetar menahan emosi bahagia. Meskipun agak kaku, tapi Abi berusaha menggendong putranya dengan arahan suster.


Dara sendiri masih proses penjahitan pasca melahirkan dan meskipun masih terasa nyeri, raut wajah bahagia tampak pada ibu cantik itu ketika melihat bayinya sehat tanpa kekurangan apapun.


"Pak, anaknya ditaruh di box dulu ya. Nanti kita bawa ke ruang ibu untuk proses ASI nya." Abi pun menyerahkan putranya dengan hati-hati kepada suster yang meletakkan putranya di box bayi.


"Bapak, ibu kita bawa ke ruang perawatan ya agar lebih nyaman" ucap suster disana.


"Baik sus" jawab Abi.


Abi pun keluar dari ruang bersalin dan tampak Yuna bersama Duncan disana dengan wajah bahagia.


"Sehat semua kan Bi?" tanya Yuna.


"Alhamdulillah" senyum Abi sumringah. Yuna kemudian memeluk pria tampan itu.


"Selamat ya Bi, selamat jadi Daddy."


"Terimakasih, Na."


"Uncle, D want to see brother. Can I?" tanya Duncan sambil menarik celana Abi.


Abi pun berjongkok menatap batita yang menjadi teman julidnya selama kehamilan Dara.


"Tunggu sebentar ya, baby boynya nanti boleh dilihat kok."



Di ruangan mewah itu, Dara diposisikan untuk setengah duduk karena harus melakukan proses ASI untuk memberikan kolostrum bagi putranya.


"Bu Abimanyu sudah nyaman belum?" tanya suster yang bertugas mengajari Dara melakukan IMD atau inisiasi menyusui dini.


"Sudah sus." Tak lama baby boy nya pun dibawa masuk ke dalam ruangan. Abi dan Dara tidak puas-puasnya memandang putra tampan mereka.


Yuna yang hendak masuk ke dalam ruangan pun mengurungkan niatnya karena hendak membiarkan Dara melakukan IMD.


"Aku nunggu Edward di depan bareng Duncan ya" pamitnya.


"Oke." sahut Abi. Hot Daddy satu ini tidak mau melewatkan momen putranya melakukan proses IMD.


Dengan hati-hati suster memposisikan baby boy dalam gendongan Dara yang secara nalurinya bisa membuat nyaman putranya. Lalu suster membantu membuka pakaian operasinya untuk mengeluarkan payu**** ibu baru itu dan secara insting, baby boy nya langsung mencari-cari sumber makanannya. Setelah mendapatkan, baby boy segera menyedot ASI dari Dara yang bersyukur langsung keluar dan tampak baby boy semangat mendapatkan apa yang dicari meskipun awalnya agak linu.


"Pelan-pelan saja boy, Daddy tidak mau rebut" ucap Abi yang mendapat lirikan maut dari Dara.


Suster yang membantu Dara hanya tersenyum. "Beruntung asi ibu langsung keluar ya."


"Alhamdulillah sus. Si boy jadi nggak kelaparan" senyum Dara sambil menatap putranya yang masih menikmati acara menyusuinya.


Abi pun mengambil gambar Dara menyusui putranya dengan ponselnya. Baginya pemandangan ini sangat indah.



Dara menikmati proses menyusui putranya dan menunggu dengan sabar sampai baby boy kenyang. Setelah putranya merasa kenyang, dengan dibantu suster, pelan-pelan Dara memposisikan kepala putranya agak tinggi sembari menepuk-nepuk punggungnya hingga baby boy bersendawa.


"Alhamdulillah" sahut Abi mendengar putranya bersendawa yang membuat Dara dan suster disana tersenyum.


"Diwakilkan Daddy ya nak bilang Alhamdulillah nya" kekeh suster itu.


"Putra saya biar tidur di sebelah saya dulu sus" pinta Dara.


"Baik Bu, saya atur posisinya biar nyaman."


Setelahnya baby boy pun terlelap di sebelah Dara yang menjadi obyek kamera ayahnya.


"Bu, setengah jam lagi saya bawa putranya ya untuk dibawa ke ruang bayi. Sekalian saya diberikan nama baby-nya" ucap suster itu.


"Baik sus" jawab Dara yang masih takjub melihat makhluk imut di sebelahnya.



"Ganteng nya anak Daddy" bisik Abi berulang kali.


"Kok aku nggak dibagi sama sekali! Wajahnya pelek ketiplek dirimu mas!" bisik Dara kesal.


"Tandanya aku bibit unggul" kekeh Abi pelan.


Dara hanya melengos kesal.


"Mas sudah mempersiapkan namanya?"


"Sudah. Daniswara Ghani Giandra artinya putra mulia yang diberikan kepintaran dan kekayaan."


"Bagus namanya tapi jadi saingan sama Duncan, sama-sama berawalan D" kekeh Dara.


"Kan bagus, mereka nantinya akan bersahabat bagaikan kakak beradik." Abi masih menatap putranya.


"Berarti mas udah bisa akur ma Duncan dong" senyum Dara.


"Sementara" sahut Abi cuek.


"Astaga suamiku" keluh Dara gemas.


***


Yuhuuu


Udah up Yaaaa


Baby boy namanya Daniswara Ghani Giandra.


Thanks buat yang usul dua nama baby boy.


don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️