Menikahi Suami Sahabatku

Menikahi Suami Sahabatku
Memelukmu


Abi masih memandang Dara dengan wajah khawatir. Wajah pucat Dara membuatnya ingin segera membawanya ke rumah sakit namun kata Diana hanya kelelahan saja.


"Kamu ingin apa, Adara?" tanyanya pelan dan terdengar nada cemas.


Dara menatap Abi dengan tatapan memohon.


"Aku... aku ingin..."


Tok, tok, tok!


Dara terdiam ketika mendengar suara ketukan di pintu kamarnya. Abi pun berdiri untuk membuka dan tampak Bik Tarsih membawakan kantongan berisi obat Dara.


"Nyonya, minta dibuatkan apa?" tanya Bik Tarsih dari pintu karena dia tidak berani masuk ke dalam kamar Dara selama ada Abi disitu.


"Aku ingin... sup cream ayam. Minta tolong...sama pak Harry... untuk dibuatkan" pinta Dara dengan suara pelan.


"Baik nyonya. Permisi tuan." Bik Tarsih pun menutup pintu kamar.


"Ini obatmu, Adara. Makan roti dulu, kata ibu, kalau kamu sakit maunya cuma roti isi keju, nggak mau bubur" kata Abi.


"Mas Abi...bilang sama ibu kalau...aku sakit?" tanya Dara tidak percaya.


"Karena aku tidak tahu kamu doyan bubur atau nggak" jawab Abi.


Dara menghela nafas panjang.


"Kamu tadi mau minta apa?" tanya Abi.


"Apa ibu tidak cerita yang...lain?" selidik Dara karena dia malu untuk mengungkapkan keinginannya daripada sakit hati lagi.


Abi hanya terdiam sembari memandangi Adara. Melihat Abi tidak menjawab, Dara memberanikan diri untuk berbicara apapun hasilnya.


"Ibu itu...tahu kalau aku sakit... harus ditemani tapi karena aku tahu...mas Abi tidak bisa menemaniku semalaman jadi aku..."


"Aku akan menemanimu!" ucap Abi tegas yang membuat Dara terkejut.


Sudah waktunya aku melawan traumaku.


"Apa mas yakin?" Dara menatap intens ke Abi.


"Iya" ucap Abi tegas.


"Baiklah. Aku minta roti kejunya" pinta Dara dan Abi pun mengambilnya.


***


Dara tertidur lagi setelah makan sup cream ayam buatan pak Harry dan meminum obat. Abi masih setia menjaga Dara sambil menyingkirkan rambut yang menutup wajah cantiknya.


Dilihatnya sudah pukul setengah lima sore dan Abi pun pergi ke kamarnya setelah menyingkirkan kursi yang menjadi penghalangnya.


Berarti Dara marah besar padaku sampai menaruh kursi disini.


Abi pun segera membersihkan tubuhnya di kamar mandinya dan bersiap sholat asar.


***


Dara terbangun dengan kepala masih berputar dan dilihatnya kamar tidurnya sudah agak gelap dengan lampu tidur terpasang. Diambilnya ponsel yang selalu dia letakkan di atas meja kecil sebelah tempat tidur dan dilihatnya jam menunjukkan pukul tujuh malam.


Pelan dia bangun dan merasa badannya lengket karena efek dari obat yang diberikan dokter Diana untuk menurunkan panas badannya mengakibatkan tubuhnya berkeringat. Dara mengambil handuk dan baju ganti lalu menuju kamar mandi untuk mandi air panas.


Abi masuk ke dalam kamar Dara dengan membawakan sup daging sapi untuk makan malam istrinya berserta wedang jahe panas. Betapa terkejutnya ketika melihat istrinya tidak ada di tempat tidur namun sebelum dia teriak terdengar suara gemericik air dari kamar mandi.


Ya ampun, dia malah mandi?



"Mas Abi?"


"Kamu kenapa mandi Adara?" suara Abi nyaris membentak Dara.


"Badanku lengket semua mas, tadi kan efek minum obat membuat aku berkeringat jadi aku mandi pakai air panas" ucap Dara.


Abi menyentuh kening Dara yang sudah tidak panas lalu menuju tempat tidurnya yang basah oleh keringat. Tanpa berbicara apapun, Abi memanggil Mirna untuk memintanya mengganti seprai Dara.


Dara duduk di sofa panjang dekat jendela sembari menunggu Mirna menyelesaikan pekerjaannya. Setelah seprai kotor itu dimasukkan ke keranjang baju kotor, Mirna membawanya keluar.


"Nyonya, cepat sembuh ya" ucap Mirna sebelum keluar dari kamar Dara.


"Terimakasih Mirna."


Abi meminta Dara untuk menghabiskan sup dan wedang jahe yang dibawanya. Setelahnya, Abi membawa keluar nampan yang berisi mangkuk dan gelas kotor. Dara pun meminum obatnya dengan air putih yang diambilnya dari dispenser yang memang disiapkan disana.


Usai gosok gigi dan mencuci muka, Dara pun bersiap tidur namun ketika dia sudah terbaring, matanya melihat kursi pengganjalnya sudah dikembalikan Abi ke tempatnya.


Dara hanya menghembuskan nafas panjang dan bersiap dirinya mendapat cercaan dari Abi mengapa dia mengganjal pintu penghubung itu. Tak lama suara pintu penghubung dibuka dan tampak Abi mengenakan kaos oblong putih kebesaran dan celana training hitam masuk ke kamar Dara. Tanpa berbicara, Abi menggendong Dara ala bridal style menuju kamarnya.


"Lho? Mas? Kok ke kamar mas?" bisiknya sambil mengalungkan tangannya di leher Abi.


"Sssttt, diamlah!" desis Abi.


Sesampainya di kamar, Abi meletakkan Dara di kasurnya yang berukuran king size.


"Tidurlah Adara, aku akan menemanimu." Abi kemudian mengambil sebuah buku tebal dari meja panjang yang berada di depan tempat tidur.


Dara pun berusaha untuk membuat dirinya nyaman namun rasanya berbeda tidak seperti di kamarnya. Abi yang merasakan Dara tidak nyaman pun membaringkan tubuhnya di samping gadis itu. Buku yang dia pegang diletakan di meja lampu sebelah tempat tidur.


"Letakkan kepalamu disini Adara" Abi merentangkan lengannya. Dara pun beringsut dengan membelakangi Abi lalu setelah kepalanya berada diatas lengan suaminya, tangan lainnya pun memeluk perut rata Dara. Keduanya pun saling berpelukan erat.


"Tidurlah" suara bariton Abi terdengar di belakang tengkuk Dara.


Gadis itu pun mengangguk dan tak lama suara dengkuran halus terdengar oleh Abi. Pengaruh obat dan rasa nyaman yang dirasakan oleh Dara membuatnya cepat tertidur.



Abi menghirup aroma vanilla istrinya dengan penuh perasaan. Seminggu dia tidak bisa menghirup wangi ini yang sudah menjadi candu baginya. Seminggu ini dia tidak bisa menyentuh istrinya seperti ini.


Setelah dirasa istrinya sudah mulai terlelap, Abi pelan-pelan menarik lengannya dan meletakkan kepala Dara di bantalnya. Kemudian dia bangun dan mengambil bukunya lalu berjalan ke sofa yang ada di dekat tempat tidurnya sambil memandang Dara tidur.



Abi masih berusaha untuk konsentrasi membaca bukunya namun tidak berhasil. Melihat wajah istrinya malah membuat dirinya jadi ingin memeluknya lagi. Setelah mematikan lampu kamar dan mengganti lampu tidur, Abi pun naik ke tempat tidur lalu memeluk Dara. Tak lama kemudian Abi pun terlelap dan keduanya tidur saling berpelukan hingga pagi.


***


Yuhuuu


Maaf Up nya dikit


Insyaallah bisa up lagi nanti.


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️