
Menempuh perjalanan hampir lima jam, akhirnya pesawat milik keluarga Xavier mendarat di bandara Domine Eduard Osok. Deretan mobil hitam berjumlah tiga buah sudah menunggu boss dan koleganya.
Di dalam mobil, Ivan Xavier, sepupu Damien memberikan foto rumah yang disewa oleh Firman lengkap dengan foto satelit dan drone yang di luncurkan oleh anak buahnya.
"Nyonya Dara ada di jendela ini" ucap Ivan ketika mereka semua bergerak menuju lokasi Dara.
"Kondisinya bagaimana? Apa drone kalian bisa mengambil gambar Adara?" tanya Abi memburu.
Ivan memberikan foto yang sudah dipertajam dan menunjukkan Dara di jendela dengan wajah sedih. Rambutnya tampak acak-acakan dan wajahnya polos tanpa make-up. Hati Abi seperti ditinju melihat istrinya sepeti itu.
"Bisakah kita membebaskannya sekarang?" tanya Abi emosi.
"Kamu tenang saja, kita sudah bergerak!" sahut Damien.
"Orang psycho memang pantasnya dihabisi!" geram Abi yang tidak habis pikir ada orang punya otak miring seperti itu, sampai memiliki obsesi yang diluar nalar.
Edward sedari tadi sibuk menelpon hanya melirik ke foto Dara.
"Dia aman. Apa anda yakin tuan?"
" ... "
"Baik tuan."
Edward menutup panggilannya.
"Dam, suruh anak buahmu dan anak buahku bergerak. Tuan McGregor sudah menghubungi ketua klan Heilong."
"Pak Tua itu berhasil menekan kakek tua itu?" kekeh Damien.
"Hehehehe, tuan McGregor dilawan oleh kakek tua." Edward tersenyum licik.
Damien menelpon anak buahnya dengan menggunakan bahasa Rusia. "Делать ( delat / lakukan )."
"Ini ada apa?" tanya Abi bingung karena sejujurnya dia tidak terlalu paham dunia hitam seperti mereka.
"Aku akan ceritakan nanti jika Dara sudah berada di pelukanmu" sahut Edward.
***
Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam, ketiga mobil yang membawa rombongan Abi, Damien dan Edward sampai di sebuah rumah bertingkat. Tampak anak buah Damien yang mengenakan pakaian loreng hitam sudah menahan para pengawal Firman.
Damien langsung turun diikuti Abi, Edward dan Ivan.
"Где она ( Gde Oma / Dimana dia )?" tanyanya.
"внутри с Алексеем ( vnutri s Alekseyem / di dalam bersama Alexei )" jawab salah satu anak buahnya.
Keempat pria itu lalu masuk ke dalam rumah dan tampak Firman sudah ditahan oleh empat orang pria dengan lengkap dengan seragam militer.
"Good job!" ucap Damien.
"Kenapa kamu melakukannya? KENAPAAAA!!!"
"Karena Dara milikku dan kau merebutnya dariku!" gumam Firman.
"BRENGSEK KAU!!!" Abi sudah hampir menerjang lagi jika tidak ditahan kedua pria itu.
"Lebih baik kamu mencari Dara. Biar dia, aku yang urus. Kamu harus memikirkan istri dan anakmu! Bagaimana perasaan Dara kalau kamu sampai menjadi pembunuh?" bujuk Edward yang membuat Abi terdiam.
"Dimana dia?" tanya Abi kepada Ivan.
"Lantai dua, kamar nomor dua."
Abi pun segera berlari ke lantai dua yang sudah ada salah satu anak buah Edward disana.
"Tuan Abimanyu, saya harap anda jangan emosi jjka melihat situasi di dalam" ucap pria itu dengan tenang.
"Kenapa? Apa istriku tidak baik-baik saja?" Abi menjadi cemas karena pria itu tidak membuka pintunya.
"Istri anda baik-baik saja, tapi..."
Pria itu membukakan pintu kamar Dara dan tampak istrinya duduk manis sambil tersenyum cantik.
"Halo suamiku" sapanya ramah.
"Apa?" Abi bingung melihat istrinya tampak santai bahkan wajahnya sumringah tidak seperti yang dilihat di foto tadi.
"Kau meremehkan aku, mas Abi." Dara pun berjalan mendekati suaminya lalu mencium lembut bibir Abi.
Ketika sedang asyik berciuman dengan istrinya, Abi melirik bahwa ada seseorang yang tergeletak dan tangannya diikat di belakang dengan tali bathrobe, membuat dia melepaskan ciuman dan pelukannya.
"Sayang, siapa itu?"
"Dia dokter yang hendak membunuh anakku dan sebelum dia melakukannya, kupukul dengan vas bunga" ucap Dara santai.
Abi pun melihat banyak pecahan vas berserakan di sekitar orang itu. Pengawal Edward pun berjaga-jaga untuk mengantisipasi segala sesuatu dan tetap dekat dengan posisi Dara.
Abi berjongkok dan menyingkap rambut yang menutupi wajah orang yang dipukul Dara.
"Dokter Anisa?"
***
Yuhuuu
Separo Dulu Yaaaa
Tar lanjut lageeee. Author ada urusan di dunia nyata
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️