
Tuan Bram menarik paksa kedua putranya yang berkelahi. Dia tidak ingin keributan itu berlanjut. Dengan terpaksa malam itu ia harus menyelesaikan secepatnya.
Jam sebelas malam seharusnya menjadi jam istirahat malam mereka. Namun karena terdengar kegaduhan seluruh penghuni rumah harus keluar menyaksikan kedua anak Tuan Bram yang sedang berkelahi.
Tuan Bram masuk dan membawa seluruh keluarganya ke ruang tengah. Selain keluarganya di larang masuk ke dalam kecuali atas perintahnya.
Semua keluarga sudah duduk di tempatnya masing-masing. Terlihat wajah mereka yang semula mengantuk menjadi segar kembali.
"Apa yang membuatmu menuduh Sony sebagai pelakunya?" ujar Tuan Bram sambil duduk di kursi yang mirip singgasana ruang tengah yang sering di pakai sebagai ruang keluarga ketika berkumpul.
Firo lebih tenang di bandingkan sebelumnya. Kenapa Firo sampai terpaksa memukul Sony di tengah malam begini, Karena ia merasa geram kalau harus menunggu siang hari pasti pengawal Sony sudah menjaganya. Sulit bagi Firo memberi pelajaran kepada Sony. Karena setiap waktu Sony di kelilingi banyak pengawal kecuali malam hari.
Dari cerita Niko tadi siang sebenarnya Firo sangat kesal ingin menghajar Sony karena sudah memukuli adiknya. Niko banyak bercerita kepada Firo kalau dia hampir mati di pukul Sony. Firo menghargai tidak memukul Sony saat acara pernikahan.
Kebetulan malam itu Sony tidak sedang tidur dengan Niki. Kesempatan itu ia gunakan untuk menghajar Sony. Firo tak peduli kalau malam itu ia yang memulai kegaduhan. Yang jelas Firo sudah puas karena sudah membalas perlakuan Sony yang sudah memukul Niko kemarin.
"Apa anda perlu bukti Tuan Bram yang terhormat!" ucap Firo kepada ayahnya.
Tuan Bram mendelik ke arah Firo.
Lancang sekali kamu. batinnya.
"Katakan padaku apa buktinya!" ucap Tuan Bram lagi.
Firo menghadirkan satu saksi yaitu seorang pengawal Sony sendiri yang menjadi saksi Firo menemukan botol berisi jamur itu di mobil Sony.
"Tomang masuklah," ujar Firo kepada Tomang pengawal Sony yang dari tadi di luar.
Sony masih dengan tenang. Dia tidak yakin Firo menemukan bukti kalau dia yang meracuni tamu hotel.
Medina duduk bersebelahan dengan Niki. Sementara Syerli bersebelahan dengan Ny.Stella.
Firo dan Sony duduk terpisah berjauhan. Tatapan mereka masih beradu seperti ayam jantan yang sudah siap beradu.
"Ini buktinya, Aku menemukan ini di mobilnya tadi siang," Firo menyodorkan sebuah toples berisi jamur beracun kepada Tuan Bram.
"Dia saksinya ketika aku menemukan jamur beracun di dalam mobilnya, Benarkan Tomang?" ucap Firo kepada Tomang salah satu pengawal pribadi Firo.
"I-iya Tuan Bram, Tuan Muda Firo menemukan benda itu siang tadi di mobil Tuan Sony, Sa-saat Tuan Sony melakukan acara pernikahan." ujar Tomang terbata.
Tomang sangat ketakutan dia yang dari tadi sudah di ancam Firo agar mau menjadi saksinya. Sementara ia juga takut dengan tuannya Sony.
Sony menatap tajam Tomang.
Beraninya kamu mengkhianati ku, lihat saja balasannya nanti. batin Sony menyeringai.
Tuan Bram menerima dan melihat isi toples itu lalu menyuruh salah satu pelayan memanggil salah satu koki untuk mengecek jamur itu beracun atau tidak.
"Panggilkan Muhto, Suruh dia periksa jamur ini apakah jamur itu beracun. Aku ingin tahu secepatnya hasilnya." ucap Tuan Bram kepada pelayan agar memanggil seorang koki utama di rumah itu.
Pelayan langsung berlari keluar dengan sangat cepat lalu kembali membawa Muhto masuk kedalam ruang tengah bersamanya.
"Saya sudah menghadirkan Muhto tuan," ucap pelayan berdiri bersama Muhto.
Muhto yang berdiri di sebelahnya terlihat takut sekaligus bingung, "Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" tanyanya kepada Tuan Bram.
"Periksa jamur ini apakah jamur ini beracun atau tidak. Aku ingin tahu secepatnya" ujar Tuan Bram memberikan jamur itu kepadanya.
Muhto menerimanya lalu melihat jamur segera memeriksa jamur itu. Muhto sangat ahli dalam membedakan segala jenis tumbuh-tumbuhan. Tuan Bram sangat percaya kepada Muhto.
Setelah beberapa menit melihat akhirnya muhto mengetahui jenis jamur itu sebenarnya.
"Benar Tuan, jamur ini berasal dari luar negri sangat beracun. Bahkan racunnya sangat mematikan walaupun hanya memakan sedikit." ucap Muhto.
"Jamur itu di temukan di nasi goreng kemarin yang menyebabkan kematian lima orang tamu di hotel Axon," jelas Firo lagi.
Tuan Bram terlihat marah kepada Sony.
"Apa jamur ini punyamu,?" Tuan Bram bertanya kepada Sony.
"Apa Daddy percaya kalau itu milikku?" sahut Sony mengelak.
"Bisa saja kalau Firo hanya ingin menjebak ku dengan meletakan benda ini di mobil lalu menuduh ku melakukannya, " ujar Sony semakin sengit.
Bajingan! beraninya kamu mengelak. Batin Firo tak terima.
Brakk.
Firo menggebrak meja di depannya.
"Apa aku terlihat seperti menjebak mu, Hah!" ujar Firo marah.
Sony tersenyum miring.
"Bukti seperti itu tidak cukup untuk menjadikanku tersangka," sahut Sony semakin sengit. Ia mulai bisa tersenyum.
Medina mendekati Firo agar terlihat tenang, "Sayang, bersabarlah" ucap Medina menenangkan Firo.
Niki yang baru semalam di rumah itu terlihat sangat takut. Ia sedikit tahu apa yang sedang mereka bicarakan. Niki terduduk di pojokan sambil mengelus perutnya yang sudah mulai berkedut. Janin di perutnya sudah mulai berasa keberadaanya.
"Aku punya bukti lainnya, Daddy" ucap Medina.
Ucapan Medina membuat mata Sony terbelalak.
"Aku menemukan ini juga di rumah lelaki bayaran yang sudah menjadi tersangka karena memberi obat pencahar di Hotel Aurora kemarin,"
Medina memberikan bukti buku tabungan milik tersangka yang sudah meninggal kepada Tuan Bram.
Tuan Bram lalu memeriksa buku itu.
"Aku yakin lelaki itu adalah pelaku yang sama yang sudah meracuni makanan di hotel Axon kemarin," Medina mulai berbicara.
"Lelaki itu sudah meninggal tepat setelah menerima bayaran terakhirnya. Aku menemukan bukti transfer di buku tabungannya atas nama Sony Danuar yang sudah mentransfer puluhan juta kepada Sujono nama lelaki bayaran kemarin."
"Tidak mungkin dia secara cuma-cuma memberikan uang puluhan juta kepada Sujono kalau tidak ada motif lain," ujar Medina.
"Sayangnya Sujono itu sudah meninggal," ucap Medina menarik nafas panjang.
Sony tertawa mendengar ucapan Medina.
"Ha... ha... ha..Apa Daddy percaya yang di katakan wanita ini? Bukti macam apa seperti itu sedangkan pelakunya sudah meninggal. Bisa saja yang menstrasfernya adalah Sony Danuar yang lain. Itu tidak bisa menjadi bukti utama, Nona Medina" ucap Sony menunjuk Medina.
Firo kembali marah ketika Sony menunjuk istrinya, "Jangan menunjuk-nunjuk istriku seperti itu," ucap Firo.
Firo kembali membetulkan posisi duduknya agar lebih tenang lagi.
"Tapi jangan senang dulu Sony, karena ada bukti satu lagi yang akan membuatmu menjadi tersangka utamanya," ujar Firo sambil tersenyum.
Firo menepuk kedua tangannya begitu keras memberi kode kepada orang suruhannya.
Tak ada semenit,
Dua orang suruhan Firo masuk bersama seorang lelaki dengan tampang kusutnya masuk kedalam ruangan itu dengan kedua tangan yang terikat.
"Aku yakin kamu tidak akan mengelak lagi, Sony!" ucap Firo tersenyum miring melihat kedua mata Sony yang membulat sempurna.