Menikahi Pria Gila

Menikahi Pria Gila
Kekecewaan Sony.


Sony merebahkan dirinya di kasur. Dalam pikirannya masih terlintas jelas ucapan Tuan Bram. Syerli yang melihat itu langsung mendekatinya.


Wajah Sony memancarkan kekesalan yang mendalam di acuhkan nya istrinya yang ada di sebelah.


Melihat raut muka suaminya yang tidak seperti biasanya. Syerli mendekatkan wajahnya ke dada Sony yang sedang telentang sambil memeluknya.


Kali ini Sony tak menanggapi di lepaskannya tangan Syerli yang melingkar di perutnya.


"Kamu kenapa sayang," ucap Syerli bingung.Baru kali ini ia seperti itu.


"Aku kecewa dengan Daddy," jawabnya.


"Bukankah aku yang selama ini membantunya bertahun tahun membangun resort itu sampai seterkenal ini," ucapnya kecewa.


Syerli kembali memeluk Sony sambil mengelus dada bidang Sony agar emosinya mereda.


"Apa aku tidak cukup baik mengelola resort itu?" Tanyanya.


"Kamu jangan terlalu mikirin omongan Daddy barusan. Mungkin Daddy akan mempertimbangkan keputusannya lagi," ucapnya agar Sony tak terlalu membenci ayahnya.


"Tahun kemaren Daddy sudah merekomendasikan aku sebagai penggantinya. Kenapa lelaki gila itu yang di pilihnya," ucap Sony marah.


"Sayang bersabarlah," ucap Syerli.


Sony menanggapi istrinya, "Bukankah resort itu dulu punya ibumu, kenapa tidak ada sedikitpun bagian untukmu?"


"Tenanglah sayang, kita akan bicarakan dengan mommy tentang hal ini," ucap Syerli.


"Ibumu tak bisa di andalkan, coba ibumu dulu menyuruh ku menghabisi istrinya, Firo tidak akan sembuh dari gilanya, wanita itu benar benar tak bisa di biarkan," ucapnya mengingat kejadian ketika Nyonya Stella menyuruh anak buahnya menculik Medina.


Sony mengingat kembali kejadian bulan lalu.


Saat itu di telepon,


"Mom, apa wanita ini kita bunuh saja?" ucap Sony di telepon.


"*Jangan ada pembunuhan, aku tidak mau berurusan dengan polisi, "ucap Nyonya Stella di telepon*.


"Wanita itu berkata dia sedang hamil, kamu pastikan dia harus kehilangan anaknya terserah anak buah mu mau apakan dia yang penting kamu jangan sampai membunuhnya," ucapnya lagi di telepon.


"Tapi mom, apakah dia tidak menjadi ancaman buat kita suatu hari nanti, " ucap Sony.


"Untuk sekarang kita jangan habisi nyawanya dulu, " ucap Nyonya Stella lagi.


Sony masih ingat betul kejadian bulan lalu, hampir saja dia memperkosa Medina tapi sayang gagal keburu ada orang yang menolongnya. Sampai saat ini Sony tidak mengetahui kalau Firo yang menolong Medina.


Ketika dia tidak berhasil mencelakai Medina. Nyonya Stella meragukan kerjaannya. Sony seseorang yang bermuka dua. Terkadang memihak kepada Tuan Bram kadang ia berpihak kepada Nyonya Stella.


"Sayang sabarlah aku akan berusaha meyakinkan Daddy kalau hanya kamu yang layak menjadi CEO di resort itu," ucap Syerli membuyarkan lamunan Sony.


Sony dulu adalah tangan kanan Tuan Bram. Dari is berusia lima tahun, Sony di biayai hidup dan sekolahnya. Sony seorang anak yang di tinggalkan orang tuanya dari kecil. Ketika kakeknya yang bekerja kepada Tuan Bram meninggal ia menjadi tanggung jawab Tuan Bram. Sony seorang pria yang sangat pintar ia mampu membangun lagi usaha Tuan Bram yang hampir bangkrut. Karena posisinya tidak kuat dia mau menerima permintaan Tuan Bram untuk menikahi Syerli. Awalnya dia mengira Syerli adalah anak kandung Tuan Bram, dia berpikir akan menjadi pewaris di keluarga Tuan Bram. Karirnya di resort sangat membantu, dia mampu membangun bisnis Tuan Bram semakin maju di tangannya. Sony tak benar benar mencintai Syerli di tambah lagi Syerli tak bisa memberinya keturunan. Sony benar benar kecewa dengan mertuanya karena usahanya selama ini tak di hargai Tuan Bram.


"Sudahlah aku sedang ingin sendiri," ucapnya sambil memalingkan tubuhnya membelakangi Syerli.


"Kemaren aku ke dokter kandungan, kata dokternya kita harus bersiap siap melakukan program bayi tabung, kita masih bisa mempunyai anak, " Syerli mencoba mengalihkan apa yang sedang Sony pikirkan dengan membahas seorang anak.


Sony tak menanggapi baginya dia sudah tidak berniat lagi mempunyai anak dari Syerli, "Ah sudah lah kalau kamu belum bisa punya anak gak usah di paksakan," ucapnya.


Syerli merasa kecewa dengan ucapan Sony, "Kenapa kamu menjadi pesimis? Bukankah kemarin kamu menginginkan anak dariku?"


"Sudah aku bilang aku tak ingin membahas apapun sekarang bahkan seorang anak sekalipun," ucapnya sambil menghentak istrinya.


Baru kali ini ia menghentak istrinya.


Syerli menangis air matanya tak bisa ia bendung lagi, "Apa karena kamu tak mendapat jabatan itu, kamu tak ingin lagi mempunyai anak dariku?" teriak Syerli sambil menangis.


Sony merasa pusing dengan omongan Syerli mengenai anak. Baginya saat ini bukan seorang anak yang ia pikirkan.


"Diam lah! hentikan tangisanmu. Aku tidak akan mendesak mu lagi agar cepat punya anak, percayalah aku akan tetap mencintaimu walaupun tak mempunyai anak sekalipun," ucap Sony meyakinkan Syerli agar diam dari tangisnya.


Sony hanya berpura-pura mencintai Syerli. Mau bagaimanapun ambisinya belum ia capai, jalan satu satunya dia harus mempertahankan pernikahannya dengan Syerli walaupun tanpa cinta.


Berkali kali Sony bermain api di belakang Syerli beruntung istrinya tak mengetahuinya. Dengan uang dan ketampanannya dia bisa menjerat gadis muda menyerahkan apapun kepadanya. Termasuk Niki adik Medina yang sudah ia hamili. Sebelum Niki, Sony sudah pernah menghamili Tia teman Medina yang bunuh diri karena Sony tak mau bertanggung jawab. Medina hanya mengenal Sony sekilas melalui Tia.


"Kalau aku tidak akan mempunyai anak sampai tua nanti apa kamu masih tetap bersamaku?" tanya Syerli memeluk suaminya.


Sony mendekatkan wajahnya ke Syerli, "Tenanglah sayang jangan khawatir aku tidak akan meninggalkanmu," rayunya.


Di dekatnya Syerli yang sedang menangis. Demi kekuasaan dan harta ia rela kalau harus berpura pura menjadi suami setia yang sangat mencintai istrinya padahal di dalam hatinya tidak sedikitpun menyimpan rasa kepada Syerli istrinya yang sudah lama ia nikahi.


Syerli sudah di vonis sulit memiliki keturunan oleh dokter. Perlakuan Sony yang begitu lembut kepadanya membuat ia percaya suaminya tidak akan mengkhianatinya tetapi malam ini dia mulai tidak yakin kalau suaminya mencintainya dengan tulus.


Syerli adalah anak pertama Nyonya Stella dengan pacarnya. Ayah Syerli tidak bertanggung jawab dan tak mau mengakui dirinya sebagai anak. Saat usia dua tahun ibunya menikah dengan Tuan Bram. Meskipun sudah menjadi ayah baginya sedikitpun ia tak mendapatkan kasih sayang seorang ayah yang di berikan ayah kepada anaknya. Tuan Bram lebih fokus kepada Firo anaknya bersama Fira, Syerli selalu merasa ingin di sayangi tapi Tuan Bram selalu mengacuhkannya ketika ia di jodohkan dengan Sony tangan kanan Tuan Bram dia merasa begitu senang dan menerimanya karena menurutnya Tuan Bram diam diam perhatian kepadanya.


"Aku akan melakukan apapun demi mendapatkan resort itu," batin Sony dalam hati.