Menikahi Pria Gila

Menikahi Pria Gila
Pertemuan yang Mengharukan.


Vika Calista atau dikenal dengan Vika Alister adalah seorang reseller fashion online yang terkenal di lima negara. Semenjak suaminya "Jovan" meninggal dunia, Ny. Vika harus kembali ke negara asalnya, Negara dengan icon patung Singa nya.


Nyonya Vika dan Jovan dulunya adalah seorang pengusaha eksportir terbesar di indo. Namun sayang citra buruk menerpa keluarga Alister. Petugas Bea cukai menemukan barang haram di antara tumpukan barang yang akan di ekspornya.


Lambat laun usahanya kian meredup setelah Jovan ditetapkan menjadi tersangka utama penyelundupan satu ton daun ganja yang sudah mengering yang akan di ekspor melalui jalur laut. Rumor mengatakan Jovan bunuh diri bersama anaknya terjun ke sungai karena tidak sanggup akan menjalani hukuman.


Sebelum kejadian itu hidup keluarga Alister sangat bahagia. Jovan memiliki dua anak perempuan yang sangat cantik. Meskipun berbeda tahun lahir. Kedua wajah anak mereka sangat mirip, walaupun bukan kembar.


Setelah kematian suaminya. Usaha mereka perlahan bangkrut. Banyak pihak yang sengaja sabotase perusahaan Jovan. Ny.Vika terpaksa kembali bersama seorang anaknya yang bernama Shinta ke negri Singa tempat asalnya. Nyonya Vika membanting stir menjadi reseller baju online di salah satu toko online terkenal di Asia.


Ny.Vika sempat frustasi ketika mengetahui suaminya bunuh diri. Ditambah lagi ia harus kehilangan putri sulungnya di usia lima tahun. Karena jasadnya tidak ditemukan, Berbagai pencarian di lakukan namun tidak membuahkan hasil. Nyonya Vika menduga jasad putrinya telah hanyut dibawa derasnya arus sungai.


Polisi selalu mencecar dia dan keluarganya karena kasus penyelundupan ganja yang di lakukan suaminya.


Bahkan sampai detik ini Ny.Vika tak mempercayai kalau suaminya yang menyelundupkan barang haram itu.


Karena tidak kuat dengan interogasi yang terus menerus dilakukan polisi kepadanya. Ny. Vika akhirnya memutuskan kembali ke negri Singa.


Setelah setahun pencarian putrinya yang hilang tak menuai hasil. Nyonya Vika tidak kuat berada di indo karena setiap hari keluarganya menjadi cibiran masyarakat. Berbagai spekulasi buruk terhadap keluarganya menekan mental ia dan Shinta anaknya.


Kini Nyonya Vika menjalani kehidupannya sendiri dengan damai.


Ning.. nung..


Suara bel berbunyi dari pintu depan mengagetkan Ny. Vika yang sedang melahap sandwich di tangannya. Ny.Vika hidup seorang diri bersama satu asisten rumah tangganya dari indonesia.


Lela, pembantu rumah tangganya bergegas menuju pintu depan. Di pagi buta seperti ini tak biasanya mereka mendapati tamu berkunjung ke apartemennya.


***


Mereka bertiga sudah sampai di depan apartemen lantai empat. Dengan diantar Shaka, Medina bersama Firo telah sampai di depan tempat tinggal ibu kandungnya.


Mereka juga membawa Agung untuk menjalani perawatan di rumah sakit Singapore. Setelah menempatkan Agung di rumah sakit berulah mereka sampai di apartemen itu.


Selama perjalanan Firo selalu cerewet kepada istrinya. Selalu mengkhawatirkan keadaan istrinya. Maklum Firo juga baru sekali ini menaiki pesawat bersama istrinya.


Honey, apakah kamu akan kuat kalau menaiki pesawat dalam keadaan hamil muda seperti ini?


Honey, kalau kamu tak kuat berjalan. Aku gendong saja.


Honey, Sebaiknya makan dulu. Anak kita di dalam pasti kelaparan.


Dan masih banyak lagi ocehan lainnya yang dari tadi keluar dari mulut suaminya.


Medina hanya mengiyakan ocehan suaminya. Baru kali ini suaminya secerewet itu kepadanya.


Shaka yang ada di sebelahnya terkadang merasa risih dengan tingkah laku saudaranya. Menurutnya itu terlalu berlebihan.


Setelah beberapa kali memencet bel. Akhirnya pintu di depannya terbuka juga.


Lela membuka pintu.


"No-nona Sh-shinta... " ucap Lela terbata.


Matanya membulat sempurna seperti melihat hantu. Lela berdiri ketakutan Melihat Medina berdiri di depannya.


Di depan Lela sudah ada dua orang laki-laki dan satu perempuan. Lela sempat ketakutan ketika melihat Medina. Shaka yang tahu itu segera menyadarkannya.


"Halo, mba" ucap Shaka melambaikan tangannya di depan muka Lela mengalihkan perhatiannya.


"Tuan, Shaka!" ucap Lela. Sudah hampir setahun semenjak kematian Shinta. Shaka sudah tak pernah berkunjung ke apartemen itu.


Lela kembali ketakutan ketika melihat Medina.


"I-iya Tuan! Ma-masuklah," ucap Lela kepada mereka bertiga. Lela masih melihat ke arah Medina.


Medina yang tersenyum membuat Lela semakin merinding. Di sebelahnya ada lelaki yang terus menempel padanya menatap tajam ke arah Lela.


Lela segera menemui Ny.Vika yang sedang sarapan di atas.


"Ah.. untunglah cepat sampai juga, kalau sampai kelamaan di jalan aku takut akan terjadi apa-apa dengan anak dan istriku," ucap Firo.


Medina yang terus memalingkan mukanya hanya bisa tersenyum kepada tingkah laku suaminya yang terlalu paranoid.


Setelah menunggu beberapa menit, Seorang ibu dengan pakaian stylis turun dari tangga. Di perkirakan dari penampilannya usia wanita itu sekitar empat puluh tahunan. Padahal usianya sudah hampir lima puluh tahun. Wajahnya masih terlihat muda dan cantik. Medina memiliki wajah mirip dengan ibunya.


Saat pandangan pertama dari atas sebelum menuruni tangga, Ny. Vika sempat shock melihat wajah Medina yang ada di bawah. Perlahan dia menuruni tangga sambil terus memperhatikan Medina.


Senyum merekah di bibir Medina melihat ibunya yang dua puluh tak di temui nya. Wajahnya masih sama seperti dulu, hanya terdapat guratan halus di pipinya.


Dari tadi Firo selalu mengatur jarak istrinya dari Shaka. Padahal perasaan Shaka hanya biasa saja terhadap istrinya.


Buliran air mata keluar dari ujung Netra Medina. Dia mendekati pemilik tubuh separuh baya itu lalu memeluknya.


"Ibu...." satu kata keluar dari mulut manis Medina.


Medina berlari memeluk ibunya yang sudah menapaki lantai yang sama dengannya.


Nyonya Vika yang mendapati pelukan itu, balas memeluknya.


Tangis haru menyelimuti ibu dan anak itu. Nyonya Vika yang masih kebingungan memeluk erat Medina.


Air mata mengalir dari ujung Netra Ny.Vika.


"Apa ibu mengenalku?" tanya Medina.


Medina tau wanita di depannya pasti sedang kebingungan. Wanita itu mengelus rambut Medina dengan tulus.


Wajahnya mirip sekali dengan Shinta anakku. batin Ny.Vika.


Nyonya Vika menggeleng. Dia tidak peduli siapa wanita di depannya. Perasaannya saat ini sangat bahagia memeluk Medina. Hatinya yang kosong hari ini terisi kembali.


Firo dan Shaka yang ada di sebelahnya hanya diam menyaksikan pertemuan mengharukan mereka berdua.


Sambil terus memeluk ibunya Medina menatapnya.


"Aku... Meysa.. bu.. Anakmu" Air mata Medina mulai deras memenuhi pipinya. Medina tak kuasa menahan genangan air yang memenuhi kelopak matanya.


Seperti hujan deras yang turun saat musim kemarau. Seperti mendapati air yang sejuk di saat kehausan. Seperti mendapatkan kehangatan di saat musim salju.


Di pagi buta seperti ini Dewi Fortuna sedang memihak kepadanya.


Nyonya Vika mengusap lembut wajah Medina. Sambil terus menatapi mukanya. Tak kalah dengan anaknya air matanya sudah tak bisa terbendung lagi.


"Meysa, anakku..."


Sambil berpelukan mereka berdua menangis bahagia. Nyonya Vika menciumi pipi Medina berkali-kali.


####


#Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya.


Kalau suka dengan novelnya berikan Vote sebagai bentuk dukungan agar novel ini bisa terus lanjut.


Salam manis_Afsheen_#