Menikahi Pria Gila

Menikahi Pria Gila
Melahirkan


"Aku bangga padamu, Sayang" tutur Medina.


Firo mendekati Medina, "Apa kamu baik-baik saja, Honey?"


Dilihat dari netra Firo sepertinya Medina sedang tidak baik, "Wajahmu sangat pucat, Kenapa dengan bajumu? Air apa ini?" Firo terlihat sangat panik mendapati baju istrinya yang basah.


Medina menggeleng, "Aku tidak tau, Dari tadi perutku sangat mulas"


Tuan Bram segera bangkit akan mendekati mereka berdua, "Sepertinya Mey akan segera melahirkan!"


Mata Firo membulat sempurna, "Ayo kita pulang!" Dengan gerakan cepat Firo mengangkat tubuh Medina dengan tangannya.


Belum sempat pergi meninggalkan ruangan. Sony yang pingsan akibat tembakan tadi, Tiba-tiba tersadar. Dari sudut matanya ia melihat senjata api yang tergeletak tidak jauh dari tubuhnya. Ada ide jahat muncul di kepalanya.


Firo dan Medina tidak tau kalau Sony akan mengambil senjata itu dan akan menembak dirinya. Bahkan Tuan Bram yang ikut khawatir tidak mengetahuinya.


Senjata api milik Tuan Bram itu berhasil diraihnya. Tatapan mata Sony yang begitu bengis dan amarah yang masih menguasai dirinya membuatnya berpikiran untuk menghabisi salah satu dari mereka bertiga.


Salah satu dari kalian harus mati! Batin Sony.


Sony mengarahkan pistol ke arah Medina. Ingin rasanya ia menghabisi sumber dari kebahagiaan Firo.


Wanita sialan itu harus mati!


Dor!!


Belum sempat Sony menarik trigger pistol, Sebuah peluru mengenai tangan kanannya.


Trankkk


Pistol ditangan Sony terjatuh. Tangan kanan yang digunakan untuk memegangnya langsung melemas ketika peluru itu berhasil membuat darah keluar dari tangannya.


Firo yang mendengar suara tembakan langsung menoleh ke arah Sony yang kembali tumbang untuk kedua kalinya.


"Untung saja kalian bisa selamat semua." Suara Shaka yang mengagetkan muncul di depan pintu ruangan sedang memegang pistol di tangannya. Semua orang menoleh ke arahnya.


Rupanya yang menembak tangan Sony adalah Shaka, "Maaf aku telat menyelamatkan kalian," ucapnya.


Shaka bersama Nyonya Vika dan beberapa polisi lalu memasuki ruangan itu.


Polisi yang ia bawa segera meringkus semua orang yang terlibat dalam penculikan. Termasuk Sony dan Tuan Bram. Nyonya Vika langsung berlari menghampiri Medina.


"Mey," Ny.Vika berteriak sangat khawatir mendapati kondisi Medina, "Cepat bawa Mey ke rumah sakit!"


Melihat kondisi anaknya, Ny.Vika langsung menyuruh Firo agar mengangkat putrinya.


Firo yang tidak memperdulikan situasi di sekelilingnya langsung menggendong Medina menuju ke luar ruangan. Bersama Ny.Vika ia berlari menuju mobil mereka agar segera menyelamatkan istri dan anaknya.


"Maafkan ibu Mey, telat menolong mu!" ucap Ny.Vika berlari di sebelah Firo.


Medina yang tampak lemas sedang digendong Firo sambil berlari. Tubuh Firo yang sedang terluka mendadak menjadi sangat kuat kembali ketika melihat istrinya yang sedang dalam kondisi darurat.


Firo tak memperdulikan darah dan luka di sekujur tubuhnya. Sambil terus berlari menggendong istrinya agar cepat ia bawa ke rumah sakit. Ia tidak memperdulikan ayahnya yang sedang diringkus polisi.


Sementara didalam ruangan,


Sony yang tertembak dua kali langsung dibawa polisi. Begitu pula anak buah Sony yang Tuan Bram lumpuhkan pun polisi meringkusnya.


"Daddy, Aku tak percaya ternyata kaulah pelakunya," ujar Shaka ketika melihat tangan Tuan Bram yang sedang di borgol polisi.


Shaka sebenarnya sangat iba dengan pria itu, Meskipun dari kecil Tuan Bram tak pernah peduli terhadap Shaka.


Shaka sudah mengetahui dari dulu perbuatan ayahnya dan bisnis haram keluarganya. Shaka tidak mau terlibat sedikitpun dengan usaha ayahnya. Shaka adalah anak yang mandiri dari kecil. Shaka sudah dikirim keluar negri dari berumur sepuluh tahun, Membuatnya sangat jauh dengan Tuan Bram.


"Aku sudah tau semuanya, Daddy" ucap Shaka, "Kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu!" tambahnya.


Tuan Bram menunduk mendengar ucapan Shaka barusan. Sony diringkus polisi dalam keadaan tangan dan kaki yang tertembak.


Shaka menatap tajam balik Sony yang melewatinya.


***


Mobil yang dikendarai Firo dengan cepat telah sampai di depan lobby rumah sakit. Beberapa perawat menghampiri mereka dan membawa Medina dengan cepat ke ruang persalinan.


Di ruang persalinan.


Medina langsung di tangani dokter kandungan dan beberapa perawat yang membantunya. Dengan cepat dokter dan tim medis lainnya memeriksa kesiapan Medina. Ternyata mulut rahimnya sudah mengalami pembukaan sembilan.


Dokter memastikan Medina sudah siap melahirkan sekarang, Meskipun baru memasuki usia kehamilan 29 minggu. Terlebih air ketuban di dalam perutnya sudah hampir habis akan membahayakan bayinya.


Firo menunggu diluar karena dokter melarangnya menemani Medina dengan kondisi penuh luka di tubuhnya. Akhirnya Nyonya Vika, ibunya yang menemani Medina di dalam ruang persalinan.


"Kamu harus kuat, Mey" ucap Ny.Vika di sebelah Medina sambil menggenggam tangannya.


Tenaga Medina yang hampir habis harus ia kumpulkan kembali untuk mengeluarkan bayi dalam perutnya.


"Nyonya, Bersiaplah!" ujar Dokter. Ia lalu memberi instruksi kepada Medina cara mengejan dengan baik.


Beberapa menit kemudian.


Seorang bayi laki-laki lahir tanpa tangisan berhasil dilahirkan dari rahim Medina. Bahkan Medina masih belum percaya bayinya telah lahir dengan sangat cepat dan mudah hanya sekali saja ia mengejan.


Medina yang sedang ditangani salah satu perawat hanya melihat dokter dan para tim medis lainnya yang tengah sibuk memberikan penanganan kepada bayinya.


"Kenapa dengan cucuku? Kenapa tak menangis, Dok?" tanya Nyonya Vika menghampiri dokter. Ia yang sudah melahirkan dua kali begitu kaget ketika cucunya tak menangis saat dilahirkan.


"Karena cucu anda lahir prematur, Paru-parunya belum terbentuk sempurna, Nyonya. Kami harus cepat memberikan perawatan intensif kepada cucu anda," sahut salah satu perawat kepada Ny.Vika.


"Apakah bayinya baik-baik saja?" tanya Ny.Vika lagi. Ia begitu sangat khawatir.


"Bayi anda lahir dengan selamat, Hanya saja karena bayi anda lahir prematur. Kami harus memberikan penanganan lebih. Anda berdoa saja, Nyonya" sahut Dokter menanggapi.


Nyonya Vika yang sangat bahagia cucunya telah lahir. Ia menatap iba bayi mungil yang sedang di pasang berbagai selang di tubuhnya. Bayi dengan berat 1,7 sedang di tangani tim medis dan dimasukan kedalam inkubator.


Baru lahir saja anak itu sudah harus berjuang seorang diri di dalam inkubator. Bayi laki-laki itu terlihat sangat lemah dengan selang yang terpasang di mulut, hidung bahkan anggota tubuh lainnya.


"Bagaimana dengan anakku, Bu? Kenapa aku tak boleh menyentuhnya sekarang?" tanya Medina kepada Ny.Vika ketika ibunya kembali di sebelahnya.


"Anakmu baik-baik saja, Mey. Hanya saja bayimu masih membutuhkan perawatan," sahut Ny.Vika menenangkan Medina sambil memegang tangan anaknya.


"Selamat ya, Nak. Kamu sudah menjadi ibu sekarang"


###


*


*


Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya.


Terima kasih.