Menikahi Pria Gila

Menikahi Pria Gila
Ungkapan Shaka


Wanita di foto itu mirip sekali dengannya, bedanya wanita itu mempunyai rambut yang pajang sedangkan Medina memiliki rambut pendek dengan poninya.


"Apa ini Shinta yang sering kamu ceritakan?" tanya Medina.


"Ya benar Nona, dia meninggal dua tahun yang lalu" sahut Shaka, "Aku sangat mencintainya, tetapi sayang Tuhan lebih menyayanginya"


"Dia sangat mirip sekali denganku," ucap Medina.


"Pertama kali aku melihat Nona aku sangat kaget aku mengira Nona adalah Shinta, tapi dugaan ku salah"


"Maafkan aku Shaka, aku telah mengingatkanmu kembali" ucap Medina.


Shaka mulai bercerita,


"Bertahun-tahun aku betah tinggal di luar Negri itu karena aku dekat dengan Shinta, aku mengenalnya dari kecil ketika aku baru pertama kali pindah keluar negri"


"Harusnya tahun ini aku bersamanya menikah, Tapi karena penyakit kankernya menyebabkan dia meninggal"


"Kenangan yang sudah aku terjalin bersamanya dari kecil susah bagiku melupakannya. Banyak perempuan yang mendekatiku tapi sulit bagiku untuk menggantikan dia dengan wanita lain"


"Nona."


"yah" jawab Medina


"Apa Anda mencintai Firo?"


Deg,


Jantung Medina berhenti berdetak.


"Kalau anda tak mencintai Firo, jangan beri dia harapan lebih"


Kata-kata Shaka membuat Medina tercengang, "Maksud kamu?"


"Aku tahu anda menikah dengan Firo karena hutang anda dengan ayahku"


Mata Medina melebar.


"Maksud kamu, Tuan Bram adalah ayahmu?" seru Medina.


Shaka mengangguk.


"Firo adalah saudaraku berbeda ibu"


"Dari umur 10 tahunan ibuku mengirim ku tinggal diluar negri"


"Aku menyayangkan kenapa bukan aku saja yang di nikahkan denganmu."


Ucapan Shaka membuat Medina melihat ke depan bingung mau berkata apa.


"Nona belum menjawab pertanyaan ku, Apa nona mencintai Firo?" tanya Shaka lagi, "Aku tahu semuanya kalau pernikahan anda adalah pernikahan kontrak"


Pertanyaan Shaka membuat Medina terdiam.


"Kenapa anda bertanya itu padaku, lagi pula cinta atau tidak itu bukan urusanmu" sahut Medina sedikit kesal.


"Aku sangat menyukaimu Nona. Kalau anda tak mencintai Firo, Cepat lepaskan dia jangan beri harapan. Aku akan menggantikan semua hutang keluargamu kepada ayahku. "


Mendengar itu membuat perasaan tak nyaman bagi Medina.


"Maaf sepertinya aku harus pulang cepat, Terima kasih atas traktirannya dan satu lagi, Aku adalah wanita bersuami tidak baik mengatakan itu kepadaku!" tegas Medina.


Medina kemudian berdiri dan meninggalkan Shaka.


"Nona," teriak Shaka.


Medina mendengar ucapan Shaka tanpa menoleh.


***


Medina sampai di depan rumahnya.


"Dari mana saja mantuku tersayang?"


Belum sampai ke kamar Firo, Medina sudah bertemu Nyonya Stella di halaman depan.


Kamar Firo letaknya sangat jauh dari rumah utama. Saat itu Medina masuk melalui pintu depan rumah utama.


"Oh ada mommy mertua, Tadi aku habis dari luar ada keperluan," sahut Medina cuek.


"Aku tahu kamu habis menemui suamiku, Rupa-rupanya mantuku ini sangat pandai berbohong, Kemarin kamu menghebohkan rumah ini dengan kabar kehamilan mu. Sekarang kamu malah mengabari lagi kalau kamu tidak hamil" ledek Nyonya Stella


"Maaf Nyonya dari awal aku tidak berbohong!" seru Medina.


"Ha.. ha.. haaa ....tentu saja kamu tidak hamil, Mana mungkin lelaki gila seperti Firo bisa menjadi suami normal, Kalaupun kamu hamil kamu pasti akan memiliki anak yang memiliki gangguan jiwa seperti ayahnya.. ha... haa.. selamat menikmati hidup barumu,"


Ledekan Nyonya Stella membuat dirinya memanas.


"Biarkan saja Nyonya, ini hidupku! Aku lebih menerimanya di bandingkan jika suatu hari nanti aku memiliki anak mirip seperti Nyonya, Bisanya cuma berperilaku buruk," ucap Medina menanggapi omongan Nyonya Stella.


"Dasar wanita sialan, Berani beraninya kamu berkata seperti itu kepada ibuku!" Syerli tiba-tiba datang menghampirinya.


Plak!


Sebuah tamparan Syerli tepat di pipi Medina.


"Aku tidak akan setidak sopan itu kalau Nyonya tidak mendahuluinya" sahut Medina.


"Kamu tidak punya kekuasaan di rumah ini! Jadi jaga cara bicaramu!" Syerli menarik rambut Medina.


Medina membalas menarik kembali rambut Syerli dengan keras.


"Auuuu...... sakit..!!" Teriak Syerli.


"Aku tidak takut dengan kekuasaan anda di rumah ini dan jangan menggunakan kekerasan aku tidak suka!" balas Medina geram.


Karena sakit Syerli melepas tangannya di rambut Medina.


"Belagu sekali kamu! Aku tahu seperti apa keluargamu, aku punya uang aku bisa melakukan apapun yang aku mau. Jadi kamu jangan macam-macam denganku!" Nyonya Stella mendorong tubuh Medina dengan telunjuknya.


"Dan satu lagi, jangan coba-coba kamu merayu putraku, Shaka. Perempuan murahan sepertimu tidak pantas dekat dengan anakku," seru Nyonya Stella.


Mendengar mereka membawa-bawa keluarganya, Medina mundur dan menyadari bahwa kapan saja keluarganya bisa terancam kalau berurusan dengan mereka berdua. Medina tahu dia sangat licik, dia yakin mereka lah yang menculik Medina tempo hari.


Dengan sangat terpaksa Medina menurunkan harga dirinya demi keluarganya.


"Maafkan saya Nyonya atas apa yang saya lakukan. Kalau tidak ada yang di bicarakan, aku permisi dulu"