
###
Pengumuman!!
Terima kasih sudah membaca Novel ini.Terima kasih juga telah memberi like dan komentarnya.
Bila berkenan berikan vote dan bintang limanya sebagai bentuk dukungan agar author lebih rajin updatenya.
Mohon maaf kalau ada beberapa episode yang harus direvisi. Isi ceritanya tetap sama hanya saja author mengedit beberapa penempatan tanda baca yang salah.
Salam manis_Afsheen_
###
Setelah mendengarkan cerita anaknya. Sekarang Nyonya Vika sudah tahu semuanya.
"Jadi yang membunuh ayahmu adalah Bramantyo," ucap Ny.Vika.
Ny.Vika juga sempat bertemu Firo ketika kecil saat berusia tiga tahun. Kala itu hubungan Tuan Bram dan Jovan begitu dekat. Tuan Bram bersama Fira berkunjung ke rumahnya dan membawa Firo yang baru berumur tiga tahun.
Tangannya mengusap air mata anaknya yang sedang di pangkuannya.
"Jangan terlalu banyak menangis, kamu sedang hamil, Nak!" ucap Ny.Vika.
Nyonya Vika sebenarnya sangat terpukul namun karena melihat putrinya yang sedang hamil. Ia tidak mau Medina terlalu larut dengan kesedihannya.
"Maaf ibu tak bisa menemukanmu ketika hilang. Kalau saja waktu itu aku menemukanmu, mungkin tidak akan jadi seperti ini," ucap Ny.Vika lagi.
"Tidak perlu minta maaf, Aku sudah memaafkan mu, Bu" sahut Medina.
"Terima kasih, Mey" ucap Ny.Vika sambil merapihkan rambut Medina yang acak-acakan.
"Tapi menurut ibu, Firo adalah suami yang baik. Dia tidak bersalah sedikitpun. Kamu jangan membencinya, Mey" ujar Ny.Vika.
Ia tahu dari pandangan matanya. Medina seperti ingin menghindar dari pandangan Firo.
"Aku tidak membencinya, hanya saja wajahnya mengingatkan aku kepada Tuan Bram,"
Ny.Vika tidak tahu harus berbuat apa selanjutnya. Ia ingin nama baik keluarganya bisa kembali lagi. Dia juga ingin kembali ke indonesia tempat asal suaminya.