Menikahi Pria Gila

Menikahi Pria Gila
Memberi Pelajaran Kepada Sony.


Pria berambut pirang yang di ikuti Niko sedang berjalan menjauh dari arah loby. Langkah kakinya terus membuntuti Sony yang sedang asik bersenda gurau dengan rekannya.


Sony sedang berbincang dengan rekan bisnisnya, sesekali ia melihat Sony sedang tertawa, ia tidak peduli dengan apa yang dibicarakannya. Niko memerhatikan mimik wajah Sony dari jauh membuatnya geram ingin sekali memukulnya namun ia menunggu Sony sendiri baru ia memberi pelajaran padanya.


Bisa-bisanya ia malah tertawa tawa di sini sementara adikku sedang menangis meratapi kehamilannya


Niko mengepalkan kedua tangannya.


Sony berjalan semakin menjauh, tidak mengetahui Niko yang sedari tadi mengikutinya dari belakang. Sony menaiki lift dan di ikuti Niko satu lift dengannya.


Sony tak menyadari kalau dia sedang di ikuti, dilihat dari penampilan Niko, pikirnya orang di sebelahnya adalah pegawai kebersihan yang berpakaian bebas karena hotel belum aktif hendak membersihkan beberapa kamar hotel.Niko menutup wajahnya dengan masker.


Setelah sampai di lantai tiga, Sony mengecek kesiapan beberapa kamar hotel yang akan ia promosikan.Sony masih belum menyadari Niko masih mengikutinya dari jauh.


Tiba-tiba,


Bug!!


Sebuah bogem mentah melayang dari belakangnya.Tubuh Sony terhuyung. Sony belum siap melawan balik,Niko malah menarik tubuhnya dan memukulinya lagi beberapa kali tanpa ampun. Ia tidak tahu kenapa tiba-tiba sampai ia dipukuli orang yang tidak di kenal.


"Bajingan kamu,beraninya kamu menghamili adikku,"


Pukulan Niko yang mendadak membuat kepalanya seperti melayang layang. Sony belum menstabilkan tubuhnya yang di pukuli habis habisan oleh Niko.Sony mulai melihat sekilas wajah Niko setelah ia buka.


"Apa kamu sudah mengenalku,?"


Darah segar keluar dari ujung mulutnya. Pandangan mata Sony menangkap wajah di depannya yang sangat mirip dengan kekasihnya.Dia baru sadar kalau yang memukulinya adalah saudara kembar Niki.


Pemilik wajah itu mirip sekali dengan Niki, apa mungkin ia saudara kembarnya yang sering Niki ceritakan


"Iya aku Niko, saudara kembar Niki yang sudah kamu hamili,"


"Beraninya kamu berbahagia disini, sementara kamu mecampakan adik ku yang sedang hamil, dimana tanggung jawab mu lelaki keparat!" Niko menendang tubuh Sony dengan begitu kerasnya berkali kali.


Setelah sedikit lengah cepat-cepat


tangan Sony memencet tombol keamanan di handphonenya secepat kilat.Ia tak sanggup melawan Niko sendirian.


Sony tersenyum tipis ke arah Niko,


"Adik mu adalah wanita murahan, yang mau memberikan tubuhnya hanya untuk uang, Aku sudah katakan kalau aku sudah beristri, tapi adikmu tidak memperdulikannya," Ia masih saja bisa tertawa meskipun wajahnya sudah babak belur.


Rahang Niko semakin mengeras mendengar ucapan lelaki brengsek di depannya. Ia mencengkeram kemeja Sony.


"Bajingan kamu! Beraninya kamu menghina adikku, " Sekali lagi ia melayangkan tinju ke muka Sony.


Ia menghujani pukulan beberapa kali ke muka Sony. Berapa kali pukulan itu tetap saja membuatnya tidak puas.


Baru beberapa detik ia meninju muka Sony. Dari belakang muncul empat orang pengawal Sony yang barusan ia hubungi.


Bug!!


Punggung Niko terasa di pukul benda keras. Ia lalu menoleh, di dapatinnya dua orang berseragam keamanan menariknya.


Kedua lelaki itu menghujaninya dengan pukulan. Niko memberontak melawannya, namun karena jumlah mereka lebih dari dua orang, ia malah tak berdaya melawan serangkaian pukulan di tubuhnya.


"Stop, berhentilah!" ucap Sony kepada pengawalnya.


Ia mendekat ke wajah Niko, "Jangan macam-macam kamu denganku," ucap Sony memegang rahang Niko yang mulai mengeluarkan darah.


"Aku tidak akan menikahi adikmu, katakan berapa uang yang kalian pinta," ucapnya lagi.


Niko meludahi muka Sony. Ia tidak bisa memukulnya lagi karena kedua tangannya di tahan oleh pengawal Sony yang dari tadi memukulinya, "Kami tak butuh uangmu," ujar Niko dengan mata nanar.


"Aku hanya butuh tanggung jawab mu sebagai lelaki, Keparat!"


Tawa Sony terdengar keras di ruangan itu, "Ha..ha..apa kamu bilang? Dasar keluarga munafik!Kamu bilang tak butuh uang? Lihatlah,ayahmu saja menjual kakakmu kepada Tuan Bram karena uang, bahkan adikmu rela memberikan tubuhnya karena uang, Ha.. ha.. kalian benar benar keluarga murahan!"


Niko tak bisa tinggal diam dengan ucapan Sony barusan yang menyebut keluarganya murahan, ia lalu menendang perut Sony dengan kakinya begitu keras.


Bug,


Sony mengerang kesakitan. Ia kembali tertawa.


"Ha..ha..Lihatlah siapa dirimu, berani beraninya kamu memukul ku, dengan kekuasaan aku bisa menghabisi mu malam ini,Bahkan polisi tidak akan mencium perbuatanku.Aku sudah memakai cara halus dan bernegosiasi denganmu. Tapi kamu malah memakai kekerasan." Ditamparnya muka Niko.


Sony berbisik ke salah satu pengawal yang paling dekat.


Sony mendekatkan dirinya ke arah Niko, "Sekali lagi aku akan berikan negosiasi dengan mu, Gugurkan kandungan adikmu!"


"Aku akan memberikan uang yang kalian mau, lalu menjauh lah dariku, anggap Niki tidak pernah ada hubunganku denganku"


"Pikirkan sekali lagi sekecil apa keluargamu, Percuma kamu melawan ku, Anak ingusan! " ucap Sony membuat Niko tak memperdulikan keadaannya sekarang. Di lepasnya tangannya dengan sekuat tenaga. Niko lalu memukuli lagi Sony tanpa ampun.


"Aku tidak akan menerima sepeserpun uangmu, keparat!!"


Dengan sekali jentikan, Keempat pengawal Sony menarik tubuh Niko memukulinya lagi tanpa ampun.


"Jaga dirimu baik baik, Bocah ingusan!"


Sony berlalu meninggalkan Niko yang sedang di pukuli bertubi tubi oleh keempat pengawalnya.


***


Setelah beberapa menit berlalu, Medina baru menyadari adiknya sedang tidak ada di belakangnya.Ia melupakan Firo yang berlalu begitu saja. Di carinya adiknya ke penjuru loby tetapi tak ditemuinya, Banyak tatapan aneh melihat padanya. Medina tak memperdulikannya.


Medina menaiki anak tangga berharap menemukan adiknya di lantai dua, Perasaanya sangat tidak enak malam itu. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri membuka satu persatu kamar hotel yang belum di tempati. Karena hotel itu masih baru, keramaian hanya terletak di loby utama.Ia lalu menaiki anak tangga menuju lantai tiga.


Dari jauh Medina melihat seorang sedang terbaring tak berdaya. Ia berlari mendekatinya, alangkah kagetnya ia menemukan Niko dengan kondisi babak belur dan tak sadarkan diri.


"Niko!" teriaknya.


"Niko, apa yang terjadi? Siapa yang melakukannya padamu? Bangunlah Niko!" air mata Medina membanjiri pipinya melihat Niko yang tak sadarkan diri, Hatinya begitu teramat sakit.


" Niko! Siapa yang melakukannya padamu?" Medina menangis mendekap tubuh adiknya yang masih bernyawa.


"Tolong...Siapapun tolonglah aku!" Medina berteriak meminta tolong.


"Toloooongg..." teriaknya lagi.


Tubuh Niko ringsek tak sadarkan diri.Medina yang dari tadi mencari keberadaan adiknya yang tiba tiba menghilang akhirnya menemukan adiknya dengan luka lebam dan darah yang keluar di wajah dan tubuhnya.


Hotel masih belum di gunakan, Teriakan Medina tak terdengar ke lantai satu yang hanya tinggal beberapa orang saja karena acara peresmian sudah selesai.


Tak berapa lama seorang petugas kebersihan mendengar teriakan Medina.Di bantunya Medina yang membawa adiknya menuruni tangga.Lewat pintu belakang petugas kebersihan itu mengantar Medina ke taksi online agar cepat membawanya ke rumah sakit.


Medina masih memeluk erat tubuh adiknya di dalam mobil. Air matanya mengalir deras. Hari ini segalanya begitu cepat, ia telah mengetahui Niki adiknya hamil dan baru saja mendapati Niko babak belur tak sadarkan diri. Sementara suaminya, entahlah apa yang di lihatnya tadi apakah benar atau tidak ia sendiri tak yakin.


Banyak sekali pikirannya hari ini, Tetapi yang di pikirannya saat ini ia harus cepat cepat membawa adiknya sampai ke rumah sakit dan mencari tahu siapa yang memukuli adiknya.