
Setelah mengantarkan Niki dan Elard ke rumah, Malam itu juga Sony menuju ke suatu tempat. Ada hal yang ingin dia selesaikan.
Rencananya Sony akan menuju rumah Firo di tengah malam seperti ini.
Sony sampai menyuap ratusan juta kepada petugas Lapasa agar ia bisa keluar malam ini. Selain ingin bertemu dengan anaknya. Karena dendamnya kepada Firo begitu mendarah daging, Ia ingin sekali menghabisi Firo malam ini juga. Sony merasa ia tidak akan tenang di dalam penjara kalau masih mendengar Firo hidup berbahagia dengan keluarganya.
Firo harus mati di tanganku! Anaknya harus merasakan hidup tanpa ayah di sampingnya!
Dengan menaiki sepeda motor, Sony dengan bebas berkeliling ke kota itu tanpa di ketahui petugas kepolisian karena menggunakan helm sebagai penutup muka. Beruntungnya malam itu begitu sepi dan tidak ada razia kendaraan bermotor.
Sayangnya sebelum menuju rumah Firo, Ada pesan masuk di handphone miliknya.
Sony yang mengendarai sepeda motor berhenti sejenak membaca isi pesan di handphonenya.
Raut muka Sony mendadak geram, "Kurang ajar dasar wanita keparat! Berani-beraninya berselingkuh di belakangku"
Belum sampai ke rumah Firo, Sony akhirnya memutar balik kendaraannya.
***
"Bagaimana keadaanmu sekarang sayang?" tanya Hans kepada Syerli di dalam kamar sebuah hotel.
"Aku suka bau tubuhmu"
Hans mencium tangan Syerli yang sedang berada di sampingnya.
"Selama bersamamu aku baik-baik saja, Sayang" sahut Syerli bersandar manja di pundak Hans.
Mereka berdua sedang dibuai oleh perasaan cinta.
"Aku kira berhubungan dengan wanita yang lebih tua itu membosankan, Ternyata tidak! Aku benar-benar sangat menyayangi mu," Hans mengecup lembut pipi Syerli.
Semenjak berhubungan dengan Hans, Syerli menjadi lebih sering memperhatikan penampilannya. Bahkan kelakuannya lebih manja dari biasanya.
"Benarkah? Tapi aku kan lebih tua dari mu? Apa kamu tidak malu jalan bersama ku?" tanya Syerli.
"Tidak ada yang melarang seorang lelaki berhubungan dengan wanita yang lebih tua dari usianya," seru Hans, "Jelas aku tidak malu berjalan dengan wanita cantik sepertimu"
Hans memang sangat romantis tidak heran kalau Syerli yang sedang kesepian begitu tergila-gila dengan Hans. Apalagi wajah Hans memang sangat tampan dan lebih muda darinya.
"Kamu memang pandai dalam merayu wanita," sahut Syerli.
Bibir mereka kembali bertautan.
"Yang aku takutkan justru aku akan ketahuan suami mu," ucap Hans memegang lembut wajah Syerli.
"Kamu jangan takut! Suamiku sedang di dalam penjara. Justru aku berharap dia akan di hukum seumur hidup agar aku bisa bersama dengan mu selamanya," sahut Niki.
"Benarkah, Berarti aku sangat beruntung!" Bibir mereka kembali bertautan.
Mereka memulai aktifitas panasnya lagi.
Baru kali ini Syerli berani berpaling dari suaminya, Kalau Sony tidak berada di dalam penjara. Tidak mungkin Syerli berani-beraninya berselingkuh. Dia tahu seperti apa sifat posesif Sony kepadanya. Kalau ketahuan bisa-bisa ia akan di pukuli habis-habisan oleh suaminya.
Hans begitu sangat ketagihan dengan permainan ranjang Syerli yang sudah berpengalaman. Hans yang sering berganti-ganti wanita tidak merasa rugi sedikitpun berhubungan dengan Syerli, Apalagi semua kebutuhannya terpenuhi dari mulai lahir sampai batin.
Hans sudah seperti lelaki simpanan bagi Syerli yang sedang kesepian.
Baru memulai pemanasan sebentar.
Brakk.
Dari luar seseorang mendobrak pintu kamar hotel.
Syerli dan Hans langsung terperanjat kaget.
"Wanita keparat!" Dengan bringas Sony berjalan sangat cepat mendekati Syerli yang sedang bergumul di dalam selimut bersama Hans.
Sony langsung menarik rambut Syerli dari kasur kelantai, "Apa yang sedang kamu lakukan," bentak Sony.
Syerli dan Hans langsung gelagapan begitu tertangkap basah oleh Sony. Syerli pikir mustahil Sony akan memergoki perselingkuhan yang mereka lakukan. Ia masih belum percaya kalau yang di depannya adalah suaminya.
"So-so...ahhh" teriak Syerli meringis kesakitan karena rambutnya sengaja di tarik Sony.
"Begini kah kelakuanmu ketika suami sedang di penjara?" teriak Sony marah.
Rambut Syerli yang panjang di tariknya lebih keras lagi, "Kenapa kamu berselingkuh, Hah! Apa kamu merasa kesepian?"
Plak.
Secara bergantian Sony memukul pipi istrinya berkali-kali.
"Wanita keparat! Berani-beraninya kamu selingkuh di belakang ku, Hah!"
Syerli begitu ketakutan, "Maafkan aku!" ucapnya sambil menangis.
Hans yang masih berada di tempat tidur, dengan gerakan cepat langsung memakai baju dan celananya. Karena terburu-buru Hans tak sempat memakai ****** *****.
Bug.
Dengan kerasnya Sony menghantam Hans dengan brutal.
Bug.
Sekali lagi Sony memberi bogem mentah kepada Hans yang usianya jauh dibawanya.
"Berani-beraninya kamu mengganggu istri orang," bentak Sony.
"Apa kamu tidak tau siapa aku, Hah?" teriak Sony lebih keras.
Kekuatan Sony lebih besar dari Hans. Lelaki itu hanya diam saat berkali-kali Sony memukulinya.
"Maafkan aku!" ucap Hans, "Aku tidak tau"
Hans memohon agar Sony tidak memukulinya lagi.
Syerli yang sudah memakai baju langsung bersujud di kaki Suaminya, "Maafkan aku, Aku bersalah! Aku tidak akan melakukan kesalahan ini lagi" pinta Syerli, "Jangan pukuli Hans"
Tubuh Hans ditutupi Syerli agar Sony tidak memukulinya lagi.
"Minggir," teriak Sony hendak memukul Hans lagi, "Lelaki mana yang tidak akan marah istrinya berselingkuh?"
"Aku minta maaf, Jangan pukuli Hans" pinta Syerli lagi.
Kalau bukan anak dari Nyonya Stella, Sony sudah menghabisi wanita di depannya, "Kau beraninya mengkhianati ku!" Sony memegang kasar wajah Syerli.
"Jadi kamu lebih memilih lelaki ini!" teriak Sony.
"Maafkan aku! Kamu boleh menceraikan ku kalau kamu mau," sahut Syerli.
Sekarang mungkin saatnya ia harus meminta cerai dari Sony.
"Wanita sialan!" Dengan kasar Sony menendang tubuh Hans lagi.
"Jangan pukul dia lagi! Kalau tidak aku akan berteriak agar polisi menangkap mu lagi," bentak Syrerli.
"Kurang ajar! Kalau bukan karena kakek mu aku sudah menghabisi mu. Keparat!" Sony menunjuk wajah Syerli, "Sekali lagi aku lihat bajingan itu lagi bersama mu, Aku akan bunuh dia"
Masih tersulut emosi, Sony akhirnya memutuskan keluar dari kamar hotel. Ia tidak mau ada pihak hotel yang mengetahuinya kalau ia adalah seorang tahanan.
Brakk
Sony membanting pintu kamar hotel
Keparat! Bisa-bisanya ia selingkuh di belakangku! batin Sony kesal.
Sony kembali mengendari sepeda motornya menuju rumah Firo. Beberapa jam lagi ia harus sampai di dalam penjara. Kalau sampai telat, Polisi akan mengetahuinya.
Setengah jam kemudian,
Dari alamat yang di berikan anak buahnya, Sony berhasil sampai di depan rumah baru Firo.
Waktu menunjukan jam satu malam.
Hari ini kamu harus mati, Firo. Batin Sony.
###
Cerita ini hanya karangan belaka, Tidak bermaksud menyinggung pihak manapun.
Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya.
Terima kasih.