
Acara makan malam kali ini begitu lengkap karena semua keluarga berkumpul semua bahkan Syerli dan Sony ikut berkumpul.
Tuan Bram sengaja mengumpulkan keluarganya karena ada rekan bisnis Tuan Bram yang akan berkunjung.
Ada delapan kursi yang saling berhadapan diapit meja makan yang panjang dan dua kursi yang letaknya masing masing di ujung berhadapan. Medina duduk bersebelahan dengan Firo, Di depannya ada Nyonya Stella, Syerli dan Sony yang duduk di sebelahnya. Shaka duduk di kursi paling ujung, berhadapan dengan kursi kosong. Sementara Tuan Bram duduk salah satu dua kursi yang berbeda.
"Hari ini rumah kita kedatangan tamu istimewa. Ada rekan bisnis Daddy yang akan berkunjung dengan putrinya," ucap Tuan Bram memulai acara makan malam, "Daddy berharap kalian bisa menyambutnya dengan baik, terutama kamu Shaka," ucap Tuan Bram lagi.
Shaka yang dibicarakan langsung menengok ke arah ayahnya.
Sementara Nyonya Stella tersenyum menanggapi Shaka yang seperti kebingungan.
Shaka tidak pernah berani membantah ayahnya.
Seorang pelayan menghampiri Tuan Bram, "Tuan, tamunya sudah ada di depan sedang menunggu, ".
"Suruh mereka kesini," ucap Tuan Bram.
Dua menit kemudian tiga orang masuk. Dua orang terlihat seperti pasangan suami istri seumuran dengan Tuan Bram. Sementara di belakangnya ada gadis berpakaian dress berwarna pastel berambut panjang mengikuti keduanya.
Semua mata melihat mereka bertiga. Bahkan Shaka di buat terkaget dengan wanita muda di belakangnya.
Tidak kalah dengan Shaka, wanita yang berbalut dress pastel itu juga tidak kalah kaget melihat seseorang yang pernah berurusan dengannya.
Ah, sial! kenapa aku harus bertemu dengan pria itu lagi? Gumam gadis itu.
Shaka masih menatap gadis yang di persilahkan pelayan duduk di depannya.
Tidak mungkin dia wanita menjengkelkan itu, atau mungkin mereka memang berbeda. Pikir Shaka masih memperhatikan wajah wanita yang dari tadi melihat dia terus.
"Selamat datang Pak Sam dan keluarga. Silahkan duduk dan nikmati makan malamnya," ucap Tuan Bram.
"Perkenalkan ini anak aku Firo dan menantuku Medina, yang di ujung adalah Shaka putra kedua ku," ucap Tuan Bram memperkenalkan keluarganya.
Pak Sam sudah mengenal Nyonya Stella, Syerli dan Sony karena sebelumnya mereka pernah bekerja bersama.
"Terimakasih Pak Bram sudah menerima kami disini, Salam kenal untuk semuanya. perkenalkan putri kami bernama Geya Andrea," ucap Pak Sam.
Geya lalu berdiri dan memberi hormat kepada semua keluarga Tuan Bram.
Pak Sam duduk di kursi dua berhadapan dengan Tuan Bram. Sementara Geya dan Nyonya Sam duduk berhadapan dengan Shaka.
Kenapa dunia ini sempit sekali? Gumam Geya dalam hatinya.
Shaka masih memperhatikan Geya.
Bukankah nama dia kokom? Batin Shaka masih mengingat ingat kejadian waktu itu.
Ah, kenapa dia begitu berbeda dengan yang waktu itu? Batin Shaka lagi.
Geya menatap sinis ke arah Shaka yang tak berhenti menatapnya.
"Silahkan di nikmati hidangannya pak dan ibu Sam," ucap Nyonya Stella.
***
Geya Andrea adalah putri satu satunya Samuel Andrea yang biasa di panggil Pak Sam. Gadis berumur 20 tahun yang berwajah sangat imut dan bertubuh mungil, banyak orang yang mengira dirinya masih SMA.
Pak Sam adalah rekan bisnis keluarga Tuan Bram.
Nyonya Stella dan Tuan Bram hendak menjodohkan Shaka dengan Geya karena Tuan Bram ingin mengembangkan usaha barunya dengan Pak Sam pemilik usaha di bidang retail.
Geya gadis yang tidak suka di atur oleh kedua orang tuanya. Meskipun kaya dia adalah anak yang mandiri dan semaunya.
Sewaktu Geya bertemu Shaka, Keinginan konyol Geya waktu itu hanya mencari pengalaman menjadi seorang office girl. Dia selalu berganti ganti kerjaan. Prinsip hidupnya dia hanya ingin memakan uang hasil jeri payahnya sendiri bukan dari orang tuanya yang sudah kaya dari lahir.
Pak Sam berbohong mempunyai penyakit jantung kambuhan. Dia ingin anaknya segera menikah agar ada yang membimbingnya setelah menikah. Dengan berdalih penyakitnya Pak Sam menyuruh Geya agar mau di jodohkan.
Kebetulan Nyonya Stella waktu itu memperkenalkan Shaka agar segera move on dari tunangannya. Shaka sudah mengenal Pak Sam tapi tidak mengetahui bahwa Geya adalah putrinya.
**
"Shaka kalian harus lebih mengenal Geya, karena sebentar lagi Geya akan menjadi istrimu," ucap Tuan Bram tanpa basa-basi.
Ucapan Tuan Bram membuat Geya yang sedang memakan udang terkaget. Geya menyemburkan udang ke muka Shaka yang sama terkaget.
Uhukk..
Shaka terkaget dengan kelakuan Geya.
Shaka merasa jengkel karena remahan udang mengenai piringnya.
"Ma-maaf Pak Bram, mungkin Geya terkaget karena baru mendengarnya," ucap Ibu Sam membela anaknya.
Geya sudah mengetahui kalau dia akan di jodohkan tetapi dia tidak berpikir sedikitpun akan di jodohkan dengan Shaka lelaki yang di bencinya karena pertemuan yang buruk di waktu itu.
Shaka menginjak kaki Geya di bawah meja karena kesal dengan kelakuan Geya yang tidak segera minta maaf kepadanya.
"Auu" Teriak Geya refleks.
"Ada apa nak?" tanya Nyonya Stella.
"Grogi kali mom!" ledek Syerli yang sangat menyetujui Geya dengan Shaka.
Medina tersenyum karena akhirnya Shaka akan menikah. Sementara Firo tidak memperdulikan sedikit pun. Sony asik dengan makan malamnya.
"Kayanya tadi ada tikus yang menginjak kakiku," jawab Geya sekenanya.
"Betulkah, sepertinya di sini tidak ada tikus," ucap Tuan Bram.
"Maaf ya nak atas ketidaknyamanannya, Nanti kita akan suruh pelayan untuk lebih teliti membasmi tikus di rumah ini," tambah Nyonya Stella.
Geya hanya tersenyum menanggapi karena dia tahu kalau dia telah berbohong.
"Bagaimana Pak Sam, apa kita percepat saja?" tanya Tuan Bram.
"Sepertinya mereka harus pendekatan dulu, apalagi mereka baru mengenal," jawab Pak Sam sambil mengunyah makanannya.
Shaka dan Geya sama-sama melotot.
"Bagaimana kalau minggu depan," ucap Nyonya Stella.